[Chapter] “The Missconception of You”//Part 1

“The Missconception of You”

Author             :Valuable94

Genre              :Romance, Hurt

Rate                 :G

Length             :Chapter (1 of  ?)

Casts               :Lee Jinki (Onew SHINee), Song Hyo In (OC), Kim Jonghyun (Jonghyun SHINee)

Other Casts     :Kim Kibum (Key SHINee), Choi Minho (Minho SHINee), Lee Taemin (Taemin SHINee)

Disclaimer       :all of SHINee’s member belong to themselves, OOC (Out Of Character). Don’tlike, don’t read, don’t bash. NOPLAGIARISM

 

“Bukanhanya sebuah konsep yang salah, namun sebuah konsep yang hilang karenakenyataannya aku memang tak tahu siapa dirimu”

 

 

HyoIn POV

 

Tak ada seorangmanusiapun didunia ini yang menginginkan hidup mereka menderita. Selalu inginbahagia mungkin salah satu ambisi dan sisi egois semua orang. Melakukansegalanya untuk mencapai hal tersebut pun bukan perkara yang mudah,menghalalkan segala cara. Lalu apa yang kau pikirkan? Yang ingin kau lakukanuntuk mencapai kebahagiaanmu?

“Terkadang, tanpa sadar kau akan melukai orang lain.Ingin membuat seseorang bahagia bisa jadi kau akan menambah penderitaan bagiorang lain”

“Aku tahu, jika aku sadar telah melukai seseorangmungkin aku akan tetap memilih untuk berpura-pura tak tahu dan tetap menikmatikebahagiaanku” Eomma Menyentil Hidungku Pelan.

“Tetapi jika pada kenyataannya kau benar-benar dihadapkanpada posisi ini, apakah kau membiarkan mereka tetap tersakiti tersakiti?

Pertanyaan eomma membuatku berpikir sejenak. Akubangkit dari posisi tidurku disamping eomma kemudian duduk disampingnya.

mollayo~ karena aku belum pernah beradadalam posisi seperti itu, yah setidaknya aku tak pernah menyadarinya” Jawabkusingkat dan membuat eomma menyentil dahiku kali ini, aku mengaduh sakit tapieomma malah menertawakanku.

Malam ini aku habiskan waktuku sekedar berbincangdengan eomma, mengenang bagaimana dudlu appa mendekati eomma hingga akhirnyamenikah. Merintis usaha bersama hingga akhirnya kehadiranku semakin menambahwarna dalam kehidupan mereka.

Entah mengapa malam ini terasa begitu indah, akumerasa eomma begitu berbeda seharian ini. Bahkan hari ini ia tak mengomelikukarena lupa tidak sarapan. Ia memintaku untuk memujiti punggungnya pun akutidak membantah. Padahal biasanya aku akan mengomel panjang meskipun padaakhirnya aku tetap memijitinya. Hari ini aku merasa ingin menyenangkan eomma.

Aku berjengit kaget saat mendengar suara beberapa mobil dan disusul dengan suara gaduh dariluar rumah. Aku dan eomma langsung berlari saat keluar kamar saat mendengarsuara appa dan beberapa orang laki-laki. Mataku terbelalak saat melihat appatengah tergeletak tak berdaya didepan pintu rumah dengan wajah yang babakbelur.

Aku menutup mulutku tak percaya saat beberapa orang namja itu mesihmenendangi tubuh appa yang sudah lemah dan kini ditambah eomma yang menangisdan menjerit histeris seraya memeluk tubuh appa dari tendangan orang-orangasing ini.

“tolong hentikan! Kumohon jangan siksa suamiku lagi”

Aku masih tetap dalam posisiku, berdiri tanpa mampuberbicara sepatah katapun dan hanya mampu melihat eomma yang masih memelukappa. Berkali-kali eomma memohon, meminta dengan suara sengaunya karena terlalulama menangis agar mereka memaafkan eomma dan appa.

Aku tak pernah melihat eomma dan appa seterpurukini. Apa? Apalagi ini? memangnya apa yang sudah dilakukan oleh kedua orangtuaku? Aku masih tak mengerti dengan keadaan yang begitu mendadak ini.

Buukk

Aku berlari mendorong beberapa namja didepankudengan seluruh tenagaku meskipun tak berefek sama sekali pada tubuh besarmereka.

