[Short Story] Ma Prince of Korea

10258667_1442016692710770_6648825343857787055_n

Sunday Morning at 7.30 am.

Derit ranjang yang menjerit di tengah engahan napas Kyuhyun dan Hyo In baru saja berakhir. Namun helaan napas memburu mereka belum sepenuhnya hilang. Dengan pelan Kyuhyun mengusap peluh di dahi Hyo In, saling menatap dalam, melengkungkan senyuman kemudian mendaratkan kecupan singkatnya, “Done, Honey?”

Hyo In tertawa geli, “Big yes,” jawab Hyo In yakin seraya mendorong dada bidang Kyuhyun hingga pria tersebut turun dari atas tubuhnya dan mereka kembali berbaring di berdampingan.

Hyo In bergegas bangun, membuat selimut itu melorot dan menampakkan tubuh bagian atasnya hingga sebatas pinggang tak tertutupi apapun. Ia tak menyadari pergerakan Kyuhyun yang perlahan merengkuhnya dari belakang.

“Oppa,” lirih Hyo In seraya merintih saat Kyuhyun mulai menangkupkan kedua tangan besar itu tepat di dadanya dengan gerakan semi menggoda, dengan bibir penuhnya yang terus mengecupi pipi, leher, dan bahu Hyo In.

“Sudah siang, Oppa. Aku harus membuat sarapan.”

Kyuhyun hanya bergumam tepat di telinga kanan Hyo In seraya memainkan kedua tangannya di dada Hyo In, membuat wanita itu mau tak mau menahan deru napas yang kembali mengeras seraya memejamkan mata. Pria itu mendenguskan tawanya di leher isterinya, “Kenapa buru-buru, hum?”

Hyo In mulai bergera gusar, merenggangkan kepalanya ketika sapuan hangat lidah Kyuhyun menyapu leher sisi kanannya. Awalnya tangan halus itu merambat pelandan hanya mengusap rambut Kyuhyun namun lama kelamaan usapan itu berubah menjadi tarikan lembut saat hisapan Kyuhyun menguat pada lekukan antara bahu dan lehernya.

“Euugghhh… oppaahh…geu-geumanhhh.”

“Heum?” sahut Kyuhyun tak peduli. Kini ia mulai mengganti haluan bibir penuhnya di tengkuk Hyo In hingga ia mulai bisa merasakan engahan napas Hyo In lagi serta genggaman erat tangan Hyo In pada kedua tangannya yang masih tertangkup di dada Hyo In.

“Oppaahhh…hhh,” sela Hyo In di tengah desahannya.

Krriinggg krriingggg krriinggg

“Oppahhh… adahhh…,”

Kyuhyun hanya menggeram dari dalam ciumannya yang kini beralih pada leher kiri Hyo In saat tangan Hyo In mencoba melepaskan genggaman tangannya di dada Hyo In.

“Angkat saja telponnya,” sergah Kyuhyun tak suka. Ia masih sibuk dengan leher Hyo In meski tubuh wanita itu kini sedikit mencondong ke kiri untuk mengambil ponselnya yang berada di atas nakas.

“Siapa?” Kyuhyun mulai menghentikan kegiatannya, tangan besar itu kini turun melingkari perut Hyo In dan dagunya ia sandarkan pada bahu kanan isterinya.

“Eooh, yebeoseyo, appa.”

“…”

“A-niyo. Kami sudah bangun.” mata Hyo In menukik tajam ke arah Kyuhyun saat pria itu mulai menggelitiki perutnya. Sementara Kyuhyun nampak tersenyum puas kemudian mengecup bibir Hyo In yang mengerucut karenanya.

“…”

“Ye. Kami ada di rumah.” Kyuhyun mendekatkan telinganya dengan telpon yang kini berada di telinga kanan Hyo In.

“…”

“NDE?” pekik Hyo In.

“Arra, arra.” Kyuhyun semakin penasaran saat nada suara Hyo In berubah khawatir sesaat sebelum menutup telpon.

“Ada apa?”

“Appa.”

“Iya aku tahu. Lalu ada apa dengan Appa-mu?”

