[Drabble] A Home isn’t A House

396388ws06kthgty

By Valuable94
Casts: Cho Kyuhyun (SJ)/Song Hyo In (OC)
Genre: Fluff, Romance
Rate: Teen
Length: Drabble
Disclaimer: OOC (Out of Character). I don’t own Kyuhyun. Story and OC are MINE. Don’t be plagiator.
Pict Cr: www.glitter-graphics.com

Hyo In POV

“Aku ingin punya rumah,” Desahku pelan.

“Di ujung blok ini, kanan jalan, rumah no. 43. Bukankah itu rumahmu?” Sahut Kyuhyun lantang.

Aku mendengus pelan, “Maksudku, ‘rumah’ untuk pulang dan melepas lelah. Yah, rumah, tempat yang hangat dan… Bukan hanya sebuah bangunan,”

Kuhela napas dalam. Semakin menunduk, menelusupkan wajahku di antara kedua lututku. Mempererat genggaman tanganku saat terpaan angin malam mulai menusuk tulang.

Kyuhyun masih terdiam di sampingku, dengan posisi yang masih sama, tidur di atas alas rumput bukit di dekat kompleks perumahanku.

“Kau merindukan ayahmu?” Tanya Kyuhyun lugas.

Tak butuh waktu lama untukku mengiyakan pertanyaan retorisnya. Tidak usah dijawab pun harusnya ia tahu.

Kudongakkan wajahku menatap langit malam yang tak berbintang.

Tetap indah. Kurasa.

Setidaknya dia lebih indah daripada hidupku.

Sejurus kemudian, kurasakan hangat mengalir di sekitar punggungku saat tangan Kyuhyun merangkulku dari belakang. Dengan cepat, aku beringsut ke arahnya, menyandarkan kepalaku yang berat di atas dada bidangnya. Memejamkan mata seraya menikmati alunan detak jantungnya yang berirama upbeat.

Detak jantungnya seperti irama lagu Bonamana.

“Hangat?” Tanya Kyuhyun pelan seraya mengusap lembut rambutku.

“Eoh,”

“Nyaman?”

“Em,” Kupererat lingkaran tanganku di perutnya.

“Kau bisa pulang ke sini,”

Aku mendongak, menatapnya heran dari balik rengkuhannya.

Ia menunduk, membalas tatapan heranku dengan senyum 3 jarinya dan sedikit tarikan kasar di poniku yang sukses membuat dahiku terantuk dadanya.

Aku tidak bisa marah. Justru aku menyukai hal semacam ini.

Kyuhyun menghela napasnya kembali kemudian mempererat rengkuhannya padaku.

“Tempat ini hangat, bukan? Kau juga bisa tidur di sini, melepaskan rasa lelahmu dan yang paling penting, aku bukan hanya sebuah bangunan yang ada di ujung blok bernomor 43,”

Aku tertawa mendengar kelakarannya. Membuatku sedikit melupakan rasa rindu pada Ayah yang berada jauh beribu-ribu kilometer dariku.

“Kalau ibu ada di sini, aku pasti tidak akan kesepian,” Gerutuku.

“Aish, kalau ibumu ada di sini, aku yang akan lari ketakutan,”

“Waeyo? Ibuku wanita yang sangat cantik dan ramah,” Protesku seraya menarik-narik kancing kemejanya.

“Ya! Song Hyo In, apa kau mau memanggil arwah ibumu kemari?” Protes Kyuhyun.

“Bukankah itu bagus? Setidaknya kau bisa bertemu sekali saja dengan calon ibu mertuamu,” Bantahku -seraya memukul kecil dadanya.

“Aish, shireoyo,” Nada suaranya berubah manja.

“Kau benar-benar tidak ingin bertemu dengan ibuku?”

Kudongakkan kembali wajahku untuk menatapnya. Memberengut kesal. Mungkin ini lebih pantas disebut Panda eyes. Kuharap dia tahu kalau malam ini aku sedang sensitif dengan hal-hal sepele sekalipun.

“Ya! Ya! Aku hanya bercanda, jangan memasang tampang menyedihkan seperti itu,”

Kyuhyun kembali menenggelamkan wajahku ke dalam pelukannya.

“Kau masih tidak mau bertemu dengan ibuku?” Tanyaku sekali lagi -berharap jika hatinya belum mengeras lagi setelah sempat luluh beberapa saat tadi.

