[Short Story] Everything Will be Okay

“Everything Will be Okay”
Cho Kyuhyun (SJ)/Song Hyo In (OC)
NC Rated
Original story by Valuable94

***

TIGER...BUNNY.full.771769

“Pembalut.” Cek.

“Underwear, perlengkapan bayi.” Cek. Cek.

“Oh, satu lagi.” Aku bergegas, eum … maksudku memaksa berdiri dengan cepat dari ranjang mencari kunci mobil. Meninggalkan Kyuhyun yang masih sibuk memasukkan perlengkapanku menjelang persalinan bersama dengan perlengkapan si kembar ke dalam dua koper sedang. Seminggu ini Kyuhyun lebih banyak diam. Hanya sesekali saja menggodaku.

Setelah menggeledah laci meja dan tidak menemukan apa pun, dengan napas terengah aku beralih ke ruang kerja Kyuhyun yang berada tepat di samping kamar kami. Masih tak menemukan apa pun dan kini aku mulai kelelahan hanya karena berjalan beberapa meter dan berdiri beberapa menit mengitari ruang kerja.

Aku menoleh ke belakang saat mendengar langkah kaki memasuki ruang kerja. Itu Kyuhyun. Ia mendekatiku, mengernyitkan dahi saat melihatku terengah seraya memegangi perut.

“Berat?” Tanya Kyuhyun. Aku melongo. Tak mengerti apa maksud pertanyaannya.

“Apa?”

Matanya mengarah pada perutku yang menggembung. “Itu.” Kyuhyun menunjukkan perutku layaknya sebuah roti yang terlalu banyak diberi baking powder.

“Setidaknya tidak sampai satu ton,” ketusku, meneruskan kegiatanku membuka laci meja kerja Kyuhyun.

Ia terkikik kemudian duduk di kursi di belakang meja. Tanpa permisi memeluk perutku kemudian mendudukkanku di pangkuannya. Mata kami bertaut lama. Aku mencoba membalas tatapannya dengan wajah datar karena kesal, namun itu tak pernah bisa kulakukan. Kyuhyun menangkup wajahku lalu mengusap sedikit peluh di sisi kanan leherku. Akhirnya, aku tersenyum dan melupakan tujuanku yang sebenarnya di sini. Ia menghela napas selama tangannya masih berada di wajahku dengan tangan yang kini ada di perutku. Mengusapnya pelan. “Benar. Kau memang semakin berat.” Lalu ia menyeringai.

“Dasar menyebalkan.” Kyuhyun terbahak, “dengan wajahmu yang seperti itu kau benar-benar tidak bisa menyesuaikan kalimat yang harusnya kau ucapkan.” Terangku, semakin kesal.

Alis Kyuhyun terangkat sebelah dengan bibir mencebek. “Memangnya apa yang kau harapkan?” nada skeptisnya membuatku tak tahan ingin menjitak kepalanya.

“Seharusnya kau menciumku.”

“Setiap hari aku menciummu,” sanggahnya.

“Katakan ‘Pasti kau lelah. Iya ‘kan, Sayang?’” nadaku sedikit menggurui.

“Aku sudah tahu tanpa bertanya sekalipun.” Lagi.

Aku memutar mata malas. Benar-benar menyebalkan. Seminggu uring-uringan seperti gadis PMS, sekarang sudah berubah menyebalkan lagi. “Singkirkan tanganmu dari perutku!” pintaku, penuh penekanan.

“Tidak mau.” Hidungnya mulai kembang kempis.

“Aku harus mencari kunci mobil.”

“Percuma kau mencarinya di sini,” katanya, seraya menunjukkan kunci mobil di tangannya, “kunci ini akan selalu kubawa.”

“Kenapa kau tidak bilang dari tadi?” aku meledak lagi.

“Kau tidak bertanya,” jawabnya, santai.

“Sekarang minggir!”

“Apalagi? Aku hanya ingin memelukmu, kenapa susah sekali? Setiap hari tidur bersamamu kau selalu menyingkir setiap kali kupeluk.” Kyuhyun menggerutu sementara pelukannya semakin erat.

“Kau tau rasanya terlalu lama berada di sauna?”

Kyuhyun terkikik, kali ini ia melepaskan pelukannya dari sekitar tubuhku kemudian mengajakku berdiri. “Aku tahu, maaf.” Aku melongo—lagi. Bahkan aku tak sempat meresapi kecupan kilatnya di pelipisku dan saat tersadar, yang aku lihat tinggal punggung Kyuhyun di depanku. Tanganku ia genggam dan kami berjalan pelan keluar ruang kerjanya.