“berhenti! Apa kalian tuli, ha? Eommaku sudahmeminta kalian untuk berhenti”

“YA! minggir anak kecil”

Mereka mendorongku hingga aku tersungkur disampingeomma dan appa. Kuusap pipiku yang mulai basah karena air mata sialan ini.Tidak, aku tidak boleh lemah. Jika eomma bisa memohon seperti itu untukmelindungi appa, kenapa aku tak bisa melakukan hal yang lebih untuk melindungiorang tuaku.

“shireo, jangan sentuh orang tuaku lagi, kalau tidakaku…aku akan..” kuedarkan pandanganku mencari benda yang sekiranya bisamembantuku melawan orang-orang kejam ini.

Aku mendapatkannya, sebuah balok kayu yang takberada jauh dari tempatku tersungkur. Aku berlari untuk mengambilnya kemudianbergegas kembali dan mulai mengayunkannya pada orang-orang sialan ini.

“PERGI KALIAN! Aku tidak mau melihat muka kalianyang menjijikkan itu dirumahku. PERRGII”

Aku kembali mengayunkan balok kayu ditanganku dankena, tapi orang itu malah menggenggamnya seolah balok ini hanyalah stik drumkecil kemudian dengan mudahnya merebutnya dariku dan membuangnya.

Tubuhku bergetar saat melihat salah satu dari merekamendekat kearahku dengan tatapan membunuhnya. Hingga akhirnya ia mendapatkankerah bajuku dan mengangkatku dengan mudahnya hingga wajahku sejajar denganwajahnya.

“cantik, tapi sayangnya kau gadis yang tidak sopan”

“aarrgghh” aku memekik keras karena ia kembalimelemparku dan membuatku tersungkur.

geumanhaejebal…jangan sakiti putriku. Kami akan menuruti permintaannya, tapi jangansakiti putriku”

Aku masih meringis kesakitan saat eomma membantukuuntuk bangun sementara appa terlihat bersusah payah berdiri.

Tak lama kemudian aku melihat appa yang memberiisyarat anggukan pada eomma. Perlahan eomma menangkup wajahku dengan keduatangannya, ia mengusap airmata di wajahku lembut seraya tersenyum denganairmata yang masih mengalir.

Aku menggeleng seraya  mengusap airmatanya.

uljima,kami akan baik-baik saja. tunggu kami disini, kami akan segeramenyelesaikannya. Geokjeonghajima”eomma beranjak menyusul appa yang sudah berdiri disamping beberapa mobil hitamdidepan rumah.

“eomma…appa…kalian mau kemana?” aku menahan tanganeomma beraharap ia takkan meninggalkanku.

“sudah eomma bilang kau tunggu saja dirumah” eommamelepaskan peganganku dengan kasar kemudian berlari menyusul appa dan masukkedalam salah satu mobil itu.

“kenapa kalian tidak bilang padaku apa masalahnya?”

“kumohon jangan sakiti diri kalian hanya untukmelindungiku” aku menangis lagi.

”jangankan hanya untuk menyakiti, membunuh diri kamisekalipun akan kami lakukan untukmu. Kau hanya perlu percaya pada kami” ujareomma angkuh tanpa menoleh padaku sedikitpun.

Aku berlari menggedor-gedor kaca jendelanya namun eommadan appa tak mau mengindahkanku lagi hingga akhirnya tubuhku tersungkur karenatiba-tiba saja mobil itu melaju dengan kencang.

“EOMMA…APPA…KAJIMA” aku berteriak sekencang mungkin.Kenapa? Aku semakin tak mengerti dengan situasi ini.

Aku hanya mampu meringkuk memeluk kedua lututku.Eomma…appa…aku membutuhkan kalian.

AuthorPOV

 

Keesokan harinya Hyo In terbangun dengan sendirnya.Ia bahakan baru saja bisa tidur jam 3 pagi. Pikirannya terus berputarmemikirkan kedua orang tuanya yang semalam dibawa pergi oleh orang yang takpernah ia kenal sebelumnya.

Ia menyingkap selimutnya kemudian membuka gordenjendela. Mendungnya terlalu pekat namun tak ada setets airpun yang jatuh.Sontak ia berlari keluar kamar kedua orang tuanya saat mendengar pintu rumahnyaterbuka. Bunga dalam hatinya terasa bermekaran dan secarik senyum tertarikdibibirnya berharap bahwa orang tuanya sudah pulang.

“eomma, app…pa…”

Raut wajahnya berubah seketika saat melihat bukanlahkedua orang tuanya yang pulang. Langkah kakinya perlahan melambat karenamelihat 2 namja dengan pakaian yang dipakai oleh orang-orang yang datangkerumahnya semalam. Kemeja putih dengan celana, dasi dan jas yang berwarnahitam. Oh ya, jangan lupakan kacamatanya yang juga sama hitamnya.

