[Vignette] Thank You

“Thank You”
David J. Gandy/Rosaline Cormwell
Fluff Romance
NC Rated
Vignette

Disclaimer:
David Gandy itu suami saya. Kekekeke

An Original Story By Valuable94

 16148_295444590655391_672916095228913511_n

Rosaline menggerutu setelah berkali-kali mengecek ponselnya. Tak ada satu pesan pun masuk begitu pula panggilan dari suaminya yang sangat ia tunggu. Dari sudut kafe ini, ia bisa melihat setiap aliran air yang jatuh melalui kaca di sampingnya. Jalanan di salah satu pojok kota New Jersey ini juga masih begitu padat meski hujan deras mendera dengan kilatan petir.

Tekad Rosaline mencari Violet harus terhenti karena hujan. Kalau saja ini terjadi di telenovela, mungkin kejadiannya akan lebih dramatis daripada ini. Ia akan pingsan di tengah deraian hujan dengan Violet berada dalam dekapannya lalu terbangun di apartment dengan sang suami berjaga di sampingnya. Menggenggam tangan Rosaline dengan wajah tampannya yang khawatir.

“Itu tidak mungkin.” Rosaline menghela napas kemudian menggeleng. Menyangkal semua pemikiran mustahil itu.

Ia meneguk sisa espresso hangat di mejanya. Ini bahkan sudah lebih dari empat jam namun tetap tak ada tanda-tanda dari suaminya bahwa ia tengah kebingungan mencari Rosaline. Ponselnya pun sengaja tak dimatikan dengan aplikasi GPS dalam kondisi aktif agar suaminya bisa mengirim pesan atau menelponnya untuk kemudian ia abaikan dan akan membuat laki-laki penuh kuasa itu bergegas menyusulnya kemari.

Rosaline memutuskan memanggil pelayan dan memesan segelas espresso yang lain. Membungkuk di atas meja dan menenggelamkan wajah cantiknya di balik lipatan kedua tangan.

“Dasar laki-laki tidak peka,” gerutunya.

“Siapa laki-laki itu?”

Rosaline mendongak cepat. Wajah kusutnya menjadi semakin kusut seperti baju setengah kering yang baru saja diperas. Menatap tubuh atletis setinggi enam kaki yang berdiri di depannya dengan penuh wibawa terbungkus setelan rapi dan pas melekat di tubuh. Tangan kekar yang biasa membelainya dengan lembut tersembunyi di balik saku depan celana. Tampan sekaligus memancarkan aura iblis paling menakutkan bagi siapapun—terkecuali Rosaline.

“Kenapa diam saja? Ayo jawab siapa laki-laki tidak peka itu!” Seringaian di wajah laki-laki itu membuat bola api di kepala Rosaline semakin membara.

“Maaf, Tuan David James Gandy, aku tidak mengenalmu.”

“Aku tidak menyangka kalau aku seterkenal itu. Bahkan sebelum berkenalan pun kau sudah tahu nama lengkapku.” David duduk berseberangan dengan isterinya. Menyembunyikan kikikan geli dengan menutup mulut.

Dasar keras kepala. Batin David.

Mereka terdiam di tengah hangat susana kafe. Di luar masih hujan, semakin deras, dan mereka masih sama seperti beberapa menit sebelumnya hingga David memutuskan untuk segera mengakhiri perang dingin Rosaline terhadapnya karena ia terlalu sibuk mengurusi hotel dan terlambat mencari Violet.

“Ayo pulang!” suaranya datar. Tidak ada unsur ajakan atau pun paksaan di sana. Dan itulah yang membuat Rosaline semakin naik pitam. Suami macam apa yang sama sekali tak mengkhawatirkan isterinya yang lari dari apartment saat puteri mereka hilang di siang hari bolong.

Rosaline menggelang. “Tidak. Aku tidak akan pulang sebelum menemukan Violet.” Harusnya hawa dingin dari hujan di musim semi ini bisa sedikit menjernihkan pikirannya. Tapi sayang, pikirannya memang tak pernah bisa jernih jika bersama David.

“Ya sudah.”

Rosaline tertegun melihat David tiba-tiba berdiri. Setelah membenarkan letak jasnya, David meliriknya tajam dengan mata tegas dan sehitam batubara. Wajah tegas yang selalu menghiasi pagi dan malam Rosaline itu masih nampak datar—tak peduli.

“Aku sungguh-sungguh, David. Kau benar-benar ayah yang kejam.” Rosaline mencibir. Tubuhnya yang hanya setinggi dada David terpaksa mendongak untuk menunjukkan perlawanan pada David.

David menunduk seraya menghela napas panjang. Isterinya itu memang seorang Drama Queen. Dan sayangnya ia sangat mencinta Si Drama Queen ini sekalipun tingkahnya seperti belut menyebalkan. Sangat susah diatur.

