Special Gift: Only U, Nae Haebaragi

Title                        : Special Gift: Only U, Nae Haebaragi

Author                   : Valuabe94

Genre                     : Romance

Rate                        : Teen

Length                    : Oneshot

Cast                         : Lee Donghae (Suju), Choi Hyun Rin (OC)

Support Cast         : Super Junior’s Member (Eunhyuk, Sungmin, Kyuhyun, Leeteuk)

Disclaimer             : FF in author bikin buat hadiah chingu nya author yang lg ultah ke-19. semoga readers suka sama ni FF. FF in asli punya author jadi jangan asal copas tanpa permit dari author..aratchi!! ^^

OKYU……happy reading!!!!

Hyun Rin POV

Huufftt….kemana saja namja itu, sudah hampir 1 jam aku menunggunya di ruangan pengap ini. Bau obat-obatan dimana-mana, selang infus di pergelangan tanganku, perban sialan dikepalaku, gips dikaki kiriku, haah~ bahkan selang oksigen dihidungku ini malah membuatku sulit bernapas. Apa kalian berpikir aku baru saja kecelakaan dan menginap dirumah sakit sekarang? Tidak salah…tapi tidak benar juga, lebih tepatnya aku sedang berpura-pura kecelakaan dan masuk rumah sakit. Aku ingin memberikan kejutan pada kekasihku yang paling tampan sekaligus menyebalkan itu karena hari ini tepat 2 tahun kami berpacaran.

Kalian tahu siapa kekasihku? Dia adalah salah satu member mega boyband korea yang sekarang terkenal hampir diseluruh dunia. Ya, mereka Super Junior. Siapa yang tidak tahu mereka? *nenek author aja tau* tidak hanya bermodalkan wajah yang tampan dan tubuh seksi namun mereka juga dibekali dengan segudang talenta yang menghasilkan kombinasi yang sangat sempurna –termasuk kekasihku, Lee Donghae- meskipun dia member yang paling pendek *upz keceplosan* namun pesonanya itu mampu mengalahkan ketampanan Siwon oppa -menurutku- cham…..kenapa aku malah memujinya? Aku kan sedang kesal dengannya.

Meskipun aku punya kekasih yang perfect, tapi jangan pikir kalau hubungan kami juga perfect tanpa halangan. Jadwal world tournya yang baru saja selesai, harus diganti dengan promo 6jib dan album repackage mereka. Belum lagi syuting mv dan drama serta konser dengan artis-artis satu managementnya yang menambah panjang daftar penantianku hanya untuk sekedar bertemu dengannya. Balkan bukan? Haahh~  kurasa cukup aku memperkenalkan kekasihku.

2 hari yang lalu, aku bekerjasama menyusun rencana dengan Sungmin dan Eunhyuk oppa membuat kejutan untuk donghae oppa hari ini. Kebetulan sekali Super Junior sedang diberi waktu istirahat minggu ini, itu kuketahui dari Sungmin Oppa. Aku meminta Sungmin oppa untuk memberitahu Donghae Oppa kalau aku kecelakaan sementara Eunhyuk Oppa menungguku didepan pintu berjaga-jaga jika sewaktu-waktu Donghae Oppa datang. Haaiissh…Sungmin Oppa bilang dia sudah berangkat 1 jam lalu. Haah~ aku bahkan hampir berkarat disini.

Krek, kudengar suara pintu terbuka. Apa ikanku sudah datang? Aa~ aku harus pura-pura tidur sebelum ketahuan. Aku berbaring dan memakai selimutku sebatas perut kemudian menutup mataku.

“Rin-ah!” cham…itu bukan suara Donghae Oppa, kubuka mataku kemudian duduk diatas ranjang dan mendapati Eunhyuk Oppa terengah sambil memegangi lututnya.

“Donghaehh…Donghaehh” ucapnya masih terengah seraya tangannya menunjuk keluar.

“wae? Apa Donghae Oppa sudah datang?”

“anihh.. hh…namjaku, eh! Maksudku Donghae..dia…diculik”

“mwo? Maldo andwae!” aku tersentak kaget dan turun dari ranjang melepas semua atribut kepasienanku (?) –kecuali baju & celana- kemudian menghampiri Eunhyuk Oppa.

“ini bukan waktunya bercanda oppa, mana mungkin ada orang yang mau menculik ikan badut seperti dia” kuguncang bahu Eunhyuk Oppa, kurasa sebentar lagi airmataku akan keluar.

