[Short Story] How am I?

“How am I?”
Cho Kyuhyun/Song Hyo In

NC Rated
By: Valuable94

06:15 am

Kyuhyun terdiam di ambang pintu kamar mandi. Matanya tertuju pada ranjang. Ada banyak bra di sana dan mungkin Kyuhyun bisa menggunakan mereka sebagai selimut. Beberapa saat kemudian perhatiannya teralih karena panggilan Hyo In. Isterinya itu masih sibuk memandangi tubuhnya di depan cermin. Desahan dan decakan kecewa terus saja keluar dari mulutnya. Wajah Hyo In juga terlihat lebih muram.

“Ada apa denganmu?” Kyuhyun tak langsung menghampiri Hyo In. Ia memilih duduk di sofa ujung ranjang lalu memasang sepatu pantofelnya yang sudah Hyo In persiapkan sedari pagi.

“Kenapa dengan bra-mu?”

“Tidak muat semua,” gerutu Hyo In tanpa menoleh Kyuhyun. Ia mendecak lagi, “beri aku satu alasan untuk tak mengeluh pagi ini!” ia berbalik lalu menyingkap kaos ungu longgar yang ia pakai sebatas dada hingga menampakkan perut menggembungnya pada Kyuhyun.

Kyuhyun mendesah malas. “Memangnya ada apa lagi denganmu? Kau tetap cantik dengan perut sebesar bola basket sekalipun. Atau bahkan dua kali lipatnya.” Seperti biasa, topik ini sudah sering mereka bahas dua minggu belakangan.

“Bukankah ini terlihat buruk? Maksudku …” Hyo In mengusap perut enam bulannya, “mengerikan?” suaranya semakin merendah. Kyuhyun pindah dari sofa lalu berdiri tepat di belakang Hyo In. Mereka saling menatap melalui cermin.

Perlahan tangannya ikut mengusap perut Hyo In. Tersenyum pelan lalu mengecup pelipis Hyo In sekilas. “Sudah kubilang berapa kali kalau kau akan tetap jadi isteriku meskipun perutmu mengembang seperti adonan roti?”

“Serius?” Kyuhyun mengangguk cepat. Akhirnya senyum Hyo In kembali karena kelakaran Kyuhyun. Akhir-akhir ini perubahan mood-nya sangat sulit diprediksi.

Ia menghela napas, menangkap pipi kanan Kyuhyun dan mengusapnya lembut lalu mengecup cepat bibir Kyuhyun.

Kyuhyun mendelik—pura-pura kaget.

“Apa?”

“Kau mencoba merayuku?”

Hyo In mendecak. “Kenapa kau jadi sensitif sekali?”

“Jangan salahkan aku. Ini hanya pengaruh hormon ‘Daddy Wanna be’, sayang.” Tanpa peringatan Kyuhyun menyambar bibir Hyo In. Melembabkan kedua sisinya. Pelan dan intens. Sama-sama menutup mata meresapi setiap detik kedekatan mereka. Tangan Kyuhyun masih belum berhenti mengusap perut Hyo In hingga menggeram karena kuatnya hisapan Kyuhyun pada bibirnya.

“Omo!” Hyo In memekik dalam mulut Kyuhyun. Pergumulan itu terhenti setelah beberapa menit, itu pun karena tendangan dari dalam perutnya yang mengagetkan mereka. Dengan napas sama-sama terengah, Kyuhyun menatap Hyo In penuh tanya di tengah engahan sisa ciuman mereka.

“Apa itu?”

Hyo In mengedikkan bahu. “Mungkin kau mengganggu mereka.”

“Mereka sudah bisa menendang?” Kyuhyun terdengar terkejut.

Hyo In mengangguk senang. “Sering, tapi terkadang rasanya hanya seperti gelembung yang meletus di dalam perut.” Kyuhyun mengangguk paham lalu tertawa. Ia duduk di kursi pendek di depan kaca, menggeser tubuh Hyo In hingga wajahnya berhadapan tepat dengan perut buncit Hyo In.

“Hei, girls! Kalian marah pada ayah?” Kyuhyun menempelkan telinganya pada perut Hyo In.

“Waaahhh!” seruan pelannya yang panjang menandakan kekagumannya atas apa yang baru saja ia rasakan. “Sayang, kau bisa merasakannya?” tanya Kyuhyun antusias. Ia semakin menempelkan telinganya, berharap akan menemukan pergerakan yang sama seperti sebelumnya.

“Tentu saja. Semingguan ini tendangan mereka semakin menguat.”

Good job, girls. Kurasa tendangan kalian akan membuat para lelaki pengganggu kurang ajar mengelus selangkangan mereka.”

