[Drabble] Moonlight

“Moonlight”
Park Chanyeol (EXO)/Choi Hyun Rin (OC)
Romance, Fantasy
By: Valuable94
Disclaimer: DO NOT COPY PASTE AND RENAME THE CASTS. CHANYEOL BELONG TO HIMSELF.

1532088_505285612931421_6353386902234752715_a

 

Normal POV

 

“Kau tau, sayang. Semua hal punya batas. Bumi, langit, bulan, bahkan alam semesta.”

“Lalu?” Chanyeol menunduk dalam mendengar suara lirih Hyun Rin. Tertahan dan tercekat begitu saja.

Andai tangan itu bisa merengkuhnya.
Andai kehangatan itu bisa ia berikan pada gadis itu.

“Berhenti melakukan hal yang sia-sia. Kau harus menerima apapun akhir cerita yang Tuhan berikan.” Hyun Rin menggeleng pelan dengan pandangan yang tak lepas dari hangat cahaya bulan yang menemani mereka. “Aku tidak mau,” ucapnya mantap.

Pria itu mendesah dalam, tertunduk kembali karena tak mampu melihat lelehan air hangat dari mata Hyun Rin mengalir lagi, untuknya. “Kau sudah mencapai batas yang harusnya tak kau lalui.”

“Kau bilang tak ada satu pun hal yang mampu menghalangi kita untuk bersama.” napas Hyun Rin memburu. Nada suaranya yang meninggi mengusik dedaunan yang mulai tenang. “Aku tidak mau sendirian tanpamu.”

Ada sembilu tak kasat mata yang mengiris pelan jantung dingin Chanyeol. Perih yang Hyun Rin rasa, ia juga bisa merasakannya. Saat tangis gadis itu memenuhi ruang di kedua telinga Chanyeol.

“Dengarkan aku! Ini adalah yang terakhir…” Chanyeol menghela napas dalam. Mempersiapkan apa yang harusnya ia katakan lebih awal, mempertegas apa yang seharusnya tak gadis itu lakukan. Menghalangi rasa yang bisa membuat gadis itu sakit. “yang harus kau terima adalah apa yang sudah kita persatukan dulu harus berakhir di sini. Jika kau menganggap itu luka maka tinggalkan dan jika kau menganggap itu sesuatu yang manis maka simpanlah dan lanjutkan hidupmu sebagaimana aku melanjutkan apa yang harus kuhadapi, sebagaimana aku menyimpan namamu di hatiku, selamanya.”

“TAPI KITA SALING MENCINTAI LALU KENAPA AKU HARUS MERELAKANMU PERGI DARIKU, HUH?” Raungannya yang tak terkendali tertahan sebuah batas tipis transparan yang menghalangi mereka. Pisau tajam yang Hyun Rin pegang sedari tadi terlempar begitu saja. Saat kedua tangan halus yang tehias goresan-goresan pisau itu mencoba menggapai Chanyeol, memukul-mukul batas transparan yang kokoh itu.

“Kau lihat?” Hyun Rin terengah. Menunduk dalam dengan isakan yang ikut menyesakkan dada hanyeol.

“Nal bwa!” Perlahan, senyum Chanyeol terkembang saat wajah bulat yang penuh peluh itu berhadapan dengannnya, tepat di depannya. Mata Hyun Rin tertutup pelan saat ia menyentuh lembut kedua pipi gadis itu meski terhalang batas transparan di antara mereka.

“Buka matamu!” Hyun Rin membuka matanya perlahan. Tarikan di bibir plum-nya melengkung sempurna saat mata hitam Chanyeol menatap matanya teduh.

“Aku akan tetap bersamamu. Saat bulan bersinar. Meski tertutup awan, percayalah bahwa aku tetap ada bersamamu meskipun tak terlihat.” Hyun Rin mengangguk pelan seraya memejamkan. Kemudian mereka saling mendekat hingga batas itu kembali menghalangi tubuh mereka yang harusnya menempel dengan tangan yang bertautan erat.

“Saranghae.” lirih suara Chanyeol mengantarkan kehangatan bersama dingin malam yang menggigit tulang Hyun Rin. Membuat mata sipit gadis itu terbuka kembali. Tubuh ringkih itu terbangun perlahan saat hembusan angin malam menyapanya yang tak tertutupi selimut. Perlahan ia turun dari ranjan Berjalan pelan menuju jendela yang belum tertutup sempurna. Senyum halusnya terkembang sempurna saat mata indah itu menatap beberapa bekas sayatan pisau dan satu luka baru di nadinya yang tertutupi perban, kemudian beralih menatap bulan yang tengah bersinar terang. Membuat kamarnya yang gelap berwarna lebih terang.

“Nado saranghaeyo, Chanyeol Oppa.” Mata Hyun Rin tertutup pelan saat hembusan angin malam yang menerbangkan rambut hitam lurusnya yang panjang tergerai.

 

A week ago

 

“Maaf. Benturan di kepalanya terlalu parah. Pendarahan di otaknya sudah tidak bisa dihentikan. Kalian terlambat membawanya ke Rumah Sakit.” Mata Hyun Rin tak mampu untuk sekedar berkedip. Tubuhnya kaku, tak mampu bergerak barang satu mili pun. Terlihat tenang meski dalam tenggorokannya teronggok sebuah batu besar yang menghalangi jalan napasnya. Menahan isakannya untuk keluar. Segala luka hati itu hanya tergambar dari tatapan kosong dan lelehan airmata yang menganak sungai di pipi putihnya.

Beberapa saat kemudian Hyun Rin berjalan pelan menuju ruang UGD. Duduk di samping tubuh tinggi seorang pria yang ia cintai. Menatap nanar wajah tampan yang tadinya penuh dengan darah. Kini terlihat begitu bersih namun nampak padam. Kehilangan cahaya.

 

END

7 thoughts on “[Drabble] Moonlight

  1. waahh hyun rin trus frustasi,. tidak ada semangat hidup,. :O
    terus dia mencoba bunuh diri??? huhuhu kasihan,.😥

  2. Ada beberapa typo meski fillnya ttp dapet..
    Bkin sadar klo apa yg kiita punya itu gk kekal..
    Fighthing buat ff selanjutnya dan di tunggu reset nya, uda penasaran bgt..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s