“Appa ada di luar, menunggu dibukakan pintu.” jawab Hyo In pelan.

“Oooo,” sahut Kyuhyun santai.

Untuk sesaat Kyuhyun terdiam, namun pada detik berikutnya ia menoleh cepat ke arah Hyo In, menatap wajah cemas isterinya dengan pandangan tak percaya.

“APA?” pekik Kyuhyun. Kemudian tanpa perintah dari siapapun mereka bergegas turun dari ranjang, mencari pakaian masing-masing yang tak kunjung mereka temukan, bahkan di bawah ranjang.

“OPPA KAU LEMPAR KEMANA BRA-KU?”

“AISH, MOLLASEO!!!” Kyuhyun pun berteriak frustrasi karena hanya mendapati celana dalam dan boxer, bukan celananya.

“MOLLA? NEON MOLLA? AISH, JINJJA!”

Ting tong ting tong

Mereka kembali terdiam saat bunyi bel rumah berbunyi dua kali. “Sebenarnya kau lempar kemana semua pakaianku, huh?” pekik Hyo In semakin frustrasi.

“Aku tidak ingat, sayang. Oh, ya Tuhan! Kau lempar kemana celanaku?”

“Aku juga tidak ingat, sayang.”

Karena tak kunjung menemukan pakaian mereka, akhirnya Hyo In bergegas membuka wardrobe mereka, mengambil 2 kaos oblong putih, 1 celana legging hitam, dan training untuk Kyuhyun. Setelah selesai berpakaian mereka bergegas turun menuju lantai satu untuk membuka pintu. Ia memekik kaget saat mereka berada di sofa di depan TV.

“Kau buka pintu saja. Biar aku yang membereskan ini.”

Hyo In bergegas membuka pintu sementara Kyuhyun sibuk membereskan pakaian dan underwear mereka yang tercecer di atas dan di bawah sofa.

“Buka pintu saja lama sekali,” gerutu ayah Hyo In.

“Maaf, Appa.”

“Momomo momomo,”

Hyo In terkesiap saat mendapati seorang bayi perempuan mungil menggapai-gapai tangannya saat masih berada dalam gendongan ayahnya.

“Aigoo, Min Jung-ah.” Hyo In menyambut uluran tangan keponakannya tersebut. Tertawa pelan saat Min Jung menciumi pipinya.

“Momomo momomo.” ujar Min Jung lagi seraya memijati hidung Hyo In.

“Masuk dulu, Appa.”

“Tidak perlu. Appa kemari hanya ingin mengantar Min Jung.”

“Maksud, appa?” Hyo In mendelik curiga.

“Tadi pagi Joong Ki mengantar Min Jung ke rumah appa. Dia bilang sedang ada urusan penting dan isterinya juga harus ikut. Mereka menitipkan Min Jung di rumah.”

“Lalu? Kenapa Appa membawa Min Jung kemari?” gerutu Hyo In. Tak memedulikan Min Jung yang memanggil-manggil namanya seraya menarik kaos putih yang ia pakai.

“Appa lupa kalau hari ini ada janji dengan beberapa pemborong untuk pembangunan gedung asrama wanita di Gangnam. Karena hari ini hari minggu, kupikir kau dan Kyuhyun tidak akan keberatan membantu ayah menjaga Min Jung.”

“Tapi…”

“Abeonim,” Hyo In mendengus saat kedatangan Kyuhyun menginterupsi bantahan yang baru saja ingin ia ucapkan.

“Tidak mau masuk dulu? Abeonim pasti lelah.”

“Aniyo. Aku kemari hanya ingin meminta bantuan kalian untuk menjaga Min Jung. Besok pagi Joong Ki dan isterinya akan menjemput anak ini. Kau mau ‘kan Cho seobang?”

Kyuhyun menatap pelan ke arah Hyo In yang tengah menggendong Min Jung yang kini tertidur bersandarkan dada Hyo In seraya bergumam ‘momomo momomo’. Mata tajam Kyuhyun berbinar saat melihat bocah kecil berambut cokelat itu terlihat menggemaskan saat tidur dengan menghisap jempolnya. Ia melemparkan pandangan bertanya pada Hyo In dan dijawab dengan gelengan namun Kyuhyun malah mendengus seraya menarik kasar poni Hyo In saat mengetahui ketidaksetujuan isterinya tersebut.

