Still in Me

1455090_1383483341897439_667301767_n

Title                 : Still in Me

Author             : Valuabe94

Genre              : Romance

Rate                 : PG-19

Length             : Oneshot

Cast                 : Song Hyo In (OC), Cho Kyuhyun (SuJu)

Disclaimer       : ini FF kambek author. Maapin ye kalo GaJe bin gak jelas. Udh lama juga gak nulis gegara sibuk ngurus suami author (red: Kyu Oppa)

Happy Reading ^^

Hyo In POV

“Oppa!”

“em”

“kita…berpisah saja”

“….”

Aku meninggalkannya, lagi. Ini bukan yang pertama kalinya aku mengucapkan kalimat itu dan reaksinya tetap sama. Dia hanya diam dan aku meninggalkannya sendiri terduduk di tempat yang sama. Namun keesokan harinya, akan dengan mudah dia datang ke rumahku dengan sebucket bunga anggrek putih di tangannya, oh ya…dia bahkan tersenyum padaku.

Seperti pagi ini, saat aku baru saja membuka mataku. Bahkan aku belum sempat turun dari ranjangku tapi dia sudah duduk manis di sofa kamar seraya membaca beberapa koleksi komikku.

Aku mendengus sebal, aku benci tapi aku mulai terbiasa. Dia bahkan tidak pernah marah padaku meskipun aku sering mengucapkan kata pisah. Dasar namja bodoh. Apa dia buta, tuli, atau memang tidak punya otak. Aku tidak mencintainya, kami baru saja kenal 6 bulan yang lalu saat aku baru pulang dari rumah sakit dan dia bilang dengan entengnya kalau aku adalah calon istrinya.

Tentu saja aku tidak percaya, yang benar saja calon istri. aku menghindarinya tapi apa yang dia lakukan benar-benar membuatku kesal. Setiap hari datang ke rumah, minum kopi bersama appa, menonoton film di rumahku, o…satu lagi, dia bahkan membantu eomma memasak dan parahnya lagi orang tuaku terlihat begitu bahagia dengannya.

Aku mengutuk diriku sendiri saat aku memutuskan mencoba menerimanya meskipun aku setengah mencintainya. INGAT, hanya setengah. Tapi kali ini aku benar-benar tidak tahan. Aku tidak bisa bersama orang yang tidak benar-benar kucintai atau lebih tepatnya aku tidak mau dia hidup bersama dengan orang yang tidak benar-benar  mencintainya.

Aku hanya duduk diam menatapnya yang tengah asyik tersenyum sendirian membaca komik. Kuakui…dia tampan. Sangat tampan malah, tapi aku belum bisa sepenuhnya mencintainya. Aku takut, takut menghadapi kenyataan jika aku benar-benar memberikan cintaku padanya maka aku harus siap untuk kehilangannya.

Dia menoleh kearahku lalu menutup komiknya dan menghampiriku, duduk disampingku diatas ranjang. Dia mengelus rambutku, mengelap keringat di dahiku.

“mimpi buruk lagi?” dia tersenyum. Aku mengangguk

Oh tuhan…kenapa kau ciptakan makhluk seperti dia. Entah apa yang terjadi padaku, setiap kali aku berusaha meninggalkannya hanya ada mimpi buruk dalam tidurku. Apa dia yang membuatku seperti ini, mungkin dia bukan manusia atau memang dia bukan manusia?

“mandilah, omonim sudah menyiapkan sarapan untu kita”

Aku…entah kenapa aku selalu menuruti setiap kata-katanya, mungkin aku sudah mulai terbiasa dengan suara lembutnya.

Dia mencium puncak kepalaku kemudian beranjak keluar kamar.

@Seoul University

Sial…hari ini aku harus mengikuti kelas malam dan kenapa harus mata kuliah yang kubenci. Aku melihat layar ponselku sejenak. Namja ini, dari tadi selalu menelpon dan mengirim pesan. Apa dia tidak ada pekerjaan lain? Tapi kasihan juga jika tidak kujawab, apa salahnya membalas sekali saja, mungkin setelah itu dia tidak akan menghubungiku lagi.

To: Kyuhyun-ssi

Aku ada kelas malam

Selanjutnya, tidak ada balasan. Ya, seperti itulah kami. Kami? Kenapa terdengar aneh.