Aku tak tahu apa yang selama ini kyuhyun berikan padaku. Kurasa setiap hari kyuhyun memberiku minuman dengan campuran zat adiktif sampai rasanya aku seperti orang ketagihan. Oh, ini tidak baik, tapi aku sangat menyukainya.

“Mau kopi?” kami sampai di dapur. Langkah Kyuhyun terhenti saat aku menawarinya kopi.

“Boleh.” Kyuhyun tersenyum lebar kemudian duduk di kursi pantry.

Aku menyiapkan mesin pembuat kopi dan biji kopi arabica kesukaannya yang sudah disangrai. Aku tahu ia sedang memerhatikanku, tapi saat aku balas melihatnya ia selalu melihat ke arah lain atau berpura-pura membuka dan menutup tudung saji berulang kali seperti orang bodoh. “Di sana tidak ada makanan,” Kyuhyun tersentak. Dehaman gugupnya membuatku tertawa, “mau sandwitch?”

Ia menggeleng, “Tidak perlu.” Kemudian helaan napasnya terdengar begitu panjang dan terkesan letih. Ada apa dengannya?

“Kenapa?”

“Hum?” aku mendengus, tahu ia baru saja tersentak dari lamunannya lagi.

Kubawa secangkir kopi untuknya kemudian duduk di sampingnya. Karena kursi pantry lebih tinggi dari kursi di meja makan, aku sedikit—eum sangat kesulitan menaikinya. Kyuhyun memegangi kursi sementara aku naik seraya memegangi perut seolah itu adalah bola kehidupan yang nyaris jatuh. Sedikit terengah, namun tak lama kemudian aku bisa berfokus lagi pada perubahan sikap Kyuhyun. Sejak aku hamil Kyuhyun jadi aneh. Suka menciumi celana dalamku, bernyanyi tidak jelas dan mengubah-ubah lirik lagu. Katanya itu semua karena aku.

“Kenapa? Beberapa menit lalu kau terlihat semangat menggodaku,” tanyaku seraya memasukkan dua potong roti ke dalam mesin pemanggang. Aku tahu ini bukan waktu sarapan, tapi tiba-tiba aku ingin mendengar suara mesin pemanggang berdenting dan rotinya melompat keluar. Sepertinya menyenangkan.

“Tidak. Mungkin itu hanya kegelisahanku saja.” Kyuhyun membelai rambutku, sementara aku masih tak berniat menatapanya. Mesin pemanggang terlihat sama menggiurkannya seperti Christian Grey yang sedang telanjang.

“Jawabanmu selalu berbelit-belit.” Sejujurnya aku tak berniat ketus. Hanya saja kata-kata itulah yang ada di pikiranku.

Kyuhyun mendengus, “Dasar wanita tidak peka.” Aku menoleh sesaat padanya ketika usapan di rambutku berhenti. Menatapnya saat menyesap kopi setelah ditiup beberapa kali. Aku menggeleng, mengenyahkan pikiran betapa seksinya jakun itu saat bergerak naik-turun.

Aku berdeham kemudian mengepalkan telapak tangan dan mengulurkannya pada Kyuhyun seolah itu sebuah mic dan bergaya seperti reporter. “Maaf, tapi sepertinya Anda sangat berbeda dari beberapa menit yang lalu, Tuan Cho Kyuhyun. Bolehkah saya tahu apa yang membuat Anda bersikap seperti itu?”

Aku terkikik setelahnya, begitu pun kyuhyun. Ia menarik kepalan tanganku kemudian menciumnya. Mendekatkan kursinya padaku hingga tubuh kami menempel, dan tidak butuh waktu lama sampai bibir kami juga sama-sama menempel. Heum, rasa kopi. Nikmat sekali.

Kyuhyun melepaskan ciuman kami. Menangkup wajahku kemudian mencium keningku seraya berbisik, “Lupakan.” Kemudian menarikku ke dalam pelukannya. Menghembuskan napas di puncak kepalaku. Nyaman, tapi sesak juga. Oh, jangan lupakan Sarang dan Joha di antara kami. Aku terkesiap, Kyuhyun dengan cepat melepaskan pelukannya saat merasakan tendangan dari perutku. Kubuka kaos Winnie the Pooh longgar sampai batas bawah dada. Menampakkan perutku yang mulus karena melar dan gerakan cepat yang membuat beberapa sisinya menonjol.

“Itu kaki atau apa?” Tanya Kyuhyun, penasaran seraya mengusap bekas lintasan tonjolan tadi.

