[Chapter] Single Mom Next Door 1

Single Mom Next Door
By Valuable94

Starring:
Cho Kyuhyun (SJ)/Song Hyo In (OC)
and
Song Sarang (OC)

Young Adult

10477885_529726777153971_6048083022103699359_n

LITTLE NEIGHBOUR, MOMMY MONSTER


Ada banyak hal yang bisa membuat Kyuhyun senang. Salah satunya bisa menghindar lebih lama dari Ibu yang selalu berkeras mencarikan gadis untuk dinikahkan dengannya. Kematangan usia dan materi memang bukan jaminan lebih mudah mendapat wanita yang tepat, tapi bisa juga menjadi sarana yang sangat mendukung pelarian kecilnya. Maka, di sinilah dia.

Berdiri di salah satu perumahan asri yang baru dibangun di daerah Yeosamdong. Letaknya agak jauh dari jalan utama karena bukan perumahan elit. Tempatnya sangat sejuk. Kyuhyun sengaja memilih perumahan ini karena memang dirancang untuk tempat tinggal penduduk lanjut usia dan keluarga yang mempunyai anak-anak. Dengan senyum lebar menempel di bibir merah penuhnya dia menatap puas setiap pohon bunga matahari di balik pagar yang sudah mulai tumbuh walaupun belum terlalu besar. Ada tiga pohon sakura kecil tepat dan kolam mungkin tertutup bunga teratai, dan sejenis tanaman adenium serta batang-batang mawar yang baru menunjukkan tunas.

“Musim semi yang sempurna,” gumamnya seraya menutup mata, merentangkan kedua tangan, dan menghirup udara pagi dalam-dalam.

I like spring as well.”

Sebuah suara membuat perhatiannya teralih. Begitu menoleh ke sisi kiri, kedua alisnya bertautan ketika mendapati seorang gadis kecil berusia sekitar empat sampai lima tahun—menurut Kyuhyun—mengenakan gaun putih selutut dan sebuah bandana putih mencegah rambut hitam kemerahannya berantakan berdiri di atas kardus cokelat seraya memangku wajah cantiknya dengan kedua tangan di pagar beranda.

Tetangga kecil. Pikirnya senang.

Hi, sweet thing! You look just the same as the lovely spring.”

Mama said it’s forbidden for me to talk to a stranger.”

Then why do you do it now?” Kyuhyun melipat tangan di depan dada.

Gadis itu menatapnya tak yakin . “Indeed, except the georgous one.” Lalu mengengir tanpa sungkan. “But I think your compliment is quite acceptable. Thanks anyway. My name’s Sarang and it means love. Who’s your name, old man?”

Kyuhyun hampir tergelak melihat satu gigi tengah Sarang kecil yang tanggal meski hal itu tak mengurangi kelucuan gadis itu. “Cho Kyuhyun and I think that’s meangeorgous?!” Mereka tertawa bersama. “Can you speak Korean? Because I think you knew what I said before.”

Don’t be worry, I speak two languanges. Mama taught me.” Sarang turun dari kardus tempatnya berpijak tapi tak keluar dari beranda kemudian membungkuk. “Annyeonghaseyo. Namaku Sarang yang berarti cinta. Kami baru saja pindah kemari. Senang berjumpa denganmu,” lanjutnya dalam bahasa Korea fasih meski agak cadel.

“Aku juga baru pindah seminggu yang lalu. Tapi baru tidur di sini semalam. Senang juga berkenalan denganmu, gadis cantik.”

“Paman Tua pintar berkata manis. Kata Mama orang sepertimu itu seorang perayu dan playboy.”

Kyuhyun hampir tertegun mendengar doktrin yang diterima gadis kecil itu, dari mamanya sendiri jika harus digarisbawahi. Keheranan itu membawanya pada kesimpulan paling umum yang bisa dipikirkan banyak orang—bukan hanya dia saja—yaitu seperti apa Mama Sarang ini dan apa saja yang sudah wanita itu alami sampai tega mempropaganda putrinya sendiri dengan pendapat menyesatkan semacam ini, karena meski kebanyakan playboy pandai perkata manis bukan berarti semua pria yang pintar berkata manis itu juga seorang pemain dan perayu.

