[Short Story] Hakuna Matata

“Hakuna Matata”
Lanjutan “Ma Prince of Korea”
Image
 
Hyo In POV

“Kau terlihat kurang sehat hari ini.”

Kyuhyun melipat koran kemudian meletakkannya di atas meja. Aku tersenyum pelan ke arahnya seraya menuangkan jus jeruk di gelas. Perlahan, tangan kekar itu mengambil alih botol jus 1 liter dari tanganku, menaruhnya di samping koran, kemudian menarik pinggangku dengan kedua tangannya. Mendudukkanku di atas pahanya.

Pagi ini Kyuhyun sudah membuat jantungku seolah berlari kencang hanya karena senyum cekungan di kedua sudut bibirnya saat tersenyum lembut seraya mengusap peluh dingin di pelipisku.

 

“Wajahmu pucat,” lirihnya seraya mengeratkan pelukan di pinggangku.

Aku menggeleng. “Hanya kurang tidur saja.” Kyuhyun mencebekkan mulutnya, tak percaya apa yang sudah kukatakan. “Ya Tuhan, lepaskan aku sekarang juga Oppa. Kau harus cepat sarapan dan berangkat ke kantor,” tukasku. Kemudian melepaskan lingkaran tangan Kyuhyun di perutku lalu duduk di kursi yang berseberangan dengannya.

“Jangan lupa nanti sore kita ada check kesehatan.”

“Aku tidak bisa, nanti sore aku ada meeeting dengan Mr. Smith,” jawabnya dengan mulut penuh dengan roti.

“Apa itu berarti kau juga tidak bisa menghadiri pertunjukkan di sekolahku nanti malam?”

KutatapKyuhyun yang kini terdiam di depanku. Ia mengunyah roti yang sudah terlanjur masuk ke dalam mulutnya sebentar, menelannya susah payah kemudian menatapku lembut.

“Akan kuusahakan.” Aku hanya menghela napas pelan saat ia mengusap punggung tanganku yang masih berada di atas meja, menggenggam garpu.

“Kalau tidak bisa tidak usah dipaksakan. Aku tahu kau sibuk.”

Sejujurnya mengatakan satu baris kaliat itu membutuhkan perjuangan bagiku. Aku tahu Kyuhyun sibuk dan seharusnya sebagai isteri aku bisa memahaminya karena Kyuhyun juga pernah merasakan hal yang sekarang kurasakan. Saat seseorang merasa tak begitu diperhatikan oleh orang lain, yang mereka sayangi. Ini sakit. Sakit sekali. Seperti ditusuk-tusuk jarum, yang sudah berkarat.

“Aku minta maaf tapi kuusahakan untuk datang.”
Kyuhyun beranjak dari duduknya, pindah di kursi di sampingku, menyeretnya mendekat ke arahku kemudian memelukku dari samping dan mengecup pelipisku lama.

“Kalau aku terlambat bagaimana, hum?”

Senyum di bibirku terkembang pelan. “That’s okay. Aku akan menunggumu,” ucapku pelan. Kuusap pergelangan tangannya yang tertutupi kemeja lengan panjang. “Cepat berangkat! Sudah siang.”

“Geurae, Song Songsaengnim.”

Kyuhyun mengecup bibirku sesaat kemudian beranjak mengambil jas yang tersampir di punggung kursi tempat duduknya semula.

“Aku berangkat.”

Kulambaikan tanganku seraya tersenyum ke arahnya yang semakin menjauh dari pandanganku. Memandangi punggung tegapnya yang semakin mengecil membuatku merasa khawatir. Khawatir tanpa alasan. Alasan yang aku sendiri ta tahu hingga membuatku gusar tak karuan.

Apa suamiku akan baik-baik saja?

Apa ia benar-benar sehat pagi ini?

Makan siang dengan apa Kyuhyun nanti?

Ya Tuhan, aku bisa gila hanya karena memikirkan semua hal itu.

9 pm

Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya. Aku menunggu Kyuhyun. Dimulai dari pukul 6 sore tadi saat persiapan pertunjukan sudah selesai, saat aku menaiki panggung bersama seluruh murid kelas 7 dan beberapa staff guru yang ikut mengiringi pertunjukkan musikal itu hingga sekarang. Setelah aku hanya bisa menolak tawaran Henry-ssi untuk mengantarku pulang dan menungguk suamiku yang akan datang kemari. Aku yakin itu. Dia sudah berjanji padaku tadi pagi.

Aku kembali masuk ke dalam gedung aula, tempat kami melakukan pertunjukkan 1 jam yang lalu.melepas jas hitam panjang yang menutupi gaun selutut berwarna peach-ku kemudian kembali duduk didepan piano yang masih berada di pojok panggung.