“Bukan, itu sikunya.” Aku tertawa dan Kyuhyun mendengus dengan sudut bibir terangkat pelan lalu berbalik menyesap kopinya lagi.

Kuusap pelan perutku sampai tonjolan itu tak nampak lagi, tapi aku masih bisa merasakan gerakan mereka. “Easy, girls. Kalian selalu datang tepat waktu saat ayah dan ibu sedang bermesraan.” Kyuhyun terkikik lagi kemudian menandaskan kopinya. Masih dengan mengelus perut, aku mendongak menatap sinar wajah Kyuhyun yang lebih tampak daripada beberapa menit lalu. Sepertinya ketegangan yang ia pikirkan—entah apa pun itu—sudah berkurang, “mungkin mereka terlalu bersemangat karena besok adalah pertama kalinya mereka bertemu ayah dan ibunya.”

Kyuhyun mendesah panjang, beralih padaku lagi. “Yah, kau benar. Itu bagus … ‘kan?” kalimatnya terputus, terdengar ragu-ragu. Dan sekarang aku mulai paham kegelisahannya.

Seharusnya, satu minggu lalu adalah jadwal persalinanku tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda kontraksi yang mengarah ke sana. Selama seminggu ini pula Kyuhyun menyelesaikan tugas kantor dari rumah untuk berjaga-jaga jika saatnya sudah tiba. Sampai dua hari yang lalu Bibi Kang memutuskan untuk melakukan induksi dan operasi Caesar besok karena kemungkinan kematian bayi dalam kandungan akan semakin meningkat. Aku tahu Kyuhyun takut karena aku pun merasakan hal yang sama. Ia hanya tak bisa menyembunyikan itu terlalu lama sementara aku tak bisa mengatakannya dengan gamblang.

Denting mesin pemanggang memutuskan lamunanku. Christian Grey yang telanjang melontarkan aroma nikmat roti panggang. Aku mengambilnya dengan tangan kosong—panas sekali—kemudian meletakkannya di piring kecil yang diangsurkan Kyuhyun padaku. Kapan dia mengambilnya?

Setelah kuolesi selai nanas, aku memberikan dua potong roti itu pada Kyuhyun. “Makanlah! Aku tidak mau kau pingsan karena terlalu memikirkan isterimu yang akan melahirkan,” gurauku, mencoba mencairkan suasana. Aku bisa sedikit lega saat ia mendengus untuk ke sekian kalinya lalu mulai meniupi roti panas itu.

Kutepuk bahunya pelan. Mencoba menenangkan meskipun aku tak tahu itu berhasil atau tidak. “Berpikir positif saja. Setidaknya dengan operasi resiko ketidakselamatanku lebih kecil,” setidaknya itulah yang coba kuyakini. Untuk menenangkan diri sendiri, “yang dioperasi ‘kan aku. Jika kau seperti ini aku bisa ikut was-was,” lanjutku. Mencoba tenang.

Kyuhyun menatapku lagi. Tanpa berkata-kata. Hanya tersenyum saja. Aku mencoba mencari tahu apa yang sedang ia pikirkan, tapi sayangnya gagal. Namun tak lama kemudian ia mengangguk seraya menyobek roti panggang dengan tangan. “Kau benar.” Suara kyuhyun masih sangat pelan. Ia mengangguk-angguk tak jelas seraya memakan roti. Roti itu tandas dalam beberapa gigitan saja.

“Ayo tidur! Sudah malam. Besok kita harus berangkat pagi ke rumah sakit,” ajaknya, seraya mengulurkan tangan. Membantuku turun dari kursi pantry.

“Kau duluan saja. Aku harus membereskan ini. Besok pagi pasti tidak akan sempat.” Kyuhyun mengangguk. Mencium pelipisku kemudian pergi menuju kamar.

Kyuhyun memindahkan kamar kami ke lantai 1 sejak usia kandunganku hampir tujuh bulan karena aku tidak mungkin kuat menaiki tangga. Begitu pun kamar si kembar. Semuanya sudah siap. Sejujurnya kami sudah terlalu siap. Awalnya hanya berjaga-jaga, tapi lama kelamaan kami selalu merasa ada yang kurang untuk kamar mereka dan sebagian barang yang seharusnya untuk balita usia dua tahun akhirnya kami simpan di lemari gudang. Kata kyuhyun semua belanjaan itu aku yang meminta, tapi aku tak pernah ingat pernah melakukan hal itu. Kyuhyun selalu menyalahkanku jika ada hal-hal aneh dan tidak beres di rumah. Dan lagi, meja pink di kamar si kembar tetap bertahan. Di atasnya ada banyak perlengkapan dua bayi di tambah dengan dinding kamar yang penuh dengan wallpaper gambar Snow White, pangeran, dan tujuh kurcaci. Kalau itu semua Kyuhyun yang mendekor. Tugasku hanya duduk manis di kursi melihatnya menempel wallpaper dengan semangkuk pudding semangka.