“aku serius Rin-ah, Sungmin Hyung yang memberitahuku, dia baru saja menerima telfon dari penculiknya. Kurasa dia diculik saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, kau tahu kan sekarang sudah dini hari. Bisa saja dia dicegat ditengah jalanan yang sepi”

“apa kau sudah menghubungi polisi?” airmataku sudah tak dapat kutahan lagi.

“penculik itu tidak bodoh Rin-ah, nyawa donghae akan terancam kalau kita melapor polisi” Eunhyuk Oppa menghela napas pelan seraya memegang bahuku mungkin mencoba menguatkanku.

“lalu apa yang harus kita lakukan?”

mereka bilang kita harus membawa tebusan 20 juta won dan membawanya ke Busan, aku baru saja mendapat MMS dari Sungmin Hyung dimana tempatnya” terang Eunhyuk Oppa seraya menunjukkan sebuah tempat yang mirip ladang atau apalah itu. Aa~ bahkan kualitas gambarnya saja tidak bagus, pasti kameranya jelek.

“dan..satu lagi, kita harus menyerahkannya sebelum matahari terbit. Kalau tidak..”

“andwae…perjalanan dari sini ke busan butuh waktu 2 jam. Belum lagi kita harus mencari tempat tidak jelas ini, mencari Donghae oppa…dan…dan bagaimana jika…j…ji…ka…” aku luruh tak mampu membayangkan apa yang akan terjadi pada Donghae Oppa. Seandainya saja aku tidak membohonginya pasti dia tidak akan mengalami hal seperti ini.

“Gwaenchana?”

“ani, aku tidak akan baik-baik saja sebelum menemukan Donghae Oppa, kita harus segera ke Busan” putusku

“kajja oppa! Kita harus segera berangkat sebelum waktunya habis” Eunhyuk Oppa mengangguk, kuhapus airmataku kemudian menerima uluran tangan Eunhyuk oppa yang membantuku berdiri.

“chakkamanyo, bagaimana dengan uangnya?

“kau tak perlu khawatir, sudah ada dimobil bersama Sungmin Hyung, mungkin sekarang dia baru saja sampai. Jja~ palli!” aku mengangguk mengikuti langkahnya.

Author POV

Ditempat parkir Sungmin menunggu mereka seraya menyenderkan tubuhnya di kap mobil dengan melipat kedua tangannya didepan dada, ia bahkan hampir menutup matanya namun saat melihat sepasang yeoja dan namja berlarian dari gedung rumah sakityang ia yakini adalah Eunhyuk dan Hyun Rin ia urungkan niatnya kemudian bergegas masuk ke mobil dan duduk di jok sopir. Eunhyuk menyusul dan duduk disamping Sungmin sementara Hyun Rin duduk di jok belakang, wajah mereka bertiga terlihat tegang.

“kajja hyung! Kita tidak punya banyak waktu” ujar Eunhyuk seraya menoleh pada Sungmin. Sungmin pun mengangguk kemudian melesatkan mobilnya membelanh jalanan seoul yang nampak lengang.

Diperjalanan, Hyun Rin terlihat sangat gelisah . duduknya tidak tenang dengan mengentakkan jari-jarinya di lututnya.

“oppa, apa tidak bisa dipercepat  lagi? Aku ingin segera sampai”

“tenanglah Rin-ah, kau mau terjadi apa-apa bahkan sebelum kita sempat menyelamatkan Donghae?” jawaban Sungmin membuat Hyun Rin terdiam benar juga yang dikatakannya, batin Hyun Rin. Hyun Rin mencoba menenangkan dirinya dengan menyenerkan kepalanya pada sandaran jok seraya mengamati lampu-lampu pinggir jalan yang terlihat berlalu begitu cepat.

Ddrrt…drrt, suara getaran ponsel Eunhyuk mengalihkan perhatian Hyun Rin sesaat namun dengan cepat ia kembali pada posisi semula. Hyuk terlihat mengetik beberapa kalimat pada screen ponselnya. Ia sempat mendecak sebal namun kemudian ia menyunggingkan senyumnya.

“hah~ dasar tidak sabaran” Eunhyuk meletakkan kembali ponselnya di dashboard mobil kemudian menyenderkan kepalanya dengan kedua tangannya sebagai bantal.

“nuguya?” tanya Sungmin tanpa melepas pandangannya dari jalan.

“kekasihku” jawab Eunhyuk seraya menoleh kearah Hyun Rin yang masih saja diam.

