[Ficlet] Small Talk

Title: Small Talk

Casts: Cho Kyuhyun (SJ)/Song Hyo In (OC)

Genre: Romance

Length: Ficlet

Rate: T

I do not own Kyuhyun. OC and this story are mine. OOC. Do not copy-paste and rename the casts.

Original story by Valuable94

Romantic-Traffic-Lights-Paris

Hari yang sangat panas belum juga membuatku menyerah untuk semakin melangkahkan kaki. Cacing di perut yang sudah berdemo dengan ikat kepala bergambar lambang bendera Korea dengan toa di depan mulut mereka meminta segera diisi dengan beberapa suap nasi. Langkahku semakin cepat. Tak menghiraukan kibaran poniku yang terterpa angin menuju satu-satunya ATM terdekat dari apartment-ku.

Menunggu mesin itu mengeluarkan beberapa lembar ribuan won seperti menanti saat-saat lampu konser Super Junior dihidupkan. Jantungku semakin berdebar campuran antara bahagia akan segera memegang uang tunai dan lapar akut.

Ting!

Bunyi nyaringnya memukul telingaku sedikit keras. Lalu mesin ATM yang awalnya kuanggap penyelamat itu berubah menjadi seekor ulat berwarna silver menjijikkan tengah berteriak “Ya, cepat injak aku sepuas hatimu!” dengan wajah penuh tulisan boardmarker permanent.

“Transaksi dibatalkan.”

“Maaf, saat ini mesin ATM tidak dapat digunakan.”

“Mesin sialan!” umpatku dalam hati kemudian menarik cepat kartu yang keluar secara otomatis.

Di luar masih sangat dan begitu panas. Tenggorokanku mulai kering dan cacing-cacing diperutku pun sudah mandi keringat. Aku mengelus perutku kemudian mengintip sisa dua lembar 1000 Won dan koin 100 Won di dompetku.

Aku menghela napas panjang kemudian memasukkan dompet ke dalam tas kembali. “Baiklah, siang ini cukup kue beras saja dan sebotol air putih.”

Aku melangkh cepat menuju tenda salah satu penjual kue beras sekitar sepuluh meter dari mesin ATM kemudian mendapatkan dua bungkus kue beras berukuran sedang. Tidak ada air putih di sini—tentu  saja dan akhirnya aku tetap harus berjalan lebih jauh lagi untuk membeli air di minimarket sekitar seratus meter lagi.

Kurasa cuaca semakin panas. Cacing diperutku tak lagi mandi keringat tapi sudah berenang dalam kolam keringat mereka sendiri seraya berteriak kelaparan. Ouh! Cacingku yang malang. Aku memutuskan berlari menuju minimarket dengan menaruh tas di atas kepala. Sedikit membantu, setidaknya rambutku yang baru saja di-creambath tak terpapar matahari secara langsung.

Aku mendesah lega saat pintu minimarket terbuka dan sejuk AC menyambut wajah kusamku. Berjalan cepat mengambil sebotol air mineral dingin kemudian menaruh airku di samping coke dan snack seorang pria di sampingku. Ekor mataku menangkap name tag bertuliskan ‘Cho Kyuhyun’ di dada kanan kemeja putihnya.

“Maaf, Tuan, apa anda mempunyai uang 100 Won?” tanya petugas kasir pada pria di sampingku.

Ia menolehku dengan tatapan datar kemudian beralih pada petugas itu lagi. “Berapa harga minuman nona ini?”

Mataku hampir keluar. Cho Kyuhyun ini menunjuk tanpa menolehku. Aku masih terdiam seraya menatapnya seksama. Sejujurnya aku hanya tak tahu harus mengatakan apa.

“Milik nona ini 100 Won,” ucap petugas di depanku.

“Kalau begitu tambahkan pada tagihanku.” Cho Kyuhyun masih berujar datar.

Ya Tuhan ia sangat mempesona dan aku tergagap karenanya. “Ma-maaf, Tuan, t-tapi …”

“Tidak apa-apa, Nona.”

Salivaku mengeras layaknya batu dan mengganjal di tenggorokan. Ya Tuhan, senyum Cho Kyuhyun begitu mematikan. Mata sipitnya ikut tertarik saat ia tersenyum dan kedua sudut bibirnya menampakkan cekungan indah.

Benar-benar siang yang menakjubkan.

Aku masih terpaku saat ia mengambil bungkusan belanjaannya kemudian menunduk sebelum pergi dari hadapanku.

“T-tuan! Tunggu!!!” teriakku kemudian mengejarnya.

“Nona, belanjaanmu ketinggalan!”

“Ya Tuhan, dasar Hyo In bodoh.” Aku mengumpat dalam hati kemudian berbalik mengambil airku dan segera keluar dari minimarket tersebut.

Mataku mencari ke segala arah dan menemukan Cho Kyuhyun berdiri di bawah tiang lampu merah untuk menyeberang sekitar seratus meter di depanku. Aku berlari lagi dan melihatnya akan menyeberang setelah menekan tombol pada tiang traffic light dan lampu berganti merah.

