[Oneshot] Document 407 (Siwon’s Birthday)

Title                 :Document 407                      

Author             :Valuable94

Genre              :Romance

Rate                 :PG-17

Lenght             :Oneshot

Cast                 :Choi Siwon (SJ), Park Hyori (OC)

Disclaimer       : biar kata nih judul sama isi ceritanya kagak nyambung *jakarta-korea bedanye* tapi kagak ape-ape. Mian ya, yang biasnya si akang wonwon hari ini suaminye author nistakan😄. This plot is MINE, don’t COPY-PASTE without my permit.

 

Happy reading ^^

 

 

 

Berbagai tumpukan kertas berderet rapi diatas rak dengan nomor-nomor yang tersusun rapi. Seorang yeoja dengan baju seragam kantornya tengah memeriksa kelengkapan berbagai kelengkapan dokumenn imigran dikantornya. Ia tengah mencari rak bernomor 407 untuk mencari dokumen-dokumen asli karena duplikatnya telah dihilangkan oleh pemiliknya.

 

“merepotkan” gerutunya namun tetap mencari tumpuan saat berusaha mengambil berkas-berkas penting yang berada dirak paling atas. Ia mulai melepas sepatu heelsnya yang terasa semakin merepotkannya sekarang.

 

“kenapa orang-orang kaya seperti mereka suka sekali membuat orang miskin kesusahan” ia terus saja mengomel saat tangannya berhasil meraih tumpukan berkas tersebut. Ia hampir saja terjatuh karena tak menyangka jika tumpukan map itu begitu berat namun untungnya ia bisa mengatur keseimbangannya sendiri kemudian turun dan memakai sepatu heelsnya kembali kemudian berjalan menuju meja tempatnya bekerja kembali dan berhadapan dengan namja menyebalkan didepannya.

 

“ini berkas-berkasnya tuan” ia menyerahkan beberapa map tersebut kepada namja didepannya.

 

Namja itu terlihat kaget kemudian membuka kacamata hitamnya menampakkan tatapan tidak senangnya pada Hyori, yeoja yang kini nampak tak begitu mempedulikannya setelah memberikan map tersebut.

 

“maksudmu kau menyuruhku untukmembawanya sendirian?” tanya namja tersebut tak percaya.

 

“maaf tuan..tuan…Choi…Choi Siwon” ucapnya bersambung setelah membaca nama pemilik dokumen pada berkas yang masih berada didepannya tersebut.

 

“saya tidak menyuruh anda untuk membawanya tapi berkas ini memang milik anda, jika anda tidak merasa membutuhkan berkas ini anda tidak perlu repot-repot membawanya” jelas Hyori santai pada Siwon kemudian kembali berkutat dengan kegiatannya semula.

 

“haah~ pegawai ini tidak sopan sekali” dengusnya.

 

“aku ini pelangganmu disini, jadi harusnya kau bersikap lebih sopan”

 

Hyori meniup poninya kasar hingga tersingkap keatas, ia begitu kesal melayani namja banyak maunya ini.

 

“kemana para pengawalmu itu tuan muda Choi, kenapa kau tidak menyuruh mereka saja” gertak Hyori. Ia tahu jika mungkin saja namja ini tak benar-benar kehilangan dokumennya.

 

“kau tidak lihat dari tadi aku datang kemari sendirian? Kau itu tidak lihat atau pura-pura tidak lihat, ha? Jadi kau harus membawakannya untukku” tantang Siwon dengan wajah yang disetting marah namun tetap saja tak menyembunyikan wajah imutnya meski usianya menginjak 27 tahun sekarang.

 

Hyori tersenyum remeh melihat raut marah namja didepannya ini, bagaimana tidak? Semarah apapun namja itu wajahnya tidak akan pernah membuat siapapun takut dengan wajah innocent seperti siswa SMA itu.