Kututup mataku perlahan, berusaha menahan luapan perasaan yang sedari tadi kusembunyikan. Antara senang, ingin marah, dan membentak orang-orang di sekitarku. Rasa khawatir akan keadaan Kyuhyun juga membuatku semakin gusar. Dan semua itu selalu dengan alasan yang tak kuketahui.

Kuhela napas panjang. mengambil ponsel yang berada di atas kursi kecil di sampingku. Menatap layar ponselku untuk kesekian kalinya kemudian mencoba menguhubungi nomor Kyuhyun yang sudah beberapa kali kuhubungi namun selalu tak terjawab.

Aku hampir memekik kaget saat suara Kyuhyun menyambutku di seberang sana.

“Yobeoseyo,” ucapku terburu. Karena aku merasa senang dan sedikit tenang karena ternyata Kyuhyun masih bisa mengangkat telponku. Hari ini, mendengar suaranya saja begitu membahagiakan untukku. Membuat angin segar mengalir, melegakan dadaku yang terasa sesak selama beberapa jam belakangan ini.

“Eoh.”

“Oppa, aku ingin bicara denganmu.”

“Eoh, malhae.”

“Kau baik-baik saja di sana?” tanyaku khawatir.

“Eoh, aku baru saja keluar ruang meeting. Aku akan segera ke sana. Apa pertunjukannya sudah selesai?”

Aku tak berniat menjawab pertanyaannya karena itu akan membuatnya semakin merasa bersalah karena sangat terlambat menghadiri pertunjukan di sekolah tempatku mengajar.

“Oppa…,“ panggilku pelan.

“Eoh.”

“Aku ingin menangis sekarang.” Kuhela napas panjang.

“Kau masih di sana? Tunggu sebentar, aku akan sampai di sana 10 menit lagi.”

Aku terdiam menahan isakan yang mendesak ingin segera keluar dengan tiba-tiba bersamaan dengan suara Kyuhyun yang bergetar, napasnya memburu, mungkin ia tengah berlari sekarang.

“Oppa—hiks—“

Isakanku keluar begitu saja tanpa mampu kutahan. Aku ingin Kyuhyun sekarang juga. Aku butuh pintu kemana saja milik Doraemon sekarang.

“Jangan tutup telponnya. Aku sudah ada di mobil.”

“Oppa—hiks—hiks—oppa, hati-hati—hiks—“

“Kau bisa mendengarku? Jangan menangis, aku sudah ada di jalan utama.”

“A-aku akan menunggumu.”

Kumatikan sambungan telpon kami kemudian memasukkan ponsel-ku kembali ke dalam tas.tertunduk lesu seraya mengusap airmata dari kedua mataku. Sepuluh menit, mungkin akan jadi 10 tahun untukku.

Aku masih tertunduk, memindahkan kursi kecil itu ke depanku sebagai pijakan kakiku yang tak ingin menginjak lantai panggung dingin ini.

“Oppa—“

“Chagi-ya!”

Aku mendongak. Menatap ke sekeliling panggung dan dan kursi audience. Di sana,di antara deretan kursi-kursi berwarna merah itu aku melihat Kyuhyun berlari. Masih mengenakan kemeja putih berlengan panjangnya yang kupilihakan tadi pagi, kali ini tanpa jas hitam yang biasa ia pakai.

Aku masih tertegun, tak mempu menegdipkan mata saat melihat wajah penuh keringat dan poni yang memnutupi dahinya itu basah karena peluh. Ketika ia menaiki tangga panggung hingga ia sampai di depanku. Mata tajam itu tak pernah lepas dari mataku.
Kyuhyun duduk di kursi kecil di depanku. Engahan napasnya setelah lelah berlari itu menerpa wajahku. Dingin. Kyuhyun pasti kedinginan.

“Oppa, aku takut,” lirihku.

“Gokjonghajimara.” Kyuhyun berkata sama lirihnya denganku, menangkup kedua sisi wajahku dengan kedua tangan kekarnya yang hangat. Mengusap kedua pipiku dengan ibu jarinya, lembut. Dan mempertemukan bibir kami perlahan.

Aku terbelalak. Tanpa perlawanan menerima setiap hisapan dan lumatannya yang lembut di bibirku.

Untuk beberapa saat bibir penuh miliknya membuat jantungku berdegup sangat kencang lalu memelan dan melembut. Meskipun masih cukup berdebar.

Kyuhyun melepaskan pagutan kami, menatapku dengan senyum lembutnya. Membuat rasa bahagia yang berlebihan kembali membuncah. Seperti kembang api yang meledak di dadaku.