Ia memundurkan langkahnya berbalik dan hendakmenaiki tangga kembali. Ia tak ingin berhadapan dengan orang-orang sepertimereka lagi.

“tunggu nona”

Langkah Hyo In terhenti saat ia mendengar suaraorang tersebut, suara mereka berbeda. Mungkin ia tak seburuk namja semalam yangsudah melemparnya. Ia berbalik melihat kedua namja tersebut berdiri tenangseraya menatapnya balik.

“siapa kalian?”

“siapa kami tidak penting nona,tapi nyonya besarsudah menunggu anda dimobil. Mari ikut kami” jawab salah seorang dari mereka.

“aku tidak mau pergi dengan orang asing, aku jugatidak mengenal nyonya besar kalian” ketus Hyo In.

“nyonya mengatakan kalau ia akan mengajak nonabertemu dengan kedua orang tua anda”

Hyo In membelalak kaget saat mendengar kataorangtuanya. Ya tuhan, betapa ia ingin sekali bertemu dengan keduanya hari inijuga hingga tanpa berpikir panjang lagi ia turun dari tangga dan mengiyakanajakan kedua orang tersebut.

Ia memasuki mobil disusul oleh kedua bodyguardtersebut, beberapa saat kemudian mobil itu malaju meninggalkan kediaman Hyo in.ia nampak biasa saja saat melihat sesosok wanita paruh baya yang masih terlihat anggun, mungkin seumuran dengan eommanya. Ia juga memakai baju serba hitam hariini. sesekali Hyo melihat kearah wanita tersebut namun sesaat kemudian iaberalih kerah jendela menatap jalanan yang terlihat seperti berjalan sendiri.

“selamat pagi nona Song” wanita itu memulaipercakapan.

annyeonghaseyonyonya” ia mengangguk ragu.

Wanita itu menarik kacamatanya hingga menampakkanmata hazelnya. Hyo In sempat terpana melihat sosok keibuan disampingnya namunnampak penuh dengan keangkuhan.

“aku bukan tipe orang yang suka berbelit-belit, jadilangsung keintinya saja” Hyo In mengernyit penasaran.

“aku punya penawran bagus untukmu”

***

5p.m KST

 

Semilir angin itu mengombang-ambingkan helaian suraihitamnya. Tanpa mempedulikan gerimis dan hawa dingin yang menyelimutinya, gadisitu masih terpaku menatap nanar makam kedua orang tuanya.

Tak ada airmata, yang ia tahu bahwa mulai hari inikehidupannya akan berubah. Tak ada nasehat, canda, bahkan teriakan dari keduaorang tuanya lagi.

2 jam berdiri dipemakaman ini membuatnya lelah. Iamemutuskan untuk kembali. Menatap tajam kearah 2 orang bodyguard dibelakangnya.Menghembuskan napas kasar kemudian masuk kedalam mobil setelah kedua orangtersebut membukakan pintunya.

“apa kau sudah memikirkannya nona Song?”

“pembunuh”

Napasnya memburu. Gadis itu mendelik tajam kearahseorang wanita disampingnya.

“sekali lagi kutegaskan itu kecelakaan” jawab wanitaitu tak kalah angkuh.

“heehh~ hanya itu yang bisa kau lakukan untuk ukurangadis muda sepertimu, aku harap setelah kau kehilangan harta dan kedua orrangtuamu kau juga tak kehilangan akal sehatmu dan bisa menggunakannya dengan baikkali ini” sambung wanita itu dengan nada remeh.

Ia mendesah pasrah, melawanpun percuma. Ia tahukenyatannya sekalipun ia bekerja seumur hidup, ia takkan mampu membayar hutangkeluarganya dengan kondisi seperti ini.

Akhirnya ia mengangguk pertanda bahwa iamenyetujuinya. Wanita itu tersenyum puas kemudian menyalakan pemantik api untukrokoknya.

***

“selamat datang nyonya dan…”

Ucapannya tercekat, namja itu membungkuk hormatseraya mengernyit heran, bingung dengan kehadiran seorang gadis asing denganpakaiannya yang lembab dan rambut sedikit basah kedalam istana wanita yang barusaja ia panggi nyonya itu. Sementara Hyo In masih terdiam seraya mengamatipelayan-pelayan yang berjajar memanjang didepannya seolah tengah menyambutkehadiran seorang ratu.

“panggil dia nona muda Jonghyun-ah!” namja itumengangguk.

