[Short Story] Not Only One

Not Only One
Cho Kyuhyun/ Song Hyo In
By: Valuable94

10418228_518205894972726_6060273080187571232_n

5 pm

Hyo In berlari kecil dari dapur menuju pintu apartment setelah menanggalkan apron biru dan spatulanya di pantry dapur. Senyum terkembang sempurna di bibirnya dengan kedua pipi yang memerah kemudian dengan cepat membuka pintu yang kini berada tepat di depannya.

“Wasseo. Kau bawa pesananku?”

Kyuhyun mendengus, menampakkan wajah malasnya setelah pulang dari kantor seraya mengangkat rantang makanan tingkat dua berwarna merah muda. Hyo In memekik girang seraya melompat-lompat kecil dan bertepuk tangan.

“PUDINGKU!!!” teriak Hyo In kemudian merebut rantang tersebut lalu berbalik tanpa memedulikan Kyuhyun yang berjalan pelan di belakangnya.

“Sayang.”

Hyo In berbalik setelah mendengar panggilan Kyuhyun. Tersenyum canggung kemudian menaruh rantang di atas meja ruang tamu, kembali mendekati Kyuhyun, memeluknya lalu mengecup bibir Kyuhyun.

“Aku lupa.”

Kyuhyun tersenyum pelan seraya mengacak puncak kepala Hyo In.

“Bagaimana pekerjaanmu?”

“Ada beberapa pekerjaan yang belum selesai hari ini.”

“Lalu? Kau mau berangkat ke kantor lagi setelah pulang?” Tanya Hyo In seraya meletakkan tas jinjing Kyuhyun di atas sofa ruang tamu lalu melepas jas abu-abu suaminya.

“Tidak. Aku membawanya pulang.”

Hyo In menghela napas panjang seraya mengusap pipi Kyuhyun pelan. Menatap wajah lesu suaminya setelah pulang bekerja.

“Mandilah! Aku sudah siapkan air hangat.”

Kyuhyun mengangguk kemudian berjalan menuju kamarnya di lantai dua sementara Hyo In membawa jas Kyuhyun ke ruang laundry di samping dapur.

30 menit kemudian Kyuhyun turun menuju dapur dengan keadaan yang lebih segar. Ia memakai kaus putih V-neck longgar dengan bawahan training hitam selutut. Hyo In menyambut Kyuhyun dengan beberapa lauk pauk dan nasi untuknya.

“Kenapa masak banyak sekali hari ini?”

Kyuhyun masih terlihat senang saat memandang mangkuk-mangkuk berisi makanan di depannya.

Hyo In hanya tersenyum. “Memangnya kenapa? Aku masak samgyetang hari ini. Ada ginsengnya, setidaknya itu bisa memberikan energi lebih untuk suamiku yang terlalu banyak bekerja.”

Kyuhyun mengangguk seraya tersenyum kemudian mulai memotong satu paha di dalam mangkuk besar di depannya.

“Jangan lupa kuahnya.”

“Geurae.”

Hyo In tersenyum senang saat melihat Kyuhyun mulai melahap samgyetang buatannya dengan lahap.

“Enak?”

Kyuhyun mengangguk dengan mulut penuh seraya menunjukkan dua jempolnya.

“Makan yang banyak. Hari ini kau pasti akan lembur lagi.”

“Jangan hanya menyuruhku makan. Pudingmu bahkan masih utuh.”

Hyo In mengangguk kemudian mulai menyendok puding semangkanya.

“Bagaimana pekerjaanmu hari ini?”

“Cukup santai. Hanya mengawasi ujian murid kelas 1 dan 2 setelah itu pulang lebih awal.”

“Begitu?” tanya Kyuhyun. Hyo In mengangguk kemudian melahap pudingnya lagi.

“Oh ya, tadi saat aku ke rumahmu mengambil pudding, eomoenim memintaku untuk mengiriminya foto USG Sarang.”

“Lalu kau bilang apa pada ibu?”

“Aku bilang saja kalau kita belum melakukan USG.”

“Lalu?”

Kyuhyun mendengus. “Lalu ibumu memarahiku dan memaksa datang kemari untuk membawamu ke rumah sakit.”

Hyo In tertawa keras melihat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya kesal sebelum melahap nasi dan samgyetang-nya lagi.

“Apa ibu akan benar-benar kemari nanti?”

“Kurasa tidak. Aku sudah mengatakan kalau akan mengantamu ke rumah sakit malam ini.”

“Kau tidak perlu mengantarku kalau sedang sibuk. Aku bisa berangkat sendiri.”

“Tidak. Aku yang harus mengantarmu dan Sarang.”

“Jangan memaksa, Oppa. Aku tahu kau lelah.”

Kyuhyun menelan nasinya cepat. “Tidak. Setidaknya dengan mengantarmu akan mengurangi pikiran anehku setiap kali kau keluar rumah sendirian.”