 

“bilang saja kau ingin mengajakku kencan, dasar” Hyori beranjak dari tempat duduknya kemudian mengambil tumpukan map dimejanya dan membawanya keluar sementara Siwon bangkit dari duduknya kemudian berjalan dibelakang Hyori dengan senyuman penuh kemenangan.

 

Sampai di parkiran Hyori menunggu Siwon membukakan pintu mobil karena tangannya yang membawa tumpukan map. Hyori masuk setelah pintu dibuka oleh Siwon kemudian Siwon menyusul duduk dijok belakang kemudi. Ia mengalihkan pandangan menatap Hyori yang masih cemberut, ia tersenyum geli melihat tingkah Hyori yang masih marah padanya kemudian dengan tiba-tiba ia memeluk Hyori dengan begitu erat seraya mengecupi pipinya.

 

Ia begitu merindukan yeojanya itu hingga tak mampu menahan keinginannya untuk segera memeluknya.

 

“oppa apa yang kau lakukan? Bagaimana jika nanti ada yang melihat?” elak Hyori menutupi rasa gugupnya karena pelukan Siwon yang tiba-tiba.

 

“arra, kita lanjutkan nanti kalau sudah sampai di apartment” cengiran kuda itu nampak menghiasi wajah tampannya, sesaat kemudian mobil tersebut melaju dengan kecepatan normal.

 

 

#on the way

 

“kapan kau sampai kesini?” tanya Hyori memecah keheningan.

 

“tadi pagi, wae?”

 

“untuk apa oppa kemari?”

 

“aku hanya sedang ingin jalan-jalan saja” jawab Siwon santai dengan pandangan yang tak lepas kearah jalan raya.

 

“memangnya kau tidak ada pekerjaan di Korea sampai kau sempat jalan-jalan ke Jepang”

 

“aku ingin menghabiskan hari ulangtahunku bersamamu Chagi-ya, kau tidak senang aku kesini?”

 

“ani, hanya saja setiap kau kesini kau selalu mengacaukan jam kerjaku oppa. untung saja aku tidak dipecat oleh atasanku” bantah Hyori.

 

“kalau kau dipecat, kau bisa bekerja denganku”

 

“mwo? Aku tidak mau kalau bekerja di perusahaanmu, aku tidak tertarik” bantah Hyori lagi.

 

“siapa bilang aku menyuruhmu bekerja di perusahaanku, kau hanya perlu bekerja dirumahku saja” ucapnya seraya mengerling nakal kearah Hyori.

 

“apa maksudmu?” Hyori mulai merasakan gelagat yang aneh dari Siwon.

 

“tentu saja jadi istriku” jawab Siwon santai.

 

Plaakk

 

Sebuah pukulan yang cukup keras dari tumpukan map yang dipegang Hyori sedari tadi tepat mengenai bahu Siwon hingga membuatnya mengernyit kesakitan.

 

“ya! Kau mau kita mati kecelakaan, eoh?” suara Siwon meninggi.

 

“makanya jangan bicara sembarangan” teriak Hyori tak mau kalah.

 

“memangnya kau tidak mau jadi istriku?” deg, pertanyaan itu membuat Hyori diam seketika. Hey, memangnya siapa yang tidak mau jadi istri pengusaha muda yang sukses seperti Siwon. Bahkan Hyori tak pernah memikirkan hal sejauh itu, yang ia rasakan saat ini hanyalah bahagia saat bersama Siwon tanpa memikirkan embel-embel pengusaha kaya itu.

 

“buk bukan begitu maksudku tapi..”

 

“tapi apa?” sergah Siwon.

 

“….” tak ada jawaban dari Hyori.

 

“Kalau kau diam berarti iya” putus Siwon kemudian menghentikan mobilnya karena mereka sudah sampai di apartmennya.

 

Siwon keluar mobil terlebih dahulu kemudian membukakan pintu mobil untuk Hyori dan berjalan menuju gedung tempat tinggal sementaranya selama ia di Jepang sekarang. Hyori mengikutinya dengan hati yang masih berdebar mengingat pertanyaan Siwon barusan. Mereka berhenti didepan pintu sebuah ruangan kemudian masuk setelah Siwon menekan beberapa kombinasi angka dipintu tersebut.

