[Vignette] Kyuhyun who Embraces Hyo In

Title: Kyuhyun who Embraces Hyo In
Author: Valuable94
Casts: Cho Kyuhyun (SJ)/Song Hyo In (OC)
Genre: Romance, Fluff
Rate: PG-17
Length: Vignette

Disclaimer: I do not own Cho Khyuhyun. Story and OC are MINE. Do not plagiat!
Pict. Credit: anime-kid.com

Happy Reading! ^^

043_large2

 “Eeeuugghhh.”

Kyuhyun terkesiap mendengar suara erangan Hyo In. Ia mendongak, memperlihatkan wajah tampan yang kuyu setelah terlalu lama bersembunyi di balik lipatan kedua tangannya. Setelah mengucek mata sebentar, mata tajamnya kembali memperhatikan Hyo In yang sudah ia tunggui semalaman.

Hyo In bergerak gusar. Matanya masih tertutup dan kernyitan di dahi menunjukkan rasa sakit yang tengah di deranya.

“Hyo-ya!”

Kyuhyun bangkit dari duduknya, beralih ke samping ranjang—sekedar membelai dahi Hyo In pelan. Senyum Kyuhyun tersimpul samar saat tahu panas tubuh Hyo In mereda. Setidaknya ia bisa sedikit bernapas lega itu.

Oppa,” lirih Hyo In. Suaranya serak dan dalam. Matanya terbuka perlahan. Ia meringis seraya memegangi puncak kepalanya yang sakit mencengkeram. Sesekali ia menelan saliva sekedar membasahi kerongkongan yang kering.

“Aku ada dimana?”

“Di rumahku. Semalam kau pingsan sebelum pesta barbeque selesai,” jawab Kyuhyun, pelan.

Hyo In memegang tangan Kyuhyun yang kini terulur dan tengah mengusap pipi kirinya. “Bantu aku bangun!” pintanya.

Tanpa menjawab, Kyuhyun segera mengarahkan tangan kanannya menyangga kepala Hyo In sementara tangan kirinya berada di bawah punggung Hyo In. Perlahan, mengangkat tubuh lemas Hyo In, menahannya sesaat sembari menata 2 bantal untuk dijadikan sandaran.

“Masih pusing?” Hyo In mengangguk pelan seraya memijat sendiri kedua pelipisnya.

Kyuhyun menghela napas seraya menunduk. Melihat kekasihnya dengan keadaan seperti itu membuatnya semakin khawatir. Ia hanya terdiam saat melihat Hyo In tengah memijat kepalanya. Hyo In tersenyum seraya mengucapkan ‘terima kasih’ tanpa suara ketika Kyuhyun dengan sabar menggantikan tangannya.

Kesunyian ruangan tersebut terganggu karena suara derit pintu terbuka. Kyuhyun dan Hyo In sama-sama menghentikan kegiatan mereka untuk melihat siapa yang masuk ke dalam kamar. Sejurus kemudian, ibu Kyuhyun muncul dari balik pintu dengan senyum lembut seraya membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air putih dan susu. Beliau menghampiri Hyo In dan Kyuhyun kemudian menaruh nampan tersebut di atas nakas di samping ranjang.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya ibu Kyuhyun, lembut.

Hyo In mencoba tersenyum di depan calon mertuanya. “Sedikit pusing.” Setidaknya hanya itu yang ia rasakan saat ini.

Itu mampu membuat raut wajah ibu Kyuhyun meredup. Beliau menghela napas, sebelum berkata, “Kata dokter kau hanya pusing. Tadinya kupikir kau hamil, tapi…”

“Ibu!” Kyuhyun menyela dengan gerutuannya. Tatapan ibunya menukik tajam pada Kyuhyun dengan cepat.

“Dengar, ibu tidak pernah mempermasalahkan hal itu sejauh kalian benar-benar serius menjalani hubungan dan tidak hanya main-main saja,” lanjut ibu Kyuhyun seraya membenarkan letak selimut Hyo In, “lagipula undangan juga sudah dicetak.”

Perkataan ibu Kyuhyun membuat Hyo In terdiam. Wajah pucatnya memerah seketika seriring dengan remasan di selimut yang menutupi pahanya semakin menguat. Kyuhyun dan Hyo In saling mencuri pandang beberapa saat. Mereka bertiga terdiam, membuat suasana kamar menjadi lengang kembali. Namun itu tak bertahan lama karena gelakan tawa ibu Kyuhyun membuat mereka berdua kebingungan lalu ikut tertawa meski mereka tak tahu apa yang sedang mereka tertawakan.

