[Chapter] Reset Part 7

Title :  Reset
Author : Valuable94
Genre : Romance, Angst, Married Life, Drama, Family
Casts : Cho Kyuhyun (SJ), Song Hyo In (OC)
Support Casts : Cho Sungmin (Sungmin SJ), Song Hye Kyo (Actress), Kim Kibum (SJ), KyuIn’s Parents
Rate : PG-17
Length : Chapter
Disclaimer : All of those casts belong to themselves. OOC (Out Of Character). This story and plot are MINE. Don’t like, don’t read. Don’t bash. No Plagiarism.

Happy reading ^^Image

1st Day in Summer

8 a.m

@Cho Family’s House

Hyo In POV

Aku masih terdiam di depan Kyuhyun. Ia hanya menatapku seraya sesekali menarik simpul bibirnya sebelah saja. Ini bukan senyum 3 jarinya yang amat kusukai, tapi smirk menakutkan yang 7 bulan terakhir ini sering ia perlihatkan padaku.

Aku masih sibuk menyembunyikan wajah merahku karena terlalu lama diperhatikan olehnya dengan menyibukkan diri mencukur bulu-bulu halus di sekitaran pipi, bawah hidung dan dagunya. Lihatlah! Bukannya diam tapi Kyuhyun malah semakin mengeratkan tangannya di pinggulku. Posisiku yang tengah duduk di atas wastafel dengan kungkungan tubuh tegapnya di hadapanku malah semakin membuatnya leluasa mempermainkanku.

Kuhela napasku pelan kemudian kuhentikan aktifitas tanganku di wajahnya.

Wae?” suara bassnya terdengar memprotes lengkap dengan kerutan di dahinya.

“Aku gugup oppa, kau tidak lihat wajahku sudah memerah dari tadi?” jawabku memprotes balik.

Yah, semenjak perkembangannya yang mulai membaik setelah beberapa tahap terapinya bersama Kibum Oppa membuatku berani untuk memberikannya sedikit teguran meskipun terkadang Kyuhyun masih memperlihatkan gejala-gejala klinis yang memang sangat sulit dihilangkan walaupun sudah hampir 8 bulan menjalani pengobatan psikofarmakologi dan terapinya. Benar apa yang dikatakan Kibum Oppa, semuanya memakan waktu yang cukup membuatku bosan.

Kyuhyun hanya diam menunduk. Aku takut, jangan-jangan dia akan mengamuk lagi. Bisa saja kan, meskipun hal itu sudah sedikit berkurang. Kulihat tubuhnya bergetar namun tak sehebat yang dulu. Sesaat kemudian Kyuhyun mendongakkan kepalanya menatapku dengan pandangan menyesal.

Kuusap peluh di dahinya pelan kemudian kuteruskan mengusap bahu berusaha menenangkannya.

Gwaenchana~” ucapku menenangkan seraya tersenyum dan terus mengusap bahunya.

Mian.” lirih Kyuhyun kemudian memelukku lembut. Tubuhnya tak sedingin beberapa bulan yang lalu saat ia merasa begitu kecewa terhadap dirinya sendiri. Kulepaskan pelukannya kemudian mengambil handuk kecil dan membersihkan sisa krim cukur di wajahnya.

Cha, sudah selesai. Kau semakin tampan oppa.” kami sama-sama terkikik geli saat kulontarkan kata-kata manis itu untuknya.

“Kau beruntung mendapatkan suami tampan sepertiku.”

Kusunggingkan senyum mengejekku kemudian turun dari wastafel dan mendorong punggungnya keluar dari kamar mandi.

“Ayo kita siap-siap! Kibum Oppa pasti sudah lama menunggu.” kutolehkan pandanganku ke arah jam dinding di kamar. Aku tersenyum sendiri saat membayangkan Kibum Oppa dengan wajah merah padamnya karena harus menunggu kami satu jam lebih.

Aku masih sibuk menyiapkan beberapa perlengkapan kami untuk berangkat ke rumah ayah dan ibu karena di sanalah Kyuhyun melakukan terapinya karena kau tak mau membuat Kyuhyun merasa seperti pesakitan karena harus terapi di rumah sakit.

Kyuhyun sudah siap dengan setelan casualnya duduk di sofa kamar dan PSP di tangannya. Satu lagi kebiasaannya yang baru kuketahui, namja ini benar-benar maniak dengan game.

Aku terdiam sebentar saat mengecek kembali barang bawaan kami. Kualihkan pandanganku ke arah Kyuhyun saat kurasa aku melupakan sesuatu.

Aku mengecek bawaan kami di dalam tas, sepertinya sudah lengkap. Pikirku. Aku terdiam mengingat kembali barang apa lagi yang harusnya kubawa.

“Sudah selesai?” tanya Kyuhyun yang masih sibuk dengan gamenya.

“Apa aku melupakan sesuatu?” tanyaku pada Kyuhyun kemudian ia menghentikan permainannya dan mendekat ke arahku.

