[Short Story] DUMPLING/2

DUMPLING
Cho Kyuhyun/Song Hyo In
By: Valuable94

 

Part 2-END

2 hari kemudian

Gwangmyeong, Seoul, Korea Selatan
Rumah bibi Hyo In

7 pm

Hyo In duduk dengan malas di antara beberapa anggota keluarganya. Mereka tengah berbincang-bincang diiringi dengan tawa keras seraya membuat Kimchi bersama.

Ia mendengus kesal kemudian mengikat rambut hitamnya yang panjang dan memasang sarung tangan karet berwarna pink. Menyeret satu bak besar lobak kemudian mencampur lobak tersebut dengan bumbu kimchi yang ia campur asal. Tanpa mempedulikan pandangan orang-orang di sekitarnya, Hyo In terus saja menggerutu. Mengeluarkan sumpah serapah pada Kyuhyun.

Sesekali ia meninju-ninju lobak yang sudah memerah tersebut. Membayangkannya sebagai wajah Kyuhyun.

“Dasar tidak sensitive.” Gerutu Hyo In lagi. Hal itu membuat bibinya yang diam-diam memperhatikannya sedari tadi perlahan mendekat.

“Ya Tuhan, kasihan sekali lobak ini?” Hyo In menoleh cepat. Mendelik ke arah bibinya yang tengah memandang iba lobak di depannya.

“Bibi, harusnya kau kasihan padaku, bukan lobak ini.” protes Hyo In.

“Memangnya ada apa denganmu? Kau kelihatan baik-baik saja,” Bibi Hyo In memperhatikannya seksama, “Yaahh, kecuali matamu yang mirip panda,” Hyo In mendengus kesal seraya mendorong kasar bak kimchi di depannya.

“Kau sama menyebalkannya dengan Kyuhyun Oppa,” Bibinya menatap kepergian Hyo In dengan heran kemudian menyusul keponakannya tersebut menuju kamar.

Ia berdiri di belakang Hyo In yang terduduk di atas ranjang dan menghadap jendela. Menatapnya heran saat gadis itu hanya membuka dan menutup kunci ponselnya berkali-kali sedari tadi.

“Siapa yang sedang kau tunggu?” tanya bibi Hyo In.

“Setan.” Jawab Hyo In, singkat—tanpa menoleh ke arah bibinya.

Bibi Hyo In menghela napas pelan, “Kenapa kau tidak menghubunginya dulu?”

“Tidak mau.”

“Kenapa?”

“Dia yang sudah membuatku marah. Harusnya dia yang menghubungiku lebih dulu.” bantah Hyo In.

“Hyo-ya, dengarkan bibi!” Hyo In berbalik, memandang datar ke arah bibinya, “Bibi tidak tahu apa masalah kalian, tapi berdiam diri seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah,”

“Kalau kau belum siap menghubunginya tidak usah dipaksakan. Sekarang lebih baik kau istirahat,”

Hyo In menggeleng, “Harus. Kau sudah 2 hari tidak tidur. Bibi tidak mau kau sakit.”

Hyo In menghela napas panjang, tertunduk lesu sedikit lama hingga kemudian ia mengangguk pelan.

***

Selama 2 jam ini Hyo In terus saja memandangi ponselnya. Memandang nomor kontak Kyuhyun tanpa berani melakukan apapun.

Berkali-kali ia mengacak rambutnya frustasi. Mencoba menekan tombol ‘call’ di sana, namun kembali ia urungkan.

Ia melempar ponselnya begitu saja. Memeluk kedua lutut dan menenggelamkan wajahnya di sana.

“Hiks Oppa hiks Kyuhyun Oppa hiks,”

“Maaf, hiks,”

Ia semakin terisak saat hangat itu perlahan memenuhi tubuhnya dari belakang.

“Ya Tuhan, bahkan disaat seperti ini pelukanmu terasa begitu nyata, hiks,”

“Ini memang nyata.”

“Ya Tuhan, bahkan suaramu terdengar begitu dekat,” lirihnya lagi di tengah isakan.

“Ini aku, sayang.”

Chu~

Hyo In terhenyak. Matanya terbelalak saat kecupan itu mendarat di pipi kanannya.

Tangisan Hyo In berhenti seketika. Ia berbalik dengan cepat. Menatap ke arah pria yang kini berada di depannya dengan senyum 3 jari yang begitu memikat di sana.

“Kyuhyun Oppa!”

Aigoo!” pekik Kyuhyun, kaget—saat Hyo In menerjangnya cepat. Memeluk erat tubuhnya hingga mereka terbaring di atas ranjang dengan Hyo In yang berada di atasnya.