“Bagaimana?” tanya ayah Hyo In sekali lagi.

“Baiklah. Kami akan menjaga Min Jung dengan baik.”

“Tapi, oppa k…”

“Aigoo… terima kasih Cho seobang. Aku benar-benar bangga padamu.” Kyuhyun tersenyum malu dengan kedua pipi yang memerah saat ayah mertuanya tersebut menepuk pelan bahunya, bangga. Membuat Hyo In mendengus kesal.

“Baiklah, baiklah, aku kalah. Sekarang appa boleh pergi.”

“Sa-sayang.”

Tanpa memedulikan panggilan Kyuhyun, Hyo In bergegas masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa di depan TV seraya menimang Min Jung yang mulai bergerak gusar. Sesaat kemudian Kyuhyun menyusul mereka, duduk di samping Hyo In setelah sebelumnya menaruh tas perlengkapan Min Jung di sampingnya.

“Kau marah?”

“Ani.”

Kyuhyun menggeleng heran seraya mengusap lembut rambut Min Jung,

“Sepupumu itu merepotkan sekali.” Hyo In tertawa pelan saat menyadari gerutuan Kyuhyun.

Hyo In tertawa, “Kau benar, oppa.”

“Sebenarnya aku juga kesal pada Appa,” sambung Hyo In.

“Aish, sekali-sekali kau juga harus berbakti pada ayahmu. Anggap saja ini latihan sebelum Sarang dan adik-adiknya lahir.”

“YA!”

“Sssttt… jangan marah-marah nanti Min Jung bisa…”

“Hiks hiks, momomo momomo hiks hiks,” Kyuhyun menatap malas ke arah Hyo In yang kini malah tertunduk cemas seraya menimang Min Jung yang menggeliat gusar di dalam dekapannya.

“Sssttt… Imo dan Samchon ada di sini,” ucap Hyo In pelan.

“Berikan padaku.”

Pelan, Hyo In memberikan Min Jung pada Kyuhyun. Setelah berhasil menggendong Min Jung, Kyuhyun beranjak menaiki tangga menuju kamar disusul Hyo In seraya membawa tas perlengkapan Min Jung. Setelah sampai di dalam kamar, ia mengikuti Kyuhyun berbaring di samping Min Jung hingga kini bocah berusia 1 tahun itu berada di antaranya dan Kyuhyun.

Mereka tertawa pelan saat memerhatikan Min Jung lekat, “Aku suka mata Min Jung.” Ucap Kyuhyun seraya mengusap pipi Min Jung yang kini sudah membuka matanya, balas menatap Kyuhyun.

“Kenapa?”

“Matanya cokelat, seperti milikmu.”

“Semua anggota keluarga Song bermata cokelat, oppa.”

“Tapi hanya matamu yang berhasil memikatku,”

“Itu karena aku Song Hyo In dan bukan Song Joong Ki,” kelakar Hyo In.

Kyuhyun mendengus seraya menggoda Min Jung. Mata bocah itu berbinar, “Papa papa papa,” ujarnya riang saat Kyuhyun menggesekkan hidungnya pada pipi Min Jung. Membuat Hyo In terbahak.
***

Gema tangisan Min Jung semakin mengeras dari kamar Kyuhyun dan Hyo In. Membuat wnaita yang kini sibuk dengan sup dan buburnya menggerutu dari arah dapur.

“Oppa! Kau apakan keponakanku?” teriak Hyo In seraya menuangkan bubur untuk Min Jung pada mangkuk kecil berwarna putih polos.

“Sayang! Kenapa Min Jung terus menangis?”

Hyo In meletakkan mangkuk bubur Min Jung di atas meja makan bersamaan dengan sup untuk sarapan mereka kemudian bergegas melepas apron dan naik ke lantai dua, tempat Kyuhyun tengah berusaha mendiamkan Min Jung yang malah membuat bocah itu semakin meraung.