Tergantung seberapa sering dan tulusnya kata-kata itu terucap. Bagian ini sepertinya sengaja dihapus oleh Mama Sarang.

Gadis kecil malang. Batin Kyuhyun miris.

“Apa Paman Perayu ini berhasil memikat hatimu?”

Dengan semangat Sarang menggeleng kemudian membenarkan bandananya yang hampir melorot ke dahi. “Aku baru saja berumur lima tahun. Paman Tua sepertimu tidak akan membuatku terpikat. Kau hanya menarik untuk dilihat.”

Kini alis Kyuhyun saling bertaut. “Kata Mamamu lagi?”

“Tentu saja. Mama yang terbaik,” jawab Sarang. Dia berjalan menuruni undakan kecil menuju taman di halaman rumahnya, mendekati pagar putih dari kayu yang memisahkan rumah mereka.

Kyuhyun mengikutinya. Pagar yang hanya sepinggulnya itu kini menutupi seluruh tubuh Sarang. Dia bahkan harus menunduk untuk melihat si gadis kecil sedang berjinjit, berusaha melampaui tingginya pagar supaya bisa melihat paman tua tampan yang menurutnya sangat menarik dan berbeda.

Refleks Kyuhyun mengangkat Sarang dan membawanya dalam gendongan. Tanpa diperintah Sarang mengalungkan kedua tangan di leher Kyuhyun. Wajahnya yang tadi bersemu merah muda kini berubah menjadi pucat. Kyuhyun tersenyum berusaha meredakan apapun kekhawatiran gadis kecil itu.

“Kau takut?”

Sarang mengangguk. “Ini kesalahan. Harusnya aku tidak mau digendong tapi Paman ‘kan hanya tetangga. Rumah kita hanya dipisah pagar tinggi. Lagipula kau terlihat … berbeda?!”

“Berbeda, apa aku terlihat seperti pria jahat?”

Sarang memiringkan kepala. Dahinya berkerut seolah memikirkan sesuatu yang sangat berat. Bibir tipis kemerahannya terkatup rapat, bergerak-gerak seperti mengunyah permen karet.

“Kau tidak marah saat aku memanggilmu Paman Tua. Kebanyakan orang berwajah sepertimu melakukannya jadi kurasa kau berbeda.” Sambil menepuk pipi Kyuhyun. “Dan menyenangkan,” tambahnya.

Tawa Kyuhyun menggelegar. “Sudah pasti. Aku mungkin seorang perayu tapi aku bukan tipe Paman Tua yang akan memberimu permen untuk berbuat jahat.”

“Dan Paman sekarang sedang merayuku.”

“Tanpa permen.”

Sarang menyengir lagi. “Kautahu, aku lebih suka permen daripada digendong.”

Kyuhyun berpura-pura marah dengan menggeram seperti seekor macan yang ingin menerkam mangsanya. Hal itu justru membuat Sarang tertawa terbahak, ditambah dengan gelitikan ringan dari Kyuhyun yang tak mungkin bisa dia hindari. Kyuhyun memang tak begitu menyukai anak kecil namun interaksi apapun yang melibatkan mereka selalu terasa menyenangkan dan dia begitu sulit berpisah dari hal-hal yang menyenangkan.

Let me go, old man!” Teriak Sarang sambil tertawa. Sesekali menjerit ketika Kyuhyun berpura-pura menerkamnya lagi.

In your dream, you meek prey!”

“Tidak, Eonni, lupakan! Kalau kau kemari untuk membantuku aku tidak keberatan sama sekali tapi jika tujuanmu hanya membujukku itu tidak akan berhasil. Tidak-akan-pernah!”

“Dasar keras kepala.”

Tawa Sarang berhenti seiring gerakan Kyuhyun yang mulai berhenti. Mereka saling bertatapan mendengar dua orang wanita saling melempar argument, sama-sama tak mau kalah.