Kyuhyun mulai mengecek kembali tas kami. Beberapa saat kemudian ia menggeleng heran kemudian mendorongku ke arah jendela kamar dan menunjukkanku deretan bunga-bunga yang masih bermekaran di sekitar halaman rumah.

“Kau masih ingat apa yang dilakukan bunga-bunga itu padaku saat aku tak memakai masker?”

Aku menepuk dahiku pelan saat teringat kejadian 2 minggu yang lalu ketika aku lupa tak membawakannya masker dan akhirnya Kyuhyun bersin-bersin selama 1 minggu karena alergi serbuk bunga.

Setelahnya, aku bergegas menuju lemari untuk mencari masker Kyuhyun. Kuacak kasar isi lemari tersebut karena tak kunjung menenukan kain berbentuk persegi panjang berwarna hitam itu. Kusingkap tempat bagian dasi dan akhirnya aku menemukannya. Kutarik kasar masker tersebut namun aku merasa menjatuhkan selembar kertas karena tarikanku tersebut.

Kuambil kertas yang baru saja kujatuhkan tadi. ‘Counsellor of Finances’. Aku bergumam membaca tulisan yang terpampang paling besar di atas kertas tersebut. Kuambil ponselku di saku kemudian memotretnya sebelum Kyuhyun menyadari kalau aku menemukan barang yang ia sembunyikan.

    ***

Kami sampai di rumah ayah dan ibu. Di sana sudah kulihat Kibum Oppa duduk di ruang tamu dengan kedua tangannya di lipat di depan dada dan wajah merah padamnya. Benarkan dugaannku, dia pasti sedang menahan marah karena menunggu kami satu jam lebih.

Kutaruh pelan tas bawaanku kemudian duduk di sofa seberang Kibum Oppa bersama Kyuhyun dengan wajah tak bersalahnya, padahal semua ini karena Kyuhyun yang menyebabkanku terlalu lama mencukur wajahnya.

“Kemana abeonim dan eomonim?” tanya Kyuhyun pada Kibum Oppa masih dengan wajah tak berdosanya.

“Mereka mengambil lobak di perkebunan.” aku dan Kyuhyun hanya mengangguk pelan saat mendengar jawaban singkat darinya kemudian hening kembali menyelimuti atmosfer rumah ini.

“Kalian tahu sekarang jam berapa?” ketus Kibum Oppa.

Aku melirik jam di dinding kemudian menggaruk tengkukku dan tersenyum canggung karena aku tahu jika Kibum Oppa tengah menyindir keterlambatan kami.

Mian hyung, di rumah kami jamnya terlambat satu jam.” aku menoleh ke arah Kyuhyun setelah mendengar jawabannya. Wow, namja ini semakin hari semakin pintar membuat alasan.

Aku hanya berusaha menyembunyikan kikikan tawaku saat kulihat Kibum Oppa mendengus sebal setelah mendengar jawaban Kyuhyun. Coba saja kalau tadi aku yang menjawab, pasti dia sudah menghajarku dengan mulut pedasnya itu.

“Kalian tahu? Kalian itu satu-satunya pasienku yang berani membuatku menunggu.” dengusnya lagi.

“Bukankah itu menandakan kalau kau adalah dokter yang sangat peduli pada pasien.” elakku.

Geureom, dan saking pedulinya sampai aku rela tidak dibayar oleh kalian.” Yah, aku memang tidak membayar untuk biaya konsultasinyanya. Tapi aku membayar untuk obatnya. Apakah itu masih kurang? Lagipula aku kan sepupunya.

“YA! Kenapa kau perhitungan sekali dengan sepupumu sendiri?” bantahku tak terima.

“Bukannya perhitungan. Apa kau tidak kasihan padaku? Seminggu sekali selama 7 bulan ini aku harus menunggu kalian tanpa bayaran. Bayangkan saja jika seharusnya sekali tatap muka aku dapat bayaran 50.000 won, berapa banyak uang yang bisa kudapatkan?”

Benar juga apa yang dikatakan Kibum Oppa. Aku masih diam tidak berani menjawab pertanyaannya. Aku masih sibuk menghitung. Aish~ biasanya otakku kan bekerja lebih cepat jika itu masalah uang.

“Semuanya 1.400.000 won, kau mau kami melunasinya kapan?”

Aku dan Kibum Oppa sontak membelalakkan mata saat mendengar jawaban Kyuhyun. Kurasa  Kibum Oppa sudah melupakan masalah bayarannya saat ini.

“Berhenti melihatku seperti itu! Kalian pikir aku ini apa?” sahut Kyuhyun saat sadar jika ia mendapatkan pandangan kagum dari kami.

Oppa, apa kau baru saja makan kalkulator?” tanyaku masih tak percaya dengan apa yang baru saja kudengar.

YA! Biacara apa kau ini. Pergilah memasak! Aku belum sempat sarapan tadi.” Kyuhyun mengusap puncak kepalaku seraya tersenyum.

