[Oneshot] Naneun Gwaenchana (Dinojong’s Birthday)

Title                 :Special Jonghyun’s Birhtday

Author             :Valuable94

Genre              :Romance, Comedy

Rate                 :T, G

Lenght             :Oneshot

Cast                 :Kim Jonghyun (SHINee), Lee Min Jung(OC)

Disclaimer       : annyeongreaders! Ff ini author buat khusus pas moment ultahnya uri DinoJong, dan semogaJong Oppa cepet sembuh dan kembali tampil bareng SHINee lagi. This plot isMINE, so don’t COPY-PATE without my permit.

 

Happy reading ^^

 

 

 

Seorang yeoja berjalan tergesa saat keluar dari sebuah bandara. Ia baru saja menginjakkan kakinya ke negara ini karena beberapa bulan lalu ia memutuskan untuk mengambil beberapa tawaran pekerjaan disalah satu negara bagian benua Amerika.

 

Ia berjalan seraya melihat sesaat jam yang bertengger manis di pergelangan tangannya. Dengan hanya membawa tas kecilnya saja, ia sedikit berlari keluar bandara. Rambut hitam lurusnya terkibas oleh angin yang ditimbulkan dari beberapa kendaraan yang melintas didepannya dengan kecepatan penuh saat ia baru saja keluar dari bandara.

 

Ia menyetop sebuah taksi kemudian masuk kedalam taksi tersebut.

 

“seoul hospital, please” ucapnya sedikit terengah pada seorang supir taksi,sesaat kemudian taksi tersebut melaju dengan kecepatan yang lumayan tinggi.

 

Sampai didepan gedung rumah sakit, ia memberikan beberapa lembar ribuan won kemudian keluar dari taksi tersebut. Ia kembali berlari menuju meja resepsionis untuk menanyakan keberadaan seseorang yang kini tengah dirawat di rumah sakit tersebut.

 

“where is Jonghyun Kim’s room?” wajahnya terlihat khawatir sementara petugas reseptionis yang ia tanyai hanya diam saja menatapnya yang nampak mulai tak sabar. Oo~ ia bahkan hampir lupa untuk menggunakan bahasa korea.

 

“aa~maksud saya dimana kamar tuan Kim Jonghyun?” ia membenarkan maksudnya dan petugas tersebut mulai mengangguk mengerti.

 

“diruang VIP lantai 3 no.804 nona” jawab petugas tersebut ramah.

 

“gamsahamnida” …. membungkuk sesaat kemudian bergegas menuju lift yangmengantarkannya menuju ruangan yang baru saja disebutkan petugas tadi.

 

Sampai dikoridor lantai 3 ia mulai nampak lebih gelisah saat melihat seorang namja duduk didepan sebuah kamar bernomor 804 tersebut. Ia berdiri seraya tersenyum lega melihat kedatangannya.

 

“bagaimana keadaan Jonghyun oppa? apa dia baik-baik saja? Atau lukanya terlalu parah?” gadis itu tak mampu lagi menahan rasa khawatirnya hingga ia langsung memberondong namja tersebut dengan pertanyaan yang telah memenuhi otaknya selama perjalanan Kanada-Korea. Yang ia tahu saat ini namjanya pasti sedang tidak baik-baik saja namun ia mencoba menangkal pemikiran buruknya tersebut.

 

“dia ada didalam, masuklah” ucap namja tersebut. Suaranya begitu menenangkan. Yeoja tersebut membuka pintu dengan perlahan kemudian masuk kedalam ruangan bercat hijau dengan dekorasi yang hampir menutup kesan bahwa ruangan tersebut adalah sebuah ruang perawatan dirumah sakit namun ia masih dapat mencium beberapa bau obat menyelimuti ruangan tersebut.

 

Gadis itu samar mendengar suara khas seorang namja yang begitu ia hafal dan suara lain dari seorang namja dan yeoja lainnya. Kalau namjanya tidak sedang baik-baik saja mungkinkah ia masih bisa tertawa sekeras itu? Batinnya.

 

Ia mulai mempercepat langkahnya dan sesaat terbelalak melihat ketiga orang bersaudara tersebut tengah menertawakan sesuatu dari layar TV didepan mereka.

 

“ya!” teriaknya dengan pandangan geram tak luput dari seorang namja yang tengah duduk bersandar pada headboard ranjangnya.

 

Sontak mereka bertiga menoleh ke sumber suara tersebut dan seketika menghentikan tawa mereka. Salah seorang namja berambut blonde dengan cepat mematikan Tv nya, sementara seorang yeoja yang terlihat lebih dewasa dari mereka buru-buru pergi dan masuk keluar ruangan seraya tersenyum kepada yeoja yang baru saja berteriak tersebut. Seorang namja yang masih duduk diatas ranjang itu malah menampakkan matanya yang berbinar, terlihat sekali bahwa ia sangat bahagia kini.

