[Vignette] Cry Isn’t That Bad

Image

 

Title         : Cry Isn’t That Bad
Author         : Valuable94
Genre         : Romance, Fantasy
Casts         : Cho Kyuhyun (SJ), Song Hyo In (OC)
Rate         : PG-15
Lenght         : Vignette
Disclaimer     : I don’t own Kyuhyun. OOC (out of character). This story and OC is mine. Don’t like, don’t read, don’t bash. NO PLAGIARISM.

Happy Reading!! ^^

 

@Bus Station

Normal POV

“Kau suka hujan?”

“Sangat.” Gadis itu mengangguk pasti seraya tersenyum, menadahkan tangan, mengumpulkan tetesan hujan dari atap halte bus tempat mereka menunggu hujan reda sepulang sekolah.

“Kenapa?” Tanya pria yang ada di sampingnya lagi.

“Karena hujan bisa menyembunyikan airmataku.” Gadis itu tersenyum lembut seraya menatap lekat pada Kyuhyun. Membiarkan pesonanya menguar, terhirup oleh pria di sampingnya yang kini juga tersenyum ke arahnya.

“Kenapa harus disembunyikan?” Kyuhyun mulai meletakkan tangan kirinya pada bahu Hyo In kemudian mendekapnya dari samping, memberinya kehangatan dari dingin angin dan hujan sore ini.

Hyo In mendongak, menatap heran pada Kyuhyun yang entah sejak kapan menjadi peduli dengan hal-hal picisan seperti menyukai hujan.

“Karena aku tak ingin orang lain mengetahui sisi lemahku saat aku menangis.” Kyuhyun tersenyum samar tanpa menoleh Hyo In yang tengah terpesona akan perlakuannya. Mendekap tubuhnya dari samping dan mengusap lembut bahu gadis itu. Menghangatkan pergelangan tangan yang tak tertutupi almamater sekolah.

Kyuhyun menghela napas pelan kemudian mengalihkan pandangan pada Hyo In, menangkup wajah oval gadis. 

 

“Adakalanya kau harus menunjukkan jika kau sedang butuh perlindungan… terutama padaku,” kemudian Kyuhyun mengusap kedua pipi Hyo In yang terkena air hujan karena hempasan angin yang menerpa mereka.

“Tidak ada gunanya menyembunyikan tangisanmu jika akhirnya kau akan tetap memikirkan hal yang kau benci. Lepaskan, lalu bersandarlah pada bahuku, katakan saat kau membutuhkan sesuatu yang dapat menenangkanmu atau mungkin, bisa memecahkan masalahmu,” Kyuhyun berhenti sejenak kemudian mengusap puncak kepala Hyo In perlahan.

 

Hyo In mengalihkan pandangannya cepat ketika panas itu kembali menyergap kedua pipinya. “Hujannya sedikit reda, ayo, kita pulang!” Kyuhyun mengikuti langkah kekasihnya yang menuntun ia untuk segera beranjak dari halte tetap mereka berteduh. Ia diam, tahu jika Hyo In tak ingin membahas masalah ini lebih dalam.

Ia mengambil sepedanya yang tergeletak begitu saja di samping halte kemudian bersiap untuk mengendarainya, sementara Hyo In sudah siap berdiri di belakangnya, memegang bahu tegap kekasihnya yang saat itu juga langsung mengenjot sepeda gunung tersebut melaju cepat, menerjang titik-titik hujan yang kecil hingga membuat rambut dan seragam mereka mau tak mau sedikit basah.

Kyuhyun menoleh sesaat ke arah Hyo In yang kini tengah menyandarkan dagu di bahu kirinya. “Kau membuatku tidak konsentrasi menyetir, nona centil.” Dengus Kyuhyun.

Untuk sesaat dunianya terasa terhenti ketika pipi lembut itu terasa berpapasan dengan bibir cherry Hyo In, Kyuhyun terpana sesaat ketika melihat Hyo In menjulurkan lidah tanda menggodanya. Ia mengerem sepeda tersebut cepat tanpa mempedulikan teriakan protes dari Hyo In. Kemudian membalikkan badan dan menatap geram pada Hyo In yang juga terlihat kesal karena ulahnya mengerem mendadak hingga membuatnya hampir terjungkal.

“Berhenti menggodaku, Hyo In-ssi! Kau mau kita terjatuh, huh?” Geram Kyuhyun.

“Berhenti mengerem mendadak, Kyuhyun-ssi! Kau membuatku hampir terjungkal.” Seru Hyo In tak kalah kesal.  

“Aish~”

“AW!” Hyo In meringis kesakitan saat poninya yang basah ditarik kasar oleh Kyuhyun.