Aku keluar dari ruangan kelas dengan muka yang…..kurasa aku harus segera ke salon besok. Kalian tahu apa yang kurasakan saat ini? Aku lapar. Aku bahkan belum makan sejak siang tadi.

Sampai di halaman kampus, aku melihat seorang namja gila yang tengah melambai dari kejauhan. Dasar kurang kerjaan, menjemputku malam-malam begini apa dia tidak lelah setelah bekerja seharian. Aish~ kenapa aku memikirkannya.

Aku menghampirinya, dia tersenyum lagi kemudian membuka pintu depan mobilnya mempersilahkan aku masuk. Kemudian dia duduk di jok belakang kemudi. Tangannya terulur mengambil bungkusan di laci dashboard dan memberikannya padaku. Kimbab…dia tahu aku lapar. Dia bilang saat aku lapar maka bibirku akan berubah memucat. Sedetail itukah dia memahamiku?

“mau jalan-jalan sebentar?” tawarnya. Aku hanya mengangguk karena mulutku penuh dengan kimbab.

Aku tidak tahu tempat apa ini, tapi yang jelas ini sebuah bukit. Kami turun dari mobil kemudian duduk beralaskan rumput yang sedikit basah.

“apa kau melihatnya?”

“apa?” jawabku datar karena aku memang tidak melihat hal yang menarik sejauh ini.

“malam ini langit begitu cerah” dia bahkan tidak menoleh kearahku saat mengatakannya. Kurasa lebih cantik langit dari pada aku.

“aku tidak suka langit malam” Dia mengerutkan dahi

“aku butuh alasan”

“entahlah, hanya saja aku merasa semuanya seperti meninggalkanku. Aku benci jika matahari tenggelam dan langit berubah gelap”

“bukankah masih ada hari esok?” tanyanya

“tapi itu sama saja tidak ada cahaya yang menerangiku. Aku merasa sendiri saat gelap dan aku tidak menyukainya”

“apa kau juga merasa sendiri saat bersamaku?”

Aku diam, apa yang harus kukatakan. Mengakui jika aku mulai merasa nyaman dengannya atau…

“gwaenchana, ayo pulang! Ini sudah malam” dia membantuku berdiri dan mengantarkanku pulang.

@House

Kami masuk ke dalam rumah, sepi. Kemana eomma dan appa. Aku membuatkannya segelas teh hangat kemudian ikut duduk di sampingnya yang masih sibuk mengganti channel TV.

Aku merebut remote nya dan menyuruhnya segera meminum teh yang sudah kubuatkan tapi dia malah memberengut dan mengunci tubuhku dengan kedua tangannya. Kami saling menatap dalam diam, perlahan dia mendekatkan wajahnya arrghh kurasa aku juga mengikutinya hingga sesuatu yang lembut itu menyentuh bibirku.

Terasa nyaman dan membuat jantungku berdebar meskipun ini bukanlah yang pertama untuk kami. Aku diam merasakan lumatannya di bibirku, aku menikmatinya memang dan itu terbukti saat aku mulai mencengkeram kerah kemejanya tapi tiba-tiba dia menghentikannya.

Aku menunduk, malu. Kau murahan sekali Song Hyo In. Dia mengangkat daguku hingga wajah kami bertemu, aku tahu dalam hatinya pasti sedang menertawakanku.

“apa aku terlihat seperti gadis murahan?” tanyaku

Dia menggeleng seraya mengusap sisa-sisa aktifitas kami di bibirku.

“kau tidak murahan, hanya saja kau mudah tergoda nona Song” tawanya meledak saat melihat wajahku yang berubah ingin menerkamnya. Demi apa? Aku ingin sekali membunuhnya saat ini juga.

“aku mau tidur”

Aku beranjak meninggalkannya yang masih tertawa seraya memegangi perutnya, aku tidak mau terlihat seperti lelucon di depannya. Sampai di kamar aku langsung menutup seluruh tubuhku dengan selimut. Aku masih malu, terlihat begitu bodoh di depannya. Apa aku terlihat begitu menginginkannya. Tidak, tapi kuakui aku mulai merasakan hal yang sudah lama tak kurasakan. Nyaman.

Hari ini dia mengajakku mengunjungi makam neneknya. Dia bilang ingin mengenalkan calon cucu menantunya pada neneknya, apa itu aku?

