[Vignette] As Sweet As Ice Cream

Title: As Sweet As Ice Cream
Author: Valuable94
Casts: Cho Kyuhyun (SJ)/Song Hyo In (OC)
Genre: Romance, Fluff
Rate: T
Lenght: Vignette
Disclaimer: I don’t own Kyuhyun. OC and story are mine. Do not copy-paste and rename the casts.

ice cream


“Mengerti keinginan orang lain ‘kan bukan keahlianku.”

Hembusan napas lelah melipir rapi di balik tatapan malas Hyo In.

“Kalau tidak membantu seharusnya diam saja daripada bicara selebar stadion sepakbola.”

Bibir dan tangan Hyo In bergerak sama cepat dalam kelengangan ruang kelas. Omelan-omelannya meluncur bebas dengan selingan beberapa umpatan sementara sapu di tangan kanannya bergerak luwes membersihkan debu di lantai.

“Aduuhh, kenapa jendelanya kotor sekali?”

Suara bass Kyuhyun merangkak cepat menggapai telinga Hyo In. Ia merespon kata-kata Kyuhyun hanya dengan lirikan kesal bercampur malas.

“Belum pulang juga ternyata,” gumam Hyo In. Melirik Kyuhyun sinis saat pemuda itu hanya berdiri di depan jendela kelas dengan telunjuk menulis di atas debu yang menempel.

Helaan napas lelah Hyo In terdengar sedikit keras beberapa kali, sementara tangannya masih sibuk menyapu.

“Ck, meja dan kursinya berantakan sekali.”

Hyo In mendecak sebal. Kegiatan menyapu serasa layaknya menguras air laut dengan ember–takkan pernah selesai– dan perasaan kesal yang sudah terkumpul sejak beberapa menit bersama Kyuhyun.

“Hey! Jangan diturunkan dulu kursinya, Bodoh!” teriak Hyo In seraya membanting sapu. Menginterupsi Kyuhyun yang sedang menurunkan kursi ketiga dari atas meja.

Kyuhyun berbalik, balas menatap geram Hyo In yang mulai mendekat dengan langkah kecil namun cepat seraya berkacak pinggang.

“Siapa yang kau bilang ‘bodoh’, huh?” Kyuhyun melipat tangan di bawah dada.

“Kau,” ketus Hyo In. Wajahnya memerah padam. Dengusan kesal keluar berkali-kali saat Kyuhyun hanya menyeringai kemudian berbalik lagi. Kembali menurunkan satu kursi di dekatnya.

“Tak bisakah kau duduk diam di luar? Aku sedang sibuk.”

Kyuhyun menoleh Hyo In dengan senyum dan seringaian di bibir penuhnya. “Karena itu aku kemari untuk membantumu. Dasar tidak tahu terima kasih.” Kyuhyun mengilah dengan nada mencibir. Membuat Hyo In mendengus lagi untuk kesekian kali.

“Dengar! Aku sangat berterima kasih atas bantuanmu yang tidak menolongku sama sekali. Lebih baik sekarang kau menyingkir agar aku bisa pulang lebih cepat.”

Tanpa memedulikan tampang Kyuhyun yang mulai datar–seperti biasa, Hyo In berlalu kemudian menaikkan empat kursi ke atas meja yang sempat diturunkan Kyuhyun. Tangan kecilnya kembali menyapu dengan cekatan, tanpa menghiraukan peluh yang mulai lumer dari pelipis turun ke pipi dan dagunya. Mengabaikan Kyuhyun.

Kyuhyun hanya berdiri diam di salah satu sudut kelas. Memerhatikan Hyo In dalam diam hingga ia mulai terbawa suasana bosan karena gadis itu tak kunjung menanggapi panggilan-panggilan kecil darinya. Sejurus kemudian ia memilih untuk mengambil ponsel dari saku almamater yang tak dikancingkan dan memainkan salah satu game di sana.

“Angkat kakimu!”

Suara ketus Hyo In menyadarkan Kyuhyun. Tanpa menekan tombol pause pada game, Kyuhyun mengangkat satu per satu kakinya saat sapu Hyo In melewati lantai yang ia pijak.

