[FICLET] Niga Eobseulttaen (When You’re not Here)

Title : Niga Eobseulttaen (When You’re not here)
Author : Valuable94
Casts : Hoya (Infinite), Song Hyo In (OC)
Genre : Romance
Rate : T
Lenght : Ficlet
Disclaimer : I do not own Hoya. Hyo In and this story is MINE. Do not copy-paste and rename the casts.

Backsong: Infinite H – Without You

10341761_1478695455694142_2261546312941467292_n


Happy reading!!! ^^

Even when you’re not here, I’m frustrated.
Even when I have no time, I keep on waiting.
When you’re not here.
Even if I’m all grown up, I’m naive.

Gangnam-gu, South Korea
7 pm

Gadis berambut cokelat ikal itu mengulum senyum samar saat membaca deretan kata yang tertera rapi di layar smartphone-nya. Andai saja ia bisa mengekspresikannya lebih baik, mungkin tubuh tinggi langsing itu akan semakin menjulang tinggi dengan lambaian rambut cokelat ikal saat ia berjingkrak-jingkrak.

‘Go home well’

Tiga kata. Ya, hanya tiga kata itu saja sudah mampu membuat mood-nya membaik dengan tiba-tiba setelah insiden ‘dikerjai habis-habisan’ di kantor beberapa jam yang lalu.

Berkali-kali ia menciumi layar terang ponsel itu seraya mengusapnya lembut beberapa kali. Seolah benda tersebut adalah wajah halus pria yang mengiriminya pesan singkat itu.

Dengan senyum yang masih setia hinggap di bibir plum-nya, gadis itu menekan speed dial nomor 2 tanpa menghiraukan jalanan gang menuju rumah yang tengah ia tapaki saat ini. Menghela napas panjang kemudian menggembungkan kedua pipinya sebal. Menghembuskan kasar napas hangat miliknya saat nada sambungan telpon itu terdengar begitu lambat.

Lama-tak ada jawaban. Ia menekan kembali tombol recall setelah hanya suara bibi operator yang ia dapati.

“Sial,” umpatnya.

Tak bermaksud untuk menyerah, langkah kaki yang hamper sampai di depan rumahnya itu tetap tak mengurungkan niat gadis itu untuk menelpon kembali. Lagi dan lagi hingga ia kernyitan yang menghiasi dahinya itu perlahan memudar saat ia melihat jam di ponselnya. Menepuk keras dahinya sendiri ketika ia terlambat menyadari jika mungkin saat ini kekasihnya masih disibukkan dengan pekerjaannya, mengingat perbedaan waktu yang cukup signifikan antara Korea-Los Angeles.

Ia menggeleng keras menyadari linglung sementara yang menimpa dirinya baru saja. Mungkin rindu itu memang sudah terlalu akut hingga merusak jaringan otaknya.

***

These days, these kind of words are the saddest to me
I want to see you, but…

12 pm

Belum terlalu larut untuk gadis itu memejamkan mata malam ini. Bahakan mata hitam itu masih cukup lebar untuk mencari kiriman e-mail dari kekasihnya. Ke atas dan ke bawah. Dengan jeli ia memerhatikan setiap subject pesan yang masuk namun sayangnya ia kembali harus menyimpan luapan rasa rindunya karena tak ada satu pun pesan yang masuk.

Ia mendesah pelan. Setelah terlalu lama berkutat dengan laptop hingga membuat matanya terasa kering akhirnya ia memutuskan untuk membaringkan punggung yang terasa begitu kaku karena terlalu lama tengkurap. Nampak begitu resah, terlihat dari bagaimana tubuh langsing itu berguling-guling ke sana ke mari di atas ranjang dengan bed cover motif Doraemon.

Seiring larutnya malam, rasa kantuk itu perlahan merambat dan menginstruksi gadis itu untuk menutup mata, mengistirahatkan otak yang penat setelah berpikir seharian penuh. Ia benar-benar masuk ke dalam mimpi hanya dalam hitungan detik. Mimpi yang masih sama dengan hari-hari sebelumnya. Bertemu dengan pangerannya, meski hanya di dalam mimpi.

***

3 am

Dering nyaring ponsel itu menyadarkannya. Setidaknya itu mamapu membuat mata gadis itu terbuka meski nyawanya belum terkumpul semua. Meraba-raba di sekitar ranjang mencari benda tipis persegi panjang yang tidak mau berhenti mengeluarkan bunyi. Sedikit membuka mata, gadis itu langsung menggeser tombol hijau pada layar ponsel kemudian menempelkannya di telinga kanan.

“Yobeoseyo.” Gumaman gadis itu terdengar serak namun begitu indah untuk seorang pria muda yang tengah mendengarnya saat ini, hingga tak mampu menahan lengkungan indah di bibir tipisnya.

“Hey! Wake up sleeping beauty.”

Tanpa menunggu hitungan ke tiga, gadis itu terduduk dengan mata terbelalak lebar, tak percaya.

“Ho-Hoya Oppa!” pekik gadis itu tergagap. “Oh, jam berapa sekarang? Apa ia masih di dalam mimpi?” batinnya.

“Saengil chukaeyo, uri Hyo In-ie.”

Hyo In menyenderkan kepalanya sedikit keras pada headboard ranjang, membuatnya meringis pelan seraya mengelus kepalanya yang baru saja mencium kayu jati di belakangnya.

“Ini bukan mimpi. Ini nyata,” batin Hyo In lagi.

Ia terdiam kemudian. Memikirkan kata-kata apa yang setidaknya mampu mewakili bahasa rindunya. Terasa ngilu seperti ada ribuan kilo buah asam yang masuk ke dalam mulut secara bersamaan.

“Oppa,” panggil Hyo In pelan. Menelan salivanya dengan susah payah.

“Eoh.”

“Oppareul neomu bogoshiposeo.”

Dada Hyo In bergemuruh cepat saat tawa pelan Hoya menggema dari telpon itu, memasuki gendang telinganya kemudian tersimpan rapat di dalam otaknya.

“Nado neomu bogoshiposeo.”

Hanya tiga kata. Ya, tiga kata yang mewakili seluruh tumpahan rindu yang tak tertuang di atas pelampiasan. Membuat senyum indah mereka melengkung begitu nyata meski tak mampu untuk saling melihat.

Rindu…

Terobati meski untuk sesaat. Untuk saat ini dan akan terus berlangsung melalui panggilan dan pesan yang terkirim hingga Tuhan mengijinkan waktu berbaik hati pada dua merpati yang masih terpisah oleh samudera, untuk dipertemukan kembali.

When you’re not here,
baby baby tell me,
baby baby whisper to me.
Baby baby if you also feel the same as me.

Grab my hand.

When I’m not there just like when you’re not there for me.
Baby raise my voice.
Baby please let me be your love

When you’re not here

FIN

4 thoughts on “[FICLET] Niga Eobseulttaen (When You’re not Here)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s