[Short Story] Extra Scene – Kyuhyun

An Extra Scene
Kyuhyun – Hyo In’s Short Story

By Valuable94

an extra scene

Author’s Note:
Sorry ya belum bisa update cerbung. Masih banyak kerjaan. Sementara aku kasih extra scene-nya Kyuhyun Hyo In ^^

Happy reading! ><

Ada saatnya aku merasa hidup ini sangat melelahkan. Rutinitas pekerja kantoran sungguh membosankan. Itu masih belum ditambah rumah yang sering berantakan sesering apapun dibersihkan, Hyo In yang lebih sering terlihat berantakan dan semakin suka berteriak karena si Kembar keluyuran menghancurkan rumah. Sangat-kacau! Namun, kadang aku juga sangat bersyukur memiliki istri seperti Hyo In karena dia sempurna untukku. Sayang sekali tak banyak orang bisa melihat itu. Dan aku bersyukur juga karena dengan begitu tidak ada orang yang menginginkannya sebesar diriku. Dia juga sudah memberiku banyak kenangan dan masih berlangsung sampai sekarang, untungnya. Lagipula aku tak bisa membayangkan jika sampai kehilangan wanita gila yang sedang tengkurap sambil mendengkur lirih di sampingku. Oh, itu suara termerdu yang pernah kudengar selain desahannya beberapa malam yang lalu. Juga masih ada dua bocah kecil yang sedang bermain-main di antara kami.

Sarang tiduran terlentang sambil kadang berguling ke kanan-kiri hanya dengan tujuan mengganggu Joha yang sedang duduk di sampingku sambil makan alpukat yang kusuapkan padanya.

“Papapapa!!!” Teriak Joha sambil mendongak padaku. Mata bulatnya memohon agar aku menghukum si Kakak Pengganggu. Tangan kecil Joha berusaha menyingkirkan Sarang setiap kali tubuh bulatnya menempel di kaki.

“Papapapa!!!” Joha berteriak lagi. Kali ini lebih keras sampai membangunkan Hyo In.

“Sayang, buat mereka diam sebentaaarrr saja. Aku mau tidur!” Erangnya keras kemudian miring ke kiri dengan bantal menutupi telinga. Sarang yang tadinya berguling-guling tidak jelas akhirnya berhenti dan memilih memukuli punggung Hyo In.

“Mamamama!!!”

Aku memutar mata melihat usaha sia-sia Sarang. Kucoba mengalihkan perhatiannya dengan menyuapkan alpukat. Hyo In sudah tidak tidur semalaman menemani mereka bermain–tanpa aku–yang sepertinya tak juga menyurutkan semangat si Kembar untuk bangun lebih awal dan memulai permainan mereka lagi. Baru saja Sarang membuka mulut Joha sudah berteriak tidak terima dengan meraih tanganku. Yah, dia lebih unggul sekarang karena sedang duduk. Sekarang Sarang yang cemberut karena tak bisa makan alpukat dan mulai bangun dengan susah payah. Mencoba merangkak dengan perut, akhirnya usaha buntalan pink itu berakhir karena perutnya terlilit selimut.

Buruknya, Sarang malah berteriak sambil menangis dengan sangat keras. “MAMAMAMA!!! MAMAMA!!! MAMA!!!”

Joha secara mengejutkan bergerak mendekati sang kakak dan mencoba membebaskan saudaranya. Meskipun hal itu malah membuat Sarang semakin terlilit dan kesulitan bergerak. Si adik menoleh lagi padaku sambil menunjuk-nunjuk Sarang. “Papapa adadaad dadada dadada.” Sementara Sarang berteriak memanggil Mama semakin keras walau sepertinya tak ada respon apapun dari Hyo In. Istriku yang sedang sangat mengantuk hanya menggaruk bokong sebagai jawaban.

Susah payah menahan tawa, kutaruh mangkuk berisi alpukat tumbuk kemudian memindahkan Joha yang terus mengoceh dengan kalimat “Papapa dadada” yang diulang-ulang kemudian melepaskan lilitan selimut di perut Sarang. Setelah bebas aku langsung mengangkat dan mendudukkannya di samping Joha. Begitu berkumpul Joha langsung menepuk-nepuk pipi Sarang. Mereka beceloteh tidak jelas seolah sedang membicarakan hal penting mengenai keselamatan di atas kasur tanpa terlilit selimut dan janji untuk tidak mengganggu satu sama lain atau akan terkena hukuman. Yah, walaupun pada akhirnya semua orang tua pasti tahu janji itu takkan bertahan sampai paling lama satu jam ke depan, tapi setidaknya aku tahu lebih baik tak mengganggu diskusi kakak-adik itu.

Aku masih diam di samping mereka. Mengamati gerakan-gerakan kecil dan suara imut mereka atau kelesikan selimut Hyo In yang mulai tidak nyaman karena sekarang si Kembar sama-sama berbaring dan berbebut mainan karet berbentuk kucing. Sambil memeriksa email dari kantor, aku tak bisa tidak memerhatikan makhluk-makluk mungil berpiyama pink itu.  Mereka satu-satunya alasanku mau bangun pagi saat hari libur seperti ini dan menumbuk alpukat untuk sarapan.

Kuakui hal-hal itu sangat jarang kulakukan. Hyo In lah yang meng-handle semua kebutuhan si Kembar di rumah sementara aku bekerja dari Senin sampai Sabtu dan selalu pulang dalam keadaan lelah. Hari Minggu pun tak bisa terlalu banyak menghabiskan waktu bersama mereka. Paling aku hanya bisa menjaga beberapa jam selama Hyo In masak dan mandi, selebihnya kuhabiskan waktu di kamar mempersiapkan presentasi atau pekerjaan yang belum selesai untuk hari Senin. Karena itulah aku tak bisa merengek atau membantah permintaan Hyo In untuk menjaga si Kembar sementara Istriku tercinta tidur dengan pulasnya.

Yah, aku memang sangat mencintai mereka. Hyo In adalah wanita terbaik. Jika bukan karena dia aku mungkin takkan mendapatkan paket berisi dua monyet kecil berisik ini. Mereka menyembuhkan penatku yang terburuk sekalipun. Mereka kado terindah yang kudapatkan seumur hidup selain Ayah dan Ibu. Aku sering dengar para orang tua berkata padaku menjelang pernikahan kami lebih dari setahun yang lalu bahwa tidak ada pernikahan yang selamanya bahagia, selalu ada pasang-surutnya. Dan kali ini aku benar-benar percaya akan hal itu setelah mengalaminya sendiri. Ada banyak pertengkaran memang, tapi ada lebih banyak lagi alasan untuk tertawa.

Hyo In, Sarang, dan Joha.

Advertisements

11 thoughts on “[Short Story] Extra Scene – Kyuhyun

  1. Ya Allah manissssssnyaaaaaaaaaaa 😍😍😍😍😍
    Mau dong Suami kaya Kyuhyun dan Baby kembar kya Sarang sama Joha 😙😙😙

  2. Ow manisnya sarang dan joha :-* 🙂 bikin pengen cium appa nya 😀 suami yang baik dan penyayang sekali kyuhyun ❤ mauuuuuu lah punya suami seperti kyu disini 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s