“Apa yang kau pikirkan tentangku?”

Kyuhyun menggeleng kemudian meneguk satu gelas jus jeruknya cepat. Tak menghiraukan kerucutan bibir Hyo In yang begitu kesal saat Kyuhyun mulai terlalu khawatir terhadapnya.

“Cepat bersiap-siap.”

Hyo In hanya mengikuti setiap pergerakan Kyuhyun saat pria itu beranjak dari duduk setelah menyelesaikan acara makannya. Mendengus sebal seraya memakan pudiang seolah memakan Kyuhyun hidup-hidup.

 

7 pm

Kyuhyun tengah duduk di samping ranjang tempat Hyo In terbaring. Menggenggam tangan Hyo In seraya melihat Dokter Kang mengoleskan gel pada perut Hyo In sebelum melakukan USG.

Dering ponsel Kyuhyun memecahkan suasana tenang di ruangan tersebut. Hyo In mengernyit tak suka melihat Kyuhyun tak kunjung menjawab panggilan tersebut. “Siapa?” tanya Hyo In setengah berbisik.”

“Panggilan dari kantor.”

Hyo In menghela napas panjang dengan raut wajah sedikit malas, namun sejurus kemudian ia mengangguk, mengijinkan Kyuhyun untuk keluar ruangan.

Setelah mendapatkan ijin dari Hyo In, Kyuhyun keluar dari ruangan tersebut seraya menjawab panggilan sebelum benar-benar berada di luar.

Hyo In mendongak. Memerhatikan dengan seksama pada layar monitor di sampingnya.

“Bagaimana keadaan Sarang?”

“Sehat, detak jantungnya normal. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”

Hyo In tersenyum senang. Mata cokelatnya tak pernah lepas dari setiap pergerakan kecil Sarang di layar monitor.

“Sepertinya kau senang sekali.”

“Tentu saja. Ini pertama kalinya aku melihat Sarang. Oh ya, berapa usianya?”

“10 minggu. Dan kurasa kau dan suamimu akan semakin senang mendengar berita yang baru saja kusadari.”

Hyo In mengernyit heran saat melihat senyum terkembang di bibir bibinya tersebut. “ Apa?”

***

Hyo In bergegas keluar ruangan USG seraya membawa foto hasil USG Sarang. Mengedarkan pandangan mencari Kyuhyun. Ia bergegas menysuri koridor rumah sakit yang lumayan sepi seraya mencoba menghubungi nomor Kyuhyun namun ia kembali menyimpan ponselnya setelah bertemu Kyuhyun di ujung koridor.

Napas Kyuhyun sedikit terengah saat ia sampai di depan Hyo In.

“Darimana saja?”

“Toilet. Bagaimana hasilnya?”

“Kita bicara di rumah saja.”

Setelah 20 menit perjalanan pulang, mereka sampai di pelataran parker apartment. Kyuhyun yang sedari tadi menahan penasaran mengenai keadaan Sarang kini tengah memaksa Hyo In untuk mengatakannya meski mereka masih berada di dalam mobil.

“Jangan membuatku penasaran lagi. Katakana sekarang!”

“Sudah kubilang nanti saja. Aku tidak mau kau pingsan.”

“Memangnya kenapa. Terjadi sesuatu dengan Sarang?”

Hyo In mendengus seraya menatap malas Kyuhyun yang tengah memegangi kedua bahunya. Menatapnya dengan tatapan khawatir yang sedikit berlebihan.

“Jangan berlebihan.”

“Apanya yang berlebihan? Ini anak pertama kita. Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu?” ujar Kyuhyun panik.

“Tidak terjadi sesuatu, Oppa. Hanya saja di dalam perutku ada dua, bukan satu.”

Kyuhyun mengernyit heran, mencoba memahami pernyataan Hyo In. “Apa maksudmu ‘ada dua’, sayang?”

“Tidak hanya satu. Sarang punya teman di sana.”

“Maksudmu— k-kau…”

Hyo In mengangguk yakin seraya menangkup wajah Kyuhyun. “Ada dua. Mereka kembar. Paham?”

Kyuhyun membalas tatapan lekat Hyo In dengan wajah datar, beberapa detik terdiam kemudian menggeleng pelan.

“Kenapa menggeleng? Kau tidak suka?”

“Ani. Hanya tidak percaya saja.”

“Tapi itu kenyataannya.”

“Iya, aku tahu tapi— aku tidak punya riwayat keluarga yang punya anak kembar.”

Hyo In hanya mengedikkan bahu tak tahu. Sementara Kyuhyun tengah menunduk, memerhatikan perut Hyo In lekat, dan mengusapnya pelan seraya mendesis panjang.

“Kenapa?” tanya Hyo In heran seraya mengusap rambut Kyuhyun.