Aku turun dari kamar dan melihatnya tengah mengobrol bersama eomma dan appa, terlihat lebih serius dari biasanya. Dia berdiri saat melihatku mendekatinya, dia menggenggam tanganku hangat kemudian berpamitan.

Aku merasa tidak begitu asing dengan tempat ini, sebuah batu nisan tinggi bertuliskan nama seseorang. Yah~ kurasa itu nama neneknya karena disinilah kami meletakkan bunga mawar dan memanjatkan doa.

Aku melihat seorang yeoja, mungkin dia seumuranku. Bersama seorang namja tengah berdoa di depan sebuah makam, makam yang sama dengan yang ku kunjungi sekarang. Namja itu memeluk yeoja itu dari belakang dan menyatukan kedua tangan mereka berdoa. Aku seperti pernah melihat mereka. Mereka tersenyum, aku juga ikut tersenyum melihat mereka begitu bahagia.

Kubuka kedua mataku dan kurasakan hangat mengalir keseluruh tubuhku. Aku sedikit kaget saat melihat ada yang menangkup kedua tanganku dan kurasakan hangat di punggungku. Dia…Cho Kyuhyun, tengah memelukku dan memejamkan mata, aku tidak berani mengusiknya, mungkin dia belum selesai berdoa.

Air mataku jatuh, tapi aku tidak tahu kenapa. Melihat wajah damainya saat berdoa di pundakku. Semua….entah mengapa rasanya begitu perih saat melihatnya, seperti ada yang kosong dalam bilik hatiku. Perlahan tangannya bergerak melingkar di perutku. Dia mengerutkan dahi saat melihat air mata yang masih tersisa di wajahku.

“mianhae, aku membuatmu menangis lagi” dia mengecup air mataku.

“nenek, apa aku memang bukan namja yang baik untuknya” dia bertanya pada nisan neneknya. Entah mengapa aku ingin menyangkal semua kata-katanya. Bahkan aku masih lebih jahat padanya.

Aku berbalik menangkup wajahnya. Namja ini benar-benar tampan bahkan saat beberapa tetes air itu keluar dari matanya. Aku mengusapnya dengan ibu jariku, dia hanya diam seraya mempererat pelukannya di pinggangku.

“aku…aku tidak bisa bersamamu”

“jangan mengatakan itu lagi” dia menggeleng

“mianhae, mianhamnida” aku melepaskan pelukannya dan berlari sebisaku. Aku ingin pergi dari semua kerisauan ini. Aku…aku terlalu takut mengakuinya. Mianhae oppa, aku hanya tidak mau rasa ini berkembang terlalu dalam.

***

Beberapa hari ini kami tidak pernah berhubungan sama sekali. Dia juga tidak pernah berkunjung ke runahku lagi. Tidak ada tanggapan dari eomma dan appa, mereka hanya diam. aku tidak tahu, mungkin mereka kecewa padaku karena kau tidak bias mengikuti keinginan mereka. Menikah dengan Cho Kyuhyun.

Ya…kemarin eomma dan appa memberitahukan rencana mereka untuk menikahkan kami. Aku…menolaknya tapi aku merasakan sakit yang semakin menghujam ulu hatiku. Eomma dan appa hanya diam mendengar pernyataanku. Aku yakin mereka kecewa.

Hari ini aku tidak ada kuliah, biasanya Kyuhyun akan dengan senang hati mengajakku jalan-jalan. Atau sekedar menonton DVD di rumah. Terasa menyenangkan meskipun hanya di rumah. Terkadang dia hanya menelponku seharian sampai baterai ponsel kami habis. Apa akui, aku…merindukan saat-saat itu.

Terdengar suara sebuah mobil memasuki rumahku, aku yakin itu mobil Kyuhyun. Sebenarnya aku ingin menghampirinya tapi….aku tidak mau terlihat begitu merindukannya.

Dia masuk ke dalam kamarku dengan raut wajah yang tidak seperti biasanya. Tidak ada senyum kali ini, aku…takut melihatnya.

Dia mendekatiku dan menyeret tanganku keluar kamar.

“Ikut aku” perintahnya

“aku tidak mau” dia tetap menarik tanganku

“jangan paksa aku” kuhentakkan tangannya yang masih menggenggam tanganku

“Sudah berapa kali kubilang aku tidak mencintaimu. Apa kau tidak dengar, eo? Kau tuli?” aku…aku tidak tahu kenapa aku bisa mengatakannya.