“Heish, jangan mengatakan kata kotor seperti itu! Mereka sudah bisa mendengarmu,” protes Hyo In. Ia bahkan menjauhkan perutnya dari Kyuhyun dan menutupnya dengan kedua tangan seolah menutupi kedua telinga bayinya.

“Hei, itu ungkapan banggaku pada mereka,” kilah Kyuhyun lalu menarik pinggang Hyo In mendekatinya dan pengecup perut buncit Hyo In.

Hyo In mendesis sementara Kyuhyun memusatkan perhatiannya pada perut Hyo In lagi. “Ayah tidak sabar menunggu kalian keluar,” Semburat merah menempel di kedua pipi Kyuhyun. “jangan menendang ibu terlalu keras. Perutnya tidak sekalis adonan roti. Kalian bisa membuatnya retak.” Hyo In terbahak seraya mengacak rambut Kyuhyun.

“Jangan dengarkan ayah!”

Kyuhyun mendongak, mencebekkan bibirnya pada Hyo In—tanda ketidaksetujuaan.

“Oke, ini peringatan terakhir dari ayah,” Kyuhyun menyeringai pada Hyo In sebelum menunduk kembali, “nyonya Song Hyo In ini seperti serigala betina.”

Hyo In memutar mata—malas. “Cepat pakai jasmu dan berhenti mempropaganda puterimu sendiri, serigala kesepian!” ketusnya.

“Apa maksudmu?” Kyuhyun berdiri cepat. Memaksa Hyo In mendongak karen tinggi mereka yang berbeda.

“T-tentu saja k-kau.” Tatapan dalam Kyuhyun mengintimidasinya dan suara Hyo In berangsur menghilang.

“Kau berani mengatakan itu padaku?” Kyuhyun semakin maju. Suara dalamnya membuat Hyo In kian menciut dan memaksanya mundur. Mata mereka tak pernah lepas satu sama lain hingga akhirnya Hyo In terduduk saat bagian belakang menabrak ranjang. Kyuhyun masih berdiri tegap di depannya. Menjulang tinggi dan kokoh layaknya dengan seringaian mengerikan. Mata Hyo In mengikuti pergerakan tangan Kyuhyun yang perlahan mulai melepas kaitan gespernya.

Hyo In tertunduk seraya memegang perutnya erat. Tak butuh waktu lama hingga isakan pelan keluar dari mulutnya bahkan sebelum gesper Kyuhyun benar-benar terbuka. Bahunya bergetar. “U-uri aegideul,” gumamnya di tengah isakan. Kyuhyun berhenti.Seringaian di wajahnya berganti dengan ekspresi khawatir.

“Sayang,” ia bersimpuh di depan Hyo In dan menangkup wajahnya. Tatapan khawatir Kyuhyun bertemu dengan mata basah Hyo In. “a-aku hanya bercanda. Maaf. Aku tidak akan menyakiti Sarang dan Joha lagi.” Ia menciumi seluruh wajah Hyo In hingga sampai pada bibirnya, menahan ciumannya cukup lama di sana. Lama kelamaan Hyo In membalasnya meski masih sedikit terisak. Setidaknya perasaannya yang sering tak menentu semenjak hamil membantu perubahan mood-nya dengan cepat.

Ia menangkup wajah Kyuhyun lalu menjauhkan bibir mereka dan saling menatap kembali. “Aku benci padamuuu!” seru Hyo In seraya memencet hidung Kyuhyun hingga memerah namun Kyuhyun tak menampakkan kesakitan sama sekali dan malah tertawa.

Kyuhyun bangkit dengan cepat. Mendorong bahu Hyo In hingga tertidur lalu mengapit tubuh Hyo In di antara kedua kakinya.

“OPPA!” pekik Hyo In. Tertawa keras saat Kyuhyun menggelitikinya tanpa henti.

“OPPA BERHENTI!” Hyo In berusaha menyingkirkan tangan Kyuhyun dari pinggangnya.

“Katakan ampun!”

“Ya, ya, ya, ampun!”

“Kurang keras.” Kyuhyuun masih menggelitiki pinggang Hyo In.

“Ampuunnn!!!” teriak Hyo In.

“Bagus.” Kyuhyun benar-benar menghentikan gelitikannya namun masih berada di atas Hyo In bertumpu pada kedua sikunya. Menatap naik-turunnya dada Hyo In karena terengah setelah ia terlalu lama tertawa dan memberontak. Pemandangan yang lebih indah dibanding Pulau Jeju. Helai rambut yang menempel di pipi karena keringat terlihat lebih sensual dari semua selebriti seksi di TV. Percayalah, jika saja tak ada perut menggembung Hyo In yang mengingatkan ia untuk menahan segala hasratnya pagi ini terhadap Hyo In, mungkin ia akan membatalkan rencana meeting dadakan di hari Minggu seperti ini.