 

“chagi-yaaa” ujar namja tersebut girang seraya membuka lebar kedua tanggannya berharap gadis tersebut akan berlari dan bersemayam pada dekapan hangatnya yang sudah lama tak ia berikan pada gadisnya tersebut.

 

Dengan wajah tanpa ekspresinya ia mendekati ranjang namjanya dengan napas yang masih terengah dan mata yang memerah. Ia mengamati keadaan namja tersebut. Perban yang terpasang dihidung dan kening serta beberapa lagi terdapat disekitar siku dan pergelangan tangannya. Namja ini baik-baik saja, pikirnya. Ia sedikit lega karena namjanya memang tidak apa-apa namun saat ini ia tengah memendam sebuah batu panas dihatinya.

 

“Jonghyun oppa gwaenchana?” merasa pelukannya tak kunjung disambut oleh gadisnya akhirnya ia menurunkan tangannya dan mengangguk semangat.

 

“gwaenchana~ hanya luka ringan dan perlu perawatan lebih pada hidungku. Kau pulang karena mengkhawatirkanku? Tanyanya sedikit menyelidik. Gadis itu mengangguk cepat kemudian mengarahkan pandangan tajamnya pada seorang namja berambur blonde disamping Jonghyun yang hanya diam menunduk seraya menggaruk tengkuknya.

 

Ia sedikit heran dengan gadisnya tersebut. Padahal namja itu sebenarnya tak begitu mengharapkan jika gadisnya tersebut rela meninggalkan pekerjaannya demi menemaninya dirumah sakit dengan luka yang tidak begitu parah.

Ia menatap gadisnya yang tengah menatap tajam pada namdongsaengnya tersebut.

 

“waeyo?” tanyanya heran.

 

“tanyakan saja pada adikmu yang menyebalkan itu” suara Min Jung -nama yeoja itu- terdengar menggeram.

 

“Key” ia menatap namdongsaengnya yang bernama key itu meminta penjelasan.

 

“a…ak…aku hanya mengabarkan pada noona kalau Hyung baru saja kecelakaan” jawabnya sedikit tergagap.

 

“jawabanmu kurang lengkap Kim Kibum” tuntut Min Jung yang merasa baru saja dibohongi oleh calon adik iparnya tersebut.

 

“memangnya apa yang dikatakan key?” ia berganti menatap Min Jung.

 

“dia bilang kau baru saja kecelakaan dan patah tulang” jelas Min Jung dengan suara yang mulai tenang.

 

“itu benar chagi-ya” bela Jonghyun.

 

“tapi dia bilang kalau tulangmu patah semua” ucap Min Jung penuh penekanan seraya menunjuk tepat didepan wajah Key.

 

“MWORAGO?” Jonghyun melempar salah satu bantal diranjangnya kearah Key namun Key berhasil menangkisnya kemudian berlari seraya memeletkan lidahnya keluar ruangan tersebut.

 

Jonghyun mengalihkan pandangannya pada Min Jung kemudian meraih tangannya.

 

“mian, Key memang seperti itu” ujarnya seraya mengelus punggung tangan Min Jung, tanpa menjawab ucapan Jonghyun ia langsung menghambur kepelukan Jonghyun yang masih terpaku menerima perlakuannya yang tiba-tiba.

 

“aku tidak apa-apa, tidak usah khawatir” Jonghyun mengusap punggungnya pelan berusaha menenangkan kekasihnya yang masih terisak. Ia menyembunyikan isakannya didada Jonghyun yang kini terasa semakin basah karena airmatanya.

 

 

Keesokanharinya

 

“kapan kau akan kembali ke Kanada?” tanya Jonghyun seraya menghabiskan buah apel yang baru saja dipotong dan disuapkan oleh Min Jung.

 

“kau tidak senang aku menemanimu disini?” jawabnya santai seraya memotong apel disamping ranjang Jonghyun.

“ani, kau kan sudah tahu kalau aku tidak apa-apa. Bukankah sayang jika meninggalkan pekerjaanmu disana” balas Jonghyun kemudian meraih air putih dinakas dekat ranjangnya.

 

“aku juga berpikir seperti itu, mungkin aku akan kembali besok”

 

Uhukk uhuukk uhuukk

 

Jonghyun tiba-tiba tersedak hingga membuat baju pasien pada bagian dadanya basah karena tumpahan air. Ia kaget, sebenarnya ia hanya ingin basa-basi saja dengan Min Jung saat menanyakan hal tersebut.

