[Ficlet] In Flashback

Title: In Flashback
Casts: Lee Donghae/Jung Jekyo
Genre: Romance and Sad
Lenght: Ficlet
Rate: G
I don’t own those casts, but this story is MINE. Do not copy-paste and rename the casts.

An original story by Valuable94

1622845_951306881565297_6931187982295419990_n

Jika ada seseorang yang bertanya tentang kenangan, aku akan menjawabnya sebagai sebuah kaca spion yang tak perlu sering dilihat. Lakukan itu hanya jika kau ingin mundur beberapa meter atau berbelok dari jalan yang tengah kau lalui.

Sama halnya dengan pria yang duduk di sampingku sekarang. Dia adalah sebuah masa lalu.

Namun mata sayu, hidung mancung, dan bibir tipis menawan membuatku kembali menoleh spion itu lagi. Tatapan lembut—yang kutahu bukan untukku—mengharuskanku kembali bertanya pada satu hati yang terpaksa kututup. Berusaha sekeras apapun aku tetap tak bisa mengingkari jika pria inilah yang membuatku merasa nyaman bersama orang lain untuk pertama kalinya.

“Kami akan melakukan fitting busananya minggu depan,” ujarnya lembut.

Aku terhenyak saat mata kelamnya menatapku lembut. Dengan tegas aku nyatakan ingin merasakan hangat pelukannya sekali lagi. Termenung, namun jantungku melakukan hal yang sebaliknya. Debaran yang lama menghilang kembali lagi ketika kulihat senyum itu tertuju padaku.

“Kembalilah … meski hanya semalam,” batinku pedih saat ia beranjak meninggalkanku sendiri di depan meja resepsionis butik wedding dress ini. Pertemuan tak disengaja yang membawa perasaanku kembali bangkit dari peti matinya. Rasanya menelan saliva pun sama susahnya dengan memakan baby squid hidup-hidup.

“Donghae Oppa!”

Aku berlari mengejar Donghae yang hampir sampai di depan pintu. Langkahnya terhenti, membuat pintu otomatis itu menutup kembali.

Jika ini terjadi enam bulan yang lalu aku pasti sudah memeluknya erat dan menghela napas lega karena bisa berada dalam peraduanku yang damai lagi—pelukannya.

“A-apa kabar?” tanyaku sedikit gugup setelah berada tepat di depannya. Aku bisa mendengar dengusan di tengah tawa pelannya.

“Tidak sebaik saat bersamamu.”

Aku tercekat begitu saja kemudian menunduk seraya menghela napas panjang meskipun itu tak banyak membantu memperbaiki hatiku yang kembali berantakan. Kuputuskan untuk menatapnya kembali. Membiarkan pikiranku terjebak dalam cermin cembung yang merefleksikan setiap tatapan tajam Donghae yang anehnya selalu membuatku merasa berada di tempat yang tepat. Perlindungannya.

“Aku … merindukanmu.” Susah payah kukatakan itu, namun reaksi Donghae sangat jauh dari ekspektasiku. Ia hanya tersenyum lalu mengusap puncak kepalaku.

Aku menggeleng pelan. Mengirimkan sinyal bahwa bukan ini yang aku inginkan darinya. Tak bisakah Donghae memelukku lagi setiap aku mengungkapkan rindu?

Seperti dulu.

Kuhela napas panjang untuk kesekian kali. Menahan tali yang mencekik leherku dengan seenaknya. Aku sakit. Tak tahukah ia meski air mataku tak meleleh?

Aku sudah lelah menangis. Airmataku sudah habis setelah kuputuskan untuk mengakhiri hubungan kami 6 bulan yang lalu karena mengikuti permintaan ayah menerima pinangan putera dari temannya.

“Jangan menangis!” Donghae mengusap pelan kedua bahuku yang tertutup blazer hitam. Aku menggeleng seraya melepas kedua tangannya dari bahuku.

“Apa kau akan menikah juga?” pertanyaan yang kulontarkan sebenarnya tak membutuhkan jawaban lagi.

Sial. Kenapa dia harus tersenyum sementara aku tahu jarum itu masih menancap di hatinya hingga berkarat?

“Aku tak bisa membiarkanmu terus menerus menguasai hati dan pikiranku, Jekyo-ya.”

Dengusanku keluar begitu saja. “Sebesar apa luka yang kuberikan padamu?”

Donghae menunduk sesaat. Helaan napasnya membuatku sadar seberapa besar dan berkaratnya jarum yang kutancapkan di hatinya.

“Jauh lebih besar dari yang bisa kau bayangkan.”

Aku tertegun saat Donghae menuntun telapak tanganku menyentuh dadanya dan merasakan kembali debaran yang sama kerasnya denganku. Setiap detakannya otomatis mengaktifkan salah satu syaraf otakku untuk kembali pada setiap detik kebersamaan kami—dulu. Sejujurnya aku lebih suka mendengar debaran ini dengan telingaku dan memainkan kancing kemejanya hingga mengendur. Berada dalam dekapannya adalah hal terbaik dalam hidupku.

“Nona Jung Jekyo!”

Panggilan itu membuatku kembali pada kenyataan. Merasakan nyeri itu lagi saat tanganku terhempas dari dadanya. Dan aku benar-benar jatuh pada kedalamam samudera yang paling dalam setelah terbang ke langit ke-tujuh.

Aku menoleh ke arah seorang wanita yang berdiri di balik meja resepsionis.

“Tuan Mario sudah menunggu Anda di dalam,” ujarnya sedikit keras karena jarak kami yang tak begitu dekat. Aku mengangguk seraya tersenyum samar sebelum akhirnya kembali pada Donghae.

Pria ini tersenyum lagi kemudian mengusap sedikit peluh di dahiku.

“Pergilah! Calon suamimu sudah menunggu.”

Aku mengangguk. Membalas usapan pelannya di kedua pipiku dengan sapaan halus bibirku di pipi kirinya.

“Semoga kau bahagia.” Kuberikan senyum terbaik padanya. Menyembunyikan silet yang tertancap di hati dan mengelap tetes demi tetes darah sebelum jatuh ke lantai.

Aku berbalik pada detik berikutnya. Meninggalkan mata sayu, hidung mancung, dan bibir tipis yang menawan. Juga semua kenangan kami bersama setiap hembusan napasku.

END

A/n: AKUUU KHILAAAFFF!!!
Harusnya bukan mereka yg memerankan ini, tapi Kyuhyun-Hyo In-Jinki. Wkekekekeke
FF ini sebenernya pernah aku ikutin lomba, tapi sayang kalah like. >,<
Semoga suka yaa. Jangan lupa kritik/sarannya. ^^

13 thoughts on “[Ficlet] In Flashback

  1. sakit.. sakit nya tuh disini *donghae ama jekyo lagi nyanyi* plakk
    donghae gampang bgt move on kaya nya hehehe setelah jekyo nerima jodoh dr ayah nya kaya nya langsung dpt jg >.< orang ganteng emang nganggur (?) nya ga lama! #ciumdonghae

  2. Cinta yg tak direstui orang tua judulnya , padahal simple bgt ceritanya tp feelnya berasa bgt . Berasa ditusuk pakai jarum yg sdh berkarat (?)
    Meski gak berjodoh semoga bahagia aja buat Hae oppa sama Jekyo eonni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s