[FF Pemenang Quiz] Sweet Sorrow

Sweet Sorrow
Cho Kyuhyun (SJ)/Song Hyo In (OC)
By: Ainekayul

love-hiding-my-feelings-of-pain-behind-my-smile-WLHUG6-quote

            Kyuhyun melirik penampilannya di cermin besar yang terpasang di dinding kamarnya. Penampilannya sudah rapi dengan kemeja putih pas badan dipadukan dengan celana jins hitam yang membentuk tubuh tingginya dengan sempurna. Dia tidak boleh terlihat jelek, atau gadisnya akan memberengut kesal dan mengacak-acak rambutnya sampai tidak berbentuk. Bukannya Kyuhyun tidak menyukai wajah cemberut gadis itu, namun spesial untuk hari ini ia ingin gadisnya hanya menunjukkan senyum bahagia.

            Dan Kyuhyun akan membuat senyum bahagia selalu tersungging di bibir gadis itu.

            Dengan senyum puas, lantas Kyuhyun melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Sudah hampir waktunya. Kyuhyun cepat-cepat menyambar kunci mobil yang terletak di atas tempat tidur, gadisnya tidak akan suka jika ia terlambat.

            Dengan langkah seringan kapas, Kyuhyun melangkah meninggalkan apartemen. Setelah ini ia akan mampir di toko bunga langganannya untuk membeli setangkai mawar putih segar. Empat tahun terakhir, bunga itu menjadi bunga wajib yang harus di bawanya setiap tanggal ini, 14 Mei. Harus satu tangkai, tanpa dibungkus dan tanpa menghilangkan durinya.

            “Mengapa harus satu tangkai, Hyo In-ah?” Kyuhyun ingat ia pernah menanyakan hal ini kepada gadisnya beberapa tahun lalu. “Bukankah satu buket lebih baik? Harumnya lebih tercium daripada hanya setangkai.”

            Hyo In hanya tersenyum, dengan senyum cantik yang sangat Kyuhyun sukai. Bahkan sampai saat ini Kyuhyun tidak mengerti mengapa Hyo In-nya lebih suka setangkai daripada sekuntum. Jalan pikiran gadis itu memang sulit ditebak, namun itulah sisi menariknya, Kyuhyun selalu bertanya-tanya dan selalu dikejutkan dengan pola pikir Hyo In yang luar biasa.

            “Kau tahu mengapa aku suka mawar yang masih berduri, Kyuhyun-ah?” Hyo In tiba-tiba bertanya pada suatu sore saat mereka menikmati waktu berdua di ayunan belakang rumah gadis itu.

            “Mengapa?”

            “Karena dirimu. Apabila jariku tertusuk duri, kau pasti akan mengisap dan mencium jemariku. Aku ingin selalu seperti itu, bahkan jika aku terluka sekalipun. Luka kecil akan sebanding dengan kecupanmu,” itulah jawaban Hyo In, membuat Kyuhyun saat itu tersipu. Tidak menyangka bahwa Hyo In-nya akan memberikan jawaban seperti itu.

            Sekarang pun Kyunyun masih tersipu apabila mengingat ungkapan Hyo In kala itu.

            Efek yang diberikan Hyo In kepada dirinya sungguh luar biasa. Hyo In seolah telah mengalir dalam aliran darahnya, dan telah menggerogoti otaknnya sehingga apa pun yang ia lakukan hanya tentang Hyo In.

            Bekerja untuk menafkahi Hyo In.

            Tidur untuk mengimpikan Hyo In.

            Makan untuk bertahan hidup demi Hyo In.

            Hyo In. Hyo In. Hyo In.

            Selalu untuk Hyo In.

            Kyuhyun memarkirkan mobilnya. Mengambil setangkai mawar putih segar yang dibelinya dalam perjalanan kemari, sangat berhati-hati agar duri yang masih menempel di tangkai mawar itu tidak menusuk jemarinya. Jika ia terluka, Hyo In pasti akan bersedih, dan misinya untuk membuat Hyo In tersenyum bahagia tentunya akan gagal.

            Kyuhyun segera melangkahkan kakinya menuju ke tempat Hyo In berada. Ia sudah hafal tempat ini seperti ia menghafal apartemennya. Ya, tentu saja karena Kyuhyun sudah terlalu sering ke tempat ini.

