[Short Story] Mr. Chu

“Mr. Chu”
Cho Kyuhyun/Song Hyo In
By: Valuable94
(Lanjutan GAWN)

 

Image

Yang pertama kali kulihat saat pintu besar ini terbuka adalah…Kyuhyun dan bibirnya.Bibir yang membuatku terpaku sejak awal olehnya hingga sekarang.

Kakiku yang semula terasa diikat dengan rantai 100 ton terasa semakin meringan. Dengan bimbingan dari ayah yang berdiri tegap di sampingku, memberikan lengannya yang tak sekokoh dulu sebagai peganganku.

Dengan dada berdebar hebat dan tangan yang sedikit bergetar, ayah membawaku berjalan di antara deretan tamu undangan yang tengah menatap kami.

Aku tersenyum pelan saat ayah melemparkan senyum lembutnya padaku. Membuat ku semakin yakin untuk melangkah tanpa menunduk. Karena di ujung altar ini, ada seorang pria yang menungguku, dengan cekungan legit di kedua sisi bibirnya yang tertarik manis. Kalau saja bisa, aku pasti sudah berlari ke arahnya. Memeluk dan segera menggigitnya.

Oh, tidak! Apa yang sedang kupikirkan.

Dan saat selesai dengan pikiran kotorku, langkah kami terhenti. Aku menatap ayah haru saat ia menggangguk pelan seraya memberikan tanganku pada Kyuhyun.

“Tolong jaga puteriku seperti aku menjaganya.”

Algeseumnida,” Kyuhyun mengangguk yakin.

Kemudian menyambut tanganku dan membawa kami menuju pendeta. Meninggalkan ayah yang tertunduk di belakang kami.

Dan saat riuh tepuk tangan menyambut bahagia kami setelah sumpah itu terucap, kami berdiri saling berhadapan, memandang satu sama lain cukup lama hingga akhirnya kami tertawa bersama, tak percaya jika kami sudah benar-benar menikah sekarang.

Setelah couple ring kami terpasang, Kyuhyun membuatku terkejut karena ia menarik pinggangku cepat dan menempelkan benda lembut berkekuatan super itu di atas bibirku. Membuat mataku terpejam erat saat giginya menggigiti bibir bawahku.

“Eumhhh–”

Pegangan tangannya di pinggangku dan ciumannya semakin menguat seiring dengan dorongan tanganku di dadanya.

“Oppaahhh–”

“Heum, buka matamu, Sayang!” gumamnya di atas bibirku.

Perlahan, ciumannya terlepas dan saat mataku terbuka, aku bisa melihat matanya yang tajam berada satu centi di depan mataku dan merasakan hembusan napas nya yang hangat menerpa wajahku karena hidung kami yang menempel.

“Bangun, sayang! Dan berhenti menggodaku dengan lenguhanmu itu.”

Setelah berkedip beberapa kali, aku mulai sadar jika kami tertidur sejak tadi sore setelah Kyuhyun mengantarkan gaun pengantin untukku.

“KENAPA KAU BELUM PULANG, HUH?” teriakku seraya mendorong tubuhnya di atasku hingga kembali terduduk di atas ranjang.

Aku bangun dan segera berdiri di depannya.

“Aku tidak tega meninggalkanmu sendirian di apartment,” elaknya.

“Aku sudah biasa sendirian di sini, jadi sekarang pulanglah,” ujarku seraya menarik tangannya untuk membuatnya berdiri.

“30 menit lagi, ya?” rengeknya.

Aku berdecak kesal, “Tidak, kau sudah terlalu lama di sini.”

Kyuhyun terus saja menggerutu saat aku menariknya keluar dari kamar. Aku tidak mungkin membiarkan pria yang baru saja mengajakku bercinta terlalu lama di dalam kamar. Berbahaya.

Sampai di ruang tamu Kyuhyun menarik tanganku, membuat langkah kami terhenti di depan pintu.

“Memangnya kenapa aku harus pulang, ini masih jam 7 malam. Lagipula aku sudah biasa menginap di sini.”

Aamudeo eobseo. Ggeunyang kha!”

Kyuhyun nampak tak yakin dengan jawabanku, ia mengerutkan dahinya kemudian kami sama-sama melepaskan pegangan masing-masing. Dan aku mencoba tetap tenang selama ia menatapku seperti jaksa penuntut umum.

“I-ini sudah malam dan aku masih banyak pekerjaan.”

Kyuhyun menghela napas kemudian berjalan menuju sofa, mengambil jasnya, dan kembali lagi di tempatku. Kemudian mengusap dan mengecup puncak kepalaku pelan.

“Baiklah, aku pulang. Jangan tidur terlalu malam.”

Aku mengangguk seraya tersenyum pelan kemudian membuka pintu.

“Hati-hati. Sampaikan salamku pada eomeonim.”

Kyuhyun mengangguk kemudian berbalik dan keluar dari apartment-ku.

Namun belnya berbunyi selang beberapa detik setelah aku menutup pintu.

Kubuka pintu cepat dan mengernyit heran saat Kyuhyun masih berdiri di sana.

“Ada apa?” Kyuhyun tersenyum senang di depanku.

“Jangan lupa mandi ya.”

Chu.

Setelah terpaku cukup lama karena kecupan singkatnya di bibirku, aku mengganguk dan membalas lambaian tangannya kemudian menutup pintu lagi.

Sejurus kemudian hal yang sama terulang kembali.

“Ada yang tertinggal?”

Kyuhyun menggeleng, “Jangan lupakan makan malammu,” ujarnya riang.

Chu.

Aku mengangguk malas kemudian menutup pintu lagi.

Kuhela napas dalam, berusaha mengalirkan darah ke otak agar aku bisa berpikir lebih jernih saat bel apartment-ku berbunyi lagi.

Ok, ini yang terakhir atau aku akan melemparnya dengan semua gaun yang ia berikan padaku.

“Apa lagi, oppa?” seruku kesal.

Ani,”

“Lalu kenapa kau belum pulang?”

Aku stress dan ingin menendang bokongnya kali ini saat cengiran itu nampak di wajahnya.

“Terima kasih untuk bibirnya malam ini, sayang.”

YA!”

BRAK.

END

 

35 thoughts on “[Short Story] Mr. Chu

  1. bhahaha jd itu hanya mimpi hyo in. hyo in ternyata lebig mesum dr kyuhyun, lihat aja tidut sampai mimpi yg menjurus kkkkk…
    lihat la kelakuan kyuhyun yg 1 ini, hanya mau dpt kiss dr hyo in sampai mondar mandir nekan bel. aigooo sabar ya hyo in

  2. uuuuuu emang minta dimakan bibirnya nih si kyuhyun. lovable dan mesum banget. tapi aku juga maaaauuuuu kisseunya

  3. Pingback: [Short Story] When the wedding is coming… (1) | RomantiCaffe

  4. Muahahaha, si Hyoin ikutan mesum itu mah😀
    Manis banget sih kalian, itu tp ada adegan Kyuhyun udah ada diatas Hyoin, jadi Buncit udah curi2 kesempatan ini waktu Hyoin tidur, astageh abang…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s