“Apa tidak apa-apa jika kau sendirian?” tanyaku khawatir karena memang selama ini aku selalu berada di sampingnya saat terapi.

“Coba kau tanyakan saja pada dokternya.”

Aku menoleh ke arah Kibum Oppa dan hanya dibalas dengan anggukan saja. Kuhela napas pelan kemudian beranjak menuju dapur.

“Masak yang banyak, aku juga belum sarapan.” Aku hanya mendengus sebal saat mendengar kikikan dari kedua namja menyebalkan di belakangku itu. Benarkan dia sudah melupakan bayarannya.

    ***

Aku selesai menyiapkan entah ini sarapan atau makan siang karena sebenarnya jam sarapan sudah habis dan belum masuk waktu makan siang. Kulihat Kyuhyun sudah duduk di ruang makan dengan kepala yang tergeletak lemas di atas meja.

Samgyetang is cominggg~” seruku seraya menaruh menu musim panas faforit Kyuhyun di atas meja. Kyuhyun dengan cepat mengangkat kepalanya dan raut wajahnya sudah berubah cerah saat melihat kepulan asap dari Samgyetang yang baru saja matang.

Aku mengambil duduk di samping Kyuhyun kemudian memotong ayam utuh itu menjadi beberapa bagian kemudian menaruhnya di mangkuk Kyuhyun bersama kuah jahe. Ia menghirup dalam asap samgyetang kemudian meniupnya sebentar dan menyeruput sedikit kuahnya.

Mashinde (enak)?” tanyaku semangat.

neomu neomu massiseoyo (sangat sangat enak)!” jawabnya semangat seraya mengangguk cepat. Aku tersenyum senang saat mendengar jawabannya. Namja ini, apapun yang kumasak pasti akan langsung menghabiskannya tanpa sisa, dan aku sangat senang dengan penghargannya padaku. Yah, hanya bersama Kyuhyunlah aku benar-benar merasa menjadi orang yang sangat dibutuhkan di dunia ini.

“Kemana Kibum Oppa?” tanyaku saat tak kulihat batang tubuhnya di rumah.

Hywung swedwang Mwandwi (Hyung sedang mandi).” jawab Kyuhyun dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“Makannya pelan-pelan saja.” kuusap peluh di dahinya karena ia terlalu cepat memakan makanan. Kyuhyun hanya menjawabnya dengan cengiran saja.

Sesaat kemudian aku merasakan seseorang datang mendekat ke arah kami dan sudah bisa dipastikan jika orang itu Kibum Oppa. Ia Nampak rapi dengan setelan jas, kemeja dan celana yang serasi di tubuhnya.

“Kenapa rapi sekali? Memangnya kau mau kemana?” tanyaku seraya memakan nasiku.

“Apa aku sudah tampan?” tanyanya seraya membenarkan sedikit letak jasnya.

Kuacungkan 2 jempolku di depannya menunjukkan jika dia memang benar-benar tampan hari ini.

Duakk

Aku dan Kibum Oppa tersentak saat mendengar benturan mangkuk dan meja kayu di sampingku. Ya tuhan, kenpa dengan Kyuhyun. Wajahnya memerah padam dengan bibir yang sedikit dimajukan. Lucu sekali, tapi sayangnya tampang setan itu tak bisa disembunyikan.

“Aku sudah selesai, aku ingin tidur.”

Singkat dan itu jelas sekali menggambarkan kalau Kyuhyun sedang radang perasaan hari ini. Aku dan Kibum Oppa hanya saling melempar pandangan penuh tanya saat melihat Kyuhyun berlalu menuju kamarku dengan langakah yang sedikit dihentak-hentakkan.

“Kenapa suamimu?” aku hanya mengedikkan bahu saat menjawab pertanyaan Kibum Oppa.

“Kurasa suamimu cemburu padaku.” sambungnya lagi.

“aku tidak tahu Oppa, sikapnya semakin aneh saat penyakitnya mulai membaik.” aku masih melanjutkan makanku.

“Oh ya, besok temui aku lagi bersama Kyuhyun, minggu depan aku ada seminar.” aku mengangguk menjawab permintannya.

Oppa, ada yang ingin kutunjukkan padamu.” ia menghentikan kegiatan menyendok supnya.

Kusodorkan ponselku kemudian menunjukkan gambar yang baru saja kuambil tadi pagi. Beberapa saat setelah melihat gambar tersebut kemudian tersenyum.

“Kenapa? Apa ada yang salah? Sebenarnya suamiku itu sakit atau tidak? Kalau dia benar-benar sakit kenapa dia bisa punya sertifikat penasehat keuangan?” ke mencecarinya dengan pertanyaan-pertanyaan yang dari tadi sudah berlarian di kepalaku.