“Cho Kyuhyun-ssi, tunggu!!!”

Napaku terengah saat sampai di belakangnya. Aku membungkuk dan berpegangan pada lutut dan melihat sepatu pantofel hitam miliknya berbalik.

“Nona, kau baik-baik saja?” Ia memegang kedua bahuku membantuku berdiri.

Aku menghela napas panjang beberapa kali kemudian berdiri tegak menghadapnya dengan napas yang masih pendek-pendek.

“Na-paskuh hhh ham-pirh habishhh,” ucapku seraya memegangi dada dan ia menutup mulutnya dengan lengan. Dari matanya terlihat ia tengah menahan tawa.

“Kenapa kau mengejarku?

Kuhembuskan napas pendek sekali dan mencoba tersenyum padanya. “Terima kasih untuk minumannya, Kyuhyun-ssi,” ujarku seraya membenarkan poniku yang berantakan karena angin.

“Darimana kau tahu namaku?” tanyanya penasaran. Aku menunjuk pada kemeja bagian dada kanannya lalu ia mengangguk mengerti.

“Aaa aku tahu. Tapi kau tak perlu mengejarku hanya untuk mengucapkan terima kasih.”

“Tidak, tidak, ayahku selalu mengajarkanku untuk jadi orang yang tahu terima kasih.”

Kyuhyun tersenyum dan ia berhasil membangunkan singa liar dalam tubuhku. Oh, bibir penuh itu benar-benar ingin dikecup.

“Baiklah. Sekarang kau sudah mengucapkan terima kasih padaku dan aku menerimanya. Apa kau juga akan mengundangku makan malam kapan-kapan?” Nadanya seperti hanya kelakaran tapi aku merasa perlu untuk menanggapinya dengan sebuah persetujuan.

Senyumnya masih setia tersungging untukku dan aku-sangat-sangat-terpesona kali ini. “Jika kau berkenan. Aku tidak akan keberatan memasak samgyupsal untukmu. Beberapa botol soju sepertinya bukan ide yang buruk.” Aku mengedikkan bahu. Jujur saja lidahku begitu lancar mengatakan itu bahkan tanpa berpikir sebelumnya.

Kyuhyun tampak terdiam seraya menggigit bibir bawahnya dengan wajah pemikir yang mengagumkan dan … masih tampan.

Sounds great. I will.”

Dalam hati aku ingin sekali berjingkrak namun harga diriku mencegahnya. Aku mengganti ekspresi itu dengan senyuman.

“Kalau begitu jam tujuh malam di apartment-ku lantai tujuh nomor 12. Empires Building.” Kyuhyun mengangguk saat aku menunjuk gedung setinggi empat puluh lantai dua ratus  meter dari traffic light ini.

“Aku butuh nomor ponselmu.”

Kuberikan ponselku pada Kyuhyun lalu ia menghubungi nomornya sendiri.

“Sudah.” Kyuhyun mengembalikan ponsel padaku.

“Cho Kyuhyun. Siapa namamu?” Kyuhyun mengulurkan tangannya padaku.

Aku menertawakan diriku sendiri karena lupa menyebutkan namaku kemudian menjabat tangannya. Ouh, sehalus sutera emas. Genggamannya begitu kuat sekaligus nyaman.

“Song Hyo In.”

“Minggu depan, jam tujuh malam, lantai tujuh nomor 12, Empires Building.” Kyuhyun memastikan. Aku mengangguk mantap kemudian kami sama-sama tertawa pelan. Melepaskan jabatan tangan kami kemudian ia melambaikan tangan sebelum berbalik dan memencet tombol pada traffic light dan satu mobil berhenti untuk memberinya kesempatan menyeberang.

END

24 thoughts on “[Ficlet] Small Talk

  1. Huuaaahhh,,setelah sekian lama tak melihat karyamu,akhir’a Couple ini muncul juga😀

    But,itu cacing mau demo minta makan, ATAU MAU DEMO NUNTUT KEADILAN DIDEPAN KEDUBES KOREA ?

    Dan
    dan
    dan,,,

    apakah didalam perut,cacing jga bisa berang air keringat ? *mohon dijawab*
    hahahahah #salah_fokus

    thanks untuk pemberitahuan FF’a.
    Semakin jatuh cinta dgn Couple ini.
    Dan,,,,,,
    RESET,, KAPAN DILANJUT ?
    ITU FF UDAH LUMUTAN,KARATAN,SAMPE JAMURAN…..

  2. aaaak manissss. Mau kelanjutannya huhu. Yang aku penasaran mah hubungan Hyon In sama Kyuhyun sebelum mereka pacaran dan menikah, dan mengandung Sarang dan Joha. Serius Chingu aku penasaran bangeeets

  3. Hari yang sangat panas belum juga membuatku menyerah untuk semakin melangkahkan kaki. Cacing di perut yang sudah berdemo dengan ikat kepala bergambar lambang bendera Korea dengan toa di depan mulut mereka meminta segera diisi dengan beberapa suap nasi.
    huahahahaha sumpe kata” itu lucu bgt!
    ini ff nya lucuuuu~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s