“….”

“menyedihkan” aku pergi meninggalkannya. Menutup pintu kamarku  namun tubuhku luruh setelah mengatakan kata-kata yang tak ingin kukatakan. Aku bodoh

“kau yang menyedihkan Song Hyo In, ku bahkan membohongi dirimu sendiri. Bahkan itu lebih menyedihkan dari pada aku yang mengejarmu setiap hari. Kau gadis bodoh” teriaknya di depan pintu kamarku. Aku tahu aku bodoh….aku…

Ku dengar langkah kakinya menjauh dari kamarku. Aku berdiri kemudian merebahkan tubuh lelahku. Apa aku salah?

Kriiekkk

Aku melihat eomma menghampiriku dan duduk di sampingku.

“kau kusut sekali” eomma mengelus puncak kepalaku.

“kenapa eomma kemari?”

“eomma hanya ingin putri eomma memilih jalan yang benar”

“aku ingin tidur” aku menutup tubuhku dengan selimut kemudian memejamkan mata meskipun aku tak benar-benar tidur. Jujur beberapa hari ini aku tidak bisa tidur dengan tenang.

“eomma tidak ingin kau membohongi dirimu sendiri, itu akan menyakiti kalian berdua terutama dirimu sendiri” aku diam mendengarkan eomma. Eomma benar, ini memang teramat sakit.

“eomma dan appa hanya ingin putri eomma kembali”

Aku bangkit dan menggenggam tangan eomma saat beliau hendak meninggalkanku.

“apa maksud eomma?” tanyaku heran

“kau akan tahu jawabannya suatu saat nanti. Kau tidak perlu mengingat betapa kau mencintainya dulu, tapi ingatlah cintamu untuknya saat ini, itu jauh lebih berharga untuk Kyuhyun”

“dulu…”

Author POV

Inis udah hampir jam 10 malam, tapi Hyo In tetap bersikukuh pergi menemui Kyuhyun. Ia pergi ke tempat kerja kantor Kyuhyun dan sudah di pastikan kantor itu sudah tutup. Ia memutar balik mobilnya ke tempat Kyuhyun biasa mengajaknya keluar tapi tetap tidak ada.

Bodoh, dingin-dingin begini mana mungkin dia pergi ke tempat terbuka. pikirnya. Ia berhenti sejenak, diam tak ada suara. Kenapa aku tidak kerumahnya? Aarrgghh~ kenapa tidak terpikirkan olehku dari tadi. Kau benar-benar sangat dan terlalu bodoh.

Hyo In melajukan mobilnya cepat, seingatnya dia belum pernah berkunjung ke rumah Kyuhyun ia hanya mengikuti instingnya atau mungkin dia memang pernah kesana.

Ia sampai di depan gerbang sebuah rumah besar namun bergaya minimalis. Seorang wanita membukakan pintu untuknya. Ibu Kyuhyun nampak sedikit terkejut.

“apa Kyuhyun oppa ada di rumah?” tanyanya tergesa

“masuklah dulu” wanita itu tersenyum ramah kemudian mengantarkan Hyo In duduk di sofa.

“kau ingin minum apa?”

“aku tidak ingin minum, aku ingin bertemu dengan Kyuhyun oppa” jawaban Hyo In membuat wanita tersebut sedikit menahan tawa.

“oo~ baiklah…tunggu saja di kamarnya”

“em, gamsahamnida eomonim” Hyo In berdiri, wanita itu mengernyit heran. Sebagian diri gadis itu memang tak pernah melupakannya. Pikirnya.

“bagaimana kau tahu kalau aku ibu Kyuhyun?” pertanyaan itu menghentikan langkah Hyo In.

“aku hanya menebak saja, kurasa ketampanan Kyuhyun oppa menurun darimu” Hyo In tersenyum kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar Kyuhyun. Sementara Ibu Kyuhyun Nampak tersenyum sedikit kecewa.

Kakinya menuntunnya ke sebuah ruangan yang berada di ujung lantai 2 rumah Kyuhyun. Ia merasa tak asing lagi dengan rumah ini.

@Kyuhyun’s Room

Tempat ini gelap. Seperti tak berpenghuni. Hanya sudut kamarnya saja yang terlihat terang karena sinar bulan yang menembus kaca jendela kamar itu.