Jonghyun mengantar kedua wanita beda generasi inikemeja makan tempat seluruh anggota keluarga tersebut untuk berkumpul untukmakan malam.

“apa Jinki ada dirumah?”

“tuan muda tidak pulang sejak kemarin lusa” paparJonghyun.

“aish~anak itu. Telepon Kibum setelah makan malamselesai!”

nde,algeseumnida”

 

Sampai dimeja makan, wanita itu duduk dikursi yangberada diujung meja. Sementara Hyo In duduk disampingnya dengan wajah menunduktakut dengan tatapan aneh para penghuni rumah itu.

“perkenalkan gadis ini bernama Song Hyo In” wanitaitu mulai membuka percakapan.

“huuaaa In noonajeongmal yeppeuda” ucap seorang pemuda.

“YA! Lee Taemin jaga sikapmu!”

appo Minhohyung” namja bernama Lee Taemin itumengelus kakinya yang baru diinjak oleh Minho.

“bangapta Hyo In-ssi’ sapa Minho sopan.

nde” HyoIn hanya mengangguk ragu.

Sementara disamping Hyo In, nampak sepasang matayang memperhatikannya dalam diam. Namun sesaat kemudian ada secarik senyumkecut yang nampak dibibirnya.

“gadis ini adalah calon menantuku”

“NDE” pekik semua orang yang berada disana termasukpara pelayan. Sebagian dari mereka nampak ada yang tersenyum namun ada juga yangmulai berbisik, mungkin membicarakan bagaimana tidak pantasnya gadis baru itujika harus menjadi nona muda mereka.

“mulai besok ia yang akan belajar untuk hidupdiantara keluarga kita karena sebentar lagi ia akan menjadi istri Jinki dan iaharus belajar bagaimana menjadi nona muda Lee disini, arrachi?”

Hyo In mengangguk mengerti, mau apalagi ia saat iniselain mengangguk dan mengikuti alur permainan wanita ini.

“Hong ahjumma mulai besok kau yang menjadipendamping Hyo In” Hong Ahjumma membungkuk hormat.

Taemin nampak menjadi satu-satunya orang yangmemiliki antusiasme berlebihan disini. Sedari tadi ia tersenyum sumringahmendengar kabar baik, setidaknya untuknya. Minho hanya diam tanpa menampakkanekspresi suka ataupun tak suka, ia lebih memilih menghabiskan makanannya.Sementara Jonghyun, ia hanya menghela napas pelan merasakan duri itu mulaimemasuki dadanya. Takkan ada yang mampu mengubah keputusannya wanita ini jikaitu memang sudah keinginannya.

Selesai makan malam Hyo In diantarkan oleh HongAhjumma menuju kekamarnya yang sudah disiapkan untuknya, usianya memang sudahtak muda lagi namun ia tak pernah canggung untuk memulai perbincangan danmengajak Hyo In mengobrol walaupun Hyo In lebih sering mengangguk ataumenggeleng saja.

“nah~ nona selamat istirahat. Ini sudah malam. Besokkita mulai pelajarannya nona muda”

Sekali lagi Hyo In mengangguk. Setelah terdengarpintu tertutup ia merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan posisi meringkuk.Konyol memang, ia merasa takut berada diruangan megah ini sendirian. Asing.

Beberapa saat kemudian terdengar seseorang mengetukpintu dan muncul sebuah kepala seorang namja diantara celah pintu yang terbuka.Hyo In bangun dan menatap bingung Taemin. ‘kenapa lagi dengan bocah ini?’pikirnya.

“may I come in noona?”tanya Taemin pelan karena ia tak mau menganggu penghuni lain. Hyo In hanyamengangguk.

Taemin duduk disebelah Hyo In hingga membuatnyasedikit menjauh karena jarak Taemin yang terlalu dekat.

“aa~ kau baik-baik saja noona?” Hyo mengangguk lagi.

“ck, kau itu yeoja yang terlalu irit bicara”ketusnya diakhiri dengan cengiran.

“aa~noona perkenalkannamaku…”

“Lee Taemin, aku sudah tahu” potong Hyo In.

“Waahh noona  bagaimana kau bisa tahu namaku?” tanya Taeminantusias.

“nama yang kau sebut Minho tadi memanggilmu sepertiitu”

“aa~ benar juga, pabo” Taemin memukul pelankepalanya sendiri karena kebodohannya.

Hyo In malah terlihat tertawa pelan melihat tingkahkonyol Taemin disampinya. Ya tuhan, bagaimana mungkin ada jenis namja innocentseperti dia.

ya, noona!Kau semakin cantik jika tersenyum” goda Taemin.