“Suamimu baik-baik saja. Sudah kubilang dari awal bukan kalau pada dasarnya Kyuhyun itu namja normal. Bahkan sebagian orang yang mengalami gangguan jiwa sepertinya punya kemampuan intelektual tinggi dan kurasa suamimu termasuk dalam bagian itu. Santai saja, harusnya kau senang karena suamimu itu orang yang cerdas,”

 

“Sejauh ini kulihat grafik perkembangan kemajuan terapinya sangat bagus. Itu semua juga tak lepas dari semangatnya sendiri untuk sembuh.” sambungnya lagi.

Penjelasan Kibum Oppa kembali membuatku memutar kejadian beberapa bulan yang lalu saat aku mencarinya di kamar Hye Kyo Eonni dan saat sarapan. Aku mulai memahami keadaan ini saat aku ingat jika Kyuhyun sempat membicarakan keuangan perusahaan bersama Abeonim dan Sungmin Oppa waktu itu dan kejadian tadi pagi saat ia menjawab pertanyaan Kibum Oppa.

    ***

7 p.m

@Cho Family’s House

Aku duduk bersama Hye Kyo Eonni di depan TV melihat tayangan Reality Show di salah satu stasiun TV karena bosan di dalam kamar sendirian saat Kyuhyun tidak ada. Yah, aku juga tidak tahu kenapa tadi abeonim memanggil Kyuhyun untuk ikut dengannya.

Sesekali kami tertawa saat mendengar kelakaran MC acara tersebut. Lama, kuperhatikan Hye Kyo Eonni di sampingku dengan perut besarnya yang sudah berusia 8 bulan. Kupeluk Hye Kyo Eonni dari samping.

Wae?” tanya Hye Kyo Eonni saat menyadari sikap anehku padanya.

“Apa ini terasa berat?” tanyaku seraya mengelus perutnya.

“Menurutmu?” ia bertanya balik.

“Pasti sangat berat.” jawabku spontan karena itu yang pertama kali kupikirkan. Aku menghela napas berat.

“Tapi terasa menyenangkan.” kukernyitkan dahiku saat mendengar jawaban Hye Kyo Eonni. Aku tak lagi memeluknya kini.

“Kau takkan pernah menyangka jika di tengah kesakitan ini masih ada kebahagiaan. Kau akan merasakannya saat hamil nanti apalagi jika kau mengandung benih dari suamimu sendiri.” ucapnya dengan senyum yang mengembang.”

“Aku tidak mau hamil.”

Tidak, aku tidak mau hamil meskipun aku menginginkannya karena hanya akan menjadi beban saja saat aku harus segera pergi dari Kyuhyun.

“Kenapa bicara seperti itu? Kau benar-benar mau meninggalkan Kyuhyun?” tanya Hye Kyo Eonni dengan nada khawatirnya. Tsk, yeoja ini benar-benar pintar membaca pikiranku.

“Hanya akan menjadi beban saja jika aku hamil, keadaan Kyuhyun sudah cukup membaik. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat saja,”

“Kau mau menyerah?”

“Sebentar lagi adalah saat dimana aku harus menyerah karena hutangku pada keluarga ini hampir lunas.” Lirihku kemudian kami sama-sama terdiam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing.

 

“Tugas Tinkerbell mengantar Peter Pan keluar dari Neverland dan mengahadapi realita dunia sudah hampir selesai. Lagipula serbuk Tinkerbell sekarang juga hampir habis sekarang.”

Aku mengambil napas sejenak saat terasa sesak itu kembali memenuhi dadaku. Sesak ini begitu menyiksa saat aku mengingat jika Ananke ini telah menulis takdir yang tak ia inginkan untuk orang yang teramat berharga baginya. Janus hitamku perlahan muncul dan menghancurkan Janus putih. Hanya tinggal menunggu waktu saat Janus putih benar-benar musnah dan hilang meninggalkan benang takdir Ananke yang kusut.

Aku meninggalkan Hye Kyo Eonni saat kurasakan airmataku mulai mengalir keluar dari persembunyiannya. Kuusap pelan air asin dari mataku ini kemudian bergegas ke kamar.

Saat sampai di dalam kamar aku segera membaringkan tubuhku. Tak kupedulikan saat kulihat Kyuhyun sudah kembali ke kamar dan tengah duduk bersandar di headboard ranjang seraya bermain dengan PSPnya. Aku bebaring memunggunginya kemudian memasang selimut.

“Besok pagi sebelum ke gereja kita bertemu dengan Kibum Oppa. Katanya minggu depan dia tidak bisa menemaniku terapi.” setelah mengatakan pesan Kibum Oppa aku menutup tubuhku dengan selimut sampai menutupi seluruh tubuhku.

Kurasakan dekapan erat dari arah belakangku sesaat setelah ranjang kami bergerak pelan. Aku tersenyum saat merasakan Kyuhyun membuka selimutku sampai batas leher dan mengecup pipiku sekilas.

“Besok kau harus bangun pagi!” kalimatnya itu sukses membuatku berbalik menghadapnya karena penasaran.