“OMO!”

Hyo In segera mengambil Min Jung yang kini tengah digendong Kyuhyun seraya menjambaki rambut suaminya tersebut. Pelan, alhirnya Min Jung bisa sedikit tenang meskipun ia masih menangis, tak sampai meraung. Hyo In menatap iba pada Kyuhyun karena wajah pria itu yang memerah dengan rambut acak-acakan dan wajah memerah. Wajanya yang terlihat seperti salmon akhirnya membuat Hyo In terbahak seraya mengelus pipi Kyuhyun sayang.

“Ini semua ulah keponakanmu,” gerutu Kyuhyun seraya memeluk Hyo In dari belakang, membuat Min Jung kembali meraung dalam timangan Hyo In dan Kyuhyun terpaksa melepaskan pelukannya lagi.

“Memangnya kenapa?”

“Aku tidak tahu. Tadi kami sedang bermain lalu tiba-tiba wajahnya mencebek, jelek sekali dan langsung meraung.”

“Sudah kau beri susu?”

Kyuhyun mengangguk, “Tapi dia tidak mau?”

“Sudah kau periksa celananya?”

“Celananya kering.”

Hyo In menatap Kyuhyun tak percaya kemudian ia menidurkan Min Jung yang masih sesenggukan seraya meraih-raih tangan Hyo In, ingin digendong lagi.

“Ssstt… Imo ada di sini, sayang.” Ujar Hyo In seraya melepas celana dan diapers Min Jung.

“Kau lihat?”

“Apa?” sahut Kyuhyun.

“Diapers-nya terlalu penuh, makanya dia menangis terus.”

Kyuhyun duduk di samping Min Jung kemudian merebut diapers yang tengah dibawa Hyo In kemudian menimbangnya.

“Kau benar. Bagaimana kau bisa tahu semuanya? Padahal kita belum punya anak.”

“Sebelum menikah, setiap hari Minggu Joong Ki oppa selalu membawa Min Jung ke rumah dan menitipkannya padaku, jadi sedikit banyak aku tahu kebiasaannya.” Ucapnya seraya mengoles bedak pada bokong Min Jung dan memasangkan celananya kembali.

“Sepertinya sepupumu itu benar-benar merepotkan.” Mereka terhenyak karena tangis Min Jung yang mengeras tiba-tiba.

“Lain kali jangan bicarakan Joong Ki oppa di depan anaknya. Kau mau dijambak lagi?”

Kyuhyun tertawa seraya mengusap lembut puncak kepala Min Jung.

“Selesai. Time to breakfast.”

Kyuhyun merangkul Hyo In yang kini tengah menggendong Min Jung, berjalan keluar kamar menuju dapur. Ia nampak begitu senang menggoda Min Jung yang tengah disuapi Hyo In. mereka terbahak melihat Min Jung yang memkik kesal setiap beberapa detik sekali karena digoda Kyuhyun, jika kesalnya sudah mencapai puncak ia akan menggelengkan kepala cepat hingga makanannya berceceran kemana-mana, mengotori celemek yang melindungi bajunya dari bubur.

“Oppa, geuman.”

Hyo In masih saja tertawa saat berusaha menyuapi Min Jung yang tengah mencoba memukul tangan Kyuhyun yang masih menoel-noel pipi gembulnya.

“Eoh, eoh, lihat! Wajahnya memerah. Sebentar lagi pasti menangis.”

“Oppa, sudah.” Akhirnya karena tidak tega, Hyo In menahan tangan Kyuhyun agar tak mengganggu Min Jung lagi. Saat bocah itu sudah tenang kembali, ia mulai menyuapinya lagi.

“Sayang,” panggil Kyuhyun manja.

“Heum.”

“Kau tidak mau menyuapiku juga, hum?”

Hyo In menghela napas panjang, menatap malas pada Kyuhyun yang tengah memangku dagu dengan kedua tangannya. Menatap penuh harap pada Hyo In hingga akhirnya wanita itu mengalah. Senyum Kyuhyun terkembang sempurna saat satu sendok sup masuk ke mulutnya.