“Sudahlah, ibu tadi hanya bercanda.” Ibu Kyuhyun memberikan mangkuk bubur pada Kyuhyun.

“Suapi calon menantuku!” Kyuhyun mengangguk patuh. Kemudian beliau beranjak keluar dari kamar setelah mengusap puncak kepala Hyo In.

“Ingat! HA-RUS HA-BIS,” ujar ibu Kyuhyun dari ambang pintu kamar seraya mengacungkan telunjuk saktinya.

Hyo In terhenyak mendengar ancaman ibu Kyuhyun, sementara Kyuhyun mengangguk semangat dengan senyum yang terkembang. Ia mendelik ke arah Hyo In yang tengah menatapnya dengan pandangan curiga dan posisi memeluk selimut, seolah akan terjadi sesuatu yang buruk padanya sebentar lagi.

“Ayo makan!” Kyuhyun mengarahkan satu sendok bubur pada Hyo In. Hyo In mengamati bubur di tangan Kyuhyun.

Ya Tuhan, ini bukan makanan. Pasti rasanya hambar. Batin Hyo In, yakin.

“Hey, aku tidak akan memaksamu menghabiskan ini,” ujar Kyuhyun, menenangkan.

“Janji?” Hyo In memastikan.

Kyuhyun mengangguk pasti. “Tapi setidaknya perutmu harus terisi sebelum minum obat.” Kyuhyun memang benar. Hyo In terdiam pasrah lalu memakan sesendok bubur itu meski kernyitan di dahinya tak kunjung menghilang selama ia mengunyahnya.

“Kau juga harus makan,” kata Hyo In, setelah memakan suapan pertamanya kemudian merebut sendok. Menyuapi Kyuhyun dengan satu sendokan penuh. Kyuhyun menyambutnya dengan senang hati karena sejatinya ia juga sedang kelaparan setelah semalaman menjaga Hyo In.

Tak lama kemudian satu mangkuk bubur tersebut tandas tak bersisa, meskipun pada kenyataannya Kyuhyunlah yang lebih banyak menghabiskan buburnya sementara Hyo In lebih memilih irisan daging ayam. Kyuhyun beranjak dari rajang, mengambil segelas air putih dan obat untuk Hyo In. Setelah selesai meminumkan obat, ia membawa tubuh Hyo In duduk lebih tegak—masih di atas ranjang. Perlahan, menyisir rambut panjang Hyo In dan tersenyum jail.

Hyo In meringis pelan saat seluruh kamar berputar karena kepalanya bergoyang akibat sisiran Kyuhyun. “Pelan-pelan, Oppa. Kau membuat kamarmu berputar .” Kyuhyun tertawa mendengar gerutuan Hyo In. Ia tahu bukan kamarnya yang berputar tapi pusing Hyo In yang parah.

“Tahan sebentar, ya.” Kyuhyun menarik pelan rambut Hyo In, memutarnya, kemudian membuat mengumpulkan rambut halus tersebut menjadi satu gelungan lalu menyangganya dengan dua kali lilitan karet. “Sudah.” Kyuhyun tersenyum puas melihat hasih karyanya.

Hyo In mengernyit bingung saat ranjang yang diduduki Kyuhyun kembali berderit menandakan adanya pergerakan dari Kyuhyun. Ia menoleh ke samping, melihat tangan Kyuhyun terulur mengambil satu bungkus cream di atas nakas. Hyo In mendengus melihat Kyuhyun mengambilnya tanpa mau beranjak dari ranjang.

Sejatinya Kyuhyun bukan tipe pria yang mau dibuat repot. Tapi sayang, semua itu tidak berlaku untuk beberapa kasus. Termasuk hari ini.

“Aku buka, ya.”

Mata Hyo In terbelalak saat kedua tangan Kyuhyun sudah ada di depan dadanya dan membuka kancing piyama tidur yang ia pakai.

“YA-YAK! A-apa yang kau lakukan?!” seru Hyo In seraya memegangi kedua tangn Kyuhyun—menghentikan kegiatanya.

Kyuhyun memanjangkan lehernya. Beralih menatap Hyo In dari sisi kanan, memandangnya datar. “Aku mau mengoleskan cream di bahu dan tengkukmu. Itu perintah dokter.” Kyuhyun kembali ke posisi semula. Tangan besarnya dengan leluasa membuka kancing piyama Hyo In, sementara tangan Hyo In sendiri melemas dan tak lagi mampu menghalangi Kyuhyun. Tidak semua kancingnya terbuka, hanya sebatas 4 dari 6 kancing. Setidaknya bahu Hyo In bisa terlihat.

