[Vignette] Our Own Story

Title: Our Own Story
Casts: Cho Kyuhyun (SJ)/Song Hyo In (OC)
Genre: Romance
Length: Vignette
Rate: PG-17

An original story by Valuable94

 ???????????????????????????????????????

 

Mungkin jika kau membaca di novel roman kisah seorang pria tiba-tiba mencegatmu di pinggir jalan dan melamarmu, itu bisa menjadi hal paling romantis yang pernah kaulihat. Membuatmu ingin menjerit sekeras mungkin karena tak tahu apa yang harus dikatakan.

Sama halnya denganku sekarang yang ingin berteriak sekeras mungkin. Memanggil polisi atau siapa pun yang bisa menolongku.

“KAU GILA, HUH?!”

Aaarrrggghhh! Aku tidak mau melihat wajah menyebalkan itu.

“Apa yang kaulakukan di sini?” Kepalaku tak berhenti mencari pertolongan. Sementara pria ini masih saja memegangi tanganku.

“Aku melamarmu sekarang. Kau mau kan menikah denganku?” Aku kebingungan antara membiarkannya menjelasakan ‘sesuatu’ yang mungin saja ingin ia katakan atau justru cepat kabur dari sana. Tapi wajahnya penuh pengharapan dan itu yang membuatku tak tega untuk berteriak atau menelpon polisi. Tapi kenapa harus sekarang? Di sini? Di pinggir jembatan? Ya tuhan.

“Dengar, Tuan, aku tidak mengenalmu sama sekali dan …”

“Aku tahu, tapi kumohon dengarkan aku dulu.” Ia menghela napas. Aku menatapnya semakin bingung, “aku punya masalah.”

Lama kelamaan amarahku tak bisa ditahan lagi. Dia pikir hanya dirinya saja yang punya masalah, huh? “Masalah? Aku juga punya masalah, Tuan. Kaulihat itu? Ban mobilku kempes di pinggir jembatan. Lalu kau kemari hanya untuk memegang tanganku, melamarku, dan mengatakan kaupunya masalah. Begitu, kan? Beraninya kau?” Aku menghela napas panjang sebelum mengerang sebal—hampir menangis, “aku bahkan tidak bisa menghubungi mobil derek karena kau menahanku seperti narapidana. Dasar gila!” mataku menatap kedua tangannya yang masih menggenggam tangan kananku.

“Aku tahu ini memang gila.” Dan dia tidak kelihatan ingin melepas tanganku barang sedetik.

“Yah, kau memang gila. Jadi sekarang lepaskan aku dan kupastikan tidak akan ada petugas rumah sakit jiwa yang menyeretmu setelah aku pergi. Rahasiamu terjaga rapi,” tanganku yang bebas bergerak seolah menutup risleting di mulutku, “ok?”

Aku mengerang frustrasi karena ia terus menggeleng dan menatapku. Sial.

“Kumohon, masalahku bukan sekedar ‘hanya’.”

“Lalu apa?”suaraku menggeram.

“Aku harus membawa calon isteri ke rumah ibu sekarang.”

“Lalu kenapa kau tidak mengajak keka … hey, hey, berdiri!” Aku tambah kelabakan melihatnya tiba-tiba berlutut di hadapanku. Beberapa kepala melongok dari dalam mobil mereka yang tengah melintas. Kupegangi bahunya mencoba menyadarkan orang gila yang setiap detik bertambah gila ini.

“Kumohon.”

“Tidak, kau tidak perlu memohon karena aku pasti tidak mau.”

“Hari ini saja, Nona.” Suaranya bertambah lirih. Lebih ke arah hilang harapan. Kurasa.

“Berhenti memohon, Tuan,” kucoba mengangkat wajahnya dan memastikan bahwa usahanya ini hanya akan berakhir sia-sia, “aku tidak mau nilaimu sebagai pria dewasa turun hanya karena frustrasi tak punya calon isteri.”