“Apa kau juga akan bersikap seperti ini saat sudah menjadi ayah?” Kyuhyun mengangguk cepat, membuat Hyo In mendengus.

“Itu sudah tugasmu. Kau harus…”

“Merawat anak dan suami,” sergah Hyo In seraya menyuapi Kyuhyun lagi sementara Min Jung sibuk mengotak-atik kaos Hyo In.

Min Jung menggeleng cepat saat Hyo In kembali menyuapinya.

“Sudah kenyang?” tanyanya seraya mengusap daerah sekitar bibir mungil Min Jung. Bocah itu masih sibuk menarik-narik celemeknya, risih.

Hyo In melepas celemek kecil itu dengan cepat kemudian memberikan Min Jung pada Kyuhyun.

“Kau bisa mengajak Min Jung sebentar? Aku harus mencuci ini.” Kyuhyun mengangguk kemudian Hyo In bergegas menuju ruang laundry di samping dapur.

4 pm

Hyo In mengusap pelan rambut Kyuhyun yang kini tengah berada di atas pangkuannya, menikmati acara musik di salah satu stasiun TV seharian ini setelah tidur siang, dan membiarkan Min Jung asyik bermain di atas kasur lantai di depan mereka, memainkan DVD koleksinya.

“Papapa papapa,” teriak Min Jung seraya menoleh kea rah Kyuhyun, menunjukkan sebuah DVD film yang tengah ia pegang. Tubuh mungilny yang gembul merangkak pelan mendekati Kyuhyun saat tangan pria itu terulur dari atas sofa, kemudian ia bangkit saat Min Jung sampai di depannya, mengangkat bocah mungil itu yang kini berjingkrak-jingkrak di atas pahanya.

“Anak ini sedikit aneh. Terkadang lucu tapi juga menyebalkan.”

Hyo In mendecih, “Sama sepertimu.”

“Apa maksudmu?” sergah Kyuhyun tak suka seraya menggendong Min Jung. Membawanya menuju depan TV kemudian menyalakan DVD dan memutar kaset tersebut. Ia kembali membawa Min Jung duduk di pangkuannya di atas sofa di samping Hyo In.

“Oppa, kenapa memutar film itu?”

Kyuhyun menunjuk Min Jung yang tengah memijati hidungnya.

“Papa papa papa.” Hyo In mendesah kesal saat melihat film Prince of Persia itu malah teronggok bagitu saja.

“Kau pikir film ini bagus untuk anak berumur 1 tahun sepertinya?”

“Aku tidak memilihnya, sayang.”

“Aish, kalian sama saja.” Kyuhyun tak memedulikan gerutuan Hyo In dan malah bermain-main dengan Min Jung yang masih asyik memainkan hidungnya.

“Jangan, sayang. Hidung Samchon sakit,” pekik Kyuhyun.

“Momomo momomo,”

Kyuhyun terdiam saat Min Jung berhenti memijati hidungnya dan tangan itu beralih menepuki bagian bawahnya. Hyo In menatap Kyuhyun heran saat mereka berdua tak lagi seramai beberapa menit lalu.

“Kenapa?” perhatian Hyo In teralih pada mereka, membiarkan film itu kembali teronggok tak berguna.

“Sayang, bisakah kau mengangkat bocah ini?”

Dengan cepat Kyuhyun mengangkat Min Jung dengan wajah yang memerah dan bagian bawahnya yang basah.

“OMO!” pekik Kyuhyun.

Hyo In terbahak saat melihat celana training Kyuhyun basah karena ompol Min Jung. Kyuhyun menatap Min Jung sedikit kesal dengan marah yang tertahan, namun saat melihat mata Min Jung yang berkaca-kaca membuat ia lebih memilih pergi ke kamar dengan Hyo In yang mengekor di belakangnya. Setelah selesai melepas semua pakaian Min Jung, ia memberikan handuk pada Kyuhyun.

“Langsung mandi saja, lagipula sekarang sudah sore. Aku juga mau memandikan Min Jung.”

“Eoh. Duluan saja, aku masih ada telpon.” Kyuhyun mengangguk seraya menempelkan ponselnya di telinga.