Kucuran air keran disusul suara Kyuhyun menyikat gigi terdengar sampai dapur karena ia tak menutup pintu kamar. Hanya itu yang meramaikan suasana rumah kami malam ini. Seminggu ini semuanya terasa lebih lengang dari biasanya. Sekarang masih jam sembilan malam dan aku belum berniat untuk tidur. Tegang mungkin. Kebiasaanku saat sebelum perjalanan jauh atau ada event besar selalu membuatku insomnia, padahal biasanya hanya melihat selimut atau bantal di sofa saja mataku langsung lengket.

Setelah meletakkan cangkir dan piring ke dish washer, aku berjalan menuju ruang keluarga. Memutar radio, mencari saluran-saluran yang memainkan lagu menyenangkan. Aku menemukannya, saluran itu memainkan lagu SNSD berjudul Echo. Kesukaanku, tapi setiap kali aku ikut bernyanyi Kyuhyun akan langsung menutup telinga. Dia selalu bilang suaraku terdengar merdu kalau aku sedang mendesah saja. Menyebalkan.

Neo gateun namjaneun cheomiya
nae mameul seollege hamyeonseodo
…”

“HYO IIINNN!” apa kubilang. Padahal jarak kamar dan ruang keluarga cukup jauh.

NA PPAEGO DAREUN YEOJAL SAENGGAKHAE. MODEUN GE NAE NUNENEUN BOINDAGO!” Aku bernyanyi setengah berteriak. Sengaja menantangnya. Seenaknya saja bilang suaraku tidak merdu.

“MENDESAH SAJA! AKAN DENGAN SENANG HATI KUDENGARKAN!”

“Jangan dengarkan kalau tidak suka.” Sial. Aku ketinggalan lagunya. “Juwi joheun sarammdeureun modu da manggak. Yeogie jeogie neoui dalkomhan maldeuri.”

Tidak ada teriakan lagi? Semudah itu dia menyerah? Tumben.

“Kyuhyun kyuhyun kyuhyun kyuhyun. Nal hyanghan ge aninde babo gachi wae geurae like a,”

“Kyuhyun kyuhyun kyuhyun kyuhyun in my brain. Nege haneun mal gatjanha niga geuman johajyeotjanha.”

Nunchido eob …” klik. Mati. “KYUHYUUUNNN!” tubuhku terangkat. Lengannya ada di bawah punggung dan lututku. Ia berjalan cukup cepat meski sedang menggendongku menuju kamar.

“Turunkan aku!”

“Tidur!” jawabnya, singkat.

“Turukan akuuu!!!” geramku, seraya memukuli bahunya.

“Tiduuurrr!!!”

“Aku benci padamuuu!”

“Aku mencintaimuuu!”

Kami sampai di kamar dan aku tersentak karena suara debuman pintu kamar yang ditendang Kyuhyun hingga tertutup. Hanya lampu tidur yang menyala dan sekarang aku terjebak dalam pelukannya di atas ranjang.

“Sekarang tidur dan jangan bicara lagi, apalagi menyanyi!” kakiku terapit Kyuhyun dan tangannya mengetat di sekitar perutku. Nyaman.

“Sayang!” panggilku pelan. Berharap ia mau melepasku.

Pluk. “Tidur!” aku mendengus. Sial. Kepalaku nyeri karena pukulannya. Dasar tidak romantis.

“Sa…”

Pluk-pluk. Dua kali lipat. “Cepat tidur!” ketus, tapi sepertinya juga ingin tertawa saat mengatakn itu.

Tubuhku bergetar karena terkikik. Kutolehkan kepalaku ke belakang, melihat matanya tertutup namun bibir penuhnya tertarik. Semakin tak tahan melihat cekungan di sudut bibirnya. “Aku mencintaimu,” bisikku di atas bibirnya kemudian berbalik dan menutup mata. Merasakan detik semi detik kenyamanan semakin menyelimutiku hingga tanpa sadar au jatuh dalam lelap dan bermimpi. Kami tidur di atas ranjang kapas berwarna pink dengan dua bayi perempuan di antara kami.