Tepat pukul 4 pagi mereka sampai di Busan tepat dimana mereka akan melakukan pertukaran dengan penculik Donghae, mobil mereka berhenti didepan hamparan ilalang yang menjulang tinggi, bahkan Max Changmin pun tak mampu mengalahkan tingginya *author lebeh*

Hyun Rin segera turun dari mobil disusul Eunhyuk, mereka menunggu Sungmin yang masih mengambil sebuah koper dibagasi belakang.

“kalian yakin tidak salah tempat? Sepertinya ini tidak sama dengan di foto, kurasa rumputnya tadi tidak setinggi ini”

“percayalah pada kami, kami juga sama-sama tidak ingin kehilangan Donghae” Hyun Rin mengangguk pasrah kmudian mereka bertiga bergegas memasuki padang ilalang mencari tempat yang dimaksud oleh penculik. Eunhyuk memimpin didepan, menyibakkan deretan ilalang yang menghalangi jalan mereka.

@@@

“kurasa kita hanya berputar-putar saja dari tadi, lihat! Waktu kita sudah berkurang 1 jam” Hyun Rin mulai gugup, otaknya sudah mulai memikirkan hal yang iya-iya pada Donghae. Wajah cantiknya kini sudah tertutupi oleh keringat yang bercampur dengan airmatanya. Rambutnya berantakan dan baju pasiennya terlikat kusut dan kusam pada bagian kaki yang sempat menyapu tanah.

“sabarlah Rin-ah, sebentar lagi kita sampai. Kau harus tenang” Sungmin mencoba menenangkan Hyun Rin lagi.

“dari tadi kau hanya menyuruhku tenang, apa kalian tidak berpikir ditengah ketenangan kalian ini bisa saja terjadi sesuatu pada Donghae Oppa” geram Hyun Rin.

“cihh..bahkan jalan kalian saja seperti siput, aku akan mencarinya sendiri. Kalian tidak bisa diandalkan” Hyun Rin berjalan melewati Hyuk dengan langkah cepat mensipun ia terlihat kesulitan menyibakkan ilalang yang ada didepannya sementara Eunhyuk dan Sungmin saling melempar pandangan kemudian menyusul Hyun Rin yang belum teralu jauh didepan mereka.

Langkah Hyun Rin semakin cepat, ia terus melangka tanpa mempedulikan apapun, yang ia inginkan saat ini hanyalah menemukan Donghae dalam artian ia memang benar-benar baik-baik saja. Kini Eunhyuk dan Sungmin berada tepat dibelakang Hyun Rin hingga akhirnya Hyun Rin berhasil menyibakkan deretan ilalang terakhir.

Tubuhnya mematung sesaat kemudian jatuh berlutut dan tertunduk. Bahunya beretar, ia terisak, hatinya hancur saat melihat hamparan bunga matahari didepannya mulai mendongak pertanda bahwa matahari telah menampakkan sinarnya.‘aku terlambat…mianhae oppa…jeongmal mianhae’ sesalnya. Eunhyuk dan Sungmin hanya terdiam melihat hyun rin.

Hyun Rin masih bertahan dengan posisinya hingga beberapa menit ia mulai merasakan kehadiran seseorang, bukan…tapi beberapa orang kini mulai mendekatinya. Hyun Rin mendongak tatkala mendengar suara merdu seorang namja yang selma beberapa bulan ini teramat ia rindukan.

Naege boyeojwotdeon~ ne sarangeul giyeokhake

I will remember the love you gave me

geu nugudo daeshinhal su eomneun

no one can take over you  

dan hanaye sarang, nae gasseum gipi neol dama dullae

that only love, I will keep in the bottom of my heart

Orae~ gidarilge haeseo mianhae

making you wit so long, I’m sorry  

nae pyeongsaenge hanappunin neoneun jengmal teukbyeorhan geol

in my life only you are most special

Rin terdiam kaget saat melihat Donghae yang dengan senyum menawannya tengah bernyanyi dihadapannya, ia tidak sendirian melainkan bersama rekan satu grupnya. Ia menutup mulutnya tak percaya melihat seorang namja yang berdiri dihadapannya memang benar-benar namjanya.