Wae?” tanyaku. Kyuhyun hanya tersenyum seraya mengusap puncak kepalaku.

“Pokoknya besok bangun pagi saja.” aku mengerucutkan bibirku sebal saat sekarang gentian Kyuhyun yang tidur memunggungiku. Dasar pemaksa.

    ***

5 a.m

Author POV

Hyo In mengerang pelan saat mersakan tubuhnya terhuyung ke kanan dan ke kiri tanpa henti. Ia sadar jika sejak 15 menit yang lalu Kyuhyun terus saja berusaha membangunkannya namun ia tetap tak mau beranjak dari tidurnya karena ia masih sangat mengantuk.

Chagi-ya ireona (sayang bangun) ! Katanya kita harus bertemu dengan Kibum Hyung. Ayo bangun.”

Tubuh Hyo In terduduk paksa saat Kyuhyun dengan teganya menarik kedua tangan Hyo In agar ia mau bangun, yah setidaknya membuka mata.

“Nanti saja Oppa aku masih ngantuk.” jawab Hyo In dengan suara parau kemudian kembali tergeletak lemas saat Kyuhyun melepaskan tarikannya di tangan Hyo In.

Kyuhyun mengangkat tubuh lemas Hyo In menuju kamar mandi secara paksa karena ia sudah terlalu jengkel menunggu istrinya itu bangun. Kyuhyun mendudukkan Hyo In di atas wastafel kemudian mengecup bibir Hyo In sekilas.

Hyo In hanya membuka sedikit matanya kemudian menepuk pelan bibir tebal Kyuhyun.

“Jangan menciumku dulu, aku belum sikat gigi.”

Cup

Kini mata Hyo In sukses terbelalak karena Kyuhyun malah melakukan hal yang ia larang.

“Sudah kubilang aku be…”

Cup

“Aku akan terus menciummu jika kau tidak segera membuka matamu.” sanggah Kyuhyun.

Hyo In meniup poninya keras hingga terangkat ke atas dan menampakkan dahinya. Ia mengayunkan kakinya yang masih tergantung menggamit pinggul Kyuhyun yang berdiri tepat di depannya.

Ige (ini) , kau lihat?” Kyuhyun tertawa renyah saat melihat tingkah Hyo In yang melebarkan matanya dengan bantuan kedua tangannya sendiri.

“Kau mau apa?” tanya Hyo In. ia memandang Kyuhyun heran saat melihat Kyuhyun memberinya krim dan beberapa alat cukur.

“Kau membangunkanku pagi-pagi begini hanya untuk mencukurmu lagi? Bukankah kemarin aku baru saja melakukannya untukmu?” nada suara Hyo In terdengar memprotes. Kyuhyun hanya mempoutkan bibirnya kemudian menunduk diam.

Hyo In hanya mampu menghela napas kemudian mengangkat wajah Kyuhyun pelan dan mengoleskan krim cukur di wajahnya. Hyo In kembali tertunduk saat melihat kyuhyun menampakkan smirk itu lagi.

“Kau menegerjaiku?” dengus Hyo In saat ia sadar jika Kyuhyun baru saja mengerjainya. Kyuhyun hanya tersenyum senang seraya memperhatikan wajah Hyo In yang terlihat kembali memerah seraya sibuk mengoles krim cukur di wajahnya.

“Kenapa tidak mau menatapku? Kau gugup lagi?” tantang Kyuhyun mencona memancing Hyo In untuk marah kemudian menatapnya dan Kyuhyun akan menciumnya lagi untuk membuat Hyo In diam. Begitulah pikiran Kyuhyun.

“Kau sudah tahu jawabannya oppa.”

Gotcha! Kyuhyun dengan cepat mengecup bibir Hyo In saat ia berhasil membuat Hyo In menatapnya balik hingga membuat sebagian krim cukur itu menempel di pipi Hyo In juga. Mereka sama-sama terkikik geli.

Hyo In POV

Kami sama-sama terkikik geli.

“Kalau saja kau tidak tampan mungkin sudak ku coret-coret wajahmu dengan silet cukur ini.” ancamku seraya mengacungkan silet cukur di depannya.

“Apa kau baru saja mengatakan kalau aku ini tampan?” ekspresi wajahnya yang seolah berpikir itu membuatku kembali tertawa.

Selalu seperti ini. Apa aku akan rela kehilangan moment seperti ini saat aku akan benar-benar kehilangannya suatu saat nanti. Ini semua memang kesalahanku, sudah kubilang Ananke sepertiku tak mungkin bisa menenun benang takdirnya sendiri tanpa terbelit benang itu sendiri. Dan sekarang terbukti.

Aku terbelit dalam dekapan Kyuhyun saat Afrodit berhasil menyematkan cinta itu untuk Janus putihku yang tinggal menunggu kehancurannya sebentar lagi. Dan sekarang rasa memiliki itu membuatku semakin tak rela untuk melepasnya.