Oppa,”

“Heum.” Kyuhyun tersadar dari lamunan karena tepukan pelan di pipinya.

“Sudah hampir jam 7.”

Eoh.” Kyuhyun bangkit dari ranjang kemudian membantu Hyo In bangun. Hyo In menahan Kyuhyun, sekedar merapikan kemeja Kyuhyun yang sedikit berantakan.

“Bekerjalah dengan baik dan beri aku uang yang banyak!”

“Wow! Sekarang kau berubah jadi wanita mata duitan. Nanti malam kau akan berubah jadi siapa lagi?” canda Kyuhyun.

Hyo In tertawa seraya mendorong Kyuhyun keluar dari kamar. “Aku bercanda.”

“Apa menu pagi ini?” Mereka sampai di dapur. Kyuhyun menoleh ke belakang saat ia tak menemukan Hyo In di sampingnya, “kenapa?”

Hyo In tertawa janggal di belakang Kyuhyun.

“Aku lupa memasak. Tidak ada sarapan pagi ini.” Ucapanya lebih mirip gumaman.

“Oh tidak! Aku bisa gila.” Kyuhyun terduduk lemas di meja makan. Menyembunyikan wajah di balik kedua lipatan tangannya. Sepertinya ia harus lebih bersabar menghadapi perubahan mood wanita hamil dengan cepat sekaligus sifat pelupanya.

Hyo In menyusul duduk di samping Kyuhyun. Menggoyang-goyangkan bahunya. “Aku benar-benar lupa. “Maaf.”

Kyuhyun mendongak, menegakkan duduknya lalu menghela napas panjang. Ia memaksakan bibirnya tersenyum. “Tidak apa-apa. Aku bisa sarapan di kantor.”

“Benarkah? Kau tidak marah padaku?” Hyo In memastikan. Kyuhyun mengangguk seraya mengusap puncak kepala Hyo In. “Lain kali jangan hanya memikirkan perut buncitmu. Perut rataku juga perlu diisi.”

Hyo In mengangguk patuh. “Maaf.”

“Aku berangkat sekarang saja.” Hyo In mengikuti Kyuhyun dari belakang—kembali ke kamar. Setelah memakaikan jas dan menyiapkan tas Kyuhyun, ia mengantarnya sampai pintu.

“Pulang jam berapa?”

“Jam 5 sore. Kenapa? Kau perlu sesuatu?”

“Belikan aku bra!”

“Aku? Beli bra?” Silahkan kalian bayangkan bagaimana seorang pria memilih bra di sebuah pusat perbelanjaan.

“Memangnya kenapa? Bra-ku sesak semua. Kau mau menyiksa payudaraku, huh?”

Ok, tidak ada gunanya memulai pertengkaran dengan menolak permintaan wanita hamil denganhormon berlebih hanya karena bra. “Baiklah, tapi masalahnya aku tidak tahu berapa ukuran …” Kyuhyun berhenti, ia mengamati dada Hyo In lama lalu menyeringai. Perlahan tangannya menggapai dada Hyo In sebelum akhirnya terhempas karena pukulan Hyo In.

“Ukuran yang baru 38a,” ketus Hyo In. Matanya mendelik pada Kyuhyun.

Kyuhyun mencebekkan bibirnya. “Eoh, akan kubelikan.”

“Bagus. Terima kasih.” Hyo In mencium pipi kiri Kyuhyun sekilas.

“Aku berangkat,” ujar Kyuhyun malas.

“Hati-hati. I love you.”

Love you more, mommy.” Satu kecupan mendarat di dahi Hyo In sebelum Kyuhyun benar-benar berangkat bekerja.

END

A/n: Semoga gak pada muntah abis baca ini

78 thoughts on “[Short Story] How am I?

  1. Annyeong q pmbca bru di blog ini slm knl ych dn ijin ubek2 nich blog🙂
    Apa End ? hua. . pdhl lg seru2’a ff’a krn ko. . . Kyu jd suami pnybr nich crtnya. . .🙂

  2. Aku kira ini chapter wkwk. Bikin lagi kak! Enak banget ini ff bacanya enteng dan kaya nyata banget, eoh ngomong-ngomong aku suka panggilan Hyoin ke Kyuhyun “Oppa”😀 okelah kalau ada lanjutannya aku tungguuu semangat ^^

  3. hahahaha lucu-lucu
    apa anak mereka kembar ?? kenapa gak cerita nya ga nyampe anak nya lahir ??
    hehehehe . suka^^
    bayangin kyuhyun beli bra😀
    eoh aku reader baru^^, salam kenal🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s