“Sudah kukatakan masalahku ini bukan sekedar ‘hanya’.” Ia berdiri tiba-tiba dan memegangi kedua bahuku. Menggoyangnya sedikit keras hingga kepalaku sedikti pening. Baiklah, sepertinya sebentar lagi dia akan mengamuk.

Tidak! Aku tidak mau dilepar ke sungai!!!

“Ok, ok, bukan ‘hanya’. Aku tahu, aku tahu.” Kucoba mengikuti kemauannya. Tanganku reflek mengusap dadanya untuk menenangkan. Tatapan mata tajamnya masih mengintimidasiku, sedikit mengerikan.

Kuhela napas panjang bersamaan dengannya hingga beberapa menit setelah terdiam, aku mengajaknya untuk masuk ke mobilku. Mengambilkannya sebotol air putih dari laci dashboard. Tak begitu terkejut melihatnya menghabiskan air itu. Mungkin melamar wanita yang tidak dikenal memang melelahkan.

“Tenanglah. Semua akan baik-baik saja.”

Wajahnya tertunduk dalam seraya menghela napas panjang. Ia mengusap wajahnya beberapa kali sebelum akhirnya menatapku. Dalam dan … penuh pengharapan. “Jika kaumau membanuku, kupastikan kata-katamu itu benar.”

Kutelan saliva susah payah. Ia masih bersikeras dengan keinginannya. “Dengar, Tuan … siapa namamu?”

“Kyuhyun,” jawabnya cepat.

“Ya, benar, Kyuhyun-ssi. Ini bukan masalah aku mau atau tidak, tapi bagaimana jika sekalipun aku mengiyakan permintaanmu …”

“Aku butuh pertolongan, Nona. Itu saja.”

“Ya, ya, aku tahu kaubutuh pertolongan, tapi bisakah kau mendengarkan orang yang ingin menolongmu ini?” aku mengerang frustrasi karena ia terus saja menyelaku. Kemudian ia mengangguk. Kuhela napas lagi sebelum berkata, “baiklah, jadi begini. Pertama, kita tidak saling mengenal.”

“Aku sudah menyebutkan namaku. Jadi kau sudah mengenalku.” Argh! Seharusnya kupukul saja kepalanya dengan martil.

Namun aku mengurungkan niatan itu karena melihat begitu banyak harapan di wajah lembutnya. Oh, ya, dia juga pria yang tampan. Aku terpaku padanya untuk beberapa saat sebelum akhirnya berhasil mendapatkan kembali kata-kataku. “Aku Hyo In. Ok, masalah perkenalan selesai,” sedikit demi sedikit detakan jantungku meningkat. Aku takut kata-kataku ini akan menyinggungnya. Well, aku tidak akan tahu ‘kan sebelum mencobanya? “bagaimana jika rencanamu ini tidak berhasil. Lagipula apa kau tidak berpikir ini akan menjadi semakin rumit?”

“Aku tidak mengerti maksudmu.” Kyuhyun menggeleng. Dahinya mengkerut saat menatapku.

“Kautahu ‘kan setelah aku bertemu dengan ibumu akan ada dua kemungkinan. Pertama, jika ibumu tidak menyukaiku maka semuanya tidak akan menjadi masalah. Kedua, jika ibumu menyukaiku apa kaumau kita memainkan sandiwara ini seterusnya dan menyakiti hati ibumu?”

Kyuhyun menunduk lagi lalu kembali membuatku tersentak karena tangannya menggenggam kedua tanganku tiba-tiba. “Aku tahu bagaimana ibuku. Beliau tidak akan menyukaimu,” matanya menyusuri tubuhku. Benar-benar, seharusnya aku mencongkel matanya saja, “secara fisik, ya. Kau cukup melakukan hal-hal yang tidak disukai ibuku. Itu akan menyelamatkanmu.” Mata tajamnya melembut. Seolah mengatakan kata ‘kumohon’ berkali-kali dari sana. Perlahan meyakinakanku bahwa ini hanya akan berlangsung sementara waktu saja. Tidak akan lama.