Setelah berdiri hampir 15 menit Kyuhyun mulai merasakan lengang datang lagi. Kelas itu kosong. Ia bergegas memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jas almamater dan mulai mencari posisi Hyo In. Ulasan senyumnya muncul tatkala melihat Hyo In masih berada di sekitar kelas dengan lap dan botol pembersih kaca. Ia keluar kelas dengan santai. Duduk di bangku yang terletak di samping kiri pintu kelas. Memerhatikan kemeja kusut Hyo In yang sudah keluar dari rok span hitam setinggi 10 cm di atas lutut, dasi kupu-kupu agak miring, dan helaian rambut kecokelatan keluar dari ikatan kudanya.

“Kenapa melihatku seperti itu?”

Kyuhyun tertawa setengah mendengus. “Tatap mata lawan bicaramu dulu. Itu baru sopan namanya.”

“Tidak penting,” dengus Hyo In. Membuat Kyuhyun mengeraskan tawanya.

“Pulanglah, aku bisa naik bus sendiri.”

“Lanjutkan saja tugasmu. Aku akan menunggu sampai selesai.”

Hyo In menoleh pada Kyuhyun. Senyumnya terkembang pelan saat Kyuhyun kembali tenang dengan ponsel di tangannya.

Jam sudah mengarah pada pukul 5 sore. Suasana sekitar kelas pun semakin sepi karena tidak adanya jadwal bimbingan hari ini. Hyo In mengambil jas almamater dan tasnya di atas meja guru. Memandang sekeliling kelas dengan senyum puas kemudian bergegas keluar kelas. Mata sipitnya dikejutkan dengan posisi duduk Kyuhyun, kepala menunduk dan napas yang teratur, serta wajah tegas yang tersembunyi di balik juntaian poni kemerahan.

Hyo In duduk perlahan di bangku yang sama kemudian menepuk bahu kanan Kyuhyun sedikit keras.

“Ayo pulang! Aku sudah selesai.”

Kyuhyun terkesiap. Menegakkan posisi duduknya dengan mata tajam yang meredup, sedikit bingung melihat Hyo In sudah berada di sampingnya.

“Sudah selesai?” tanya Kyuhyun parau. Hyo In mengangguk kemudian berdiri seraya menarik tangan Kyuhyun bersamanya.

Kyuhyun berjalan sedikit sempoyongan di belakang Hyo In. Tangannya yang bebas mengucek kedua mata seraya menguap beberapa kali.

Tisu basah yang diberikan Hyo In di tempat parkir sepeda berhasil membuat wajah Kyuhyun terlihat lebih segar. Keduanya tersenyum menyapa satpam yang berjaga di depan gerbang sekolah. Kyuhyun berjalan pelan seraya menuntun sepeda gunung miliknya sementara Hyo In nampak begitu tenang berjalan di sampingnya dengan tangan terlipat, mendekap jas almamater.

“Sepedaku masih sangat bagus untuk sekedar dituntun. Akan lebih cepat sampai rumah kalau kita menaikinya daripada berjalan kaki,” gerutu Kyuhyun panjang lebar.

Hyo In tertawa pelan. “Kalau mau pakai sepeda itu, silahkan. Aku bisa pulang sendiri.” Kyuhyun mendengus. Tidak ada pilihan lagi selain menemani Hyo In berjalan kaki atau ia akan terkena stroke karena mengkhawatirkan Hyo In pulang dengan bus sendirian.

“Angin musim gugur sangat bagus untuk melepas stres.”

Kyuhyun menoleh untuk terpaku pada Hyo In di detik berikutnya. Menatap helaian rambut Hyo In yang terbawa angin sore dengan backsound daun-daun kering yang saling bersinggungan, terbawa angin pula.

Sore ini, dengan latar daun Mapple berserakan di trotoar ia melihat keindahan sejati yang jarang sekali Hyo In tunjukkan padanya. Dan wajah merah yang terpantul sinar senja membuatnya tenggelam dalam diam.

“… dan bau daun yang gugur. Itu sangat … Kyuhyun-ah!”

Hyo In tersenyum geli melihat Kyuhyun berjingkat kaget karena pukulan pelannya di bahu Kyuhyun.

“Kau sedang memikirkan aku ya?” tembak Hyo In.

Kyuhyun berdeham. Canggung seketika menyergap. Ia hanya mampu diam, mengabaikan Hyo In yang berbicara banyak–sebenarnya terlalu banyak, terus saja mengolok-oloknya sebagai laki-laki bergengsi terlalu tinggi.

“Aku tidak mengerti kau ini sedang bicara apa.” Kyuhyun berbicara datar dengan mata terfokus pada jalan kembali.