 

Dengan cepat Min Jung menaruh apel dan pisaunya kemudian mengambil tissue dan mengelap air disekitar bibir Jonghyun hingga membuat jantung Jonghyun berdebar tak karuan. Hey, jarang sekali kekasihnya itu romantis seperti ini, pikirnya.

 

“ish~ kau harus mengganti bajumu, biar kupanggil suster dulu”

 

“andwae” Jonghyun menghalangi langkah Min Jung saat hendak memanggil suster. Min Jung mengernyit heran.

“aku malu jika harus digantikan oleh suster” Jonghyun merajuk.

 

“kalau begitu biar kupanggilkan Key atau Jihyun eonni saja”

 

Lagi-lagi Jonghyun menghalangi langkah Min Jung untuk mencari bantuan.

 

“jangan suka merepotkan orang lain, mereka juga punya urusan yang lebih penting daripada datang kemari untuk sekedar menggantikanku baju” Min Jung berpikir sejenak, benar juga apa yang dikatakan Jonghyun.

 

“lalu siapa yang akan menggantikanmu baju jika bukan mereka?” Min Jung masih nampak berpikir.

 

“neo-ya” sergah Jonghyun dan seketika membuat Min Jung membelalakkan matanya.

 

“naega? Aa~ shireo oppa, kita belum menikah” tolak Min Jung.

 

“kita akan menikah…sebentar lagi” balas Jonghyun dengan nada lebih tinggi.

 

“masih sebentar lagi oppa” tolak Min Jung lagi.

 

“ya! Aku ini calon suamimu, setidaknya tunjukkan rasa sayangmu pada calon suamimu yang sedang sakit ini apa salahnya” Jonghyun mulai kesal dengan jawaban Min Jung.

 

“tap…tapi…” suara Min Jung melemah kemudian perlahan ia menunduk seraya memainkan ujung dressnya tanda jika ia sedang malu.

 

Tiba-tiba Jonghyun menarik Min Jung hingga terduduk diranjang tepat dihadapannya. Tangannya melingkar dipinggang Min Jung kemudian dengan perlahan menariknya hingga menyisakan jarak beberapa centi saja diantara mereka.

 

“o…op…oppa apa yang k…kkau” Min Jung tergagap karena melihat wajah Jonghyun yang begitu dekat dengannya.

“buka bajuku sekarang!” perintah Jonghyun.

 

Blush

 

Perintah Jonghyun tersebut membuat wajahnya semakin memerah. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Namja didepannya ini sebenarnya adalah namja yang sangat cengeng, tapi jika sudah memiliki kemauan dia pasti akan memaksa siapapun untuk melakukan semua keinginannya,termasuk mengunci dan mengintimidasi tubuhnya seperti saat ini.

 

“buka saja sendiri” ketusnya berusaha menutupi kegugupannya.

 

“tangan kiriku diperban dan tangan kananku..” ia sengaja menggantung kalimatnya kemudian mengeratkan pelukannya dipinggang Min Jung hingga mereka benar-benar begitu dekat sekarang.

 

“geurae, arraseo” akhirnya Min Jung mengalah kemudian dengan tangan sedikit bergetar membuka satu persatu kancing baju pasien Jonghyun hingga kancing terakhir. Ia mulai menyingkap baju tersebut hingga kini tampaklah tubuh atletis Jonghyun dengan chocolate absnya yang membuat napas Min Jung tercekat namun ia tetap berusaha untuk tetap tenang.

 

Jonghyun hanya sanggup menahan tawanya melihat perubahan rona wajah kekasihnya tersebut, ia tahu kalau sebenarnya kekasihnya tengah menahan malu sekarang.

 

“lepaskan oppa, aku harus mengambil handuk dan baju gantimu”

 

Jonghyun baru saja tersadar dari lamunannya karena kata-kata Min Jung ia melepaskan pelukannya dan membiarkan MinJung beranjak mengambil handuk dan baju gantinya.

 

Setelah mengambil handuk dan baju ganti Jonghyun ia kembali dengan wajah yang lebih baik sekarang. Ia kembali duduk diranjang samping Jonghyun, mengelap dada Jonghyun yang basah kemudian memakaikan baju yang kering pada Jonghyun.

 

“kau harus istirahat, aku akan pulang dulu. Appa pasti akan marah karena aku belum pulang dari kemarin. Aku akan kemari lagi besok” Jonghyun mengangguk mengerti. Sekeras kepala apapun ia, ia tetap tidak mau terjadi apa-apa pada kekasihnya itu.