Kyuhyun memutuskan untuk keluar dari pagar rumah dan membawa Sarang mendekati beranda rumah tetangga kecilnya itu.

“Itu mamamu?” bisik Kyuhyun begitu sampai di beranda. Tepat di depan pintu.

Sarang mengangguk. “Dan Bibi.” Sambil mengedikkan bahu dengan cuek dia melanjutkan, “Mereka selalu ramai seperti itu. Kadang Sarang merasa pusing. Sarang tidak tahu mereka berteriak tentang apa.”

Suara argumentasi dua wanita di dalam rumah itu terus bergulir. Dari apa yang bisa Kyuhyun dengarkan, dia bisa menarik kesimpulan bahwa mereka tengah berdebat mengenai orangtua mereka, tempat tinggal Sarang dan Mamanya, kemudian sesuatu mengenai Inggris yang tak pernah ingin didengarkan oleh sang Adik. Sepertinya hal itu sedikit banyak memengaruhi cara mendidik anak yang tidak cukup ketimuran dan kurang disetujui—mungkin— oleh kakek dan nenek Sarang.

“Berhenti ikut campur urusanku. Katakan itu pada Ayah dan I—“

“Dimana Sarang?”

“Mana kutahu. Kau ‘kan Ibunya.”

“Ya Tuhan!”

Pertengkaran mereka terhenti. beberapa saat kemudian pintu menjeblak dengan suara keras diikuti wajah kaku seseorang.

Kyuhyun tertegun, begitu pun seorang wanita yang baru membuka pintu di depannya. Dia hanya setinggi dagunya, berambut hitam kemerahan seperti Sarang, mengenakan dress hitam selutut bermotif spectrum dengan cardigan abu-abu sepanjang dress-nya. Wajah kecilnya terbentuk dari pipi kecil yang chubby, mata sipit, hidung kecil yang mancung, dan wajah berbentuk oval. Urat-urat di sana menegang, menampakkan kerutan yang lebih mirip kemarahan. Alis wanita itu berkerut saat memandangi Kyuhyun dan Sarang.

Good Lord, you never listen to me!” Wanita itu membanting kardus yang sedari tadi diangkatnya dan langsung menyambar Sarang dari gendongan Kyuhyun.

“Mama!” Sarang memekik saat berpindah dari gendongan Kyuhyun secara mendadak.

Tak pelak gerakan itu membuat Kyuhyun sedikit terhuyung meskipun tak sampai limbung. Dengan cepat dia menegakkan tubuh lagi dan merasa harus pasrah menerima tatapan setajam pisau daging dari wanita itu. Kyuhyun takkan menyalahkan sikap protektif seorang Ibu karena apa yang dilakukannya hanya bermaksud untuk melindungi putrinya dari orang asing.

Seorang pria. Terutama seperti dirinya.

Kyuhyun membungkuk, meminta maaf. “Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu ma—“

BRAK!!!

Pintu rumah tertutup. Kyuhyun tertegun dengan mulut melongo. Masih tak percaya melihat apa yang baru saja dilihatnya. Wanita cantik yang sempat dikaguminya itu sangat tidak ramah. Itu adalah salah satu hal paling tidak disukai Kyuhyun karena hal itu menghancurkan kepercayaan bahwa setiap wanita bisa bertambah cantk dengan berperilaku baik.

“Hei, kau! Buka pintunya!”

Tidak bisa dibiarkan. Orang baru itu keterlaluan.Kyuhyun menggedor pintu. Tak terima dengan perlakuan yang didapatkan dari tetangga barunya. Itu sangat tidak sopan. Siapapun wanita itu, dari mana pun asalnya, atau kapanpun dia pindah ke sini tidak akan melunturkan niat membereskan urusan. Anehnya, Kyuhyun tidak biasa bersikap seperti ini. Sebenarnya dia lebih suka membiarkan seseorang berperilaku sesuai kehendak mereka asalkan tidak mengusik hidupnya.