Hyo In duduk di atas ranjang tersebut seraya memandangi langit malam. Kesendirian itu terasa kembali, dingin, ia mempererat pelukan tangannya dan menggelamkan wajahnya di sela lututnya yang tertekuk. Ia menangis, hey! Menunggu itu membosankan bukan? Kenapa aku disini? aku benci menunggu, batinnya hingga tanpa sadar ia tertidur dalam duduknya.

***

“untuk apa kau kembali” pekik Hyo In

“aku bersalah, maafkan aku”

“pergilah, bukankah kau punya urusan yang lebih penting dari pada ini”

“pernikahan ini memang hanya berarti untukku. Tidak untukmu”

“aku yeoja yang menyedihkan”

“AARRRRGGHHH”

Hyo In membuka matanya, ia terduduk dengan keringat bercucuran di tubuhnya. Jantungnya berpacu dengan cepat. Ia menyembunyikan tangisnya dalam lipatan tangannya hingga ia merasa tubuhnya terhuyung ke dalam dekapan hangat menenangkan.

Kyuhyun…Hyo In begitu hafal dengan aroma tubuh namja yang kini tengah memeluknya. Ia menangis semakin keras seraya memukul-mukul lemah dada Kyuhyun.

“aku…hiks…aku…benci…”

“arra” jawab Kyuhyun lemah.

“aku ingin membunuhmu”

“arra” Kyuhyun semakin mendekapnya

Hyo In masih menangis namun perlahan pukulannya pada dada Kyuhyun berhenti. Tangannya beralih memeluk Kyuhyun erat.

“aku…” lirih Hyo In.

“em”

“aku benci mengakuinnya’

“katakan”

“aku mencintaimu” Kyuhyun mengangguk seraya menangkup wajah Hyo In dan menatap bola mata hazel milik gadisnya dan menghapus air mata itu dengan ibu jarinya.

“maafkan aku sudah melupakanmu”

“ani…kau tidak sepenuhnya melupakanku” Hyo In mengernyit heran mendengar pernyataan Kyuhyun.

“kau masih mengingat rumah kita…kamar kita…dan kau masih dengan mudah menerimaku meski kau tak sepenuhnya menginginkan itu. Tapi aku tahu jauh di dalam hatimu, kau tidak ingin melupakanku”

Kyuhyun mengecup bibir Hyo In sekilas membuat rona merah di pipi gadis itu terlihat jelas.

“bagaimana jika aku tidak mengingatmu”

“ingat atau tidak yang terpenting adalah kau mencintaiku saat ini. Aaa~ satu lagi! Cintai juga aku selamanya”

“saranghaeyo Song Hyo In” dengan cepat Kyuhyun membungkam bibir Hyo In dengan bibirnya. Yeoja itu merasa kaget hingga ia mendorong dada Kyuhyun kuat hingga ciuman merek terlepas.

“ya! Aku belum memutuskan menerimamu atau tidak berani sekali kau menciumku”

“aku tidak menerima penolakan” Kyuhyun kembali menyatukan bibir mereka dan Hyo In pun mulai meresponnya. Kyuhyun tersenyum dalam ciumannya, ia tahu gadisnya telah kembali padanya.

“maafkan aku, aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu. Aku tak akan mengecewakanmu seperti dulu. Terima kasih telah kembali dn memberikan cintamu lagi untukku” ucap Kyuhyun seraya mempererat pelukan mereka.

“besok kita harus menikah” bisik Kyuhyun.

“mwo!”

#Flasback#

Gadis itu, tengah memandang pantulan wajahnya di depan cermin. Cantik, ia tengah menggunakan gaun pengantin putih yang anggun. Harusnya ini menjadi hari yang paling membahagiakan untuknya.

5 jam ia menunggu calon suaminya hingga para tamu undangan meninggalkan gedung tempat pernikahan tersebut satu persatu hingga hnya menyisakannya seorang diri. Ia menunggu seraya menatap matahari yang semakin redup hingga cahayanya menghilang tertelan langit malam.

Cho Kyuhyun….semua ini memang tak pernah berarti untukmu.

Ia keluar dari gedung tersebut seraya tertuduk lemas sambil memegangi bagian belakang gaunnya yang terlalu panjang.