“Kalau begitu kau seorang isteri dari ayah yang kejam. Cepat angkat tasmu dan kita pulang sekarang juga! Satu jam lagi aku ada pertemuan penting dengan Grey.”

Rosaline berdiri dan mendengus. Wajahnya memerah padam. Seolah muncul asap panas membumbung tinggi di atas kepalanya. Laki-laki ini benar-benar manusia paling tidak berperasaan di dunia. Mungkin ia akan meneriakkan kalimat itu hingga pita suaranya robek jika ini bukanlah tempat umum. Okay, kurasa bagian ini terlalu berlebihan.

“Aku bilang tidak, dasar David menyebalkan.” Rosaline memekik karena geram yang tak tertahankan.

David memutar mata—malas. Berkali-kali ia menghela napas lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling kafe. Sedikit banyak mulai ada mata yang mengawasi pertengkaran mereka. Oh, ini memalukan. Mereka bukan lagi pasangan muda yang labil. Harusnya peristiwa ini tidak perlu terjadi. Atau mungkin ia bisa mengangkat Si Drama Queen itu dan lari tunggang langgang sebelum akhirnya ditangkap polisi karena tuduhan perbuatan tidak menyenangkan dan rencana penculikan.

Sial. Ini bisa lebih rumit dari sekedar memenuhi kebutuhan aneh pelanggan di hotel miliknya. Ia mengusapkan tangan di atas dagu yang ditumbuhi bulu-bulu halus menggoda. Berpikir sejenak meski tatapannya menaut erat pada mata hijau Rosaline yang penuh kekesalan. Ia menghela napas kemudian memasukkan kedua tangan ke masing-masing saku celananya. Wajah David lebih rileks daripada beberapa detik lalu.

“Baiklah, jika kau tidak pulang, jangan salahkan aku kalau koleksi cangkir-cangkir antikmu itu berakhir menjadi serpihan-serpihan menyedihkan.”

Mata Rosaline menyalak kaget. David mengedikkan bahu seolah memberinya pilihan. “Terserah padamu, Rosee sayang.”

Alis David terangkat sebelah. Ia tak lagi menghiraukan Rosaline karena memilih cepat berlalu terlebih dahulu. Dengan langkah-langkah lebarnya yang menawan, ia meninggalkan Rosaline yang berteriak dan mengejarnya dari belakang.

Senyum tipis David muncul saat Rosaline mulai masuk ke dalam jebakannya lalu tiba-tiba hilang saat jari-jemari lentik milik isterinya itu menangkap salah satu bahunya, memaksa ia berbalik. Lihatlah napas terengah milik Si Drama Queen ini. Dan bibir sensual dengan warna pink dari lipstick yang ia pakai sangat mengundang, meminta untuk segera ia cicipi. Nanti.

“B-baikh-lahh, a-kuh akan pul-pulangh.” Desahan napas Rosaline membangkitkan sesuatu dalam dirinya.

“Bagus.”

“Tapi kita akan mencari Violet, kan?”

David hanya tersenyum kemudian menggandeng tangan Rosaline. Saat sampai di teras kafe, ia menarik tubuh Rosaline ke dalam dekapannya. Otomatis Rosaline menunduk dan berlindung dalam pelukan David seraya berlari menuju parkiran. Setelah Rosaline masuk ke dalam mobil, David mengitari bagian depan mobil lalu masuk ke dalam jok di belakang kemudi.

Rambut mereka menjadi setengah basah, begitu pun pakaian mereka. David membuka dashboard mengambil handuk kecil dari sana. Wajah Rosaline memerah saat David dengan lembut mengusapkan handuk ke atas rambutnya. Tidak ada senyum di sana namun pandangan memuja tertangkap oleh Rosaline dari sorot tajam mata David.

Rosaline merebut handuk dari tangan David lalu mengulurkan tangannya ke wajah David. Mengusap setiap inci kulit tan milik suaminya. Mengusap lembut jambang manis di sekitaran dagu David kemudian bergerak naik menuju rambut David yang lebih basah daripada miliknya.

David mempersempit jarak mereka. Ia bahkan menunduk agar Rosaline lebih mudah mengeringkan rambutnya. Hembusan napas hangat mereka saling menerpa wajah masing-masing. Saat mata mereka bertemu, pandangan itu mengikat Rosaline lagi. Ia tak menyadari ada seringaian di bibir lembut David namun tanpa komando dari siapapun bibir lembut itu kini berada di atas bibirnya. Mengecupnya singkat namun berkali-kali. Hingga akhirnya kecupan itu berubah menjadi lumatan hangat dan pelan. Penuh penghayatan.