Kyuhyun berbalik kembali kemudian menggenjot sepedanya tanpa mempedulikan ocehan Hyo In di belakangnya. “Ini kekerasan dalam rumah tangga.” Setidaknya itu salah satu protes Hyo In yang tidak henti-hentinya mengungkit tindakan kasar Kyuhyun padanya. Hingga beberapa menit kemudian Kyuhyun kembali menghentikan laju sepedanya, kali ini lebih pelan, saat sampai di depan rumah Hyo In.

“Tidak mau mampir dulu?” Kyuhyun mendongak ke atas, memperhatikan langit sore yang semakin gelap karena mendung.

“Lain kali saja,” Hyo In mengangguk paham. “Baiklah, kalau begitu cepatlah pulang sebelum hujan turun lagi.” Kyuhyun menggeleng pelan. “Masuk rumah dulu, baru aku bisa pulang.” Hyo In tersenyum lebar dengan hiasan rona merah di pipinya yang memucat karena dingin kemudian melambaikan tangan tanda perpisahan sebelum akhirnya ia berbalik dan berjalan membuka gerbang rumahnya.

Annyeong!” Seru Kyuhyun seraya melambaikan tangannya pelan, Hyo In pun membalasnya sebelum akhirnya ia menutup gerbang rumah tersebut.

“KAU TIDAK PERNAH MAU MENGERTI AKU, KAU SUDAH BERUBAH!”

Kaki Kyuhyun terhenti saat teriakan marah seorang perempuan itu terdengar di telinganya. Ia menghembuskan napas pelan, menoleh ke arah rumah Hyo In, memikirkan kekasihnya. Namun Kyuhyun tak bisa melakukan apapun dan akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulangnya, Ia tak berniat mencampuri urusan keluarga tersebut.

“BUKAN AKU, TAPI KAU! MENGAKU SAJA JIKA KAU MEMANG SUDAH TIDAK MENCINTAIKU.”

“AKU YANG SEHARUSNYA BILANG SEPERTI ITU.  BUKAN KAU!”

Hyo In hanya berdiri terpaku di depan kedua orangtuanya yang saling berteriak, menyalahkan satu sama lain. Mata dan telinganya sudah kebal mendengarkan kata-kata tersebut terlontar dari mulut kedua orangtuanya.

“KAU EGOIS!”

“KAU YANG EGOIS!”

“Kalian berdua sama-sama egois!” Dengus Hyo In marah, membuat kedua orangtuanya terdiam dengan napas terengah setelah saling meneriaki satu sama lain.

“Kau! Tidak perlu ikut campur urusan orang dewasa.” Sahut ibu penuh penekanan.

“Kalian yang membuat anak kecil sepertiku mau tidak mau harus ikut campur dalam urusan orang dewasa kekanakan seperti kalian,” Balas Hyo In dingin.

“Beraninya kau!” Geram ayahnya.

“Mendengar kalian bertengkar setiap hari, itu membuatku muak. Saling menyalahkan, tak ada yang mau mengalah karena kalian pikir kalian sama-sama benar. Itu sangat kekanakan,”

“Kenapa tak kalian coba untuk membuka pembicaraan dengan baik tanpa harus membuatku mendengar ocehan kalian yang menyebalkan. Kalian tidak memikirkan aku, sibuk dengan argumentasi kalian sendiri, itu menjijikkan. AKU BENCI KALIAN!!” Napasnya terengah, matanya terarah pada kedua orangtuanya yang masih terdiam mendengar semua kemuakannya atas perilaku kedua orangtuanya yang dulu begitu ia banggakan.

Hyo In berbalik tanpa mengatakan sepatah Katapun pada mereka, membuka gerbang kayu itu dengan cepat kemudian membantingnya dengan keras. Tak peduli dengan panggilan ayah dan ibunya yang mencegah untuk pergi, ia hanya terus berlari, menghilang dari hadapan kedua orangtuanya yang egois. 

Ia juga bisa menjadi egois. Batin Hyo In.

Napasnya terengah, ia berhenti sejenak tepat di ujung gang rumahnya. Pandangannya terarah tak menentu, kemudian saat lemas di kakinya tak lagi terelakkan, tubuhnya luruh, masih menyisakan napasnya yang pendek-pendek, ia berusaha untuk menahan airmatanya seraya mendongk menatap langit yang mendung, namun tak lagi meneteskan air tawar layaknya tadi sore. Memegangi dadanya yang terasa menyesak, kesulitan menelan salivanya untuk sekedar membuat hatinya lega. Tapi tidak bisa, ia ingin menangis, hanya itu yang bisa membuatnya lega. 

Ada suara derap kaki yang mendekatinya, memaksa Hyo In untuk mendongak dan kemudian berdiri saat ia sadar siapa yang menghampirinya. Menatap wajah itu dalam. Membalas tatapan yang masih sama dengan tadi sore, sebulan yang lalu dan… setahun yang lalu. Tatapan Kyuhyun.

