[Ficlet] Distance

Distance
By Valuable94

Distance

HAPPY READING!!!

“Makanmu lahap sekali.”

Hyo In tersenyum malu, tapi tetap menjejalkan nasi dan sup kimchi ke dalam mulut hingga penuh. Tujuannya selain makanan itu adalah menu makan malam favoritnya adalah supaya dia tidak perlu menanggapi pernyataan Kyuhyun.

“Aku lapar,” jawab Hyo In begitu semua makanan tertelan lalu menjejalkan suapan yang lain..

Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepala. Takjub pada kekuatan makan kekasihnya.

“Mau berbagi, sesuap saja?” pintanya dengan gaya memelas.

Dengan cepat Hyo In mendelik kemudian tersenyum mengejek. “Tidak, tidak, dan tidak. Walau kau bermaksud mengulangi kalimat itu sambil bersujud sekalipun.”

“Dasar pelit,” gerutu Kyuhyun. Pura-pura kesal. Sambil menyandarkan punggung di kursi, dia terus menatap Hyo In tanpa berkedip. Senyum lebarnya juga tak bisa lepas melihat Hyo In makan dengan lahap.

“Jangan diet.”

Hyo In mengernyit, masih sambil mengunyah. “Kenapa, kau mau berselingkuh ya? Supaya ada alasan mencari wanita lain yang tidak akan menghabiskan banyak uangmu untuk membeli beras setiap bulannya?”

Terbahak dengan keras, Kyuhyun sampai memegangi perut dan dada. Bahkan menunduk saking tak kuat menahan geli. Kekasihnya itu ada-ada saja. Sering mengeluarkan kalimat tak masuk akal yang membuatnya tambah senang menggoda.

“Tentu saja. Kaubisa membuatku bangkrut dalam sekejap.”

Hyo In merengut, menaruh sumpit ke meja kembali seraya menatap Kyuhyun dengan tajam. “Memangnya kau semiskin itu ya?”

“Tidak juga. Tapi kaubisa membuatku kelaparan karena jatah nasiku pun takkan cukup memenuhi kebutuhan perutmu.” Kyuhyun tertawa lagi hingga membuat Hyo In bertambah kesal.

“Sudahlah, pergi sana!”

Setelah mengetukkan ujung sumpit agak keras ke meja Hyo In melanjutkan makan. Karena kesal makannya jadi semakin lahap dan itu membuat Kyuhyun semakin senang.

“Kenapa diam? Teruskan saja. Ayo apa lagi yang mau kaukatakan. Katakan saja.”

Sebenarnya Kyuhyun masih ingin meledek Hyo In andai gadis itu sedang tidak makan. Kalau sampai tersedak bisa gawat ‘kan. Karena itu dia lebih memilih menikmati pemandangan indah di depannya.

“Aku suka gadis yang suka makan,” ujarnya tanpa peringatan. “Melihatmu seperti ini menaikkan selera makanku.”

“Makan sana! Kan sudah kubilang makan malam tidak membuatmu berdosa.”

Ya, memang tidak dosa. Tapi untuk penganut pola hidup sehat seperti kekasihnya itu, Hyo In ragu Kyuhyun mau susah payah mengunyah nasi demi mengisi perut di atas pukul enam sore.

“Aku sudah makan. Tadi.” Kyuhyun mengedikkan bahu tak peduli kemudian mencondongkan tubuh dengan menumpukan siku di atas meja seraya mendekatkan wajah pada Hyo In sebelum berkata, “Dan lagi, aku tak terlalu suka perempuan kurus. Tubuhmu bagus. Cukup berisi. Tidak terlihat seperti tumpukan tulang dibalut kulit saja.” Cengiran Kyuhyun meluluhkan kekesalan Hyo In. Dan kata-kata Kyuhyun itu. Ya Tuhan, itu bukan romantis. Biasa saja, tapi kenapa harus terdengar seseksi ini di telinganya?

Dengan gerakan cepat Hyo In menyelipkan rambut ke belakang telinga. Berdeham sebentar sembari menunduk lama, menetralkan rona merah di pipi.

“Masih malu?” Tiba-tiba suara terkejut itu datang. Dari siapa lagi kalau bukan Kyuhyun.

Seketika air muka Hyo In berubah. “Memangnya kenapa?” protesnya.

“Kurasa aku lumayan sering mengatakan hal semacam itu.” Kyuhyun mendecih tak percaya. Dia tahu kekasihnya itu mudah sekali tersipu. Tapi tak menyangka kalau sudah seakut ini.

“Efeknya tetap sama.”

“Harusnya kau terbiasa.”

“Aku tidak.”

“Harusnya iya.”

“Kyuhyun, jangan memaksa.”

Parah. Kenapa malah jadi bertengkar? Harusnya ini momen yang romantis, bukan?

“Sudahlah, aku harus mencuci piring.”

Dahi Kyuhyun mengernyit kemudian melihat jam di dinding. “Sekarang? Masih jam sembilan. Biasanya setengah sepuluh. Masih kurang tiga puluh menit lagi.”

“Jamnya diajukan,” sahut Hyo In enteng.

“Tidak bisa!” sanggahnya, tak terima. Waktu mereka berdua tak boleh terpotong hanya karena cuci piring. Enak saja. Seharian sudah sibuk dengan pekerjaan. Harusnya dia mendapat bonus waktu, bukan pengurangan.

“Bisa.”

“Kenapa bisa?”

“Karena memang bisa.”

“Hei, itu tidak adil.”

Bye! Love you~”

Klik!

Layar berubah hitam.

Kyuhyun melongo beberapa saat sebelum benar-benar sadar Hyo In telah memutus sambungan panggilan video mereka, lalu menggeram menahan kesal karena tingkah gadis itu yang menyebalkan.

“Hei, Bakpao Rebus!!! KEMBALI KAU! AH, SIAL! HEI, HYO IN!” Dia tak henti berteriak pada layar laptop-nya meski tahu itu percuma. Setelah itu berdiam agak lama menenangkan pikiran, kemudian mendorong kursi ke belakang. Beranjak dari sana dan memilih ke kamar mandi menyikat kloset saja. Walaupun masih bersih.

“Awas kau!!! AWAS KALAU AKU PULANG!”

 

*** FIN ***

Advertisements

16 thoughts on “[Ficlet] Distance

  1. Yaa ampun Kakak comeback lagi,
    Kakak paling bisa deh ngecoh org lewat ff, kirain mereka emang 1 meja. Manis bgt mereka ngalahin Kakak 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s