 ***

Ini dulu ya. Lebih panjang dari sebelum-sebelumnya sih. Yang penting ada yang dipost. Kekeke >,<

44 thoughts on “[Short Story] Everything Will be Okay

  1. Aihh kangen banget sma Kyu & Hyo In😀
    yeayy akhirnya Sarang & Joha sbntar lahir😀 nunggu mereka lahir serasa bneran nunggu sampe 9 bulan Eonni hehe ✌✌ jadi ga sabar gimana ya proses lahiran Hyo In nanti >.<

  2. uh oww.. Ckckck.. Kyuhyun kurang so sweet trus bnyak aneh nya. kkkk..
    eonni tulisannya makin bagus ajjh, kyak ada yg berubah. apa aku baru baca ff mu lgi gituh yhh!?
    eon! aku mau nanya, Reset kpan publish? aku kangen Hyoin yg suka susu Strawberry yg agak melankonis *menurut aku , hhehhehh..

  3. Ihhhh kangen mereka ihhh, kyuhyun tegang krn si kembar bentar lg lahir yaa ,. Ga sabar nunggu proses sarang sama joha keluar😄

  4. Kangen sma kyuhyun dan hyo in.
    ya ampun itu pasti perut hyoin segede buntelan kentut pastinya. Secara ha$il 2 bayi sekaligus.
    Ahhhkyuhyun khawatir toh sma keadaan hyoin.
    Hyo in bener, aku aja kalo mau bepergian jauh selalu insom. .

  5. Aaa…..gak sabar nunggu hyo in melahirkan…..moment2 mereka tuh bikin ergh…,,ngomong2 kyuhyun kuat juga ya ngangkat 3 orang keke….
    Thanks authornim

  6. cieee romantisnyaaa.
    gue ngebayangin dan cengar cengir sendiri tengah malem. hahaha

    gantiann dong aku yv di peluk oppa. hahah

  7. Gk tau kenapa saat aku membaca pengen ngakak, apalagi saat hyoin bilang kalau mendengarkan pemanggang roti itu seperti melihat christian grey telanjang

  8. Ah akhirnya post juga kangen sam pasangan ini akhirnya joha dan sarang akan ketemu orang tuanya semoga aja mereka sehat entar lahirnya hyo in sehat juga hehehe
    Keep writing yaaa thor

  9. Kadang-kadang pertanyaan Kyuhyun itu g butuh jawaban, tapi pelototan plus teriakan..hehe
    ngebayangin muka di polos-polosin Kyuhyun sambil nanya ‘Berat?’ ya ampun, pengen nimpuk…haha

  10. Emmm so sweet sekali :3 ahayyyy malem minggu baca gini bayangin kyuhyun beneran dah/? Kkk ditunggu moment yang lainnn… ditunggu novel terjemahaannya juga ^^ fighting

  11. H-1 yaaaa~ ditunggu kelahiran Sarang dan Joha :3

    nah, yg mau lahiran biasa aja padahal, si Kyu malah tegang begitu-_- ditunggu karya lainnya^^

  12. jdi crta nya ke khawatiran mnjelang mlahirkan ya…
    hahaha,di akhir tetep lucu
    tpi itu seriusan,kyuhyun jdi ska nyiumin clana dlm hyo in???

  13. Kebiasaan baru Kyupil : MENCIUM CELANA DALAM xD
    Ya ampuuuuuuun ih so sweet banget🙂
    Bener bener unyu bget couple ini😀
    Hahaha suka banget pas mereka ribut kecil! Waaaaa ini nih contoh keluarga samawa :v

  14. Christian Grey? Dari novel fifty shades of grey? Kebetulan atau apa aku lg baca tuh novel. Wkwk
    Persalinannya bakalan cesar ya? Mungkin lbh seru lg kalo normal mengingat hyo in yg kejam trhadap kyuhyun. Wkwk
    Di tunggu persalinan si kembar yah un. Hohoho

  15. Asssaaa sebentar lagi sarang ama joha muncul
    Nggak sabar denger suara tangisan mereka haha
    Pengen tau gimana reaksi kyuhyun pas si kembar udah lahir
    Song hyoin hwaiting eoh!

  16. aku kangen kaliaaaaannnn #pelukcium
    huft … entah aku ketinggalan berapa taun sama ff ini #lebay
    romantisnya kalian yg bikin aku kangen 😘😘

  17. Hai haaaaaiii 👐👐👐 salam kenalll… aku readers baru disinj 😁😁😁

    Aaahhhh… kopel nya so swiitt weeh haha tapi aku kira bakal end sampe HyoIn nya melahir kan euuum 😱

  18. Emak Kyu sosweet banget dah
    “Aku benci padamuuu!”
    “Aku mencintaimuuu!”
    Huee kapan kyu blang kyak gtu ke aku *Ngarep

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s