[Vignette] Simply Incredible

Title: Simply Incredible
Casts: Cho Kyuhyun (SJ)/Song Hyo In (OC)
Genre: Fluff, Romance
Rate: PG-17
Length: Vignette

I do not own Cho Kyuhyun. OC and
this story are mine. OOC. Do not copy-paste and rename the casts. Typo! >,<

Original Story by Valuable94

10409557_1545130719050615_1168535520936224017_n

Melihat apa yang menarik tentang dirinya memang tak mudah karena ia menutupinya dengan begitu rapi. Namun Kyuhyun selalu bisa melihat apapun yang tersembunyi dari wajah bulat dan pipi memerah seperti tomat terlalu matang milik Hyo In. Gadis itu cekatan, pintar pada bidangnya, dan memang mempersona–dari perspektif Kyuhyun sendiri hanya saja kebiasaan terlambatnya sudah terlalu akut untuk dibiarkan lagi.

“Jangan menunduk terus! Sekali-sekali pandang mata lawan bicaramu!”

Hyo In semakin menunduk karena suara keras Kyuhyun. Telapak tangannya sudah lembab dengan kaki yang gemetar. “M-maaf, Presdir.”

Kyuhyun mendongakkan kepala seraya menghela napas panjang kemudian menatap Hyo In yang masih tertunduk seraya menutkan kedua jari-jemarinya. “Aku rasa aku sudah mulai gila karena menghadapimu.” Suaranya terkesan tak percaya. Ia benar-benar berpikir betapa hebat dan baiknya seorang presiden direktur sebuah perusahaan furnitur sepertinya hingga mau mengurusi masalah keterlambatan pegawai yang seharusnya cukup diselesaikan di bagian personalia saja.

“Ma-maaf, presdir.” Kali ini Hyo In mengangkat wajah lalu menatap Kyuhyun dengan lesu seraya membenarkan letak kaca mata persegi panjangnya. Wajahnya sudah memucat karena terlalu lama berada di ruangan dingin dan melihat wajah dingin atasannya. Sepertinya sebentar lagi ia akan menjadi Hyo In Si Balok Es.

Kyuhyun menghela napas panjang. “Aku tidak tahu sudah berapa kali kau menerima surat peringatan atas keterlambatanmu tapi percayalah ini tidak akan kami lakukan jika kau bukan salah satu aset besar perusahaan untuk produk-produk kami.” Kyuhyun berujar lembut.

“Lalu… apa aku benar-benar akan dipecat?” kedua tangan Hyo In saling menggenggam erat.

Kyuhyun memutar mata. “Kau bisa berpikir begitu tapi bisa kukatakan kau beruntung dalam hal ini.”

Hyo In mengerutkan dahi heran. “Maksud presdir?”

“Kami akan mengubah sistem kerja di bagian marketing menjasi shift system dan menempatkanmu pada shift kedua. Jadi, aku tidak akan menerima alasan apapun atas keterlambatanmu.”

Gemetar di kaki Hyo In perlahan pergi dan senyum di bibirnya mulai mengembang–meski samar. “Aku sangat berterima kasih atas pengorbanan perusahaan yang begitu besar tapi jika presdir ingin memecat saya karena kesalahan saya yang sudah tidak bisa dimaafkan maka …”

“Jangan berterima kasih padaku. Kepala personalia kami yang mengusulkan ide ini. Jadi, berterima kasihlah padanya. Jika aku jadi dia mungkin langkah yang sama akan aku lakukan. Pertahankan kinerjamu.”

Kyuhyun berdiri. Membenarkan letak jasnya yang sedikit kusut seraya menghembuskan napas keras. Seperti menahan emosi namun sesungguhnya ia tengah menahan gelenyar aneh yang selalu timbul setiap ia melihat Hyo In dimana pun dan dalam keadaan apapun.

Ia bergegas meninggalkan Hyo In yang masih terduduk dan mendongak menatap Kyuhyun yang berdiri tegap di depannya. Menjulang penuh wibawa dengan Iceburg Face-nya.

“Lanjutkan pekerjaanmu!” titah Kyuhyun.

“Baik, presdir.” Hyo In mengangguk kemudian beranjak dan bergegas keluar ruangan setelah membungkuk hormat pada Kyuhyun–yang berusaha tak melihatnya.

Ekor mata Kyuhyun menangkap setiap pergerakan kecil Hyo In. Dari mulai memegang gagang pintu, menekan, lalu menariknya hingga tubuhnya tak terlihat lagi. Melihat punggung yang setiap hari selalu terlihat nyaman untuk dipeluk.

Wanita itu seperti guling yang empuk dan begitu menggoda untuk dipeluk.