Ia baru saja akan masuk ke dalam mobilnya sebelum tangan seseorang menghalanginya.

“kau terlambat 5 jam tuan Cho, acaranya sudah selesai dari tadi” hyo in kembali membuka pitu mobilnya namun dihalangi oleh Kyuhyun.

“dengarkan penjelasanku, aku sudah berusaha untuk tepat waktu tapi pesawat dari Jepang ke Korean mengalami delay”

“lalu untuk apa kau kembali”

“aku bersalah, maafkan aku”

“pergilah, bukankah kau punya urusan yang lebih penting dari pada ini”

“pernikahan ini memang hanya berarti untukku. Tidak untukmu” Hyo In menghentakkan tangannya yang masih di pegang oleh Kyuhyun.

Ia melajukan mobilnya di jalanan seoul yang padat.

“aku yeoja menyedihkan” kata-kata itulah yang selalu ia gumamkan sebelum akhirnya mobil itu berhenti karena menabrak seorang pengendara sepeda motor dan  terguling.

***

Gadis itu terbangun setelah 1 minggu tak membuka matanya. Wajahnya mengkerut mendapati seorang namja tampan dengan senyumnya berada di sampingnya. Menggenggam tangannya erat.

Gadis itu dengan kasar menyingkirkan tangan namja itu hingga membuat senyum namja itu mengihilang sejenak berganti dengan raut kecewa.

“siapa kau?”

“aku…calon suamimu”

END

Author gak tau mau ngomong apa. Mian ye, udah lama gak nulis jadinya rada aneh. Kekeke

buat yang kena tag di tunggu komennya di tunggu…

J

26 thoughts on “Still in Me

  1. sedikit menyakitkan
    tapi hebat ya yeojanya mau nerima kyu apaadanya
    pas uda kembali inget
    itu pernikahan lo kyu
    cwek mana yg egk sakit hati coba

    suka ^^
    fighting \(^^)/

  2. yeaaa ampunn… pntezzz za hyo inx gusarr… wlaupun lupa ingtan, ttep za ad persaan cinta bwt kyu… heemmm,,,, kren ffx

  3. O.o *masang muka cengo
    sumve, setelah baca keseluruan alhasil nyesek *T.T
    daebak thor😀
    awal” cerita gw nggax ngeh sama cerita, semakin di baca *Oh ternyata.. oh..
    menjungkir balikkan alur, kerenn dah

    [readers baru disini ^^, nyerocos banyak :D]

  4. dibalik sikapnya kyuhyun yang kukuh ternyata ada alasannya. untung hyoin inget semuanya. pasti nyesek banget jadi mereka berdua. tapi semuanya udah berlalu😉 nice ending

  5. sederhana tapi mengena…
    Hanya saja ada beberapa yg aku agak bingung, mgkin dr kalimatnya atau apa..atau mgkin aku aja yg g pinter,ampe g paham2..hehe

  6. Oww alurnya campuran tohh.,
    seneng ama cara kyu mempertahankan dan berusaha buat hyo in cinta lg ama dia meski sebelomnya pernah ngecewain.,

  7. gegara pesawat kyuhyun harus kena amarah hyo in.
    blom lg karena ini hyo in jd kecelakaan dan amnesia . lagi lagi kyu harus menerima keaadan hyo in yg lupa akan dirinya. kasihan kyu

  8. Oo Hyo hilang ingatan ttg Kyuhyun yah??

    Ckckckk.. Kyu juga sih pke acara telat 5jam pas hari pernikahan #niatGaSih?? #plaaakkkk… Hahaha…hmmmm…
    Aahh yg penting mereka bahagia pada akhirnya…:)

  9. astaga.. ternyata hyo in amnesia *-* itu apa?? 5 jam telat?? ya ampun.. gila sumpah. hyo in pasti kecewalah.. ;;; tapo kyuhyun keren ya bisa buat hyo in suka lagi walaupun udah pernah ngelupain dia.. dan akhirnya hyo in inget lagi. yeayy😀

  10. Hadeuh ini ff bikin nyesek pertamanya walaupun terakhirnya happy end..
    Kyu kau terlalu sibuk jadinya hyo in kecelakaan

  11. Oh my.. pantes, kenapa juga Kyuhyun tiba-tiba jadi calon suami Hyo In.. ternyata karena Hyo In amnesia toh.. hwehh

    Semangat^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s