[Review] The Scorch Trials (The Maze Runner #2)

Judul: The Scorch Trials (The Maze Runner Book 2)
Penulis: James Dashner
Genre: Young Adult, Fantasy, Adventure
Penerbit: Mizan Fantasi
Terbit: Tahun 2012 (terjemahan)Tebal: 441 halaman
Bahasa: Indonesia

Review:

Pertama kali memutuskan membeli dan membaca novel ini adalah karena penasaran abis liat film The Maze Runner dan kesengsem sama Newt *salah focus*, juga nggak sabar nunggu film keduanya yang bakal rilis beberapa bulan lagi. Hohoho
Jujur aku nggak bisa ngasih perbandingan antara buku pertama (karena memang belum baca -___-), jadi aku kasih review buku ini dari segi cerita aja dengan komparasi movie pertamanya.

Menurutku, perjalanan para Glader di buku kedua ini lebih mendebarkan daripada perjuangan mereka melarikan diri dari Maze. Jika di cerita pertama mereka hanya menghadapi para Griever (senjata bioteknologi buatan WICKED), di sini grup A (grup cowok) dan B (grup cewek) harus bertahan hidup dalam lingkungan yang sangat berbeda dengan Glade. Scorch, kota mati yang dihuni para Crank (pengidap flare) yang berusaha memburu mereka (sebagai makanan) menyajikan hal-hal menakjubkan sekaligus mengerikan yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya dan untuk mencapai ‘Surga yang Damai’ seperti yang diperintahkan orang dari WICKED untuk mendapatkan kesembuhan (mereka sengaja diinjeksi flare) setelah selamat dari Maze. Ingatan-ingatan kecil dari masa lalu Thomas pun membuat pambaca semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi antara Thomas, Teresa, dan WICKED. Juga dengan kemunculan seorang cowok misterius dari grup B yang bergabung dengan para glader dari grup A.

Membaca buku ini tidaklah membosankan—meski tebal karena per chapter hanya ada 2-5 lembar saja. Scene-scene yang mendebarkan dan rangkaian setiap adegan membuat pembaca akan ketagihan membaca lembar-lembar berikutnya untuk mendapatkan jawaban dari misteri apa yang sebenarnya terjadi. Bahasanya ringan dan to the point. Nggak bertele-tele dengan sedikit guyonan ala cowok yang sedikit mencairkan suasana. Karakter Thomas masih kuat, tapi nggak mengurangi porsi cast yang lain juga. Settingnya detail dan deskripsi setiap adegan juga jelas. Hanya ada beberapa yang bikin aku rada bingung dan harus baca ulang lagi karena susah bayanginnya *mungkin akunya aja yg lemot* o.O

Salah satu yang buat aku ketar-ketir pengen sembunyi di kamar Newt adalah ketika Thomas dan Brenda bersembunyi di lorong di dalam bilik gelap untuk menghindari para Crank yang sudah sangat gila.

Satu lagi yang aku suka dari buku ini, kejutan yang aku tunggu dari pertengahan cerita tentang misteri Teresa sebagai pengkhianat dan Thomas menjadi ‘yang terbunuh’ akhirnya terjawab. Bahkan, ketegangan pun masih belum surut saat mereka sampai di ‘Surga yang Damai’.

Ada bumbu romance-nya juga lho walaupun dikiiiit, kali ini lebih eksplisit dari cerita pertama. Antara Thomas – Teresa dan sedikit gangguan dari si cantik Brenda yang mulai menggoyahkan hati Thomas. Bahkan tanpa disadari Thomas, ia sebenarnya sudah mulai melupakan Teresa saat bersama Brenda ketika mereka menjadi tawanan para Crank. Terlebih saat mengetahui pengkhianatan Teresa padanya. Anehnya, perasaaan Thomas pada Brenda masih sama, bahkan saat sudah tahu kebenaran di balik tindakan Teresa padanya.

Yang tidak aku suka dari novel ini adalah ‘bagian akhir yang bikin penasaran’ (semua novel seri selalu begini -___-). Akhirnya penasaran lagi dan memang harus baca last book-nya.

4 stars out of 5 stars for this amazing book. (karena kesempurnaan hanya milik Tuhan semata) ngahahaha >,<

One thought on “[Review] The Scorch Trials (The Maze Runner #2)

  1. jujur belum pernah baca bukunya tapi menarik sich kayaknya
    jadi pengan tahu juga bagaimana jalan ceritanya selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s