Meski diam, Hyo In dengan susah payah menahan deruan napasnya yang mengeras. Detakan jantung semakin cepat serta wajahnya memanas. Oh, memikirkan bagaimana Kyuhyun melihat bahunya saja membuat kepalanya semakin pusing.

Seringaian Kyuhyun keluar saat desisan Hyo In terdengar setelah Kyuhyun menurunkan tali bra-nya kemudian mengoleskan cream otot berbentuk gel itu. Ia mengusapnya pelan, menimbulan rasaHyo InHyo In ketika dingin cream otot berganti menjadi usapan danpijatan pelan. Lalu tanpa sadar Hyo In mengedikkan bahu berkali-kali. Kyuhyun mendengus sebal meski masih memijati Kyuhyun dengan tenang.

“Apa dokter itu juga menyuruhmu memijatku?” dengus Hyo In karena tak mampu menahan geli.

“Sebenarnya tidak.Anggap saja ini bonus dariku,” ujar Kyuhyun, bangga. Kemudian ia beralih pada bahu kiri Hyo In. Dan hal yang sama pun terjadi. Kyuhyun semakin geram karena Hyo In tidak bisa diam.

“YAK! Berhenti bergerak terus! Kau membuatku kesulitan memijatmu,” geram Kyuhyun.

“Tapi itu geli. Lagipula kenapa kau memijatku, sudah tahu aku orang yang tidak bisa menahan geli,” gerutu Hyo In.

“Kalau bisa, sebenarnya aku lebih memilih menciumi bahu dan tengkuk, YAK! Apa-apaan ini?!” Kegiatan Kyuhyun terinterupsi karena cubitan Hyo In di betisnya. Ia berjingkat dan memindah betisnya beberapa kali dari jangkauan Hyo In, “kau melukai betis indahku,” ketus Kyuhyun.

“Itu karena pikiran kotormu,” bantah Hyo In. Semakin berusaha keras menggapai kaki Kyuhyun di beakang punggungnya.

“Kau yang bertanya lalu aku menjawab. Ada yang salah?”

“Y-ya me-mang tidak a-ada, t-tapi kan…”

“Ah, sudahlah. Jangan membantah! Lebih baik kau diam dan nikmati saja pijatanku. Siapa tahu kau akan lebih cepat sembuh.” Hyo In terdiam. Menekuk wajah tanpa sepengetahuan Kyuhyun seraya menggenggam erat selimut karena menahan geli.

“Begitu lebih bagus.” Hyo In menggerutu dalam hati. Meskipun sia-sia, setidaknya dia bisa mengumpati calon suaminya itu tanpa takut ketahuan orangnya.

Beberapa menit mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kyuhyun dengan gel dan pijatannya sementara Hyo In dengan selimut dan gerutuannya.

“YAK! OPPA!” seru Hyo In, kaget. Hembusan pelan di tengkuknya membuat ia terkesiap. Sementara Kyuhyun terkikik geli dari belakang setelah berhasil menggoda Hyo In.

OPPA, BERHENTI!” Lagi, hembusan napas Kyuhyun meremangkan bulu kuduk Hyo In. Ia salah tingkah sekaligus malu.

“YAK! OPPA! KUBILANG BERHENTI!” Kali ini Hyo In berteriak cukup keras. Kesal dan marah menjadi satu kemudian ia mengarahkan tangannya ke belakang. Menangkap kaki Kyuhyun.

“AW! AW! AW!” Hyo In tersenyum puas saat kuku tangannya menancap di kulit betis Kyuhyun. Cara itu benar-benar ampuh menghentikan kejahilan Kyuhyun. Kenapa dia tidak melakukannya dari tadi saja, batin Hyo In.

“Yak! Yak! Jauhkan kuku setanmu itu dariku!” pinta Kyuhyun seraya memegangi tangan Hyo In yang tengah mencubitnya.

Hyo In tertawa lebar.Kedua tanduk merah di kepalanya semakin memanjang. “Asal kau tidak menggodaku lagi,” tawar Hyo In.

“Aku tidak meng… AW!” cubitan Hyo In semakin mengetat, menjepit kulit betis Kyuhyun hingga memerah. “Ya, ya, aku tidak akan melakukannya lagi.” Kyuhyun pasrah. Itu lebih baik, sebelum kulitnya robek karena ulah calon isterinya sendiri. Mengerikan.

“Janji?” Hyo In memastikan lagi. Berjaga-jaga jika sewaktu-waktu Kyuhyun akan melanggarnya lagi. Ia memang terlihat menyerah, tapi hanya untuk keadaan terjepit saja. Dasar licik.