Kuhela napasku berat di tengah tawa kami. 

 

Seandainya rasa memiliki ini tak pernah kumiliki, mungkin aku juga takkan pernah merasa kehilangannya.

Beberapa menit setelah aku selesai mencukur wajahnya yang sebenarnya tidak perlu di cukur lagi itu Kyuhyun bergegas membuka lemari dan menampakkan beberapa setelan jas kemudian menarikku untuk mengikutinya.

“Menurutmu aku lebih pantas memakai yang mana?” tanyanya semangat. Aku diam, berpikir.

“Warna hitam? Ani, kau terlihat seperti bodyguard kalau seperti itu.” Aku menggeleng keras.

“Putih? Ani, kau terlihat seperti mempelai pria kalau seperti itu.” Aku menggeleng lagi.

Akhirnya aku mengambil satu jas hitam, kemeja biru, dasi merah, dan celana kain hitam dari lemari kemudian memberikannya pada Kyuhyun.

“Aku tidak tahu sebenarnya ada apa denganmu sejak kemarin, tapi menurutku kau akan lebih tampan saat mengenakan setelan ini.” aku berlalu meninggalkannya menuju kamar mandi.

    ***

Aku tertegun saat keluar dari kamar mandi dan  melihat Kyuhyun sudah siap dengan setelannya yang kupilih acak tadi, dia tampak begitu tampan dan err kemeja yang pas di tubuhnya itu dengan rambut cokelat yang sedikit berantakan membuatnya terlihat…yah…kurasa suamiku namja yang seksi.

Eottae (bagaimana)?”

“Sudah kubilang berkali-kali kau itu sangat tampan.” ujarku seraya memilih baju setengah formal untuk mengimbangi penampilan Kyuhyun karena hari ini kami juga akan pergi ke gereja.

“Lebih tampan mana aku dengan Kibum Hyung?” kualihkan pandanganku dari lemari kemudian menatap Kyuhyun. Apakah bisa kusimpulkan kalau Kyuhyun benar-benar cemburu kemarin?.

Aku hanya menanggapinya dengan memberikan dua jempol tanganku seraya tersenyum padanya. Kuharap namja pecemburu ini tak akan cemburu lagi.

“2 jempol? Yah, setidaknya ketampananku satu taraf dengan Kibum Hyung.” gumamnya namun masih bisa kudengar dengan jelas.

“Sekalipun pada kenyataannya Kibum Oppa lebih tampan darimu, bagiku kau tetap namja yang paling tampan.” batinku.

Kami turun dari kamar dan mendapati Sungmin Oppa dan Hye Kyo Eonni nampak tengah bersiap-siap keluar rumah juga.

“Kalian mau kemana?” tanya Kyuhyun pada Sungmin Oppa.

“Hanya periksa bulanan.” jawab Sungmin Oppa.

“Kalian mau kemana?” tanya Sungmin Oppa balik.

“Periksa bulanan juga.” jawabku asal dan dibalas dengan jitakan di kepalaku dari Kyuhyun. Aku hanya mendengus sebal kemudian berjalan mendahuluinya menuju mobil. Masih bisa kudengar suara kikikan tawa dari mereka bertiga.

Beberapa menit kemudian kulihat Kyuhyun masuk ke dalam mobil dan duduk di sampingku di jok penumpang. Kami hanya terdiam saat mobil melaju menjauh dari rumah dan membawa kami ke rumah Kibum Oppa.

“Kau sadar jika Noona terlihat semakin cantik?”

“Dari dulu kakakku sudah cantik.” jawabku asal.

“Bukan begitu maksudku tapi…”

Wae?” selaku cepat.

“Aku suka melihat wanita hamil, mereka terlihat lebih cantik dari biasanya.” jawab Kyuhyun seraya menatap jalanan dari sisi kacanya.

Aku hanya mampu menghela napas pelan. Tak berniat sama sekali menyanggah pernyataannya. Kurasa Kyuhyun sudah berganti penyakit saat ini. suka melihat wanita hamil.

    ***

Setelah mampir sebentar ke rumah Kibum Oppa untuk mengambil resep obat dan grafik perkembangan kesembuhan Kyuhyun kami bergegas menuju gereja. Sepanjang pejalanan aku hanya mampu menyunggingkan senyumku saat kulihat perkembangan kesembuhannya mencapai 80%.

“Kau senang?” tanya Kyuhyun.

Aku hanya mengangguk sebentar kemudian kembali terdiam. Tidak sepenuhnya sebenarnya, karena rasa memilikiku terhadap Kyuhyun kembali menguat dan janus hitamku kembali menggerogoti Janus putihku untuk tetap bersama Kyuhyun.

Beberapa menit kemudian kami sampai di gereja. Kami masuk dan duduk bersebelahan di salah satu barisan bangku. Dadaku bergemuruh saat Kyuhyun menangkup kedua tanganku untuk berdoa bersamanya seraya menaruh dagunya di pundakku. Mataku reflek menutup saat mulai kupanjatkan doa-doaku untuk Kyuhyun dan keluargaku.