 

Min Jung membantu merebahkan tubuh Jonghyun kemudian memakaikan selimut sampai batas dada. Kemudian beranjak dari ruangan tersebut.

 

***

 

Jonghyun nampak gelisah diatas ranjangnya. Sedari tadi ia mencoba mengirim pesan pada Min Jung namun tak kunjung mendapat balasan. Bahkan telpon darinya pun tak kunjung dijawab.

 

Ia beranjak dari ranjangnya dan duduk disofa ruang inapnya, ia kembali menelpon Min Jung, terdengar suara sambungan telpon sesaat kemudian terdengar suara seorang yeoja menjawab telpon tersebut.

 

“ada apa oppa?” suara yeojanya tersebut terdengar tak begitu bersahabat, tidak seperti biasanya.

 

“kenapa kau tidak membalas pesanku dan kenapa baru sekarang kau menjawab telponku?” geram Jonghyun.

 

“aku sibuk oppa, kau istirahat saja”j awabannya masih terdengar tak bersahabat bagi Jonghyun dan itu membuat Jonghyun hampir naik pitam.

 

“nanti aku akan kesana, jangan menggangguku kali ini oppa” Jonghyun kaget mendengar perkataan Min Jung tadi, bagaimana mungkin kekasihnya sanggup berkata seperti itu. Apakah mungkin Min Jung tak mencintainya lagi karena mungkin saja setelah kecelakannya ini hidungnya tidak akan semancung dulu.😄

 

“EOH~ GEURAE, aku tidak akan mengganggumu lagi nona Lee Min Jung” Jonghyun mengatakannya penuh penekanan pertanda ia benar-benar marah kali ini.

 

“baguslah kalau kau mengerti” jawab Min Jung datar kemudian terdengar sambungan telpon terputus.

Jonghyun menggeram kesal dan menggenggam ponselnya kuat-kuat kemudian dengan kasar ia membantingnya dilantai hingga hancur berantakan. “SIALAN” pekiknya.

 

Sesaat kemudian masuklah dua orang namja dengan wahah khawatirnya karena mendengar benturan benda keras tersebut.

 

“hyung! Gwaenchana? Kau kenapa?” tanya Key yang baru saja masuk bersama dengan temannya.

 

“aku benci pada Min Jung! aku tidak akan menemuinya lagi, seenaknya saja dia bilang bahwa aku mengganggunya, berani sekali dia bilang begitu pada calon suaminya” napas Jonghyun tersengal saat mengatakannya, ia sudah tak sanggup menahan amarahnya. Sesaat ia terlihat mengelap cairan bening yang berasal dari matanya.

 

“Hyung tenangkan dirimu, mungkin Min Jung noona memang sedang sibuk dan…”

 

“dan apa ha? Setidaknya berikan aku alasan mengapa ia tidak menjawab telponku, jangan hanya mengatakan sibuk saja”

 

“sudahlah Hyung, lebih baik sekarang kau tenangkan saja dulu dirimu” ujar Key.

 

“bagaimana kalau kita mengantar Hyung jalan-jalan ditaman rumah sakit saja, setidaknya bisa sedikit menghilangkan penat” sambung Onew, teman Key.

 

“ide yang bagus” jawab Key.

 

Kemudian Key mendudukkan Jonghyun dikursi roda dan mengantar Jonghyun ketaman rumah sakit bersama Onew.

 

 

5 P.M

 

Seharian ini Jonghyun masih tetap terduduk dibangku taman rumah sakit. Beberapa kali Key dan Onew membujuknya untuk masuk kamar inap namun Jonghyun menolaknya dan menyuruh mereka untuk tak menunggunya karena pikirannya belum juga membaik sampai saat ini.

 

Ia menutup matanya pelan seraya merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara sore yang terasa lebih segar juga panas yang tak begitu terik karena matahari hampir tenggelam diperaduannya kini.

 

Samar-samar terdengar suara langkah kaki mendekatinya namun ia tak menghiraukannya dan tetap meneruskan kegiatannya. Ia membuka matanya saat terasa bangku yang ia tempati bergerak pertanda ada orang lain yang duduk selain dirinya.

 

Ia sedikit menjauh saat mengetahui siapa orang yang berada disampingnya. Min Jung duduk dengan senyuman yang begitu hangat dan meneduh hati siapa saja yang melihatnya, terlebih lagi Jonghyun.

 

“apa yang kau lakukan disini?” Jonghyun masih marah pada Min Jung.

 

“mianhae oppa, aku tidak bermaksud mengatakannya” sesal Min Jung.