Beberapa menit membicarakan masalah kantor, konsentrasi Kyuhyun mulai terpecah saat mendengar kecipakan air dan teriakan Min Jung dan Hyo In. Setelah mendapat teguran halus dari relasinya, ia memutuskan menyambung obrolan mereka di kantor besok pagi.

Setelah menutup sambungan telpon, ia bergegas menuju kamar mandi, menyusul Hyo In dan Min Jung. Kepalanya melongok ke dalam kamar mandi, menampakkan cengirannya saat mendapati Min Jung berdiri di depan Hyo In di dalam bath up dengan air hangat. Meniupi busa tinggi yang menutupi tubuh mereka.

“Eoh, oppa. Ayo, masuk.”

Mendapatkan undangan Hyo In dengan cepat Kyuhyun masuk, melepas satu-satunya kain yang menutupi tubuhnya dan masuk ke dalam bath up. Mengangkat Jung Min ke dalam pelukannya kemudian duduk membelakangi Hyo In.

“Kau bermain dengan Smachon saja, biarkan Imo menggosok punggung Samchon.”

Hyo In memukul pelan punggung Kyuhyun kemudian mulai menyiramnya dengan air hangat dari shower.

“Mau keramas atau tidak?”

“Yes, please.”

“Dongakkan kepalamu, oppa.”

Kyuhyun terbahak saat Min Jung mencubiti lehernya ketika ia mendongakkan kepala.

“Ya! Ya! Ya!”

“Papapa papapa!” pekik Min Jung seraya berjingkrak-jingkrak dalam dekapan Kyuhyun.

Suasana kamar mandi menjadi begitu gaduh selama beberapa menit. Suara pekikan Kyuhyun saat bermain dengan Min Jung dan teriakan Hyo In karena Kyuhyun tak berhenti bergerak saat ia menggosok punggung suaminya.

Hyo In mengangkat telpon yang berdering saat ia baru saja selesai membedaki Min Jung.

“Oppa!” Kyuhyun menoleh ke arah Hyo In seraya memasang kaos V-neck abu-abunya.

“Joong Ki oppa sudah ada di depan pintu. Aku mau ganti baju dulu.”

“Eoh.” Kyuhyun mengangguk kemudian bergegas keluar kamar.

***

Kyuhyun mendesah lesu saat melihat Min Jung menangis ketika dibawa pulang oleh Joong Ki. Hyo In yang mulai menyadari ekspresi Kyuhyun menepuk pelan bahu suaminya kemudian menggandeng lengan Kyuhyun, mengajaknya duduk di sofa di depan TV.

Perlahan Hyo In menyandarkan kepalanya di dada bidang Kyuhyun, mendongak seraya mengusap lembut dagu Kyuhyun yang sedikit berbulu.

“Jangan menggodaku, sayang. Ini masih sore.”

“YA!” Hyo In memukul pelan dada Kyuhyun saat bokongnya dipukul suaminya.

“Oppa.”

“Heum.”

“Kurasa aku tahu kenapa Min Jung memilih film Prince of Persia.”

“Apa?” Tanya Kyuhyun heran.

“Wajahmu mirip dengan Prince Dastan.”

“Prince Dastan? Jake Gyllenhaal?” Hyo In mengangguk cepat kemudian bangkit dari dada Kyuhyun lalu memerhatikan wajah heran suaminya.

“Apalagi kalau bulu di dagu dan kumismu kau biarkan tumbuh.”

“Jinjja?” Tanya Kyuhyun berbinar. Hyo In mengangguk yakin dengan senyum yang terkembang.

“Bagaimana dengan Ashton Kutcher?”

“Ani. Lebih tampan Prince Dastan. Percayalah! coba kalau kau tersenyum.”

Kyuhyun tersenyum pelan karena aneh melihat Hyo In yang memerhatikannya seksama. “Benarkan!” pekik Hyo In girang.

“Apa?”

“Kalian sama-sama mempunyai cekungan di sudut bibir.”

“Tapi aku bukan orang Persia,” ucap Kyuhyun lesu.