Hyo In berdecak. “Tentu saja kau. Memangnya siapa lagi. Rasanya mendengarmu mengatakan cinta padaku seperti melihat aurora di Korea. Keajaiban.”

“Berhenti bicara. Suaramu lebih buruk dari musik underground.” Kyuhyun mengorek telinganya seolah tengah mengalami masalah pendengaran karena suara Hyo In.

“Kau menjengkelkan. Sebenarnya aku ini kekasihmu atau bukan?”

“Diam! Kau mau es krim?”

“Dimana?” Hyo In langsung melupakan perdebatan mereka saat Kyuhyun menyebut ‘es krim’.

“Itu,” tunjuk Kyuhyun.

Hyo In berlari cepat. Meninggalkan Kyuhyun menuju kedai es krim lima meter di depan mereka. Kyuhyun pun ikut bergegas menyusul Hyo In. Setelah menyangga sepedanya di tempat parkir ia melangkah cepat masuk ke dalam kedai dan mendekati Hyo In yang sudah berdiri di depan tempat pemesanan.

“Dua es krim cone. Strawberry dan Choco Vanilla.”

“Semuanya dua ribu won.”
Kyuhyun memberikan uang pas pada pelayan tersebut dan mendapat hadiah senyum riang Hyo In. “Terima kasih.”

“Anggap saja itu upah membersihkan kelas.” Hyo In memberengut. Ingin memukul Kyuhyun namun urung karena tangannya sudah ditahan Kyuhyun lebih dulu.

Setelah mendapatkan es krim mereka memutuskan untuk menikmatinya di kedai tersebut, duduk di kursi dekat jendela. Dari situ Kyuhyun pun bisa mengawasi sepedanya yang terparkir agak jauh.

“Enak sekali.” Hyo In menikmati es krimnya lahap. Kyuhyun bahagia melihat betapa tergila-gilanya Hyo In pada es krim strawberry hingga sedikit mengabaikan minatnya pada choco vanilla-nya sendiri.

“Pelan-pelan saja. Kau selalu mengeluh sakit kepala setelah makan es krim terlalu cepat.” Kyuhyun berkhotbah seraya memberikan dua lembar tisu dan mengarahkannya pada bibir atas Hyo In.

“Ck, harusnya pakai ibu jarimu untuk membersihkan bibirku. Dasar tidak romantis,” dengus Hyo In.

Kyuhyun menyeringai sekilas kemudian memakan es krimnya.

“Aku minta maaf,” ujar Kyuhyun pelan.

“Untuk bagian mana? Menjadi pacar tidak romantis atau menghukumku karena terlambat masuk kelas.”

“Keduanya …” Kyuhyun mengernyit. Sedikit tak terima dengan bagian kedua. “hey, lagipula aku tidak sepenuhnya bersalah pada kasus kedua,” sanggahnya. Hyo In mencibir tanpa suara dan melanjutkan acara makan es krim yang hampir habis. Mengabaikan pembelaan Kyuhyun.

“Itu perintah Bu Guru. Aku ‘kan hanya menjalankan perintah. Sebagi ketua kelas yang baik aku tidak boleh membeda-bedakan siswa.”

“Terus saja membela dirimu.” Hyo In melahap gigitan terakhirnya.

“Kau masih marah padaku? Aku ‘kan sudah minta maaf.” Kyuhyun mulai risau. Takut-takut jika Hyo In benar-benar marah dan tak memberinya maaf.

Hyo In tak memedulikan Kyuhyun. Ia mengambil paksa es krim di tangan Kyuhyun dan memberinya tisu. “Es krimnya meleleh. Bersihkan dulu tanganmu.” Kyuhyun mengusap cepat telapak tangan dan sela-sela jarinya dengan tisu.

“Lain kali jangan menelponku sampai larut lagi. Aku tidak bisa mendengar alarm jika tidur terlalu pagi.” Hyo In mengembalikan es krim Kyuhyun. Untuk beberapa menit ia lebih memilih sibuk dengan ponselnya dan membiarkan Kyuhyun menyelesaikan es krim.

“Kau benar-benar memaafkanku?” tanya Kyuhyun pelan setelah es krimnya habis.

“Lupakan saja. Lagipula aku sudah mendapatkan es krimku.”

Kyuhyun menyeringai. “Harga dirimu murah sekali, Nona.” Hyo In memukul-mukul tangan Kyuhyun yang tengah mengacak puncak kepalanya.