Setelah hati dan logikaku berperang cukup lama, akhirnya aku memutuskan untuk mengangguk. “Ok, ok, tapi tidak usah menggenggam tanganku terlalu erat.”senyumnya terhampar lebar. Wajahnya yang pucat sedikit bersemu merah. Kyuhyun memang melepaskan genggaman tangannya, namun tangan itu berpindah menangkup pipiku, menarik wajahku, dan menempelkan bibirnya di atas bibirku.

Dia menciumku.

Tidak mungkin.

Pria gila ini MENCIUMKU?!

 

“Aaarrrggghhh!!! Kenapa harus selalu dicium???!!!” Aku berteriak tidak karuan dan bergulingan tidak jelas di atas ranjang, membenamkan wajahku ke bantal, sementara kaki dan tanganku tak berhenti memukul-mukul kasur. Kepalaku mendongak saat mendengar pintu kamar terbuka dan melihat Kyuhyun masuk dengan wajah lesu dan kusam. Dia pasti lelah karena harus lembur.

“Sudah pulang?” kuletakkan novel yang baru kubaca beberapa halaman di atas nakas samping ranjang. Kyuhyun mengangguk. Matanya tertutup seraya mengurut tengkuknya. Tanpa mengganti kemeja kerja, ia langsung menjatuhkan diri di ranjang dengan kepala di pangkuanku lalu membenamkan wajahnya ke dalam perutku.

“Lapar?” tanyaku, seraya mengusap lengan kanan atasnya.

Kyuhyun menggeleng lalu mengangkat wajahnya dari perutku. “Kenapa belum tidur?” ia tersenyum dengan mata sayu yang setia menatapku. Dia sangat lelah.

“Menunggumu pulang.”

Cengiran muncul di wajahnya. “Baca novel lagi?” aku mengangguk semangat. Kyuhyun memindah tanganku dari lengannya ke pelipisnya, kemudian tanpa perintah lagi langsung menutup mata saat jari-jariku memijit pelan kedua pelipisya.

“Sekarang apalagi ceritanya? Nikah kontrak? Dijodohkan? Benci jadi cinta?” tanyanya, masih dengan mata tertutup menikmati pijatanku.

Aku menggeleng, “Kurang lebih. Eh, bukan. Maksudku, ini lebih gila dari itu. Tokoh prianya melamar tokoh wanita di pinggir jembatan. Gila, kan?”

Kyuhyun mendengus kemudian tertawa pelan. “Memangnya apa yang dilakukan wanita itu dipinggir jembatan? Menunggu ada pria gila datang melamarnya?” Kyuhyun berteriak saat aku mencubit pinggangnya.

“Bannya kempes,” ketusku. Menekan pelipis Kyuhyun lebih keras hingga ia memekik kesakitan.

“Ampun, ampun. Kau cukup memijitnya pelan, Hyo In Sayang.” Tangannya meraih daguku dan menyentilnya—menggoda. Yang membuatku heran adalah, dia bahkan tak perlu membuka mata hanya untuk membuatku luluh dan kembali memijatnya pelan, “naaahhh begitu lebih baik.” Aku mendengus setengah tertawa melihatnya menggerakkan tubuh mencari posisi yang lebih nyaman.

“Mau tahu siapa nama pria gila itu?” Kyuhyun mengangguk pelan.

“Namanya Kyuhyun.” Ia langsung membuka mata. Menatapku tak percaya seraya mengangkat sebelah alisnya. Oh, suamiku yang lelah sedang penasaran sekarang.

“Kau pasti bohong.” Matanya mencoba mencari jawaban dari wajahku.

“Tidak. Nama pria gila itu memang Kyuhyun dan wanita malang itu bernama Hyo In.” Kali ini tawa Kyuhyun meledak. Ia bangkit dari rebahannya, duduk menyangga tubuhnya dengan satu tangan. Wajahnya berada tepat di depan wajahku. Sekali lagi, itu membuat jantungku bekerja lebih ekstra hari ini. Setelah tawanya mereda, ia menangkup wajahku kemudian mengecup bibirku sekilas. “Itu hanya cerita fiksi,” katanya pelan.