“Memang. Suamiku ini orang Korea. He’s ma Prince of Korea.”

“AW!” Hyo In memekik keras saat Kyuhyun mendekap tubuhnya erat secara tiba-tiba.

END

 

34 thoughts on “[Short Story] Ma Prince of Korea

  1. Udah cocok bngt kyuhyun jd appa , caranya memperlakukan min jung udh kyk appa yg berpengalaman dalam mengurus anak.
    hyo in jga tau apa yg di sukai dan gk di sukai anak kecil.
    ahhhh Kapan ya mrka di titip kan Tuhan seorang Cho Sarang kkkk…
    anak ya mrka kelak pasti bahagia punya org tua kayak kyuhyoin.

  2. hihihihihihihiii….. cekikikan sendrii…
    apalagi pas bagian kyuhyun diompolin sm Min jung… pasti muka keselnya itu unyuu bangett😀 #puasssketawa.
    tyuuss tyuss pas bagian Mandi bareng Ber TIGA. Woowww…. Kagak Sanggup bayanginyaa Saengie….
    gosokin punggung kyuhyun???? #AhhPinsan dah.
    merekaa pada latihann ya… latihan sebelum Sarang dan adik adiknyaa muncull..🙂 heheheheheee

    ohhh yaa masak kyuhyun dijulukin Prince Of Korea. yg bener ajaa… Besar Kepala langsng la Dia.. #Plaakkk

    but OverAll… Short Story bikinan kamu ituu aakkuu Sukaa n selaluu ku nanti nantikan. ditunggu short story lainnyaa yaa Saengii.. bye byee

  3. hwaaaaa min jung mumumumumu,. :* aish lucu bnget,. >.<😀
    q suka min jung,. hohohoho kasihan kyu pasti dia pngen bnget sarang segera tiba di dunia,.🙂 hohoho

  4. Baca ulang FF ini gak ada bosen2’a..
    Pasti ketawa2 sndri baca’a😀..
    Manis banget ngebayangin adegan mereka ber3 yg diranjang kamar itu..
    Udh gak sabar sma kehadiran’a ‘Sarang’

  5. Bisakah kyu dpanggil cho appa?kya ny kyu udh bisa jd appa wlaupun msih manja masa klo anak ny dsuapin dia juga mnta dsuapin dengan alasan tugas merawat anak dan suami wkwkwkwk ada aja alasan nya cho kyuhyun!
    Author kapan nih mreka punya sarang kya ny kyu jg udh ngbet bgt pengen bkin sarang apalgi dia juga sm anak kecil(minjung) semoga mreka jd ortu yg baik nanti nya^^

  6. Ohhh aku kira ceritanya tentang pangeran , ternyata itu maksudnya kenapa ff ini dikasih judul ada prince nya. Favorit moment adalah minjung baby

  7. Hai hai hai
    Q new readers d sni..salam kenal
    >//< q suka ceritanya..
    Ada g cerita sblmnya??mksdq awal dr hubungan couple ini..
    Kyknya couple ini cute deh.. :3

    • Annyeong. welcome to my blog. kamu bisa check cerita2 mereka di page “compiled short stories” atau yg “one shot” ada banyak cerita2 mereka. happy reading. don’t forget to always leave ur comment ^^

  8. niat awalnya sih berkunjung ke wp author soalnya pengn nyari kelanjutannya ff reset,,
    tp iseng2 bka satu ff, dan pilihanku jtuh k ff ini,,
    disini mreka beda bgt sama d reset, tp mungkin klo kyu d reset itu “normal” ya mugkin bkalan kyk d ff ini kali ya, pasangan yg rada gesrek,haha
    ok deh thor aku mw berselunjur dulu di wp mu, nyari ff daebak lainnya

  9. lucu pas adegan awal,
    sibuk nyari pakaian dalam,aigo*
    ngebayangin pas adegan kyu menoel-noel pipi gembul mnjung aduchhh pasti lucu

  10. So sweet so sweet keren keren !! Mandi bareng gilaaa ngebayanginnya aja bikin senyum2 sendiri hhihihi daebak part ini (y)
    Mereka benar2 saling melengkapi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s