Sayangnya, wanita itu melakukannya. Dengan sangat cepat. Hanya butuh sekali pandang dan beberapa detik pertemuan.

BAM!!!

“Kuminta ka—“ Pintu terbuka. Tangan Kyuhyun tertahan di udara.

“Tak bisakah kau diam?” wanita itu menggerutu. Masih dengan wajah masamnya semula.
Bahkan langsung menggunakan bahasa informal. Luar biasa! Pikir Kyuhyun kesal. Dia melipat tangan di depan dada. Memerengutkan wajah tampannya. “Aku tidak suka dengan sikapmu tadi.”

Wanita itu mendengus, ikut melipat tangan seperti Kyuhyun. Meski harus mendongak untuk menyejajarkan pandangan, dia tak terlihat gentar sama sekali—jika harus melihat perbandingan tubuh mereka yang cukup jauh. Kyuhyun bisa saja meremukkan tulangnya dengan mudah.

“Aku juga tidak suka dengan sikapmu,” jawab wanita itu lebih ketus lagi.

Kyuhyun mendongak seolah menahan tawa tapi yang sesungguhnya adalah dia sedang menahan amarah melihat sikap tak tahu diri wanita muda itu.

“Kita bertetangga. Harusnya kau bersikap sopan padaku.”

“Aku tidak menemukan alasan kenapa harus bersikap sopan padamu, Pria Asing.”

Kyuhyun mendecak kesal. Lebih kesal dari sebelumnya. Sambil berkacak pinggang dia hampir berteriak, “Dan sekarang aku tak heran siapa wanita licik yang tega mendoktrin anak kecil sebaik Sarang.”

Wajah wanita itu tertekuk. Dia pun berkacak pinggang dan mendesak Kyuhyun. mendekatkan tubuh mereka sampai hampir menempel, sayangnya bukan dalam artian romantis. Dengus napasnya menunjukkan kemarahan yang memuncak. “Itu-bukan-urusanmu.”

“Ow, itu jadi urusanku semenjak kau mengusik ketenanganku.”

“Kau yang mengusik ketenanganku.”

“Aku hanya menghibur Sarang.”

“Jauhi anakku! Kau bukan keluarganya.”

Gerakan mendadak dari balik pintu mengalihkan perhatian mereka. Di sana ada seorang wanita yang terlihat lebih berumur dari si Monster di depannya ini, sedang menggendong Sarang yang menyembunyikan wajahnya di balik kedua tangan kecilnya. Berharap tak ada seorang pun melihat dimana dia berada.

“Eonni, apa yang kaulakukan di sini?”

Wanita itu menyengir. “Kupikir ada kebakaran. Teriakanmu membuat Sarang penasaran.”

That’s not true!” Protesan Sarang membuat bibinya tertawa janggal dan salah tingkah. Mamanya menghela napas kesal, sementara emosi Kyuhyun semakin mereda. Tapi dia masih kesal.

“Kurasa kau tetangga Hyo In,” terka wanita itu. Kyuhyun mengangguk dan membalas bungkukan wanita itu.

“Namaku Song Hye Kyo. Aku kakak perempuan Hyo In.”

Oh, pantas wajah mereka hampir mirip. Pikir Kyuhyun.

Eonni, sudah, masuklah!” Hyo In hampir menggeram kesal melihat sikap ramah kakaknya pada orang asing mencurigakan yang sudah berani menggendong Sarangnya.

“Kumohon maafkan adikku. Dia masih muda. Baru dua puluh tiga tahun dan harus mengurus anak dan bekerja pikirannya jadi seperti nenek enam puluhan.“

Eonni,” geram Hyo In. Terlihat sekali menahan amarah.

Kyuhyun tak tahu poin apa yang penting dari informasi itu tapi yang jelas Mama Sarang ini bernama Hyo In, lebih muda lima belas tahun darinya dan sudah memiliki anak. Menikah muda, mungkin.

“Kau tidak boleh seperti itu pada orang baru, Hyo-ya.” Hye Kyo melirik kesal pada Hyo In.
Hyo In menghela napas. “Aku bisa mengatasinya.”