Aku mengangguk. “Ya, memang. Dan aku bersyukur Kyuhyunku tak segila pria itu. Eum, maksudku, kau sedikit lebih waras daripada dia. Setidaknya kita sudah berkencan selama dua tahun sebelum kau melamarku di bawah patung Raja Sejong di tengah kerumunan banyak orang.” Aku tertawa pelan. Menertawakan diriku sendiri yang hanya bisa terdiam waktu itu melihat Kyuhyun berlutut di depanku. Kyuhyun ikut tertawa seraya menyatukan kedua dahi kami. Saling berbagi napas dan ingatan masa itu.

“Kau masih mengingatnya?” Bisiknya tepat di depan bibirku.

“Tentu saja.” Aku mengangguk. Mataku tertutup menikmati usapan lembutnya di kedua pipiku.

Dan akan selalu mengingatnya, meskipun kata-katanya tak seindah rangakain Shakespear. Meski apa yang ia lakukan tak semenakjubkan pengorbanan Romeo-Juliet atau pun seekstrim Bonnie and Clyde.

Kami menciptakan keindahan yang hanya bisa kami nikmati sendiri.

Itu lebih indah dari semua cerita cinta klasik yang pernah tercipta.

END

27 thoughts on “[Vignette] Our Own Story

  1. ‘”‎=))”” Щќªќªќª =)) =)) щќªќªќª < ADUH..
    0^^0 ………

    Terkeco gue
    Kirain kisah awal mula hub mreka (tp udh curiga scara VIGNETTE)
    Trnyt novel kryanya

  2. Heish aku tertipu wkwk kirain bneran itu Kyuhyun ngelamar Hyo In eh trnyata Hyo In lagi baca novel 😜 tapi aku bneran ngebayangin si Kyuhyun yg ngelamar😀 kkk

  3. Ahhhh ini keren ka amalia,,,
    Sumpahhh di kira beneran hyo in di ajak nikah sama kyuhyun gegara kyuhyun di suruh nikah sama ibunya.
    Ehhh ternyata hyo in baca novel toh.

    Dannnnnnn dannnn suka kata2 bagian terakhirnyaaaa

    Kami menciptakan keindahan yang hanya bisa kami nikmati sendiri.

    Itu lebih indah dari semua cerita cinta klasik yang pernah tercipta.

    Itu kerennn, punya otak terbuat dari apa bisa bikin kata2 kaya gini. Woooaaahhhhhh bener2 kerennn

  4. Kenapa sih kyuhyun sama hyoin bikin orang jd galaw? Khususnya bikin aku galaw kak. Baca cerita mereka tuh bikin aku jd pengen kyk mereka, dan bener-bener pengen kyuhyunnya juga. Padahal…. ah sudahlah, jd curhat kan:(

  5. Ya tuhannn kebetulan/takdir itu wkwk kirain td penulis novel nya hyoin dan dia menceritakan perjalanan cinta nya bersama kyuhyun ternyata bukan hihihi

  6. Widihhh romantis yehhh..🙂
    Hmm tp kangen ama KyuHyo di uhmmm.. Oneshoot berkelanjutan kali y sebutannya..
    Ohhh reset jg..
    Di tunggu another storynya..
    Fighthing..!!😀

  7. Ahh endingnya sweet banget >< haha
    Dan ternyata cerita awalnya itu dari novel toh. Aku kira masih menyambung ke cerita awal. Hehe
    Keren lah bener2 engga ketauan jalan ceritanya.

  8. kangennya sama couple ini😀 sudah lama ga baca kyu hyo in scene. Memang bener apa yg dikata hyo in, yang terjadi sama diri kita sendiri itu yang pali.g membahagiakan bagaimanapun cara mereka untuk mengubgkapkan perasaannya.

  9. jiahhhh kirain pas awal itu cerita mereka berdua bisa nikah ternyata cikiki…. hahahaha ketipu dahhh…

    kanyanya bakal seru kalau cerita pria gila yg ngelamar gadis di jembatan itu di lanjutin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s