[MINI FF] Oh! Nae Appa (3/4)

Title                 : Oh! Nae Appa

Author             : Valuable94

Genre              : Romance

Rate                 : Teen

Cast                 : Song Hyo In/OC, Lee Hyukjae/SJ, Hyo In’s Parents

Disclaimer       : this plot is mine so DON’T COPAS without my permit. Happy reading aja deh!!

 

Hyukjae POV

“tapi appa-ku pernah jadi master Kendo tingat asia” bisiknya

“MWO!”

Apa-apan ini. aku menelan ludahku melihat beliau sudah begitu siap dengan peralatan Kendo-nya. OK, akan kubuktikan pada si master Kendo tingkat asia ini bahwa pemuda sepertiku ini pantas untuk putrinya.

Akupun di bantu oleh para petugas di arena Kendo ini.

“Lee Hyukjae jjang!!!” aku dengar teriakan cempreng dari seorang yeoja. Hem..akan kubuktikan aku memang bisa.

Suara penontonpun semakin riuh setelah wasit memberikan aba-aba, kamipun bersiap membuat kuda-kuda. Aku menyerang lebih dulu, namun meleset. Gerakannya terlalu cepat untuk ukuran seorang namja yang sudah punya seorang anak gadis. Beliau bersiap menghunuskan sinainya namun aku berhasil mengelak sementara beliau belum menyadari gerakanku, kulilitkan sinai-ku ke pedangnya namun gagal melucutinya karena pegangannya sangat kuat. Arrghh~ sial, kau masih terlalu lemah Lee Hyukjae.

“yeobo ganbattee!!” perhatiannya teralihkan karena teriakan nyonya Song. Ini kesempatanku, kulilitkan kembali pedangku dan mendorongnya hingga tubuh beliau ikut mundur. Tiba-tiba tubuh beliau limbung dan terjatuh karena tali sepatunya yang tidak terikat dengan benar.

Bruukk

“Appa!! Yeobo!!” teriak Hyo In dan eomma-nya bersamaan begitupun penonton yang lain. Refleks kulepaskan penutup wajahku dan menggenggam tangan abeonim.

“abeonim gwaen…” belum selesai kata-kataku, abeonim sudah menghunuskan pucuk pedangnya tepat pada telapak tanganku yang sedikit merenggang dan dengan mudah melucuti pedangku.

Aku kalah

“game over” teriak wasit. Aku terduduk diam. Arrghh…pabo-ya!

 

Author POV

Selesai bertanding, hyukjae terlihat begitu tidak bersemangat. Bagaimana tidak? Tinggal selangkah lagi dia menang tapi karena kecerobohannya dia bisa dikalahkan begitu saja.

Hyo in yang melihat hyukjae sedikit merasa bersalah juga.

“gwaenchana..kau hanya lengah saja” hiburnya seraya mengelap peluh didahi Hyukjae. Mereka sedang berada di kedai es krim dekat wahana bianglala. Sementara Appa dan eomma Hyo In tengah naik bianglala sekarang.

“seharusnya aku tidak lengah, aku lupa kalau pertandingan belum selesai dan aku…kalah” ucapnya lemah seraya memakan es krimnya sembarang hingga belepotan di pinggir bibirnya.

“kau tetap seorang juara tuan Lee Hyukjae” hyo in menggenggam tangan hyukjae kemudian membersihkan sisa es krim di pinggiran bibir Hyukjae namun tiba-tiba Hyukjae menghentikan kegiatan tangan Hyo In.

“wae?” tanya Hyo In datar

“apa aku masih boleh berkencan denganmu?”

Buahahahahaha, Hyo In tak bisa menahan tawanya mendengar pertanyaan konyol Hyukjae.

“kenapa tertawa?” tanya Hyukjae mulai kesal

“kau itu lucu sekali. Mana mungkin appa melarang kita pacaran hanya karena kau kalah bertanding Kendo dengannya”

“aku serius Song Hyo In” Hyukjae menangkup wajah Hyo In, menatapnya penuh harap.

“aku seribu rius Lee Hyukjae. Jangan terlalu menganggap serius omongan appa. Terkadang bercandanya terlalu berlebihan”

Hyo In mengecup bibir Hyukjae sekilas. Hyukjae terdiam sejenak seraya menatap Hyo In yang  berlari menuju arena bermain anak-anak.