“YA! berani kau menggodaku bocah kecil” Hyo In masihtertawa.

“aku bukan bocah noona,aku sudah kelas 3 SMA” Hyo In masih tertawa melihat dengusan sebal Taemin.

“apa noona sudahpernah bertemu dengan Jinki hyung?”

Pertanyaan Taemin membuat tawanya terhenti seketika.Ia menghela napas kemudian menggeleng pelan. “ani, aku bahkan baru mendengarnamanya saat makan malam tadi”

“sudah kuduga” Taemin mengeluarkan selembar kertasdari sakunya kemudian menunjukkannya pada Hyo In.

“ini Jinki hyung

‘tampan’ gumam Hyo In.

“kuperingatkan noonajangan sampai tertipu dengan wajah tak berdosanya, dia itu…”

“tuan muda Taemin kau dimana?” ucapan Taeminterpotong suara panggilan seorang pelayan.

noona akuharus segera kembali kekamar. Annyeong”

Taemin bergegas keluar kamar Hyo tanpa sadar jika iameninggalkan foto Jinki disana. Hyo In mengamati foto tersebut. Diakah calonsuamiku? Sesaat ia terlarut dalam lamunannya bagaimana mungkin ia bisa membangusebuah keluarga dengan namja yang belum pernah ia kenal.

Ia menggeleng sadar dari lamunannya kemudianmenyimpan foto Jinki kedalam lemai nakas didekat ranjangnya. Ia mematikanlampunya kemudian bergegas tidur.

***

Mata Hyo In memicing saat terasa ada cahaya yangmasuk secara tiba-tiba kedalam matanya. Ia berusaha menghalangi sinar itudengan telapak tangannya. Kemudian ia bangkit dan duduk menyender di heaboardranjang seraya mengucek matanya.

“tidurmu nyenyak nona? sepertinya matahari terlalu cepat terbit nona muda” Hyo Intersenyum mendengar candaan Hong Ahjumma yang tengah sibuk menata sarapandikamar Hyo In.

“eoh, jeoseonghamnidaAhjumma

“gwaenchana, jangan terlalu formal jika berbicaradenganku. Setelah ini mandilah dan sarapan setelah itu kita mulai pelajaranpertama ‘menjadi istri yang baik’ hari ini” Hyo In tertawa mendengar ucapanHong Ahjumma.

“algeseumnida Hong Seongsaengnim” jawab Hyo Inseraya memberi hormat pada Hong Ahjumma hingga membuat mereka sama terbahak.

Hyo in masih terpaku melihat kamar bernuansaputih-biru ini. kamar ini lebih luas daripada kamarnya dan terlalu luas jugajika hanya dihuni oleh seorang namja saja.

“tugas pertama nona muda, kau harus menghapalseluruh tata letak perabotan dikamar ini. mulai dari buku, baju, perlatankantor tuan muda, tas, jam tangan, dasi, peralatan mandi dan…” Hyo In hanyamenggaruk kepalanya, mulai pusing dengan banyaknya barang yang harus ia ingat.

“ingat! Jangan ada yang berubah posisi. Jika tidaktuan muda akan marah besar”

Hyo In menggeleng heran dengan semua ini. bagaimanamungkin namja itu hidup dengan segalanya yang begitu teratur dan membuatnyabingung setengah hidup.

“baiklah, akan kutinggalkan nona muda disinisebentar. Belajarlah memahami ruangan ini dulu sebelum memahami tuan muda lebihdalam”

Hyo In merasa aneh denga pernyataan Hong Ahjumma,matanya mengedar menyapu seluruh ruangan besar ini namun perhatiannya kinihanya tertuju pada sebuah foto yang ada dirak tempat beberapa foto lainnyaterpajang disini.

Ia mengambil foto tersebut kemudian memperhatikandengan seksama sosok yang tengah tersenyum didalamnya. ‘yeppeo’ gumamnya.

“YA! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?”

Tbc_

HUUEEEE….keluar juga kan part 1 nya. Mian kaloceritanya gak bagus. cast yang lain menyusul ya, mimin cuma belon mulai konflik disini. Author butuh komen nih buat perbaikan cerita yangselanjutnya. Jangan lupa RCL ya… J

5 thoughts on “[Chapter] “The Missconception of You”//Part 1

  1. Konflik n feel kurang kuat author .. untuk pemilihan kata sudah bagus .. but bih di perhatikan dlam meng edit FF ini ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s