[Ficlet] Yuki Onna (ja Arimasen)/I’m (not) Yuki Onna

Title: Yuki Onna (ja Arimasen)/I’m (not) Yuki Onna
Casts: Cho Kyuhyun (SJ)/Yuri Kazeyuki (OC)
Genre: Fantasy
Length: Ficlet
Rate: T
Disclaimer: I do not own Kyuhyun. OC and this story is mine. Urban legend, OOC.

10858554_1577134829183537_395063963843083171_n


An original story by Valuable94

***


Jangan katakan!

Atau …

Berkali-kali Kyuhyun mengedarkan pandangan ke sekeliling. Mempercepat langkah kaki dan meningkatkan kewaspadaan. Jejak boot-nya tercetak jelas di atas salju. Tubuhnya menggigil di tengah rintik serpihan salju yang kini bertumpuk di sekitarnya. Hidungnya sudah memerah karena suhu yang begitu dingin dengan debaran jantung semakin cepat.

Ia menoleh ke belakang lagi. “Sial!” gerutu Kyuhyun, mencoba mengangkat kaki dari tumpukkan salju. Namun ia kembali limbung dan kini tubuhnya jatuh di atas salju.

“Arrgghh! Sialan!” napasnya terengah, “harusnya tadi aku tidak keluar saja.” Kyuhyun menumpukan berat badannya di atas kedua siku. Berusaha bangkit lagi, namun kakinya gagal menjejak salju hingga ia kembali terjatuh.

“Bodoh!”

“Kau memang bodoh!”

Mata Kyuhyun terbelalak. Ia memutar kepala dan menemukan seorang gadis tengah mengulurkan tangan padanya.

“Sudah tahu cuaca sangat dingin kenapa masih keluar rumah?”

“Putih, pucat, rambut hitam panjang, …” Kyuhyun terus bergumam. Tanpa berniat sedikit pun segera bangkit dan malah memperhatikan gadis tersebut. Ia menelan saliva yang terasa membeku di tenggorokan.

Kyuhyun berkedip lagi, tersentak, lalu tiba-tiba mendorong punggungnya semakin menjauhi gadis itu.

“Kenapa kau melihatku seperti itu?” gadis itu berdiri tegap, melipat kedua tangan di bawah dadanya seraya ganti memperhatikan Kyuhyun di bawahnya.

“K-ka-kau?”

“Apa? Kalau tidak mau kutolong ya sudah.”

“Tunggu!” gadis itu berhenti dan menatap Kyuhyun lagi—masih melipat tangan.

“K-kau bukan Yuki Onna, kan?”

Pertanyaan bodoh. Gerutu Kyuhyun dalam hati.

“Huh? Namaku Yuri bukan Yuki. Kau salah orang,” dengus Yuri.

“Bu-bukan orang. Maksudku,” Kyuhyun berusaha bangkit lagi namun kakinya kembali tergelincir, “ayo tolong aku dulu!”
Yuri mendecih kemudian mengulurkan tangannya, membantu Kyuhyun berdiri seraya menggerutu. Padahal Kyuhyun baru saja menolak pertolongannya. Setelah selesai membersihkan salju yang menempel di mantel, Kyuhyun menatap Yuri yang menatapnya—menelisik. Kyuhyun mengikuti arah mata Yuri padanya dari ujung kepala sampai ujung kaki lalu kembali ke wajahnya.
“Apa kau orang baru di sini?”

Kyuhyun mengangguk. “Aku baru pindah dari Korea dua hari yang lalu.”

“Pantas aku tidak pernah melihatmu. Kalau begitu aku pergi. Kau tahu jalan pulang, kan?”

Tubuh Yuri mengaku saat tangan Kyuhyun menahan pergelangan tangannya. Ia berbalik dan menatap tajam pegangan Kyuhyun. “Jangan memegang gadis sembarangan! Dasar tidak sopan.”

“Maaf. Aku tidak bermaksud begitu, ta-tapi kau,” Kyuhyun memperhatikan Yuri lagi, “kenapa kau hanya memakai kimono putih saja. Udara sedang dingin.”

“Itu bukan urusanmu.”

“Kau Yuki Onna, kan?”

Lagipula tidak mungkin ada wanita cantik berjalan sendirian di tengah malam musim dingin yang berangin cukup kencang. Batin Kyuhyun.

Yuri menutup mata. Menahan amarahnya yang akan segera meledak karena Kyuhyunterus saja memanggilnya ‘Yuki Onna’. Ia menghela napas berkali-kali hingga otaknya tak sepanas beberapa detik lalu. “Dengar, Orang Asing, sudah kubilang namaku Yuri dan bukan Yuki.”

“Tapi tanganmu dingin.”

“Sekarang memang musim dingin.”

“Kau hanya memakai kimono putih.”

“Apa yang salah dengan kimono putih, huh?”suara Yuri meninggi.
“Rambutmu juga panjang, hitam, lurus seperti …”

“Yuki Onna lagi? Seperti kau pernah bertemu dengannya saja,” Yuri mengusap wajah kesal, “Aku manusia, Tuan. Bukan hantu. Lihat kakiku!”

Yuri mengangkat kimononya, menunjukkan kaki yang berbalut boot hitam dari baliknya. “Lihat? Kakiku masih menapak, kan?”