Merasa langkahnya terhambat karena heels 5cm-nya, iapun bergegas melepasnya dan kembali berlari, bermain bersama anak-anak. Melupakan Hyukjae yang hanya tersenyum sendiri melihat tingkah Yeojachingu-nya yang terkadang kekanakan memang.

“secantik itukah putriku sampai kau menatapnya tanpa berkedip?” pertanyaan appa Hyo In menyadarkannya.

“aa~jeoseonghamnida. Aku sudah lancang”

Appa Hyo In duduk disamping Hyukjae seraya menepuk pundak Hyukjae.

“kau terlalu sering minta maaf padaku anak muda” appa Hyo In tersenyum seraya menatap jauh putrinya. Hyukjae hanya menanggapinya dengan anggukan.

“kemana eomonim?” Hyukjae mencoba memecah keheningan di antara mereka.

“sedang ke toi..”

ARRGHHH

Terdengar pekikan Hyo In dari kejauhan. Mereka melihat Hyo In tengah terduduk seraya memegangi kakinya.

“chagi-ya…Hyo-ya!!!” seru Hyukjae dan appa Hyo In bersamaan. Refleks Hyukjae langsung berlari meninggalkan appa Hyo In yang juga hendak berlari namun kalah cepat dengan Hyukjae. Mengetahui hal itu, appa Hyo In berhenti seketika memperhatikan Hyukjae yang dengan cepat menggendong Hyo In di punggungnya dan berlari membawa Hyo In ke tempat mereka semula.

Appa Hyo In terlihat khawatir melihat telapak kaki Hyo In berdarah.

“waegurae?”

“dia baru saja menginjak beling”

“huuee…appa…appo..manhi hikz appo…”

“bawa ke mobil. Disana ada kotak p3k. aku akan menjemput Hyo In eomma. Palli!!” perintah appa Hyo In kemudian Hyukjae bergegas menuju mobil.

 

#On The Way

“ya! pelan-pelan saja bisa tidak” teriak Hyo In saat Hyukjae tengah mencoba mengeluarkan beling yang tidak terlalu besar sebenarnya tapi memeng cukup sakit.

“jangan cerewet, bisa diam tidak, aku sedang berkonsentrasi mengeluarkan belingnya” geram Hyukjae masih berkutat dengan pinsetnya. Dahinya juga sudah penuh peluh sekarang.

“aw..pelan-pelan monyet! Aku bisa mati kehabisan darah”

“berhenti menakutiku nona cerewet, tidak ada riwayat orang mati kehabisan darah karena menginjak beling” balas Hyukjae antara khawatir, takut dan bingung.

“SIKEURO” akhirnya teriakan appa Hyo In berhasil menenangkan mereka.

Beberapa menit kemudian Hyukjae berhasil mengeluarkan belingnya kemudian memberinya obat antiseptik lalu membalutnya dengan perban.

Sampai di kediaman keluarga Song, Hyukjae keluar seraya menggendong Hyo In yang tertidur di mobil karena kelelahan. Orang tua Hyo In berjalan lebih dulu membukakan pintu kemudian mengantarkan Hyukjae hingga kamar Hyo In.

Sampai di kamar Hyo In, Hyukjae membaringkannya pelan. Beberapa menit ia terdiam menatap wajah malaikatnya yang tengah tertidur. Ia rapikan poni Hyo In yang menghalangi pemandangan indah di depan matanya.

“jalja chagi-ya” bisik Hyukjae pelan kemudian mengecup dahi Hyo In dan meninggalkan kamarnya.

Ia menghampiri orang tua Hyo In yang tengah bercengkerama santai di ruang tamu.

“uri Hyo In eotteokaji? Tanya eomma Hyo In lembut

“gwaenchana eomonim. Ia sudah tidur”

“oh, syukurlah..gomawo Hyukjae-ya. kau benar-benar pemuda yang baik” puji eomma Hyo In

“gamsahamnida eomonim. Aa~ kurasa aku harus pulang sekarang. Hari sudah hampir gelap. Annyeonghaseyo eomonin..abeonim” Hyukjae membungkuk kemudian bergegas pulang.

“tunggu Hyukjae-ssi” cegah appa Hyo In dan Hyukjae pun menoleh.

“jum’at depan kemarilah! Ada yang ingin aku katakan padamu”

 

 

Tbc

 

 

3 thoughts on “[MINI FF] Oh! Nae Appa (3/4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s