“Aish, jinjja!” Kyuhyun mendesah keras. Kakinya menyentak lantai dan menendang udara kosong. Mengusap wajah kerasnya dengan frustrasi. Yah, begitulah. Perasaannya yang tak terlampiaskan membuat ia tersiksa. Dan haruskah ia menyelesaikannya di.kamar mandi. Oh, tidak! Itu menggelikan sekali.

Kyuhyun kembali duduk di kursinya. Gusar, bokongnya bergeser beberapa kali seraya mencari posisi yang nyaman.

“SIAL!” Kyuhyun menggebrak meja kemudian menjambaki rambutnya gemas. Berpikir keras beberapa menit akhirnya ia sampai pada satu keputusan bahwa ia memang harus menghampiri atau sekedar melihat Hyo In lagi hari ini. Harusnya ia tahu Kebiasaan itu tak akan pernah hilang darinya. Melihat Hyo In setiap hari alih-alih inspeksi rutin. Sekedar melihat wanita itu duduk di kursinya dengan mata yang tak lepas dari layar komputer.

Hanya rambut hitam lurus sebahu yang terurai dan kemeja putih tertutupi blazer hitam dengan setelan rok span hitan selutut. Sangat standard namun terlihat begitu mengagumkan di mata Kyuhyun sekalipun pandangannya terhalang kaca. Ia menempelkan telapak tangan kanannya, merasai setiap detakan yang semakin cepat dan terus mengeras setiap detiknya.

Kyuhyun tertegun lama. Menatapi wanita indah di depannya yang sederhana yang selalu membuat jantungnya berdetak cepat dan tak bisa berpikir jernih. Sunggingan senyumnya menghilang saat dering ponsel menginterupsi pandangan indahnya.

“Iya. Aku segera ke sana.”

Kyuhyun menutup telponnya. Kembali melihat Hyo In sesaat lalu pergi dengan wajah lesu–tak rela.

***

“Aku pulang!” Suara Kyuhyun menggema. Ruang tamunya terlihat redup karena bantuan pantulan cahaya lampu dari dapur yang menyala terang. Ia mendesah lelah kemudian meletakkan tas jinjing di sofa lalu melepas jas abu-abunya.

“Sudah pulang rupanya.”

Hyo In berlari dari arah dapur langsung mendekati Kyuhyun. Menggapai jas yang baru saja terlepas kemudian membuka kancing kemeja putih Kyuhyun.

“Bau keringat,” kata Hyo In setelah mengendus kemeja Kyuhyun.

Kyuhyun mendengus kemudian melingkarkan tangan di sekitar pinggang Hyo In. “Jam berapa kau pulang?”

“Seperti biasa. Pekerjaanku tidak terlalu banyak hari ini.”

Hyo In melepas lingkaran tangan Kyuhyun kemudian bergegas menuju ruang laundry di samping dapur. Kyuhyun mengekor dari belakang. Matanya tetap tak lepas dari Hyo In yang tengah mondar-mandir menyiapkan mangkuk dan beberapa alat makan untuk Kyuhyun.

Ikatan ekor kuda, celemek bergambar doraemin di tubuhnya, dan tanpa kacamata. Menampakkan sepasang mata indah berwarna cokelat miliknya dengan beberapa helai rambut yang menempel di pipi karena keringat. Wanita itu tampak luar biasa untuk Kyuhyun.

“Hey! Mandilah! Akan kubuatkan kopi untukmu.”

Senyum Hyo In di akhir kalimat mengenyahkan seluruh penat dan lelahnya setelah rapat tahunan dengan para pemegang saham beberapa jam lalu.

“Aku lapar.”

Hyo In mendengus. “Harus kubilang berapa kali jangan makan sebelum mandi. Kalau di kantor aku bisa mematuhimu kenapa di rumah kau tidak bisa melakukan itu?”

Kyuhyun tertawa pelan. “Kalau marah padaku jangan dilampiaskan di rumah.”
“Aku tidak marah. Kurasa kau juga tahu apa yang membuatku terlambat setiap hari,” bela Hyo In. Duduk di kursi di samping Kyuhyun seraya menyendokkan nasi untuknya.

“Yah, kau tidak bisa bangun pagi dan harus mengurus semua keperluanku,” ujar Kyuhyun santai seraya menerima mangkuk berisi nasi dari Hyo In.

“Tidak, bukan masalah itu. Lagipula semua itu sudah tanggung jawabku sebagai isteriku. Aku hanya tidak suka kau melihatku dengan dingin seperti tadi pagi.”

“Aku hanya mencoba menjadi profesional.”