“Besok aku akan menjemputmu saat istirahat makan siang, kita pergi ke makam eommeonim, eottae?”

“Geuraeyo,”

Aku tak dapat menyembunyikan senyumku lagi. Dan hangat di pipi dan seluruh tubuhku kian merajai.

“A apa itu berarti aku tidak perlu bertemu dengan arwah eommeonim?”

Aku terbahak dalam pelukannya. Perlahan kulepaskan pelukan kami kemudian menyejajarkan pandanganku dengannya.

“Aku tidak berpikir kalau kau akan menanggapi perkataanku tadi dengan serius,”

Aku ingin tertawa lagi, tapi sengaja kutahan saat wajahnya memerah padam. Kesal.

Kutangkup wajah pucat ovalnya kemudian mengecup bibirnya sekilas, “Mianhaeyo, Oppa, aku tidak tahu kalau setan nakal sepertimu bisa takut dengan arwah ibuku,”

Aku mengernyit sesaat ketika ia kembali menarik kasar poniku. “Tidak lucu,”

Hanya itu. Setelahnya, Kyuhyun kembali merengkuhku.

“Dan aku bukan setan nakal,” Sambungnya tak terima.

“Geuraeso? Lalu?” Tanyaku sangsi -seraya memainkan kancing kemejanya lagi.

“Aku setan tampan dengan hati selembut malaikat,” Jawabnya penuh keyakinan

Aku tertawa lagi, “Apa itu berarti aku sedang jatuh cinta dengan setan tampan berhati selembut malaikat ini?”

Kali ini Kyuhyun yang tertawa, “Benar. Dan aku, juga sangat mencintai kekasih setan berhati selembut malaikat ini.”

Dan kini, kami tertawa bersama. Menghangatkan malam dengan pelukan dan kelakaran tak bermakna namun berarti banyak untukku.

FIN

35 thoughts on “[Drabble] A Home isn’t A House

  1. Anyeong, wah suka deh Kyu pengertian n ceritanya mereka sudah menikah ya?

    Dia mengerti betul agar dapat membuat wanita kembali tertawa dan merasa nyaman berada dalam dekapannya.

  2. Aigoo aku blm tw apapun tentang kopel ini soal’a aku bru kesasar kemari😛 . Tapi ini switt bgt.. Ga nyangka kyu bsa semanis dan sekalem ituu

  3. hello, aku tamu baru^^
    ‘aku setan tampan dgn hati hati selembut malaikat’ kkekekk.. kyu tetep narsis !
    ceritanya manis, mereka pasangan yg unik, \(^^`)/

  4. bacanya bikin adem deh di hati. kyuhyun emang perlakuannya selalu bikin adem. kadang kadang sih. kalo lagi jadi setan berhati selembut malaikat

  5. Kyuhyun romantis sekali. Sikap hangat dan perhatiannya kepada Hyo In benar benar membuatku meleleh. Kekekeke
    Aku juga mau jika pulang kedalam pelukannya.

  6. Eonni,aku kira ini Oneshoot.
    Ehh,ternyata cma Drabble tooh !!
    Ihh,,padahalkan cerita’a Sweet banget Eonn. Trs Fluff jga lg.
    Mending dibuat sequel’a dch *modus* :p

  7. hiii
    bagus kisahnya
    pendek
    tp ngena
    bagi yang keluarganya msih utuh dan lengkap jangan sia siakan setaip waktunya
    sayangi ke dua orang tua mumpung qt masih bisa

  8. ngakak pas kyu membela diri. aku setan berhati malaikat, bhahahaha… PD ya kyu memang selangit kkkkk….

    tp kyuhyun memang lelaki sejati. pria yg memberikan bahu yg utk bersandar saat si kekasih butuh sandarah. so sweet kyuhyun♥♥♥♥♥

  9. kyuuu plis ya pedemu berlebihan banget. wkwkk
    kenapa mereka selalu manis unn? *-* bikin senyum senyum baca ini :3

  10. “Hangat?” Tanya Kyuhyun pelan
    seraya mengusap lembut
    rambutku.
    “Eoh,”
    “Nyaman?”
    “Em,” Kupererat lingkaran
    tanganku di perutnya.
    “Kau bisa pulang ke sini,”

    #Authornim… dirimuu pinter ngegomball ya…hahahahaaa sukaa ihh. FFmu singkat padat n gak jelass. #Plaaakkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s