Kubuka mataku pelan saat kurasakan tangan Kyuhyun tak lagi menangkup tanganku namun mendekap erat tubuhku dari samping. Kusandarkan kepalaku di bahunya. Nyaman, hanya ini yang kurasakan saat Kyuhyun mendekapku dan sekali ini, aku benar-benar tak ingin kehilangan Kyuhyun.

Oppa, apa kau tidak takut menggantungkan takdirmu pada Ananke sepertiku?” ragu itu kembali menyeruak halus mengoyak sanubariku bersamaan dengan rasa tak ingin kehilanganku yang semakin menguat.

“Kenapa kau bicara seperti itu? Kurasa sejauh ini kau melakuaknnya dengan baik. Aku merasa semakin bahagia bersamamu.” Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya padaku.

“Tapi bagaimana jika Ananke kurang professional sepertiku terjerat oleh benang takdirnya sendiri?”

“Aku percaya, tangan tuhan lebih terampil untuk menyelamatkan Ananke dari jeratan benang takdirnya sendiri.” aku mendongak menatap wajahnya saat mendengar jawabannya. Aku hanya balas tersenyum ke arah Kyuhyun saat ia dengan lembut kembali mengusap puncak kepalaku. Apakah aku benar-benar bisa lepas dari jeratan ini?.

Kubuka cepat tas yang ada di sampingku saat kudengar bunyi nada pesan menggema di seluruh ruang lapang gereja ini.

“Ibu memintaku untuk membantunya memasak kimchi untuk Hye Kyo Eonni. Kau mau ikut aku?” tawarku pada Kyuhyun dan di jawabnya dengan anggukan pasti.

@Hyo In Parents’ House

Kyuhyun menopangkan dagunya di bahu kiriku seraya menghirup udara dari leherku. Dari tadi ia terus saja menggodaku tanpa mau berhenti. Aku selalu menahan malu di saat-saat seperti ini dan Kyuhyun selalu tahu itu hingga membuatnya semakin senang menggodaku. Mengecup bahuku, atau yang paling parah dia sering mengecupi leherku. Ck, dasar mesum.

Geuman (berhenti) oppa! Aku sedang memasak. Nanti bisa gosong kalau kau terus seperti ini.” ia hanya terkekeh menampakkan smirk evilnya. Tak ada lagi suara geraman dan tubuh bergetarnya menahan marah. Benarkan kubilang? Suamiku sudah sembuh.

Geurom (baiklah). kalau begitu aku tunggu kau di ruang makan bersama abeonim dan eomonim. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengan kalian.” aku mengernyit heran menatapnya. Kenapa Kyuhyun bisa bicara serius seperti ini?. Kyuhyun hanya tersenyum dan mengusap puncak kepalaku kemudian pergi meninggalkan dapur.

Hampir satu jam saat kami selesai makan, Kyuhyun menahanku untuk membereskan peralatan makan karena ada sesutu yang ingin ia bicarakan padaku dan orang tuaku. Cukup lama kami menunggu Kyuhyun mengatakan sesuatu namun ia tak kunjung mengatakannya juga hingga membuatku penasaran.

“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan dengan kami oppa?” tanyaku. Ia menggaruk  tengkuknya pelan.  Nampak bingung untuk memulai pembicaraan.

“Emm…begini. Kemarin…apa menawariku untuk membantu Sungmin Hyung di perusahan sebagai asistennya.”

J…jeongmal (benarkah)!!” pekikku tak percaya.

“Kenapa terkejut seperti itu?” tanya Kyuhyun enteng.

“Tenang saja, aku sudah terserifikasi dalam hal keuangan.” lanjutnya. Yah, aku tahu tapi kan…

Ani, tapi apa kau yakin?” tanyaku sekali lagi berusaha meyakinkannya untuk tak melakukan ini. Aku takut.

“Tidak ada salahnya kan mencoba. Kupikir ini bisa menjadi langkah awalku untuk memperbaiki diri dengan bersosialisasi. Kau tau kan kalau selama terapi beberapa bulan ini aku sedikit kesulitan menahan emosiku saat berada di lingkungan luar” jawab Kyuhyun mantap.

“Kurasa suamimu ada benarnya juga.” sahut ayah.

Aku menghela napas berat kemudian mengangguk mengiyakan permintaan Kyuhyun. Ada alasan kenapa hyo in tidak begitu rela membiarkan Kyuhyun berada di lingkungan luar. aku takut jika Kyuhyun tak bisa mengendalikan emosinya. Tapi ke khawatiranku seketika luluh karena dorongan kuat keinginan Kyuhyun dan dukungan abeonim yang memintanya kangsung untuk menjadi asisten Sungmin Oppa.