“Tapi itu bukan di ruang terbuka. Kau bisa memastikan tak akan ada yang bisa mencuri dengar dari luar lemari es raksasamu itu.”

“Itu ruang kerjaku. Bukan lemari es,” dengus Kyuhyun, kemudian melahap irisn daging asap dari suapan Hyo In.

“Tetap saja ruanganmu terlalu dingin,” bantah Hyo In.

“Bekerja saja dengan benar. Ruanganku bukan urusanmu.”

Hyo meletakkan sumpitnya di meja. Menatap Kyuhyun tajam. “Aku ingin pindah,” ujar Hyo In mantap.

“Tidak!”

“Aku mau pindah,” serunya sekali lagi.

“Kenapa? Apa kau tertekan di sana?” Kyuhyun ikut menghentikan makannya dan membalas tatapan Hyo In.

Hyo In menggeleng. “Tidak.”

“Kalau begitu tidak ada alasan untuk pindah.” Kemudian Kyuhyun melanjutkan acara makannya lagi.

“Tapi kau yang membuatku tidak nyaman.”

“Kenapa?”

“Jangan memanggilku ke ruanganmu setiap pagi. Karyawan lain bisa curiga.”

Kyuhyun mendengus. Ia tahu semua ini karena peraturan yang ia buat sendiri untuk tidak saling menjalin hubungan lebih dari rekan kerja dengan sesama pegawai di perusahaannya dan karma itu datang sendiri padanya. Mempertemukan Kyuhyun dengan Hyo In dua tahun lalu saat meeting untuk pemasaran furniture keluaran terbaru perusahaannya. Lalu jatuh cinta dan ia melamar Hyo In satu tahun setelah mereka berkencan secara diam-diam.

“Itu semua karena peraturan konyolmu itu.”

“Kenapa kau menyalahkanku? Aku hanya mau mereka profesional.”

“Dan sekarang kau yang melanggarnya sendiri.”

“Karena tidak ada yang bisa membantahku.” Kyuhyun melahap kimchi di depannya.

Hyo In mendengus. “Bagaimana bisa aku menerima lamaran pria egois sepertimu?” Ia menggeleng pelan seolah tak percaya dengan pilihannya menikah dengan Kyuhyun.

“Seharusnya kau berterima kasih pada Tuhan. Bagaimana mungkin pria tampan dan mapan sepertiku memilih seorang karyawati biasa sepertimu?” ledek Kyuhyun.

Hyo In mendengus lagi. “Begitu? Lalu carilah wanita yang lebih cantik dariku dan nikahi dia. Aku tidak peduli.”

Kyuhyun tertawa setelah tahu Hyo In mulai cemburu karenanya. “Aku tidak perlu mencari. Mereka datang sendiri padaku.”

“Ck, dasar sombong,” Hyo In mendorong mangkuknya menjauh, “apa kau menyesal sudah menikahiku?”

“Kau cemburu?” Kyuhyun menatap Hyo In seksama dengan seringaiannya.

“Tidak. Aku hanya tidak mau membuatmu menyesal seumur hidup karena menikahi wanita yang salah sepertiku.” Hyo In menunduk lalu menarik-narik ujung dress selututnya.

“Aku mencintaimu, bukan mereka, sekalipun kau tak pernah memakai barang-barang branded dan berdandan secantik para kaum sosialita seperti mereka meskipun kau bisa.”

Kyuhyun mengangkat dagu Hyo In agar ia bisa menatap mata cokelat indah itu. “Kau bisa melakukan sesuatu yang tak pernah bisa mereka lakukan padaku.”

“Apa?”

“Membuatku merasa dibutuhkan. Kau tahu bagaimana memposisikan diri sebagai wanita di depan seorang pria.”

Wajah Hyo In memerah dan semakin hangat terlebih saat Kyuhyun menangkup wajahnya dan pandangan mereka bertemu. Saling mengikat melalui tatapan.

“Hanya itu?”

“Tidak. Masih banyak lagi.”

“Katakan padaku!” rengek Hyo In. Senyumnya mulai terkembang kembali.

“Itu rahasia,” bisik Kyuhyun kemudian mengecup dahi Hyo In sekilas lalu beranjak menaiki tangga menuju kamar.

“OPPA, KAU BERHUTANG PENJELASAN PADAKU!” teriak Hyo In dari dapur.

Kyuhyun berbalik dari tengah tangga seraya melipat kedua tangan di bawah dadanya.

“Ya, ya, catat saja di lembar memo lalu taruh di mejaku besok pagi. Itu akan jadi agenda rapat bulanan mulai minggu depan.”

Hyo In mencebekkan bibirnya kesal. “Cepat mandi! Mungkin air hangatnya sudah dingin dan jangan salahkan aku.” Ia berbalik tanpa memedulikan wajah menyebalkan suaminya.