Kutahan bibirnya yang ingin segera menempel dengan bibirku, membuat Kyuhyun mengernyitkan dahinya heran. “Ada Sarang, Oppa. Aku malu,” ujarku pelan.

Kyuhyun terdiam sejenak kemudian menatapku penuh tanya.

“Sarang?” tanyanya bingung.

Aku mengangguk. “Kata dokter Kang tadi sore, usianya masih 2 minggu.” Kugenggam tangan kanan Kyuhyun kemudian memindahkannya ke perutku.
Menuntuk telapak tangan itu untuk mengusapnya pelan.

“Uri Sarang?”

Aku mengangguk lagi. Melihat mata tajam Kyuhyun yang berbinar menatap wajah dan perutku bergantian.

“Aku takut, Oppa.”

Aku mulai bergerak gusar.perasaan takut itu kembali lagi dan membuatku ingin menangis.

“Tidak ada yang perlu ditakutkan. Naega yeogi isseoyo.” Kyuhyun mengusap pelan rambutku.

“Bantu aku menjaganya. Ini pertama kali untukku, bagaimana jika aku lupa kalau sedang hamil dan membahayakan Sarang, aku takut.”

Kyuhyun tertawa pelan seraya membawaku ke dalam pelukannya. Menepuk pelan punggungku beberapa kali.

“Tanpa kau minta pun aku akan menjaganya. Itu pasti.”

“Jinjja?” kumainkan kancing kedua kemeja putihnya.

“Eoh. Neoreul jigyeo julgae.”

“Yakseokae?”

“Eoh, yakseokaeyo.”

END

 
ket: Hakuna Matata: Don’t Worry

 

41 thoughts on “[Short Story] Hakuna Matata

  1. AAAAAAAAAAAAAAAA…. AKHIRNYA KYU HYO IN AKAN JADI ORG TUA JUGAAAA….
    SARANG AKHIRNYA HADIR DI TENGAH TENGAH KLRGA KECIL CHO UTK MELENGKAPI KYU HYO ….
    GK SABAR INGIN TAU MASA KEHAMILAN HYO IN DAN GIMANA KYUHYUN JD SUAMI SIAGA UTK HYO IN ,
    ADUHHH MANISNYA KLRGA INI ♥♥♥♥♥

  2. Hooaaa short story ini selalu bikin asdfghjl pas dibaca hahah. Simple tp keren… chukkae! Akhrnya sarang muncul jg wkwkkw… btw other story nya jgn lama2 yaa kekeke

  3. Mengharu biru gini..
    Chukahe buat kyu dan hyo in atas kehadirannya sarang..
    Gk sabar pengn tau permintaannya hyoin selama hamil dan gmana cara kyu buat nurutinnya🙂

  4. huaaa… chukae kyu n hyo akhir.a sarang datang ^^
    mau liat selama sarang ada d.perut hyo gmn ya kira2…
    g sbar eonni d.tunggu kelanjutan.a🙂

  5. Woaaaah seneng banget. Akhirnya sarang muncul juga xD setelah berkali kali buat sarang. Haaaak soooo sweet. Sampai jumpa 9 bulan lagi, sarang ;^)

  6. Aaaaaaaa akhir ny ada Sarang jugaa hadir melengkapi pasangan bahagia nan romantis ini aduhh aku bneran envy sm couple ini kkkk aigooo author emg penulis yang hebat aku acungin 4 jempol sm jempol ny bang siwon buat author😀
    Jgn bosen2 nulis yah kmi slalu nunggu karya2 mu author-nim^.^ fighting!!

  7. akhirnya sarang dateng juga /? hihi.. sumpah awalnya ga ngerti kenapa hyo in takut gitu.. ternyata alesannya karenga itu toh🙂 mereka manis banget unn…

  8. waaahhhhhh akhirnya sarang muncul juga,. :’) q kira hyo in ada apa,. ternyata,. O.o dia hamil,.🙂 waaahhhh kyu past senang tuch,.😀 hohoho

  9. sweet moment hehe…
    aq fikir hyo in takut krna apa,ternyata udh ada sarang.
    kyu hebat bgd bs lngsung jd hehe..

  10. Owhhhh…. akhirnya si sarang trcipta juga,, chukhae kyu.. sarang???smpe skrg msih k pkirin itu nama. Lcu za dahhh

  11. suka deh ma pict” anime yg kakak pakek🙂
    Hyo in hamil?? chukkae ..
    tadinya ku pikir hyo in takut karna sendirian di gedung,.
    trnyata takut klw gak bisa jaga sarang dengan baik..

  12. Yaa Allah sisikanlah 1 orang laki laki seperti Kyuhyun untuk bersanding denganku Aamiin.
    Kyu baru aja di tlpn lngsung ngebet dah suami idaman memang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s