“Tapi aku harus janji akan baik-baik saja.” Kyuhyun mengangguk semangat. Ayah dan ibu juga nampak senang mendengarnya. Yah, Kyuhyun memang benar. Semoga ini bisa menjadi latihannya untuk bersosialisasi dengan lingkungan luar.

“Aku ada satu permintaan lagi.”

“Apa lagi oppa. Kau sudah cukup membuatku mengalah hari ini. Jangan meminta yang tidak-tidak lagi.” sanggahku lagi. Aku hanya berjaga-jaga saja jika sewaktu-waktu suamiku ini meminta yang aneh-aneh. Bunjee Jumping mungkin.

“Tenang saja, permintaanku ini sederhana.”

“Apa?” sahutku cepat.

“Aku ingin punya anak.”

MWO!!”

TBC

Semoga gak kepanjangan dan gak ada yang ngeluh gak bisa baca ya,
MIIAANNN BANGEETTT bikin readers nunggu luamo sekali. Soalnya author baru dapet wangsit dari papanya anak-anak (read: Kyuhyun) wkwkwkwkw

Semoga suka ya dengan part ini. Maaf banget kalo typo sama EYDnya gak karu-karuan. author masih belajar.

 

Gomawo buat yang udah setia nungguin nih FF gak jelas. Jangan lupa selalu RCL yuuaa ^^
 

77 thoughts on “[Chapter] Reset Part 7

  1. Akhirnya bang upil udah mulai bahas anak. Sebenernya sih dia uda ngode hyo in dari pasa waktu bilang suka liat ibu hamil. Uaaaaaaa gimana yaa reaksi hyo in ntaraaan

  2. Kemajuan yg signifikan akhirnya kyuhyun udah 80% sembuh dari sakitnya … Pengen punya anak ?? Ayo cepet2 bikin cho kyu … Hihihiii

  3. Seneng ngeliat kyuhyun udh sembuh 80% dan mungkin 20% lagi emang harus bersosialisasi..

    Huaaa perminta sederhana namun berat untuk hyo in… Semoga hyo in tidak hanya sementara sama kyuhyun…

  4. Woooo kyu pengen punya anak :O
    yeaah akhirnya kyu uda mulai sembuh ^^
    kenapa hyo in tetep mau ninggalin Kyu , ntar kyu sakit lagy:/

  5. ah senangnya akhirnya kyuhyun sembuh juga walaupun belum sembuh tntal tapi seenggaknya ini awal yang baik buat kyuhyun.
    Tapi bagaimana nanti dengan hyo in? Apa masih tetap mau meninggalkan kyuhyun? Dan aku harap tidak.

  6. Nahh lohh Kyuhyun mnta anak. Ayolahhh hyo in, sebenernya hyo in udh pny perasaan ke Kyuhyun tapi dia belum sadar. Lagi pula Kyuhyun udh sembuh walau belum sembuh total jadi sepertinya gak masalah buat punya anak dehh

  7. nah lho kyuhyun pengen punya anak
    gk mungkin hyo in gk mau mengabulkannya kan
    semakin sulit buat hyo in nantinya melepaskan diri dari keluarga cho

  8. seneng deehhh kyuhyun udah mulai sembuh dan sifat jail nya keluar semoga aja hyo in berubah pikiran dan gkk ningalin kyuhyun pas kyuhyun sembuh

    kyuhyun minta anak ke hyo in apa hyo in bakal ngabulin itu

  9. Wahh .. kyuhyun mao punya anak ..
    Aph kah hyo in bisa mengabulkan’a ..
    Sedangkan hyo in niat’a kalo kyuhyun udah sembuh dye mao pergi meninggalkan kyuhyun ..
    Akhh .. makin penasaran ajh nhe sama cerita’a

  10. yeaaaay kyu daebak pengen punya anak dr hyo in😉 hayoo loh hyo in😀 chukkae kyu oppa udah sembuh dan mau ikut bekerja bersama sungmin oppa🙂

  11. Huuuaaa .. Bahagia syekalee 80% kyuhyun udah sembuh terus minta buat kerja! Ketawa dah pas baca Kyuhyun minta anak wkwkwk sabar kyuu sembuh total barulah.
    Hyo In FIGHTING !!

  12. ternyata hyo in ga mau punya anak itu karena dia mau ninggalin kyuhyun ? poor kyu
    semoga hyoin hamil beneran biar ga bisa pergi! kyuhyun udah mau sembuh tuh buktinya dia bisa ngendaliin emosi dan nerima kritikan !
    ayooo cepat hamilin hyo in!

  13. Hayoo looo.
    Kyuhyun udh nyidam anak..gmn reaksi Hyo in ya?
    Secara td Hyo in bilnag g mw pny ank sbb tugas tingkerbel kan berakhir…
    Haduuhhh..
    Gmn jd nya ya lo Hyo in bilng g mw pny ank,ank kah kyu kambuh lagi…

    Ah Molla…moga aja Hyo in berubah pkiran n mw mengandung ank e kyu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s