Pelan. Kyuhyun mengusap rambut panjang Hyo In. Membalas pelukan tunangannya kemudian memiringkan tubuh mereka.

“Maafkan aku, harusnya aku tidak memaksamu makan wortel.” ujar Hyo In dari dalam rengkuhan Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk pelan seraya membenarkan posisi mereka. Hyo In tidur dengan tangan kiri Kyuhyun sebagai bantal seraya memainkan kancing kemeja Kyuhyun.

Gwaenchana, aku juga salah. Tidak seharusnya aku mengatakan hal itu padamu.” Kyuhyun mengusap lembut rambut Hyo In.

“Bagaimana kau bisa sampai ke sini? Ini ‘kan sudah malam.”

“Dari Seoul ke Gwangmyeong hanya butuh waktu 2 jam kalau kau berlari.”

“Jadi kau berlari dari Seoul sampai ke sini?” tanya Hyo In, sumringah—seraya mendongak menatap Kyuhyun.

“Tentu saja tidak. Kenapa harus susah payah berlari kalau aku punya mobil.”

Hyo In memberengut saat poninya ditarik kasar oleh Kyuhyun. Kemudian ia kembali menyandarkan kepalanya di dada Kyuhyun.

Lama. Mereka terdiam dengan Kyuhyun yang masih setia merengkuhnya.

“Maaf. Aku bukan pria sensitif yang bisa mengerti bahasa non-verbalmu, tapi aku akan mencobanya setelah ini.” Hyo In mengangguk pelan tanpa menjawab. Rasanya ia tak butuh penjelasan apapun dari Kyuhyun, setidaknya untuk saat ini. Ia hanya ingin memeluk Kyuhyun setelah 2 hari tak bisa melakukannya dengan pria yang sudah menjadi tunangannya tersebut. Ia semakin menempelkan tubuhnya pada Kyuhyun. Seolah tak ingi terlepas barang sedetik pun hingga ia terlelap nanti.

“Aku merindukanmu, sayang.” bisik Kyuhyun seraya mengecup pelan leher Hyo In. Merasa tak ada perlawanan, ia pun mulai berani membuka cardigan putih dan seutas tali kain tank top hitam Hyo In.

Senyumnya merekah saat Hyo In memilih untuk diam saja. Mungkin ini sudah waktunya. Pikir Kyuhyun.

Chagi,” Hyo In terus saja diam. Gadis tersebut hanya bergerak untuk mengeratkan pelukan mereka.

“Chagi-ya!” Kyuhyun mengernyit heran saat Hyo In tak jua menjawabnya. Perlahan, ia mulai mengangkat wajah Hyo In dan tertawa pada dirinya sendiri di detik berikutnya saat melihat wajah tenang gadis itu dengan napas yang teratur.

Kyuhyun kembali merengkuhnya. Mengaitkan tangan kekarnya di pinggang Hyo In seraya mengusap pelan rambut Hyo In.

“Jaljayo.”

END

40 thoughts on “[Short Story] DUMPLING/2

  1. Ya Allah,,,,😮
    SiKihyun mau perkaos si Hyo In tuh !!
    Tapi sayang,Hyo In’a udh tidur :p
    kkkkk~~~

  2. ah,, sumpah!! Aku suka bnget eonni!! Itu si kyu yah… Minta di tabok juga tuh orang….. Untung Hyo in udah tdur,, jdi dy selamat…
    Nunggu smpe nikah yah Kyu….

  3. Hi eon q reader bru, tnpa sgaja mnmukan blogmu, izinkan q tuk mnjeljh lebh jauh blog mu🙂.
    Salam kenal

  4. haha..lucu.. “ini sudah saatnya..”
    tau nya di tinggal tidur.. aigoooo.. pasangan yang bikin gemes and bikin iri..

  5. sweet sweet., Hyoin gemesin bgt.. dan omo ! Kyu Oppa mau ap itu ? ckckck.,

    Keep writing and fighting chingu (y)

  6. Ayi…ayi, Hyoin kurang greget dikit, harusnya biar Kyuhyun yang nangis2 gitu, muahaha dasar setan lu *jedotpalandiri
    Tp sumpeh saya lbh suka lihat Kyuhyun yg tersiksa di semua cerita ff yg saya baca, entahlah memberi kepuasan sndiri.
    Tp kan semua cerita ngga boleh sama, monoton dong jadi😀 kkk~
    Heis, tangan anda Buncit, mau mesum sama orang tidur, anda ini … hahahaha😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s