[Short Story] Namjaneun Haneul, Yeojaneun Chigu

“Namjaneun Haneul, Yeojaneun Chigu”
Cho Kyuhyun/Song Hyo In
By: Valuable94

Disclaimer: Inspired by New Gisaeng Story

couple-anime-couples-9022058-500-572

Kyuhyun mendengus kasar. Mata dan tangannya tak bergerak sinkron saat mendapati jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan belum menemukan Hyo In di rumah, hanya ada selembar pesan untuknya agar menghangatkan sup kimchi dan beberapa lauk pauk yang sudah isterinya tinggalkan ia santap sepulang dari kantor. Memijat tengkuk dan pundaknya yang pegak seraya meringis lirih kemudian membuka 1 pesan singkat dari Hyo In agar ia tak perlu membuang tenaga untuk menjemput wanita itu karena hanya mengunjungi pesta perpisahan murid-murid kelas 3 di salah satu rumah makan dimana ia adalah wali kelasnya.

“Aish, geu yeojaga jinjja.” Kyuhyun mengerutu seraya memijat pelan bahunya sendiri. Karena tak tahan dengan kegelisagan yang ia tampung, ia beranjak dari duduknya, mematikan TV yang sedari tadi menyala tanpa ia lirik sedikit pun. Bergegas mengambil mantel untuk membungkus tubuh putih tegapnya yang hanya terbalut tank top hitam dan celana piyama putih panjang, juga menyambar kunci mobil yang tergantung tak jauh dari mantel itu.

Sesampainya di pelataran parkir apartment, mata tajam dengan manik sehitam jelaga milik Kyuhyun menangkap sosok yang ia gelisahkan 3 jam terakhir.

Geliat pisau yang menusuk jantungnya dalam membuat Kyuhyun menggeram saat melihat senyum Hyo In terkembang sempurna untuk seorang pria muda yang belum pernah ia temui.

“Itu pasti bukan temannya,” batin Kyuhyun. Ia tahu karena saat masih pacaran pun Hyo In akan selalu mengenalkannya pada teman-teman wanita itu.

Dengan napas tersengal dan paru-paru yang terjepit amarah Kyuhyun bergegas mendekat ke arah Hyo In dan pemuda yang tak ia kenal.

“Sayang,” panggil Kyuhyun.

Hyo In menoleh lalu tersenyum seraya melambaikan tangan kanan saat mendapati Kyuhyun berada tak jauh darinya.

“Oppa!” Hyo In terkesiap. Saat bibir penuh Kyuhyun menangkap bibirnya yang terkatup sempurna. Hanya sesaat memang, namun cukup membuatnya sungkan saat ada suara dehaman dari pria muda yang sempat terabaikan.

“Noona, aku masih di sini.”

Kyuhyun melepas tautan bibirnya pada Hyo In, melingkarkan tangan kanannya di pinggang wanita itu seraya tersenyu miring pada pria muda itu.

“Maaf,” ucap Kyuhyun dengan bahasa informalnya. Kemudian menggerutu saat siku Hyo In mendarat di perutnya.

“Maaf, tidak seharusnya kau melihat ini.” Pria muda itu tertawa sementara Kyuhyun tertawa setengah mendengus tak suka. Membuat siku Hyo In kembali mendarat di perut Kyuhyun, memaksa pria itu untuk menormalkan ekspresinya.

Hyo In tertawa janggal sebelum akhirnya mengenalkan kedua pria itu. “Jung Kook-ah, dia suamiku, Cho Kyuhyun.” Hyo In tersenyum lega saat mereka saling membungkuk ramah.

“Annyeonghasimnikka, Hyung-nim. Aku Jeon Jung Kook, murid Hyo In Noona.”

Kyuhyun mengernyit heran, menatap isterinya dan Jung Kook bergantian. “Jadi kau murid isteriku?” Jung Kook mengangguk cepat dengan senyum girang. Mata Kyuhyun kini terparkir pada Jaguar hitam di belakang Jung Kook. “Kau baru lulus SMP?” tanya Kyuhyun tak percaya.

Jung Kook mengangguk lagi sementara Hyo In mulai menyadari ketidaksukaan Kyuhyun pada muridnya itu. “Sudah malam. Sebaiknya kau cepat pulang. Terima kasih sudah mengantarku pulang.”

Jung Kook tersenyum malu. “Tidak perlu sungkan, Noona. Aku pulang,” memberi jeda, ia membungkuk pula pada Kyuhyun. “Aku pulang, Hyung-nim. Annyeonghasimnikka.”

Kyuhyun tertawa setengah mendengus. “Geurae, palli kha. Semoga jaguar itu tetap mulus sampai rumahmu.”

“Oppa,” keluh Hyo In seraya memukul pelan lengan Kyuhyun lalu menarik lengan suaminya menuju apartment.

Hyo In duduk di sofa ruang tamu setelah melempar tas tangan Hermes-nya di atas meja. Kepalanya mendongak dengan mata tertutup. Beberapa menit kemudian ia terkesiap saat merasakan usapan pelan tangan besar Kyuhyun di puncak kepalanya.