“Janji jangan berteriak lagi! Kau membuat Sarang ketakutan.”

“Maafkan Mama, Sayang.” Sambil mencium pipi Sarang dan mengusap lembut rambut halus gadis kecil itu.

Perlahan, napasnya mulai memelan ketika mendengar kalimat menyejukkan dari Hyo In. Kyuhyun tertegun lagi melihat wanita itu. Bahkan sempat terpesona sekali lagi saat melihat mata sipit yang awalnya memerah marah itu kini berubah sayu. Namun, belum bisa sepenuhnya melupakan apa yang sudah wanita itu lakukan terhadapnya. Mencurigai tanpa bukti. Itu sangat mengesalkan.

Sarang mengangguk. “I love you, Mama.” Kemudian memeluk Hyo In sebentar dan kembali merangkul leher Bibinya. “Good Night, old man,” katanya sambil melambaikan tangan seraya tersenyum.

Kyuhyun mengangguk, membalas senyum Sarang dan membiarkan Hye Kyo berlalu membawa Sarang kembali ke dalam rumah. Sejenak waktu terasa memulihkan segalanya. Namun, begitu dia menatap Hyo In lagi sesuatu yang awalnya mendingin kini mulai mendidih lagi. Dia tak bisa menahan itu padahal yang seperti ini bukanlah sifatnya. Kyuhyun bisa berbuat lebih baik, bahkan selama ini bisa sangat tahan menghadapi sifat menyebalkan Ibunya yang terlalu bersemangat mencarikannya calon istri.

Kasusnya memang berbeda sekarang, yakin Kyuhyun. Mama muda seperti Hyo In sangat pantas diberikan pelajaran, tidak seperti Ibunya. Sayangnya, dia tak tahu apa yang harus dilakukan jika melihat sikapnya yang sudah seperti burung unta kehilangan telur hanya karena melihat dia akrab dengan Sarang.

Kyuhyun menghela napas panjang setelah memikirkan mana tindakan yang sebaiknya dia ambil. Jadi dia memutuskan untuk menyudahi ini saja karena mencuri telur burung unta betina bisa membuat perutnya robek. “Maaf karena lancang dan membuatmu khawatir. Lagipula kau juga tidak mengawasinya tadi dan malah berdebat dengan kakakmu. Tapi kalau boleh aku juga ingin memberikan saran padamu sebagai tetangga yang baik. Kau tidak perlu bersikap seperti itu pada Sarang. Dia masih kecil. Terlalu mengekang juga tidak baik untuk pertumbuhan anak.”

Hyo In mendengus. “Aku tidak yakin kau tahu yang terbaik untuk anakku,” ujarnya meremehkan.

“Aku memang belum pernah punya anak dan tidak berencana untuk mendapatkannya dalam waktu dekat atau menikah untuk mendapatkannya tapi kuyakinkan kau bahwa segala sesuatu yang dilakukan secara keterlaluan itu tidak baik.”

“Contohnya dirimu sendiri. Jangan terlalu dekat dengan Sarang, Bujangan tua. Kau orang asing.”

Saat Hyo In hendak masuk ke dalam rumahnya Kyuhyun dengan sigap menahan pintu. Tak ingin membiarkan masalah ini menggantung. Masih ada yang harus dia jelaskan. Dia paling tidak suka bermusuhan dengan orang lain, terlebih lagi orang itu tetangganya sendiri yang hanya berjarak sebatas pagar kayu setinggi lutut saja.

“Aku bermaksud menghiburnya,” jelasnya dengan suara lebih pelan.

Dan itu memang berhasil. Hyo In melunak. Meski tak banyak. “Well, kurasa itu tidak perlu.”

“Tunggu, jangan pergi dulu! Kita selesaikan kesalahpahaman ini.”

Hyo In melirik tajam lengannya yang masih ditahan Kyuhyun. Menyentakknya hingga terlepas sampai Kyuhyun harus menghela napas demi menahan ledakan kekesalan. “You stay away from my daughter and never come here anymore. Case closed.”