Kyuhyun tertawa janggal seraya menggaruk tengkuknya. “Maaf, aku hanya jaga-jaga saja. Akhir-akhir ini tetanggaku sering memperingati keluargaku tentang Yuki Onna yang muncul di musim dingin. Lagipula sekarang sudah bulan purnama.”

Yuri menggeleng heran, menertawakan kekonyolan Kyuhyun karena mempercayai legenda tersebut. “Kau takut, ya? Iya, kan?”

“T-tidak. Mana mungkin aku takut.” Kyuhyun menjauhkan bahunya yang dipukul-pukul kecil oleh Yuri, “hey! Berhenti menggodaku!”
Yuri memegangi perutnya karena tertawa terlalu keras. Wajahnya pun kian memerah. Ia menghela napas panjang beberapa kali dan mulai tenang meski napasnya masih sedikit terengah. “Sekarang mendung, jadi bulan purnama tidak mungkin terlihat.” Kyuhyun mengangkat kepala, memperhatikan langit gelap dan benar saja, ia tak mendapati bulan sama sekali di atas sana.

Ia mendengus, menatap Yuri sebal seraya bersendekap. “Aku tidak takut. Jadi berhenti menertawaiku.”

“Aku tidak tertawa,” bantah Yuri, sedikit cekikikan. Dan itu membuat Kyuhyun semakin geram.

“Oh, ya, terima kasih sudah menolongku. Aku pulang.” Kyuhyun berlalu dari hadapan Yuri seraya melambaikan tangan tanpa menoleh ke belakang.

“Hey! Tunggu!” susah payah Yuri berlari di tengah salju mengejar Kyuhyun. Tanpa ia sadari, Kyuhyun memelankan langkahnya—menunggu Yuri—saat gadis itu berteriak di belakangnya. Tak lama kemudian mereka berjalan beriringan, membicarakan banyak hal termasuk kekhawatiran Kyuhyun dengan hantu pembunuh bernama Yuki Onna dan akan selalu berakhir dengan suara tawa Yuri yang tertelan angin salju. Melewati beberapa blok rumah dan setelah belok di dua gang terakhir, mereka sampai di depan rumah Kyuhyun.

“Aku sampai. Rumahmu masih jauh ya?” Tanya Kyuhyun lesu. Yuri mengangguk seraya tersenyum.

“Tidak mau mampir?”

Yuri menggeleng pelan. “Maaf, sudah malam. Aku sudah berjanji pulang sebelum pukul sepuluh.”

Kyuhyun melihat arlojinya. “Masih jam sembilan.”

“Tapi aku harus segera pulang,” Yuri menepuk bahu kanan Kyuhyun, “kau tidak perlu takut, Yuki Onna hanya membunuh laki-laki, bukan gadis cantik sepertiku. Untuk beberapa alasan mungkin dia juga tidak akan membunuh laki-laki muda sepertimu.”

“Maksudmu?” Kyuhyun mengernyit heran.

“Dia tidak akan membunuhmu. Mungkin saja kau akan dipaksa menikahinya.” CengiranYuri membuat Kyuhyun mendengus. Semakin sebal dengan ejekan Yuri padanya sepanjang perjalanan pulang tadi dan masih berlanjut sampai ia tiba di rumah.

“Aku tidak mau melihatnya.” Kyuhyun bergidik ngeri.

“Tapi takdir yang bisa membawamu padanya. Kau tahu, Yuki Onna akan selalu datang bersama salju di musim dingin dan menyatu dengan mereka. Kau lihat?” Yuri menunjuk sekeliling mereka, “dia ada di mana-mana,” bisik Yuri mendramatisir.

“Ah, sudahlah. Lebih baik kau cepat pulang. Selamat malam.”

“Selamat malam. Jangan pernah katakan pada siapapun jika kau pernah bertemu denganku.”

Dahi Kyuhyun mengerut. “Kenapa?”

“Atau kau akan mati.”

Seringaian lebar Yuri menghipnotisnya. Mata Kyuhyun tak mampu lagi berkedip, terus dan terus menatap punggung Yuri yang kian menjauh sebelum gadis itu berhenti beberapa meter darinya. “Cukup ingat namaku, Yuri Kazeyuki.”

Debaran jantung Kyuhyun semakin menguat namun tubuhnya tak mampu bergerak saat tubuh Yuri perlahan berubah transparan kemudian melebur menjadi jutaan serpih salju yang terbang terbawa angin malam.

Jangan katakan!
Atau kau mati.

END

Maaf ya ini gaje

16 thoughts on “[Ficlet] Yuki Onna (ja Arimasen)/I’m (not) Yuki Onna

  1. Si evil takut juga sama hantu😀. Hantu aja bilang kyuhyun tampan apalagi manusia coba😀. Gak salah dong sparkyu tergila-gila sama si kyuhyun.

  2. ini yuri tpi sebenarnya yuki onna??? atau gimana y thor?? apa dia memang bukan yuki onna?? :O
    itu pernyataanya bohong atau beneran?? :O wkwkwkwk #penasaran eo,. >.<

  3. Haha jdi, si yuri itu si yuki dan yuki sejenis hantu. Dan yuri adalah salah satunya.
    Dan si yuri beneran adalah yuki.
    Waduh… Aku pusing.,.. #abaikan eon!
    Eh, ngomong2 nama ibuku yuri loh… Hahhaha😀 # ini serius.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s