Ia membuka mata seraya tersenyum saat usapan tangan Kyuhyun yang lain sampai di perutnya.

“Kalian baik-baik saja?” tanya Kyuhyun semakin mendekatkan diri pada Hyo In.

“Tentu saja. Apa aku terlihat seperti wanita hamil yang mabuk?”

Kyuhyun menggeleng. “Tidak. Hanya berjaga-jaga. Ingat, kau baru saja pulang dari acara perpisahan murid-muridmu.”

Hyo In menghela napas dalam, bangkit untuk duduk dengan punggung yang lebih tegak kemudian menatap Kyuhyun dalam. “Aku bukan wanita gila, Oppa. Mana mungkin aku minum alkohol jika Sarang bersamaku sekarang. Lagipula itu hanya perpisahan murid SMP. Tidak mungkin ada alkohol.”

“Bagus kalau kau ingat itu, kuharap setelah ini intesitasmu bertemu dengan anak-anak ABG itu akan berkurang.”

Hyo In mendengus tak percaya. Ia menatap heran wajah datar Kyuhyun di depannya. Sadar jika obrolan alkohol itu hanya pancingan untuk membicarakan Jung Kook.

“Kau cemburu?”

“Aku tidak perlu menjawabnya, Sayang.” Hyo In mendengus kasar dan menangkup wajah Kyuhyun. “Oppa, apa kau sadar kau sedang cemburu dengan anak berumur 17 tahun? Dia hanya seorang ‘adik’ untukku.”

Kyuhyun melepaskan tangan Hyo In dari pipinya kemudian menggenggam tangan halus itu erat seraya menatap dalam pada isterinya. “Dan aku yakin kau begitu bahagia dengan ‘adik’ sepertinya.”

“Tentu saja,” jawab Hyo In mantab.

Kyuhyun menghela napas panjang, melepas genggamannya pada Hyo In kemudian menjaga jarak mereka.

“Sudah kuduga.”

“Apa yang kau duga?” tanya Hyo In. Mencoba menyelami apa yang Kyuhyun pikirkan tentangnya.

“Aku tahu kau senang bersamanya. Karena itu seharian ini kau tampak lebih dewasa.”

Hyo In mendengus tak percaya. “Aku bahagia karena anak itu mendapat nilai terbaik.”

“Aku tidak melihat itu hari ini.” sergah Kyuhyun.

“Kau pikir aku menyukai anak itu?”

Kyuhyun hanya mengedikkan bahu tanpa menoleh Hyo In.

“Pikiranmu dangkal!”

Kyuhyun terkesiap saat Hyo In mendorong tubuhnya kemudian beranjak cepat, pergi darinya.

“Mau kemana kau?”

“Tidur.”

“Urusan kita belum selesai.” Hyo In mengarahkan pandangan tajam pada Kyuhyun saat pergelangan tangannya digenggam Kyuhyun.

“Aku tidak pernah merasa ada masalah denganmu.”

“Lalu siapa yang berpikir dangkal di sini. Aku yang cemburu atau kau yang menghindar dari masalah, huh?” ucap Kyuhyun penuh penekanan. Menatap tajam dan dalam pada Hyo In.

Hyo In cukup tahu untuk tak menanggapi amarah Kyuhyun dengan serius. Suaminya hanya cemburu dan itu sudah sering terjadi. Bahkan sebelum mereka menikah.

Merasa tak bersalah dan ingin menggoda Kyuhyun, Hyo In membalas tatapan tajam Kyuhyun. “Aku tidak menghindari apapun,” sanggah Hyo In dengan nada yang meninggi.

Kyuhyun meradang melihat tatapan tinggi Hyo In padanya. “Beraninya kau menatap suamimu seperti itu.” geram Kyuhyun.

“Apa?” tantang Hyo In semakin menatap berani pada Kyuhyun.

“Jangan dekat-dekat dengan anak itu lagi.”

“Memangnya kenapa, huh?”

Kyuhyun menggeram frustrasi. “Itu membuat jantungku seperti ditikam pisau tumpul. Kau tahu betul akan hal itu,” keluh Kyuhyun dengan nada setengah merengek.

“Kenapa harus begitu?” sanggah Hyo In tak terima. Berniat semakin menggoda suaminya yang tengah cemburu buta. Menatap tajam Kyuhyun yang tengah menatapnya geram.

“Ya! Turunkan pandanganmu!”

“Tidak mau.”

“Aish, beraninya kau!” geram Kyuhyun. Kemudian menarik Hyo In dalam dekapannya. Memaksa isterinya untuk menurunkan pandangan itu.

“Kenapa? Dasar pria egois.” Hyo In mulai meronta dan kembali menatap tajam Kyuhyun.

“Turuti saja apa kata suamimu.”

“Tidak mau,” keluh Hyo In dalam dekapan Kyuhyun.

“Harus mau. Kau tahu, pria itu langit dan wanita itu bumi. Adalah suatu kewajiban untuk bumi mematuhi langit sebagai pelindungnya.”