David menyesap bibir bawah Rosaline dan mengucapkan panggilan sayangnya. “Rosee.” Pelan, tangan David kini sudah menangkup kedua pipi Rosaline. Detak jantung Rosaline berpacu lebih cepat saat lidah panas David memasuki mulutnya, hendak merayu miliknya untuk berdansa bersama namun mendapat interupsi dari suara manis seekor kucing yang mengagetkan mereka.

Tautan bibir mereka terlepas. Dengan napas masih terengah mereka menoleh ke jok belakang. Seekor anggora berwarna putih melompat langsung ke pangkuan Rosaline dan terus mengeong seraya mengusapkan kepalanya di perut Rosaline.

“Violet!” seru Rosaline. Wajahnya berbinar bahagia. Ia lebih sibuk memeriksa tubuh Violet jika saja ada luka di sana.

“Are you okay, honey. Maafkan mommy, sayang.” Nada penuh penyesalan Rosaline membuat David memutar mata lagi. Ia bergeser sedikit jauh dari isteri dan puteri mereka yang tengah bernostalgia. Melepas rindu setelah empat jam berpisah.

Menyebalkan. Batin David.

“Kau menemukannya, sayang? Terima kasih!” Rosaline berseru girang. Ia bahkan tak berniat memeluk atau sekedar memberi kecupan singkat pada David dan itu membuat mood-nya berubah memburuk.

“Yeah,” jawab David, malas.

“Dimana kau menemukannya.”

“Nyonya Courtney memberikannya padaku tadi siang saat aku mencarimu di apartment. Dia melompat dari balkon kamar kita ke nyonya Courtney lalu mengikutinya sampai ke salon.”

David menyalakan mesin mobil lalu menjalankannya pelan. Rosaline masih sibuk menimang Violet di dalam pelukannya. Senyuman tak pernah lepas dari bibirnya dengan wajah merona gembira.

“Sepertinya kita harus memasang GPS pada Violet. Akhir-akhir ini dia sering menghilang,” ujar Rosaline. Masih tak menghiraukan tatapan malas David di sampingnya. Hingga beberapa menit setelah ia merasa tak lebih berharga dari seekor anggora, ia berdeham—dehaman yang dibuat-buat.

Rosaline menoleh ke arah David yang kini berpura memasang tampang datar dan fokus pada jalanan. Ia memperhatikan gerakan gelisah David kemudian tersenyum geli sebelum akhirnya menurunkan Violet ke jok belakang. Ia mendekati David kemudian mengecup pipi kanan suaminya. Menekan bibirnya di sana—lama—lalu turun ke sudut kanan bibir lembut David dan mengecupnya pelan.

“Sepertinya bayi besarku lebih membutuhkan perhatian sekarang.”

David menoleh sejenak. Menaikkan sebelahnya alisnya—penasaran.

“Bawa aku sampai rumah secepatnya! Kurasa adikmu sudah tidak sabar menerima hadiah sebagai ucapan terima kasihku.”

David terkesiap saat tangan Rosaline mengusap pelan area di antara kedua pahanya. Menatap tajam ke arah Rosaline yang tengah menatapnya dengan pandangan menantang sekaligus menggoda.

“Pasang seatbealt-mu, Rosee sayang. Aku akan membawamu terbang.”

END

Oke. Aku tau ini gaje sekali dan gak nyambung sama judulnya, tapi yang penting udah lunas ye utangku. *ketjup doeloe* :*

29 thoughts on “[Vignette] Thank You

  1. kirain anak beneran…-_-
    udh nyangka klo si david itu jahat tega bgt biarin anaknya ilang eehh taunya si Violet kucing -_- #gubrak

  2. Kirain si violet anak beneran -_- beneran dramaqueen tu si rosee aigooo mas jambang seksi sinih sama aku aja ga drama queen ko cuma kpop queen aja…gkgkggk

    Aduuuuh mas seksi kuuu…

  3. Ayeee relaaa beb jadi violetnya…..
    Asal menyaksikan langsung adegan setelah ‘Rose mengusap pelan area di antara kedua pahanya’…
    Ooohh… Sayaa relaaa… Sungguh..
    Wakakakaa

  4. Astagaaaaaaa itu kata ‘end’ gk bisa entaran aja munculnya???
    Duhhhh neomu johaeyo..😀
    Kesan pas baca ttg mereka itu..
    Manis dan lucu🙂🙂