Nae mamsoge ojing neo, ne mamsoge ojing na

my heart only has you, your heart only has me

seoro talma ganeun moseubi sarange ppajyeo itdaneun geol

similar sentiments, the proof of our love

gateun haneul dareun geol, urin jamshi tteoreojyeo

the same sky, different place

jigeum I sungan yeongwonhi i-jji malgo giyeokhae

we’re separated for now for this instant

something to never forget

please remember

Eunhyuk dan Sungmin yang entah sejak kapan sampai disamping Donghae ikut bernyanyi bersama Kyuhyun dan Leeteuk melanjutkan bagian reff lagu tersebut. Donghae menghampiri Hyun Rin yang masih terdiam namun airmatanya terus mengalir. Hyun Rin masin terpaku melihat Donghae yang kini tepat berada dihadapannya, kesal sekaligs senang. Ia kesal karena ternyata semua ini hanya lelucon yang di sutradarai oleh namjanya sendiri tapi ia senang karena donghae baik-baik saja. Donghae menggenggam erat tangan Rin seraya membantuny berdiri, tiba-tiba Rin memeluk Donghae dengan sangat erat.

Donghae POV

Huuee…huuee…

tangisan Rin semakin keras namun tak begitu terdengar karena ia meredam suaranya didadaku seraya memukul-kull punggungku. Oh ayolah chagiya~ ini hanya lelucon saja. Sebenarnya aku ingin tertawa sekarang melihat keadaannya, lihatlah! Rambut dan baju pasien gadungannya erlihat sudah tak berbentu lagi. Jinjja~ apa dia benar-benar mengkhawatirkanku sampai tidak mempedulikan penampilannya? Mianhae chagiya~ aku hanya ingin memberimu sedikir kejutan yang berlebihan.

“ssttt…uljima! Aku sudah selamat, penculiknya memperlakukanku dengan sangat baik” candaku seraya mengusap punggungnya.

“nappeun…nappeun…neppeun” ia melepa pelukannyadan memukuli dadaku berkali-kali.

“ya! Harusnya kata-kata itu untukmu nona choi, bukan untukku”

“mworago?” pukulannya berhenti, aku jadi bisa sedikit bernapas sekarang.

“kau yang memulainya, jadi sekarang rasakan pembalasannya. kau ingin mempermainkanku bukan? Pura-pura kecelakaan agar aku mengkhawatirkanmu setengah mati kemudin dengan bodohnya menangisimu yang tak sadarkan diri dengan luka dimana-mana padahal kau baik-baik saja. Apa kata-kataku ada yang salah, eo?”

“neo? B..bag..ggaimana kau bisa tahu itu semua”ia sedikit menjauh dariku.

“kau pikir kau lebih pintar dariku? Sayangnya tidak, kau mungkin maju satu langkah lebih awal, tapi sayangnya aku seribu langkah lebih cepat darimu. Kurasa kemampuanmu memilih patner harus segera diperbaiki. Kau lupa nona Choi atau pura-pura tak ingat? Kedua patnermu itu saudara dan kekasihku, em?

“JADI KALIAN” rin melemparkan deathglare-nya pada Euhyuk dan Sungmin Hyung. Sungmin hyung hanya tersenyum tidak jelas seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sementara Hyuk bersiul-siul tidak jelas seraya menekuk tangannya dibelakang kepala dan mengetuk-ngetukkan ujung jari kakinya ditanah.

“mian Rin-ah, aku tidak mungkin membiarkan eunhae menghancurkan semua koleksi barang pink-ku dn menyita semua labu-labu di dorm” rin mendelik kearah Hyuk.

“kau oppa! Apa alasanmu?”

“hehehe….aku tidak tega melihat kekasihku kesusahan mencari ide memberimu kejutan, kurasa sedikit merubah skenarionya akan lebih menarik”

“dan….kalian…penculik gadungan tidak berbakat. Kenapa kalian ikut-ikutan?” Rin beralih menatap sadis leader dan magnae kami.

“aku tidak akan menolak dengan hadiah psp baru” sahut Kyu santai.

“em,,,kalau aku…aku hanya berlaku sebagai leader yang baik” jawa teuk hyung dengan mengedikkan bahunya. Haah~ jawaban yang menyebalkan.

“AAAA~ kalian semua sama-sama menyebalkan” geram Rin

“ya! Seharusnya kau merasa terpuji karena bintang hallyu seperti kami rela tidak tidur semalaman demi memberimu kejutan. Melakukan hal konyol seperti ini, bersembunyi di balik ladang bunga, membawa kue sialan ini. Dasar tidak tahu terimakasih” kesal Kyu pada Rin.

“ya! siapa suruh kau membantu ikan badut ini” balas rin tak kalah kesal. Aku melototkan mataku mendengar ucapannya, dasar.