Hyo In berhenti meronta. Mendengus tak percaya atas kalimat Kyuhyun. “Omong kosong apa ini?” jujur saja, ia tengah menahan tawa atas alasan Kyuhyun yang menginginkan semua perintahnya ia turuti.

“Aku sungguh-sungguh, Sayang. Kumohon jangan dekati anak itu lagi.”

Hyo In mulai melunak saat mendengar nada suara Kyuhyun melirih dengan pandangan mata yang sendu.

“Aku begitu lelah hari ini. Leher dan bahuku sakit. Kau membuatnya semakin parah dengan sikapmu yang berbeda seharian ini.”

Hyo In mengernyit heran. “Duduk dulu.” Kyuhyun mengikutinya duduk di kasur lantai di depan TV. Saling berhadapan.

Hyo In melepas mantel Kyuhyun. “Apa yang berubah dariku, hum?” Kyuhyun memejamkan mata menerima pijatan lembut Hyo In di kedua bahunya.

“Kau tidak manja padaku lagi hari ini. Kenapa?”

Hyo In terkikik pelan seraya memukul pelan pipi kiri Kyuhyun dan kembali memijat kedua bahu suaminya. “Aku bosan bermanja-manja denganmu.”

“Tapi aku tidak. Aku menyukainya.”

“Dan menegaskan bahwa kau adalah langit dan aku sebagai bumi yang selalu membutuhkanmu?”

“Bukankah seharusnya memang seperti itu?”

“Lihatlah bagaimana langit ini membutuhkan bumi untuk bisa disebut sebagai ‘langit’.”

Kyuhyun tertawa dengan penuturan Hyo In. Yah, ia tahu bahwa pelindung sepertinya tak akan disebut pelindung tanpa ada yang harus dilindungi.

Ia menarik tangan Hyo In dari kedua bahunya lalu menciumi kedua punggung tangan halus itu.

“Kau selalu melengkapiku, Sayang.”

Kyuhyun mengangkat dagu Hyo In kemudian mengecupnya pelan. Menyatukan dahi mereka dan saling menatap dalam.

“Berhenti cemburu pada anak itu.”

“Asal kalian tidak saling bertemu lagi.”

“Tidak akan. Dia sudah lulus dan akan melanjutkan ke luar negeri.”

“Dia pasti anak orang kaya,” gerutu Kyuhyun.

“Darimana kau tahu hal itu?” Kyuhyun menarik Hyo In masuk ke dalam pelukannya.

“Sudah membawa Jaguar di usia 17 tahun. Aku bahkan baru boleh mengendarai mobil di usia 20 tahun.”

Hyo In tergelak seraya memukul pelan dada Kyuhyun.

“Ayo tidur! Ini sudah malam.”

“Geurae. Mau kugendong?” tawar Kyuhyun. Membuat Hyo In mendongak menatap wajah Kyuhyun yang kembali cerah. Ia menganggu, tahu jika Kyuhyun rindu akan sifat manjanya.

“Geuraeyo, uri seobang.”

END

36 thoughts on “[Short Story] Namjaneun Haneul, Yeojaneun Chigu

  1. biasanya kebanyakan cowok-suami lebih teparnya-itu gak suka pasangannya manja2an mulu. si kyuhyun emang sweet ya, sifat cemburuannya di kesampingkan dulu.🙂

  2. hahaha…..kyu cemburu sm anak SMA.
    terlalu skali cemburumu oppa hehe….
    suka bgd sm interaksi pasangan ini..

  3. Aigoooo kyu cemburu sm anak umur 17 thn yg bru lulus smp? Dasarrr hahaha aku suka cerita tentang langit dan bumi nya pantesan dr judul nya aku mikir author bkal bkin cerita romantis bin sweet apalgi dr judul nya ” namja itu langit dan yeoja itu bumi trnyata seperti ini kereen bgt kkk
    Keep writing yah!

  4. Sederhana dan ringan tp manis..
    Typo dikit, tp gk masalah ttp suka ama ff nya..
    Di tunggu next chap nya ama reset jg, fighthing..!!😀

  5. Buhhh seberapa kaya jung kook itu mobilnya jaguar lagi😮 ckckk

    kyu cemburu sma anak 17thn ckck tak patut😀
    kyu-hyo pertahankan keharmonisan your family🙂

    eumm keep writing n Fighting !! ^^9

  6. Cho kyuhyun kapan sih gapernah ga cemburu sama setiap pria yg deket sama istrinya ㅋㅋ sangat cho kyuhyun sekali kan.

    Anyway aku suka judulnya^^

  7. Hahaha masih over protektif bgt .. sama anak kecil pdhal hahaha … hyo in harus sering manja2 aja. Kan kyu gk protes hahaha

  8. Hiihhhh jungkook ku ikut masuk di rmh tangga kyu hyoin wkwkk…
    jelas kyu cemburu la org rival ya secakep jungkok wkwkwk….
    tp mengungkapkan rasa cemburu ya itu yg buat lucu. smpai bawa2 bumi dan langit wkwk

  9. Kyu oppa cemburu sama Hyo in krn istrinya diantar murid nya yg baru lulus smp, mgk saking cinta nya smp jealous begitu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s