“Aku berjanji atas nama Tuhan, ayah, ibu, noona, dan kau,” ujar Kyuhyun tanpa jeda. Hyo In cukup puas akan hal itu. Lalu perlahan napas Kyuhyun kembali menormal saat cubitan di kakinya mengendur. Ia menekuk kakinya yang semula selonjor menggamit tubuh Hyo In kemudian meniup bagian yang memerah dengan pelan. Sesekali ia mendelik ke arah Hyo In yang menampakkan wajah senyum lebar.

“Ini sakit,” ketus Kyuhyun.Tanpa menoleh Hyo In. Sementara Hyo In memperhatikan Kyuhyun yang sibuk dengan betisnya. Terlalu lama, hingga perasaan bersalahnya perlahan timbul. Matanya memanas, sebentar lagi, cairan bening dari matanya akan meleleh.

Oppa,” lirih Hyo In. Ia beringsut mendekati Kyuhyun. Tangan kanannya memegang kepala yang terasa berat sementara tangan kirinya mengusap pelan betis Kyuhyun yang memerah, karena ulahnya. Kyuhyun diam, masih merajuk karena kuku Hyo In, meskipun itu tak akan bertahan lama.

“Maaf,” ujar Hyo In seraya mengusap pelan luka Kyuhyun.

Kyuhyun sendiri juga tak bisa menolak. Mungkin lebih baik diam daripada hati Hyo Intercabik lidah tajamnya hanya karena ia sedang merajuk. Ya, diam itu lebih baik.

Oppa, maaf.” suara lirih ituterus mengganggu telinga Kyuhyun. Ia ingin segera memeluk gadis itu tapi tidak sekarang. Ungkin setelah acara merajuknya selesai.

Ooppa, kepala-ku,” akhirnya isakan itu keluar. Kyuhyun masih diam.Ia tahu itu senjata Hyo In saat meminta maaf setelah berbuat salah.

Oppa, kamarmu berputar lagi,” ujar Hyo In terbata di tengah iakan.

Tidak, itu hanya akal-akalan Hyo In saja. Batin Kyuhyun—menguatkan diri.

Hyo In masih tersedu dan suaranya semakin tidak jelas. “Oppa, jangan marah! K-kau membuatku sema-kin pu-sing.”

Kyuhyun tidak bisa menahannya. Saat Hyo In menunduk semakin dalam dengan kedua tangan memegangi kedua sisi kepalanya erat, pertahanan Kyuhyun runtuh.Kata merajuk hilang secepat Cheetah berlari. Dan akhirnya, rengkuhan Kyuhyun kembali membelenggu Hyo In. Menyandarkan kepala gadis itu di atas dadanya yang terhampar luas. Hanya untuk Hyo In. Mengusap rambut Hyo In pelan hingga isakan Hyo In memelan, berganti dengan helaan napas panjang.

Hyo In beringsut menenggelamkan diri dalam lipatan di antara bahu dan leher Kyuhyun. Membuat jakun Kyuhyun naik turun dengan cepat. Gadis ini, selalu menggoda Kyuhyun meski tanpa sadar. “Jangan marah lagi,” kata Hyo In, pelan. Hembusan napasnya membuat Kyuhyun ingin mengerang karena geli dan … semacamnya. Oh, itu tidak patut dibicarakan di sini.

“Tidak,” ucapnya setenang mungkin, meski nyatanya ia tak tenang sama sekali.

“Jangan menggodaku lagi!”

“Iya.” Kini tangan Kyuhyun beralih ke punggung Hyo In, “m-masih pu-sing?” tanya Kyuhyun, sedikit tergagap.Ia mengerang dalam hati. Ini semua karena ulah Hyo In yang malah menciumi tulang selangkanya.

Sialan. Umpat Kyuhyun—juga dalam hati.

Hyo In menggeleng kemudian bangkit dari pelukan Kyuhyun. Ia menghembuskan napas lega dan merubah posisinya menjadi bersandar di headboardranjang berlapis bantal, tempatnya tadi.

“Kata dokter, pusingmu karena kejang otot di sekitar bahu dan tengkuk. Kau tahu karena apa?” Hyo In menggeleng, “karena kau terlalu sering membaca sambil tidur.”

Hyo In terdiam seraya memainkan selimutnya. “Maaf,” lirihnya lagi.

Kyuhyun menghela napas dalam. Mendengar kata maaf dari Hyo In itu percuma. Suatu saat nanti gadis ini tetap akan melakukan rutinitasnya saat ia tak ada. Itu pasti. God, sepertinya Kyuhyun terlalu mengerti Hyo In. Dan Hyo In terlalu mengerti bagaimana mendapatkan simpatinya kembali.

