[Drabble] Non Stop (BM Seq. 1)

Non Stop (Black Miniskirt Sequel)
Lee Donghae/Noh Ah Young
By: Valuable94

***

“Hyundai Hotel dengan Noh Ah Young di sini. Ada yang bisa kami bantu?”

“Nona Noh Ah Young, bisakah aku
bicara padamu?”

“Maaf, dengan tuan…”

“Lee Donghae.”

“Donghae-ssi, apa yang kau lakukan?” suara Ah Young melemah, setengah berbisik seraya melihat ke sekitarnya.

Berharap tak ada orang lain di meja resepsionis itu. Ia mendengus pelan saat mendengar tawa pelan Donghae.

“Apa yang kau lakukan, Ah Young-
ssi?”

“Aku sedang bekerja. Maaf aku tutup telponnya.”

Sejujurnya kalimat itu adalah hal
yang paling ia hindari. Sejak
pertemuan mereka semalam, suara Donghae merupakan hal paling halus yang menyapa telinganya.

Oh, betapa menggelikannya kata-kata itu.

“Tunggu dulu. Kau ini tidak sopan
sekali,” gerutu Donghae. Membuat Ah Young menghela napas pasrah. Pasrah jika nanti ia mendapat teguran karena memakai fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi.
“Darimana kau tahu nomor telpon kantorku?”

“Ibumu yang memberitahuku tanpa kuminta. Kurasa beliau berpikir ini penting karena aku sudah menelpon ponselmu berpuluh-puluh kali.”

“Maaf, ponselku ketinggalan.” Ah
Young menghela napas penuh sesal.

“Kau berhutang padaku untuk itu.”

Ah Young mendengus. “Baiklah, cepat katakan apa yang kau inginkan dariku sebagai permintaan maaf.” Ah Young berkata lesu.

Bibir Ah Young mencibir tawa
Donghae tanpa suara.

“Aku tahu kau sedang mencibirku sekarang.”

Gerakan bibir Ah Young terhenti. Ia menjauhkan gagang telpon kemudian menatapnya aneh, seaneh orang yang baru saja berbicara dengannya. Lalu menempelkan telpon pada telinganya kembali.

“Kau aneh.” tawa Donghae semakin menggelegar, membuat Ah Young mau tak mau ikut tertawa karena mendengar tawa Donghae.

“Baiklah sudah cukup,” Ah Young
mencoba mengatur napas karena
terlalu lama tertawa. “sebenarnya apa tujuanmu menelponku di jam kantor seperti ini?”

Donghae menghela napas panjang.

“Baiklah, langsung ke intinya saja.
Pria aneh ini ingin mengajakmu
makan siang nanti. Bagaimana?”

Senyum di bibir, rona merah di kedua pipi, dan debaran cepat jantung Ah Young datang bersamaan. Memaksa gadis itu terdiam sejenak. Mengatur kerja tubuhnya yang terforsir hanya karena mendengar ajakan Donghae.

Tenang, Ah Young. Jangan langsung diterima sekalipun tidak ada alasan untuk menolak. Batin Ah Young.

“Eum, siang ini ya?”

“Iya.”

“Kenapa tiba-tiba kau mengajakku
makan siang.”

Donghae mendesah panjang.
“Apa itu penting?”

“Alasan sangatlah penting untuk
seorang wanita,” ujar Ah Young
dengan senyum yang terkembang.

“Sekalipun itu hanya untuk berbasa-basi?”

“Katakan saja kalau kau ingin makan siang denganku.”

Donghae tertawa pelan. “Kau sangat menantang Ah Young-ssi.” ia menggeleng heran. “Aku hanya ingin melihat cerahnya hari ini bersamamu. Apa itu cukup?”

“Cukup manis.”

“Lalu?”

“Aku setuju.”

Tanpa sepengetahuan Ah Young,
Donghae menghembuskan napas lega seraya menyelonjorkan kaki
panjangnya di atas meja kerja dan
membiarkan beberapa berkas jatuh di lantai marmer ruangannya.

“Eoh, kau pakai apa hari ini?”
Ah Young terdiam kemudian
memerhatikan pakaian kerjanya.

“Kurasa aku tidak mungkin memakai baju olahraga sekarang.”

“Kau pakai miniskirt lagi?”

“Itu memang seragamku, kalau kau belum tahu. Kenapa?”

“Aniyo.”

“Kau tidak suka?”

“Tidak. Aku suka apapun yang kau
pakai. Tetap cantik.”

Ah Young tersenyum merasakan
desiran dalam hatinya. “Kau
merayuku?”

“Aku memujimu.”

“Manis sekali.”

“Terima kasih. Kuanggap itu pujian.”

Ah Young tertawa lagi.

“Kau senang sekali ya?” tanya
Donghae seraya tersenyum puas.
Sementara Ah Young terpaksa
mengiyakan pernyataan Donghae.

“Kau membuat pipiku tidak sempat mendingin barang sedetik pun.”

“Jeongmal? Padahal aku tidak
merayumu.”

“Apa kau seorang Cassanova?”

“Bukan. Aku hanya seorang pria
normal yang menyukai lawan
jenisnya.”

“Manis sekali.”

“Sepertinya kau senang sekali
memujiku. Apa kau seorang …”

“Ekhem.” Donghae mengernyit saat ada suara lain yang menginterupsinya.

“Ah Young-ssi, kembali bekerja.”

“Baik, pak.”

“Hey, kau baik-baik saja?”

“Tidak. Bosku marah.”

“Baiklah. Starbucks dekat lampu
merah Gangnam, meja nomor 10.”

“Nde.”

“Bagaimana kalau besok kita sarapan bersama?”

“Ide Bagus. Sekarang tutup
telponnya. Mata bosku hampir keluar karena melototiku.”

“Baiklah. Sampai jumpa, Sayang.”

“APA?”

END

OK. Ini gaje . Tapi semoga te2p
suka. Komennya ditunggu.

17 thoughts on “[Drabble] Non Stop (BM Seq. 1)

  1. segini doang..??
    kurang panjang ini..

    seperti biasa..
    tuan Lee satu ini paling bisaaaa bgt bwt org ngerasa melayang.. heuuh..
    jago banget ngegombal..
    ya ampunn..
    dan endingnya, manis..
    khas donghae banget..
    ‘sampai jumpa sayang’..
    kkkkkkk~~

  2. Yaaakkk !! Lee Donghae kau manis sekali hhihihi Donghae emang romantis dan sweet banget. Beruntungnya Ah Young ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s