 

Hyori mengedarkan pandangan menyapu seluruh ruangan minimalis namun dengan fasilitas yang lengkap tersebut. Ia duduk disofa ruang tamu kemudian menaruh mapnya.

 

“aku mandi dulu, jika kau lapar di lemari es masih ada beberapa buah apel. kau bisa memakannya”

 

Hyori mengangguk kemudian berjalan menuju dapur dan membuka lemari es, ia mengambil dua buah apel segar dan memakannya seraya menonton DVD yang ada di apartment Siwon.

 

Tak lama kemudian Siwon keluar kamar mandi dengan setelan kaos oblong putih dan celana kain selututnya berjalan mendekati Hyori kemudian duduk disampingnya seraya membawa sebotol wine dan dua buah gelas kosong. Ia menuangkan wine tersebut ke kedua gelas itu kemudian memberikannya pada Hyori dan satunya lagi untuk dirinya sendiri.

 

Dengan cepat Hyori menandaskan wine-nya dengan cepat, ia mengernyit setelah menghabiskan gelas pertama. Hyori meminta Siwon untuk menuangkan gelas kedua, ketiga, dan seterusnya hingga habis setengah botol. Hyori masih ingin meneruskan acara minumnya namun dicegah oleh Siwon karena Hyori sudah terlalu mabuk sekarang.

 

“cukup Chagi-ya, kau sudah terlalu mabuk” ia merebut gelas kosong dari tangan Hyori kemudian menyandarkan tubuh sempoyongan Hyori kedalam pelukannya, menenangkan Hyori yang mulai cegukan dan meracau tak karuan. Siwon hanya tertawa geli mendengar racauannya seraya mengusap lembut kepala Hyori yang bersandar didadanya.

 

Lama tak ada suara dari Hyori, ternyata ia sudah tertidur. Siwon mulai menyelipkan tangannya  kebawah tengkuk dan lutut Hyori kemudian membawanya ke kamar yang memang Siwon sediakan untuk Hyori.

 

Siwon merebahkan tubuh lemah Hyori keranjang dan menyelimutinya sampai batas dada. Ia duduk dipinggir ranjang kemudian mengelus pelan wajah Hyori yang masih menggumamkan kata yang tidak jelas.

 

Tangan Siwon tertahan Hyori saat ia beranjak berdiri meninggalkan Hyori, perlahan Hyori duduk dan menarik Siwon untuk duduk kembali dan Siwon menurutinya. Hyori menggeser duduknya hingga sampai dihadapan Siwon kemudian bersandar kembali didadanya.

 

“jangan tinggalkan aku oppa, aku sangat mencintaimu, aku mau menikah denganmu” Hyori makin mengeratkan pelukannya sementara Siwon hanya sanggup menahan tawanya mendengar kata-kata Hyori.

 

“aku tidak akan meninggalkanmu Chagi-ya, aku juga sangat mencintaimu” Siwon menangkup wajah Hyori kemudian mengecup bibirnya pelan namun Hyori malah membalasnya lebih. Ia bahkan mulai berusaha menguasai bibir Siwon dan Siwon tak pernah sedikitpun mengelaknya. Jika memang sudah waktunya terjadi ya biarlah terjadi, pikir Siwon.

 

***

 

“AARRGGHH”

 

Suara pekikan itu membuat seorang manusia yang masing tenggelam dalam alam tidurnya terpaksa menggeliatkan tubuhnya. Hyori malah tak bergerak sama sekali karena terlalu sayang untuk meninggalkan dekapan hangat kekasihnya kini.

 

Siwon menggoyang-goyangkan tubuh Hyori agar ia cepat bangun. Hyori akhirnya terbangun namun masih dalam keadaan berbaring.