  5. Hahah bru baca. Tp, bukannya david gandy itu gmbara visual buat ethan blackstone dri novel the blackstone affair yah? Haha entah knpa ak u mrasa sprtinya eonni udah bner2 baca tuh novel. Krn sbut2 GPS mngingat pkerjaan Ethan tuh apa, eh maksudnya david gandy. Kkk~
    ‘Grey’? Entah knapa aku mrasa grey disini mksud eonni adlah Christian T. Grey dr novel Fifty Shades. Hahaha aku ngelantur yah? Apa jgan2 bener? Klw benar. Wah kebetulan bget yah…
    Tp, mau tanya.. Eonni punya rekomendasi Film yg diperankan david gandy nggak? Misalnya bsa di download dmana? Krn sumpah. Aku pngen bget nntn ‘The Blackstone Affair’ yg diperanin david gandy. Please yah eonni. Bagi tahu sma aku!! Soalnya aku cuma bsa download cuplikan2 sngkatnya. Tolong yah…

  6. Hahah bru baca. Tp, bukannya david gandy itu gmbara visual buat ethan blackstone dri novel the blackstone affair yah? Haha entah knpa ak u mrasa sprtinya eonni udah bner2 baca tuh novel. Krn sbut2 GPS mngingat pkerjaan Ethan tuh apa, eh maksudnya david gandy. Kkk~
    ‘Grey’? Entah knapa aku mrasa grey disini mksud eonni adlah Christian T. Grey dr novel Fifty Shades. Hahaha aku ngelantur yah? Apa jgan2 bener? Klw benar. Wah kebetulan bget yah…
    Tp, mau tanya.. Eonni punya rekomendasi Film yg diperankan david gandy nggak? Misalnya bsa di download dmana? Krn sumpah. Aku pngen bget nntn ‘The Blackstone Affair’ yg diperanin david gandy. Please yah eonni. Bagi tahu sma aku!! Soalnya aku cuma bsa download cuplikan2 sngkatnya. Tolong yah……

    • Waaaahhh kereeennn semua tebakan kamu benar sayaanggg. Hohohoho
      Aku memang menyukai kedua novel itu dan mencintai Tuan Blackstone dan Tuan Grey *eh o.O

      Hei, kita punya masalah yg sama. Sayangnya The Blackstone Affair gak ada kabar kalo mau difilm-in. Kalo yg pasti difilm-in yaa Fifty Shades of Grey itu😀

      Jadi kesimpulannya aku gak ada rekomendasi film-nya David Gandy karena dia juga model, aktor. Tapi dia jadi bintang MV First Love-nya Jenifer Lopez. Coba kamu liat. ^^

  7. Yah… Syang bget…. Padahal pngen bget aku nnton… Coba deh cek di youtube bnyak bnget cuplikan The Blackstone Affair. KkK~
    ah… Eonni.. Aku nggak nyangka deh.. Trnyata kmu jg udah baca tuh novel..
    Tp, sbenarnya diantara keduanya aku lbih suka Fifty shades sih… Kesannya lbih hot gitu. Syukur deh klw mau ad Filmnya…
    Tp, yg bakalan jd pmerannya Anatasian sama Christian Grey siapa? Oh tuhan, jgn smpe ngecewaiin…
    Tp, klw dpkir2 amerika sna btuh biaya besar deh buat nih film.. Mngingat kekayaan Mr. Grey tuh kyk gimana *geleng2 kepala.
    Oh, yah trima kasih buat infonya eonni… Aku bakalan lngsung download tuh MV..
    Oh My Gandy… Hahaha…
    Kebetulan nama mantanku jg Gandy. Tp gandy adriansyah..*curhat. Trus nama desa mantan ku tnggal tuh Batu Hitam = Blackstone.* curhat lagi.
    Ini serius nggak bhong. Makanya aku jd kyk ada fell bget sma tuh novel. Hahaha aku udah deh cuap2nya…
    Salam cium buatmu eonni… Sneng banget akhrnya ada orang yg bsa aku bagi tntang kedua novel ini..

    • Yaahh sayang sekali memang, tapi yaa mau gimana lagi. Aku udah liat semua yg di YT itu ^^

      Kalo aku malah lebih suka The Blackstone Affair soalnya konfliknya lebih menari daripada FSoG. Tapi yaaa emang lebih hot FSoG.😀

      Yang jadi Anastasi sama Grey itu Dakota Jhonson sama Jamie Dornan. Coba cek di YT! Trailer film-nya udah keluar 2. Dijamin gemeter + panas-dingin >,<
      Februari 2015 film-nya rilis pas Valentine Day.

  8. kyaaaaa bagus kyaaa ><
    sempet tertipu bener kukira ini kpopfanfic ternyata western dan yasssalaaam aku meleleh(?) tulisannya keren :3
    salam kenal ya hanna disini, reader baru hehe ijin jalan-jalan ya ^^

  9. Ya ampunn .. kirain bener violet itu putri’a ternyata cuma kucing anggora ..
    Pantesan david gak terlalu cemasa kalo anak’a hilang .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s