“Hey! Hey! Hentikan,” Hyo In menghentakkan tangan Kyuhyun. “terima kasih, Tuan. Aku sangaat tersanjung,” ia mencibir kemudian memasukkan ponselnya ke dalam tas.

“Ayo pulang!”

Lagi-lagi Kyuhyun harus menyerah pada tarikan tangan Hyo In.

“Kau benar-benar ingin aku memaafkanmu?”

Kyuhyun mengerutkan dahi. “Perasaanku tidak enak.” Sekarang Hyo In menyeringai karena merasa kali ini ia bisa menang dari Kyuhyun.

“Katakan kau mencintaiku.”

“Tidak mau.”Kyuhyun menggeleng cepat.

“Yasudah.”

“Hey, kau mau kemana?” Kyuhyun mengejar Hyo In yang berjalan cepat keluar dari kedai. Setelah mengambil sepedanya ia bergegas mengikuti Hyo In yang hampir jauh.

“Jangan menelponku lagi,” kata Hyo In tanpa menoleh Kyuhyun yang terengah di sampingnya.

“Jangan kekanakan, Hyo-ya.”

“Katakan kau mencintaiku.” Hyo In mengulangi. Sedikit memaksa dan tanpa menoleh Kyuhyun. Berpura merajuk.

“Tidak mau.”

“Kalau begitu kita putus.”

“Terserah,” jawab Kyuhyun tak peduli.

“Dasar.” Hyo In mendengus kemudian tertawa miris seraya menggandeng lengan kiri Kyuhyun. Ia memukul pelan lengan Kyuhyun dan menatap kekasihnya malu saat pelipisnya mendapat satu kecupan singkat.

END

22 thoughts on “[Vignette] As Sweet As Ice Cream

  1. aaaaak ga tahu deh ini sama diri sendiri yang ga bosen2 baca ff ini. Aku udah baca yg di post di fb tapi baca lagi dan lagi tetep kerasa manis dan sensasi perut yang tergelitik huhu. Sering2 ya bikin ffnya teman hehe

  2. Ohhh tanpa kata langsung tindakan, gmna gk meleleh itu si hyo in..
    Kyu daebak..!!🙂
    Suka ceritanya, ringan dan menghibur😀

  3. AAAAA Mereka lucu banget..:D jadi kangen msa-masa sekolah..pas di parkir aku sering curi-curi pandang ke dia..Udah gitu ketahuan lagi sama dia nya..Ya ampun malu banget aku waktu itu..Eh kok jadi curhat Wkwkwkwkwkwk..Ff reset nya di tunggu eonni..:’)

  4. Eiy……..ni pasangan biarpun ga bgtu mesra tp setiap moment’y manis bgd…
    Selalu suka baca’y N senyum2 sendiri hehe…

  5. cinta ga harus ditunjukan dengan kata. lucu ya pacaran satu kelas tpi liat sifat kyuhyun yang ga ada romantisnya sama sekali. tpi dia tunjukan dengan perbuatan bukan dengan kata kalo dia mencuntai cewenya.

  6. FAVE BGT SIH AUTHOR SATU INI… Ceritanya selalu sweet dan romantis….. Pendek tapi berkesan… Ga pernah bosyaaan :’)
    Anw jarang2 couple ini jd anak sekolahan kyahahaha😄

  7. Manis banget manisss kaya kakak #CIEEEE
    entahlah baca ficlet buatan kakak aja seneng apalagi baca lanjutan reset /ngerayu/ pokoknya mah jjang, apa aja ficlet-oneshoot

  8. Gimana ya kalau mrka udh dewasa kelak.apa mrka masih seromantis ini walau gk bisa di sebut romantis juga si.
    keduanya punya ego yg sama,keras kepala yg sama dan sama2 punya lidah yg tajam. tapi di situlah letak kelucuan mrka . mrka masih sepasang remaja tapi sangat mengagumkan bngt cara keduanya menyampaikan rasa cinta dan sayang ya ^^

  9. kak, lanjutin ff reset dong ㅠ.ㅠ kan di header ada gambar sehun tu, sesekali bikin ff dia jugak ya? ya ya ya? sorry banyak permintaan~ keep writing!

  10. kkke berantemnya lucuuu, dikasih eskrim aja luluh. bener kata kyu, harga dirinya murah, cuma seharga eskrim😀

    ini simple bangaaaatt, tapi aku suka momentnya, as sweet as ice cream :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s