“Matamu merah.” Ujarnya pelan dan Hyo In hanya berusaha diam agar isakannya tak keluar tanpa perintahnya.

“Kau ingin menangis?” Hyo In menggeleng pelan, namun tatapan Kyuhyun yang menajam melunakkan pertahanannya, menghentikan gelengan kepalanya kemudian menunduk dalam.

“Tidak ada hujan,” ujar Kyuhyun lagi seraya menengadahkan tangannya yang tak merasakan setetes hujan pun saat ini.

Keundae…”

Grep.

naega yeogi isseo.” Ada kehangatan yang menyergap tubuh Hyo In tiba-tiba, membuat hati dan tubuh itu merasakan nyaman dan akhirnya semua pertahanan Hyo In benar-benar luruh. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya saat tubuh Hyo In bergetar hebat, bersamaan dengan isakan Hyo In yang teredam dalam dada bidangnya.

“Aku rindu ayah hiks dan ibuku yang dulu, hiks aku rindu mereka yang hiks saling mencintai hiks…” Kalimatnya menggantung, berganti dengan isaknnya yang semakin tak terbendung, membuat Kyuhyun mau tak mau merelakan seragam putihnya basah karena airmata Hyo In.

“Tidak selamanya seseorang akan bahagia saat bersama pasangannya, kita juga sering bertengkar, biarkan mereka memilih jalan sesuai keinginan mereka. Toh, pada akhirnya mereka yang akan merasakan akibat dari keputusan yang mereka ambil.” Tak ada tanggapan dari Hyo In, ia hanya terus menangis dalam pelukan Kyuhyun, mencurahkan segalanya. Segala rasa kecewanya.

Lama, Kyuhyun masih bertahan memeluk Hyo In yang masih terisak seraya mengusap punggungnya pelan. Beberapa saat kemudian, isakan Hyo In mulai mereda, ia meregangkan pelukan Kyuhyun, mengusap airmatanya dengan kedua punggung tangannya sendiri kemudian mulai menatap Kyuhyun yang tengah memasang tampang khawatir.

“Gomawo,” Lirih Hyo In, membuat Kyuhyun tersenyum kemudian mengusap puncak kepala gadis di depannya tersebut.

“Sudah lega?” 

Hyo In mengangguk pasti.

“Masih menunggu hujan untuk menangis lagi?” Tanya kyuhyun lagi dengan nada sedikit mencibir.

Hyo In menggeleng seraya tersenyum malu, membuat Kyuhyun terkikik geli melihatnya.

“Aku tidak butuh hujan saat menangis, asal kau ada di sampingku,” Hyo In menghela napas pelan. ”Nyatanya menangis dalam pelukanmu lebih menenangkan daripada menangis dalam hujan, mereka hanya…” Kalimatnya menggantung.

“Hanya apa?” Tanya Kyuhyun penasaran dengan nada menggoda.

“Mereka hanya membuatku basah dan semakin kedinginan.”

Mereka tergelak, menghalangi dingin angin malam dengan pelukan manis menghangatkan.

 

 

FIN

pict credit: gayulove.blogspot.com

32 thoughts on “[Vignette] Cry Isn’t That Bad

  1. wew.. jleb bgtz… tiap bca fanfic yg castx kyu oppa bwa’anx ngefly mulu..
    ska bgtz tiap kta yg ad d fanfic nie, rapi n sllu bwt readers msuk dlam suasana critax… meski pendek,, tpi ffx bguz bgtz thour

  2. Baru baca ni FF….
    Kmarin2 FF ini aku cuekin aja,, cz aku maunya RESET…..:'(
    Tapi pas udah baca,,, hehe, keren juga…
    Gk biasanya loh Kyuhyun dewasa n romantis kek giniiii….oke, di RESET dia emang T.O.P B.G.T… (tuuuuuuuhhh kaaaaan,, RESET lagi,, hahahha)
    Ini da seq nya kan ya????tapi udah NC 21 gitu… emank ceritanya mereka udah dewasa ya???? mau baca jg,, tapi diPW, hehehe

  3. Kyuhyun memang bukan hujan yg selalu bisa meredakan tangisan hyo in. kyu itu bagai segelas air putih yg jernih dan bersih yg mampu melepas dahaga hyo in saat haus menyerang ya. itulah kyuhyun bagi hyo in saat ini🙂

  4. Menyaksikan kedua orang tua saling berteriak satu sama lain memang menyakitkan. Setiap mendengar lontaran kata kasar membuat kita merasa sedih, marah, dan muak akan apa yang terjadi.
    Dan aku benar benar membenci hal itu.
    Untunglah Kyuhyun selalu ada disetiap Hyo In membutuhkannya. Memberikan dirinya untuk tempat bersandar. Itu adalah hal yang baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s