Seharusnya Kyuhyun marah tapi yang dia rasakan justru perasaan geli melihat luapan emosi Hyo In. Gadis ini masih labil. Terlihat jelas sekali dari betapa cepatnya perubahan emosi itu terlihat. Dia tahu kelemahannya ada pada Sarang karena sikap yang dia tunjukkan pada Kyuhyun sedari tadi hanya bermaksud untuk menjauhkan putrinya dari orang asing, dan orang asing itu adalah dirinya. Dia menyeringai. Menemukan pokok permasalahan mereka.

Semua karena Sarang, tetangga kecilnya itu.

“Oke, oke, aku tidak akan mendekati Sarang lagi.”

Hyo In mengangkat dagu tinggi, merasa menang. “Bagus. Kuharap kau tidak mengulanginya lagi atau akan kulaporkan kau dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan.” Kemudian masuk rumah dan bergumam, “Dasar aneh. Sudah tua tapi belum menikah.”

Kyuhyun bisa mendengar kalimat itu dengan sangat jelas dan membuatnya tertawa geli.
Tepat ketika pintu itu dibanting hingga tertutup Kyuhyun menuruni undakan beranda rumah Hyo In dan kembali ke rumahnya sendiri. Berpikir betapa menariknya sistem pertahanan wanita itu muncul hanya dengan melihatnya menggendong Sarang. Kyuhyun ingin sekali berteriak di depan rumah wanita itu, mengatakan bahwa dia takkan membuat hidup Hyo In tenang hanya karena peringatan kecil itu. bagaimanapun Hyo In sudah mengganggu hidupnya, merusak nama baik tanpa bukti lebih tepatnya. Hyo In harus mendapat pelajaran atas perbuatannya, sementara itu otak jahilnya diam-diam sudah menyusun rencana untuk pembalasan yang lebih menyenangkan untuk Hyo In. Yah, Kyuhyun memang selalu suka hal yang menyenangkan. Meski itu artinya harus mengganggu tetangga monsternya.

“Dasar bocah, masih kecil sudah punya anak,” gumam Kyuhyun seraya menggeleng tak percaya.

Author’s note:

Silakan kasih tanggapan dan kritik/saran ya teman-teman untuk demi kelanjutan cerita baru ini *ceielah bahasanya* wkwkwk

Semoga kalian menikmati cerita ini. ^^

31 thoughts on “[Chapter] Single Mom Next Door 1

  1. Woaaahhh mama muda dan seorang old man yang belum menikah,hihihi sepertinya seru juga nih ! Umurnya mereka berdua jauh banget beda 15 tahun ,knpa dengan hyo in yang hrus menikah muda? Dan kyuhyun lagi di umur segitu blum menikah? Ditgu yah next chapternya,,,

  2. Di sini scene sedikit, tapi inti ceritanya sudah ada pencerahan(?)
    Wah.. Makin penasaran bagaimana Kyuhyun menahlukkan hati seorang yang keras kepala yang suka tarik urat saraf seperti Hyo In ><
    And, aku juga penasaran sama Sarang. Curiga juga jika dia bukan akan Hyo In. Ya ampun.. Apalah aku ini :'v

    And, di tunggu at Gwanghwamun nya ya, kak😀

    Semangat^^

  3. aku nebaknya kyuhyun bakal ketemu hyoin dulu, baru sarang.. eh ternyata, kebalikannya.. dan g nyangka hyoin itu galak banget… ditunggu lanjutannya🙂
    semangat😀

  4. Yang satu sudah tua tapi belum menikah dan yg satunta lagi masih kecil sudah punya anak. Apalagi melihat betapa emosinya Hyo In justru membuat Kyuhyun malah ingin melakukan hal2 yg lain. Suka dengan ceritanya, ditunggu kelanjutannya.