 

“YA! MWOHANEUNGEOYA? Suara teriakan itu kembali terdengar dan membuat Hyori benar-benar terbangun kali ini.

 

“siapa yang teriak pagi-pagi begini oppa?” tanya Hyori dengan suara parau.

 

“molla~ itu seperti suara eomma, ya~ suaranya persis seperti milik EOMMA” Siwon tersadar bahwa ia berada dalam masalah kali ini. Hyori yang sadar jika posisinya dan Siwon kini terlalu dekat tiba-tiba terduduk dan mendapati dirinya dan Siwon dalam keadaan yang tidak layak dilihat.

 

“aarrghh apa yang kau lakukan disini oppa?” Hyori menjerit karena ia tak ingat apa saja yang baru ia lewatkan semalam bersama Siwon.

 

Tiba-tiba ia merasakan telinganya panas karena jeweran seseorang begitu juga dengan Siwon. Mereka sama-sama mengaduh kesakitan.

 

“eomma, appoyo” protes Siwon.

 

“aku tunggu kalian diruang tamu secepatnya, cepat pakai pakaian kalian!” Siwon dan Hyori mengelus telinga mereka yang memerah kemudian bergegas menuju ruang tamu setelah sebelumnya memakai pakaian mereka.

 

Hyori terduduk diam menunduk dihadapan kedua orang tua Siwon yang tak kunjung mengeluarkan kata-kata. Jantungnya berdegup kencang menunggu keputusan yang akan diambil oleh kedua orang tua kekasihnya itu, ia pasrah. Sementara Siwon malah terlihat lebih santai disamping Hyori, ia duduk dengan punggung menyender disandaran sofa seraya memainkan ponselnya.

 

“kalian harus menikah bulan depan”

 

“MWO?” Hyori memekik kaget mendengar keputusan ibu Siwon. Ia tidak menyangka jika keputusan ini yang akan diambil, awalnya ia berpikir mungkin saja ia diminta untuk meninggalkan Siwon.

 

“nanti malam kami akan kerumahmu Hyori-ya, tadinya itu rencana awal kami datang kemari” Hyori mengangguk paham kemudian mengalihkan pandangannya pada Siwon yang berpura-pura tidak mendengar obrolan mereka seraya menahan tawa.

 

“ini sudah kau rencanakan dari awal bukan?” pertanyaan retoris dari Hyori hanya ditanggapi Siwon dengan anggukan kemudian duduk menghadap Hyori.

 

“bukankah yang semalam itu menyenangkan nona Park Hyori, kau mau mengulanginya lagi disini? Ahahaha”

 

“ANDWAE”

 

 

 

FIN

 

Huahahaha
mian, saya menistakan si abang wonwon disini. Iseng aja bikin nih ff mumpung bang won lagi ultah juga, jarang-jarang kan nih abang ganteng dinistakan. Hahahaha *evil laugh
di komen yoo ^^

4 thoughts on “[Oneshot] Document 407 (Siwon’s Birthday)

  1. Aish abang kesayangan saya jadi nappeun..
    Biasanya selalu jd yg baik2 bagaikan malaikat..
    tapi tak apalah keren kok,tp dikit ya..kurang panjang.

  2. Ommo .. ckckck … ( geleng2 kepala )
    Knp wonnie oppa jd pervert sih????

    Salah hyorin jg … di sodorin wine malah nambah trus … mabuk kan .. ya ga tahan deh wonnie oppa .. kik kik …

    Huahahahahah pagi2 dapat hadiah dari siwon eomma..
    Aigoo..siwon oppa senang tuh rencananya sukses .. akhirnya menikah sama hyorin hehe …..

  3. Fanfic ini udah lama ya ? Tapi baru baca, disini papi wonwon menjadi sosok yang berbeda wkkkk naughty🙂 aahh keren….

  4. eon, ak mulai baca dr ff ini dan astaga, suamiku pervert kaliiiiiiiii
    sampe kabayang muka abang siwon pervert dilengkapi senyum jokernya
    nice eon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s