            Setelah berada di samping peraduan Hyo In, Kyuhyun meletakkan setangkai mawar putih yang di bawanya dengan hati-hati di atas granit yang menutupi makam gadis itu. Dengan penuh perasaan, Kyuhyun mengecup nisan dingin yang mencadi penanda bahwa Hyo In-nya telah diistirahatkan di tempat ini selamanya.

            “Happy 7th anniversary, Hyo In-ah!” Kyuhyun mengelus nisan bertuliskan Song Hyo In di hadapannya. “Bagaimana hari-harimu di sana?”

            Tidak ada senyum sedih yang terlintas di wajah Kyuhyun. Jika ia menunjukkan wajah sedih, tentunya Hyo In juga akan ikut bersedih. Ia tersenyum seolah Hyo In memang ada di depannya.

            Bukankah Hyo In memang ada di hadapannya?

            “Empat tahun. Pasti temanmu semakin banyak, ya?” Kyuhyun kembali mengecup nisan Hyo In. “Kalau aku, temanku semakin sedikit. Banyak yang menghindariku karena aku masih mencintaimu. Mereka mengatakan aku akan bahagia bila melepasmu.”

            Kyuhyun memberi jeda. Memang benar, banyak yang bilang ia terlalu bebal karena tidak bisa melepas bayang-bayang Hyo In dari dirinya. Tapi memangnya apa yang salah? Ia mencintai Hyo In, dan selamanya akan terus seperti itu. Toh yang ia lakukan tidak merugikan siapa pun!

“Satu hal yang mereka tidak tahu, bahwa kebahagiaanku adalah dirimu. Jika kau bahagia, Hyo In-ah, aku pasti juga akan bahagia.”

“Kau membawaku kemana, Kyuhyun-ah?” tanya Hyo In, berusaha mengalahkan angin yang menerbangkan suaranya.

“Kita akan bersenang-senang untuk merayakan hari jadi kita yang ketiga!” Kyuhyun balas berteriak. Motor yang dibawanya melaju kencang menembus angin dan lalu lintas yang tidak begitu padat. Kyuhyun tahu bahwa Hyo In kerap kali ketakutan ketika ia membawa motor dengan kecepatan yang luar biasa. Namun Kyuhyun sangat senang mempermainkan ketakutan Hyo In-nya. Semakin kencang laju motornya, semakin erat pula pelukan Hyo In di pinggangnya.

“Jangan terlalu kencang! Bahaya!”

“Jangan khawatir, Hyo In-ah! Kita akan baik-baik saja!”

Tepat saat Kyuhyun mengakhiri kalimatnya, sebuah truk pengangkut sayur juga melaju kencang dari arah berlawan yang menerobos lintasan hingga keluar jalur. Kyuhyun terkejut dan tidak sempat mengerem sehingga kecelakaan itu terjadi.

Kecelakaan yang merenggut Hyo In-nya yang tidak memakai helm pengaman.

Dan semua itu karena kecerobohan Kyuhyun.

Kyuhyun memejamkan matanya ketika ingatan itu kembali muncul. Kalau saja ia tidak terlalu bodoh, Hyo In pasti masih berada di sisinya hingga saat ini. Menginjak tanah yang sama. Menghirup udara yang sama. Memandang langit yang sama.

“Seperti janjiku, Hyo In-ah, aku tidak akan meninggalkanmu. Semuanya akan baik-baik saja.

Satu-satunya yang membuat Kyuhyun tetap hidup dan tidak menyusul Hyo In adalah gadis itu berhasil membuatnya berjanji bahwa apa pun yang terjadi, Kyuhyun harus tetap melanjutkan hidup. Dengan atau tanpa Song Hyo In.

One thought on “[FF Pemenang Quiz] Sweet Sorrow

  1. Awal’a udah seneng pas Kyu siap2 dan beli bunga.
    Dikira mau kencan.
    Ehh gak tau’a ,,,,,
    Langsung shock pas si Kyuhyun cium batu nisan’a Hyo In.

    Ini bikin aku nangisss…
    Authornya mana Authornya ??
    Tanggung jawab udh buat saya menangis😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s