Kyuhyun bangkit dari sandarannya kemudian meletakkan bantal itu ke tempat semula, “Lain kali jangan terlalu banyak membaca sambil tidur!” Hyo In masih diam seraya memperhatikan Kyuhyun, “kalau tidur ya tidur saja, membaca ya membaca saja. Jangan dicampur-campur! Itu tidak baik.” Hyo In mengangguk patuh setelah mendengar petuah Kyuhyun.

Pelan, ia bergerak merebahkan diri di samping Kyuhyun saat calon suaminya itu menepuk bantal di depannya. Ia terbaring meringkuk, membelakangi Kyuhyun.

“Tidurlah! Karena sekarang hari minggu, aku bisa menemanimu terus di sini.” Benar, untung saja sekarang hari minggu. Dan itu bararti Kyuhyun bebas dari segala dokumen di kantor. Setelahnya, mereka kembali terdiam. Suasananya terasa begitu dingin, membuat Hyo In tak nyaman. Ia butuh sesuatu yang hangat saat sakit seperti ini. Akhirnya, ia memberanikan diri berbalik dan seketika itu kecewa menghampirinya saat melihat KYUHYUN telah memejamkan mata.

Ooppa!” panggilnya ragu.

“Hm.” Kyuhyun membuka mata pelan kemudian menoleh ke arah Hyo In.

“Kenapa?”

“P-peluk. Aku ingin dipeluk.”

Manja, itu kesan pertama. Gadis itu hanya akan bermanja padanya hanya saat sakit saja. Mungkin ini salah satu kesempatannya bisa bermanja-mnaja ala anak SMA. Kyuhyun tersenyum lebar. Tanpa kata segera memiringkan tubuhnya menghadap Hyo In, menarik pinggang gadis itu cepat hingga ia berhasil merengkuhnya kembali. Menenggelamkan suara tawa Hyo In dalam pelukannya.

END

55 thoughts on “[Vignette] Kyuhyun who Embraces Hyo In

  1. Udh sakit di suapin kyuhyun,Di pijitin,Di peluk lg.
    kurang Sweet apa coba si kyuhyun ^__^
    Astagaaaa…. Kelihatan bngt kalau Kyuhyun itu sangat sayang sama hyo in😀
    terlihat dr Keterampilan kyuhyun mengurus hyo in sakit,tau segala sifat dan kelakuan hyo in. bisa tau apa yg di suka dan gk di suka hyo inn… aduh suami idaman😛

    Di tunggu Karya lainnya dan FF Reset Tentunya (:

  2. Suka kog eonnie, apalagi pas bagian emmaknya si kyupil😉
    Kgak kna stroke tuhh anak ama calon mnantunya?? Astagaaaa…😄

  3. suka dech dengan ceritanya…🙂
    pa lagi dengan aksi merajuknya kyuhyun…
    Cerita simple & padatt dan mudah dimengerti…
    abis baca kata”ny kyuhyun yg katanya kalau kebanyakan baca sambil tidur bisa buatt penyakitt,.. langsung menyadari diri sendriii…😛
    Ntar kalau misalnya aku pusing kayak Hyo in,bakal d’perhatiin kyak gini gak ya sama kyu…??

  4. ceritanya bagus..penggambaran’y pas….
    ternyata selain evil kyuhyun romantis juga…
    sering2 deh buat fanfiction romance kyu….heheheh….
    aku pengunjung baru di blog ini

  5. Baca ini dalam keadaan gak enak badan gini bkin aku envy beneran dengan Hyo In yg ditemani Kyuhyun. Alurnya pendek dan penggambaran ceritanya simple sekaligus ringan untuk dibaca. Nice story

  6. Olla reader baru datang hehehe😀
    Salam knal buat author dan para pembaca sekalian.
    Baca ff ini jadi pengen dimanja manja ama abang kyuhyun hehehe ;p
    Ijin mau baca ff lainnya ya

  7. so sweet bgt…waupun kyuhyun crewet mslh sakitnya hyoin in tp tetep aja so sweet kan, dari nyuqpin, mijitin sampai meluk”…aw aw aw >.< ak jg sakit kyu…peluuk~

  8. hyo in sangat beruntung , tapi itu beneran autornim ?? kalau tidur sambil baca bikin sakit kepala ? soal nya aku suka sakit kepala, dan suka banget baca sambil tiduran😀
    hahahaha .
    hal yg aku suka dari ff author adalah simple tapi isi nya nyampe, manis~

  9. kebayang lagi sakit di rawat sama tunangan. diperhatiin seperti ini. melayang deh. kapan yah Cho kamu kaya gitu sama aku?

    hahaha…

    Aku harus bermimpi dulu nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s