Kyuhyun menyeringai. Ia memilih menyenderkan bahu di tembok dan melihat Hyo In dengan cekatan mengangkat piring dan gelas kotor kemudian mencuci mereka. Detak jantung Kyuhyun mengencang. Sebelumnya ia tak pernah mengatakan apapun tentang perasaannya pada Hyo In selain ia hanya ingin bersama dengan wanita itu. Dan kini setelah perasaan itu terpendam dan menumpuk lama, ia sadar bahwa sekecil apapun hal yang Hyo In coba lakukan untuknya sebagai seorang isteri, itulah yang paling membuatnya bahagia.

END

A/N: Maaf yaaa kalo gaje

46 thoughts on “[Vignette] Simply Incredible

  1. saya baru mampir disini hehe : 3
    jd ceritanya kyuhyun itu kena senjata makan tuan*plak
    itu dikirain kyuhyun nya baru naksir ama hyo in eh ternyata udh nikah..

  2. Vignette itu apa sih kak? Aku ngga ngerti😄
    And anw sepertinya ini ngga PG 17 hmmmmmmmm
    Sweet as always sih 2 pasangan ini dan gimana cara kakak menjelaskannya🙂

  3. ah awal.na kirain chokyu cuma suka ama hyoin ternyata udah nikah,,,
    sequel penasaran saya apa yg terjadi klu smpe itu terbongkar,,,

  4. ataga eooonn gaje gimana coba ? orang ini cerita bikin perutku bergetar🙂 aaahh sumpret aku pengen baca yang berpart part :*

  5. ouh ternyata oh ternyata merwka sudah menikah dan kenapa mereka rahasiain hubungan krena si kyu yg bikin peraturan aneh dasar makanya jgn bikin peraturan aneh kena sendiri kan

  6. wihhh tanteku juga begitu hahahaha… akhirnya om ku buat kebijakan baru di kantornga klau semua pegawai boleh punya ikatam dgn pegawai sesama hahahaha…

  7. oh kyuhyun so sweet bagt.. tapi q masih bingung diawal namun lama2 menegerti jg..

    dan oh ternyata mereka pasutri→sepasang suami isteri.. kekekeke..

    Miss mau tanya ff reset nya ga dilanjutkan lagi ya,??
    pdhal q masih berharap next nya..
    kayaknya seneng bgt liat kyuhyun yg autis tp manis hehehe

  8. owh….mereka udh suami istri..
    kirain kyuhyun’y bru suka aja sm hyo in trus mau pdkt tp trnyata udh jd istri’y.
    bs bgd dh kyuhyun ini hehe…

  9. uwaaahhhh keren pake badai ahaha
    aku kira pas dikantor mereka itu cuma krywan sm atasan ehh gataunya suami istri hehe eonni lupa ngeditnya kok ada typo yah pdhal biasanya jg enggak tp ttp keren kok

  10. Selalu simple dan manis and I love it🙂
    Ada typo dikit tp gk msalah, masih bisa dimengerti..
    Semangat utk karya lainnya😀

  11. wkwkwk aah sial aku terjebak!!
    ko bisa sih thor bikin certa ky gtu awal nya wkwkw bikin yg baca udh duga aja kl mreka emang bos n bawahan #plakk
    trnyata suami istri toohh aduuh
    uuuyyy kyu hyun unyu” bgt jd laki aaaw

  12. ternyata hyoin dan kyuhyun udah nikah, uwooo so sweet deh…ceritanya bagus bhasanya jg mengalir gt aja..ada squel tambah bagus banget..hihihi

  13. ooo .. daeabak ternyata mereka itu suami istri😀
    hahahaha😀 kyuhyun manis nya🙂
    aghhhttt cerita nya simple ga butuh waktu banyak buat baca ini ff, tapi cerita nya “ngena” banget . good🙂

  14. gra” tmn qw blng kyuhyun nikah qw sedikit shock.. karna dy ngk ngerti koraan jd sedikit gila.. dan ternyata hnya fanfic dong..
    tp keren.. suka dgn ceritany sngt simpel..

  15. senangnya 24 jam selalu bersama, di rumah iya, di kantor iya.

    Aku kira Hyo In di panggil teh karna Kyuhyunnya mau modus gituu, pdkt terselubung, kkke. Ternyata udah nikah~

  16. Oh ternyta sudah menikah ahahaha
    aku kira pas baca diawal Kyuhyun pengen jadiin Hyo In pacarnya tapi ternyata udah nikah tapi disembunyikan karena peraturannya sendiri hahaha kasian sekali kau Cho kkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s