  5. wah disini hyo in jadi mommy muda haha,sarang lucunya..
    pasti hyo in bersikap begitu karena masa lalunya,kyaa kyu dn hyo in bedanya 15 thn dn kyu dipanggil bujangan tua ups*
    ditunggu ka pasti seru fighting🙂

  6. wah disini hyo in jadi mommy muda haha,sarang lucunya..
    pasti hyo in bersikap begitu karena masa lalunya,kyaa kyu dn hyo in bedanya 15 thn dn kyu dipanggil bujangan tua ups*
    ditunggu ka pasti seru fighting🙂 ‘)

  7. wah seru nih cerita.a
    eh buset kyuhyun sama hal ini beda 17 tahun(?)
    pasti kyu bakal ngerjain mulu ini mah kkk

    di tunggu lanjutan.a^^

  8. seru ceritanya!hyo in single mom ,galak banget dia ama kyuhyun.tp sarang kayaknya suka pada sosok kyuhyun….ini harus di lanjut pokoknya..

  9. anyeong..wow seru nih critax…ibu muda yg galak ktemu ma bujang tua hehee..suka bnget ma si lil’ sarang,jadi penasaran bnget ma interaksi mreka k.depanx..keep write yah..

  10. Hai aku pengunjung baru.. salam kenal.

    Aku suka ceritanya. Tapi agak gimana gtu sama umur kyu wkwkwk tua banget. Itu hyo in punya suami gk? Dia hamil umur berapa bisa punya anak segede gtu?
    Makin penasaran sama cerita selanjutnya. Ditunggu cerita om kyu selanjutnya wkwk 😁😁

  11. aku suka part “Dasar bocah, masih kecil sudah punya anak,” gumam Kyuhyun seraya menggeleng tak percaya.
    haha lanjut thor🙂

  12. Hyo in galak amat😉
    Hehehehhe
    Sarang lucu😉
    Yang satu wanita muda udh punya anak
    Dan yangsatu lelaki tua yg blm menikah
    Aigooo ngk sabar tggu next part nya
    Bakal serua tu mereka tetangga
    Dan berantem2 melulu
    Hehhehehe

  13. Kasian hyo in hrs ngurus anak sendiri. Btw appa nya kmana nih? -.- maklumin ajalah kl hyo in gitu jg,dia tertekan mungkin kali ya hrs kerja keras sendiri. Tp suka ceritanya. Kl bs jgn galak2 lah hyo in nya 😁 kyuhyun tua banget ya disini haha sarang juga lucu ya 😍

  14. waahh cerita baruuuuu.. udh lama banget rasanya ga maen kesini sejak reset ending

    cerita nya menarik.yg satu bujangan tua. yg satu mahmud abas yg protektiv banget sama anak nya, semoga kalian berjodoh wahai tetangga aneh xD

  15. Beda 15 tahun? Wuih,,,,,bakal seru kayanya,,,,. 38 & still single,bener bujang lapuk. Tapi tetep keren & ganteng pastinya,jadi ngebayangin kaya apa nti kyu umur segitu y,,,,
    Oppanya joongki,oeninya hyekyo.aseek banget tuh,,,keluarga bibit unggul nih,,,😆

  16. ibu mudan dan bujangan tua wkwkwk perpaduan yang unik ..kesan pertemuan mereka berdua sunguh tidak menyenangkan apa nantinya akan jadi tetangga yang suka berantem?

  17. Wkwkwkk lucuuu,, kirain kyuhyun bakal marah di katain bujangan tua. Lol😀 masih penasaran sama asal-usul hyo in sama anaknya (sarang).:/

  18. Wkwk.. Daripada dia, udah tua tapi belum nikah… Seharusnya kyu meratapi hidupnya itu, tapi kayaknya dia seneng seneng aja… Tapi. Tidak setelah bertemu hyo in nanti apalagi sarang…

  19. Kyaaaaaaa
    suka iniiiii
    ceritanya lucu kkkk

    Ehm 23 tahun udah punya anak ?
    eiiiiiii

    Sarang beneran anak Hyo In ?
    kali aja bukan wkwkwk

    Old Man ?
    alamak ingat jinki hahaha
    itukan nama panggilan jinki dari kibem hahaha

    lucu
    si evil bangkit haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s