“Ani. Hanya sedikit berdebar saja.” Hyo In mengernyit tak mengerti. “Kenapa lagi?” tanya Hyo in. “Mungkin kita terlalu bersemangat membuat mereka.”

“YA!!!” Hyo In mendengus kemudian memencet hidung Kyuhyun hingga membuat pria itu memekik kesakitan kemudian memeluk perut Hyo In. “Kau lihat, sayang? Ibumu sangat jahat.” Ujar Kyuhyun manja seraya menggesekkan hidungnya yang memerah di perut Hyo In.

“Aish, jinjja.” Hyo In mendengus.

“Kira-kira siapa namanya?” Kyuhyun mendongak sesaat kemudian menunduk kembali mengusap perut Hyo In.

Hyo In Nampak berpikir sejenak. “Joha. Eottae?” ujarnya.

“Joha?” ucap Kyuhyun mengulangi. “Joha, Sarang. Terdengar bagus.” Kemudian ia mulai mengecupi perut Hyo In. “Sarang-ah, Joha-ya, Uri aegideul, annyeong. Naega appanikka.”

Hyo In terbahak seraya mengusap rambut Kyuhyun.

“Sudah, Oppa. Aku mengantuk.”

“Jeongmalyo?” Hyo In mengangguk.

Kyuhyun menegakkan punggungnya kemudian menggenggam tangan Hyo In. “Aku gendong.”

Hyo In menatap lekat mata berbinar Kyuhyun kemudian mengangguk.

 

END

52 thoughts on “[Short Story] Not Only One

  1. ihh kembar.. kyuhyun nya seneng gak sihh ky nya biasa aja
    wadahh bakal ada evil kecil nya 2 sekaligus

  2. wuaaaah sekali langsung dpt dua,,,
    gila chokyu kata”.na sesuatu,,,
    ( “Mungkin kita terlalu bersemangat
    membuat mereka.”)

  3. semoga sarang dan joha nya sehat selalu😀 chukae kyuhyun appa 😀
    ntar klo baby nya udah lahir jangan ditularin sifat evilnya yah kasian hyo in eomma , hehe

  4. Whoa…kembar…..betapa senangnya keluarga kecil ini hihihi….lanjut gk sabar ingin baca lanjutan dri kisah keluarga ini!!!!!

  5. woahhh kembaarrr… ngebayangin gimana ekspresi kyuhyun.. ahh… pasti keren banget pas tau dia punya anak kembar. haha

  6. Astagaa astagaa beneran ikutan seneng kalo anak mrka kembar.. kira2 kembar cewe atau campuran(?) Yaa … hoaaa selamat selamattt

  7. Whoaaaaa..
    Cho twins😀 chukahae..
    Nahh akhirnya dua nama yg dulu sempet di perdebatkan berguna semua🙂
    Ttp.. Simple tp manis :):)
    Keep writing and fighthing..!!😀

  8. OMG….makin bahagia aja pasangan ini hehe….
    lucu wkt kyuhyun bilang “mungkin kita terlalu bersemangat membuatnya” hahaha….konyol bgd dh kyuppa

  9. Asik asik asik
    Dalam perut hyo in ada dua
    Yaitu sarang dan joha
    Pasangan ini luar biasa romantis trus kalo ngasih nama buat anak2nya itu yg jrg dipke org
    gmna ya hyo in saat perut nya mulai membuncit

  10. Ahhh sekarang ada joha juga
    Selamat punya anak kembar , gimana reaksi orang tua mereka
    Sequel tentang masa2 kehamilan hyo in

  11. Ahhh sekarang ada joha juga
    Selamat punya anak kembar , gimana reaksi orang tua mereka
    Sequel tentang masa2 kehamilan hyo in dan perilaku baby2 nya

  12. Ya ampunnnn jd sarang punya temn ???
    astaga kok jd aku yg girang gini ya. rasanya ikut memahami rasa seneng ya kyu dapat 2 sarang.
    mana kyu aja sampai gk nyakin kalau sarang ya ada 2
    . terlalu semangat membuatnya kkkkkkk

  13. Ahhh kayaknya seneng banget liat keluarga kecil yg bahagia ini,, wlopun Kyuhyun masih aja cemburuan dan khawatir berlebihan..
    Seneng mungkin ya punya anak dua.. Tapi pastinya repot banget.. Kira” anaknya laki atau perempuan ya?

  14. Wah bagus niii,,,, perkenalkan thor reader baru disini. Ffnya bagus ni, baru pertama baca akunya langsung bingung, pasti ada part” sebelumnya ya???? Kalau ada aku mau baca dulu biar nggak bingung lagi deh😉

  15. Ternyata berita gembiranya sarang punya kembaran ?! Jiahh sarang punya teman juga ^^
    Sweet dah kalau mau tidur pasti gendong mulu jadi pengen juga kan wkwkek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s