 

“pulanglah! Kau tidak perlu repot-repot menemuiku jika itu merepotkanmu” Jonghyun hendak beranjak dari duduknya namun ditahan oleh Min Jung.

 

“bukan maksudku seperti itu, hanya saja tadi aku masih sibuk membuat ini untukmu oppa”

 

Min Jung menunjukkan sebuah box berwarna cokelat dan membukanya. Mau tak mau mata Jonghyun terbelalak saat melihat isi dari box tersebut.

 

Airmata Jonghyun akhirnya meleleh saat melihat sebuah kue blackforest kesukaannya berhiaskan lilin angka dengan tulisan 24 bertengger manis didepannya.

 

“saengil chukae hamnida oppa” ujar Min Jung seraya tersenyum.

 

Hikz hikz, isakan tersebut terus terdengar seiring semakin derasnya airmata Jonghyun yang keluar. Min Jung hanya mampu menggeleng melihat namja cengengnya itu. Ia menaruh kue tersebut disampingnya kemudian ia mendekati Jonghyun mengusap airmatanya kemudian menyandarkan kepala Jonghyun didadanya seraya mengusap lembut kepala Jonghyun.

 

“uljima oppa, tidak perlu terharu karena aku membuat kejutan untukmu”

 

Jonghyun mendongakkan pandangannya menatap Min Jung yang masih tersenyum padanya kemudian ia bangkit dan sekali lagi menatap kekasihnya tersebut.

 

“aku tidak menangis karena itu chagi-ya, aku hanya teringat pada ponselku yang hancur tadi siang setelah menelponmu.Tahu begini aku kan tidak perlu membantingnya dan membeli yang baru lagi” ujar Jonghyun innocent.

 

“MWORAGO?” pekik Min Jung kaget mendengar alasan konyol namjanya tersebut.

 

Bugh bugh bugh

 

Pukulan dari Min Jung itu tak henti jatuh ketubuh Jonghyun hingga ia mengaduh kesakitan namun tak dihiraukan sedikitpun oleh Min Jung, ia terus saja menghajar Jonghyun. Jonghyun berusaha menghentikan pukulan Min Jung dan sialnya pukulan tersebut malah tepat mengenai wajahnya. Jonghyun tertunduk seraya mengaduh kesakitan memegangi hidungnya yang baru saja dioperasi itu. Hal itu sontak membuat Min Jung khawatir bukan kepalang.

 

“oppa gwaenchana?” mata Jonghyun terlihat memerah kembali seakan ingin menangis. Tiba-tiba Min Jung mendekatkan wajahnya pada Jonghyun dan mengecup hidung Jonghyun yang masih dibalut perban.

 

Raut muka Jonghyun memerah seketika menerima perlakuan dari kekasihnya tersebut, sesaat kemudian seringaian muncul diwajah tampannya.

 

“kenapa hanya disitu?” Min Jung masih memikirkan apa yang baru saja Jonghyun katakan saat tiba-tiba ia merasakan benda lembut nan lembab milik Jonghyun itu menempel di bibirnya. Jonghyun menciumnya, yah~ meskipun hanya kecupan itu cukup membuatnya kekurangan oksigen.

 

Ia masih belum sadar penuh atas perlakuan Jonghyun saat Jonghyun dengan cepat membuat jantungnya berkerja lebih ekstra lagi saat ia merasakan pelukan namja tersebut. Hangat, nyaman, terasa menuntut namun tetap begitu meneyenangkan. Hingga akhirnya Min Jung sadar dari keterkejutannya dan membalas pelukan Jonghyun.

 

“gomawo chagi-ya, saranghae” bisik Jonghyun tepat ditelinga Min Jung hingga membuat ia bergidik geli.

 

“nado oppa” balasnya seraya mengeratkan pelukan mereka.

 

“chagi, ada yang ingin kukatakan padamu” bisik Jonghyun lagi dengan suara yang melemah.

 

“mwo?” tanya Min Jung seraya mengelus punggung Jonghyun, lama Jonghyun tak kunjung menjawabnya kemudian perlahan Jonghyun merenggangkan pelukan mereka dan menatap mata Min Jung dengan tangan yang masih melingkar dipinggang Min Jung dan seringaian itu kembali muncul.

 

“aku lapar”

 

“YA!”

 

 

 

FIN

 

Sumpah gak ceritanya gak endingnya semuanya berantakan. Gak tahu nih tiba2 idenya muncul abis liat chibinya DinoJong yang idungnya diplester, wkwkwk

Semoga pada suka yee, gak suka juga gakpapa kok😄
I Miss you Dino, GET WELL SOON !!!!

RCL please!! ^^

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s