“aahh~ sudahlah! Kenapa setiap bertemu kalian selalu bertengkar? Jja~ kalian cepat tiup lilin saja” sela Teuk Hyung seraya menyerajkan kue berbentuk bunga matahari berhiaskan lilin angka “21” padaku.

“saengil chukae hamnida chagi-ya~ kau tidak lupakan kalau hari ini juga ulang tahunmu?” ia meebarkan matanya seperti kaget mendengar ucapanku, sudah kuduga. Dia terlalu memikirkan 2nd anniversary kami hingga melupakan ulang tahunnya sendiri.

“jja~ mintalah sesuatu pada tuhan dan tiup lilinnya” ucapku seraya menyalakan lilin, kulihat ia memejamkan mata sesaat kemudian meniup lilin angka “1” saja. Aku mengernyitkan dahi heran.

“wae?”

“aku ingin meniupnya bersamamu, bukankah hari ini hari jadi kita yang kedua?” aku tersenyum melihatnya kemudian kami meniupnya bersama.

Kutatap matanya dalam seraya mendekatkan wajahku ke wajahnya mencoba meraih bibir manisnya yang sudah beberapa bulan ini tak kurasakan *author mupeng”. Kulihat Rin mulai memejamkan matanya namun belum sempat wajah kami bertemu, kurasakan ada yang mengambil kuenya dari tanganku.

“kalian lanjutkan sendiri ne” Kyu tersenyum evil kemudian berlari kearah Hyuk, Sungmin dan Leeteuk Hyung yang sudah menunggunya.

“kaammii ppuullaaanngg!!! Terima ssiihh kkueennyyaa!!! Selematt bersenang-senangg!!!” teriak mereka berahutan kemudian tubuh mereka hilang ditelan padang ilalang *uuiihhh*

aaiisss….merek menganggu saja.

Pandanganku beralih pada Rin lagi, kutangkup wajah bulatnya kemudian mengecup singkat dahi, mata, pipi, hidung dan bibinya. Kulihat pipinnya sudah semera tomat yang kelewat matang sekarang *yah~busuk dong. Kekeke

“saranghae” kudekap tubuhnya erat menyalurkan rasa rinduku padanya yang sudah membuncah sekarang.

“nado saranghae oppa”

PROLOG

Author POV

Mereka berdua duduk disela jalan antara padang ilalang dan padang bunga matahari, Hyun Rin memejakan matanya menikati semilir angin yang menerpa wajahnya seraya menyenderkan kepalanya dibahu donghae. Tak ada atupun dari mereka yang membuka suara,mereka terlalu sibuk dengan pikiran masing-masing.

“gomawo oppa” suara Hyun Rin memecah keheningan diantara mereka.

“em” sahut Hae masih menatap hamparan bunga matahari didepannya.

“kenapa kau mengajakku ketempat ini?”

“kau pernah bilang kalau kau suka sekali dengan bunga matahari..kurasa ini tempat yang cocok untukmu”

“saranghae” Rin mengeratkan pelukannya dilengan Donghae.

“aku tahu” tsk….rin mendengus sebal.

“aku…aku ingin jadi matahari”

“mworago, apa maksudmu oppa?”

“kau pernah bertanya padaku bukan, jika seandainya kau bunga matahari maka aku jadi apa?”

“eemm..ne. dan kau berhutang satu jawaban padaku karena itu”

“ya, aku ingin jadi matahari”

“wae?”

“karena bunga matahari hanya bisa menatap matahari saja, bahkan sampai matahari terbenam pun ia lebih memilih menunduk, ia tak akan mau menatap yang lain. Hanya matahari, begitupun kau. Kau hanya boleh menatapku sebagai namja yang mencintaimu, dan akan selalu melindungimu meskipun aku tak ada disampingmu, bukan yang lain”

“ne, aku hanya akan menatapmu saja dan memang aku hanya bisa menatapmu, dan itu sudah kulakukan sampai sekarang bahkan selamanya, keudae….apa kau juga akan melakukan apa yang dilakukan matahari?”

“mwo?”

“kau lupa, sebagai matahari kau itu sangat egois, hanya memperbolehkanku menatapmu saja padahal kau bisa menatap seluruh isi dunia termasukk….panda-noonamu itu. Aasshh~ Dasar tuan landak genit”

“ya! Jangan merusak suasana romantis yang sudah kuciptakan, kau itu menyebalkan sekali” Hae terdiam dan menunduk sesaat kemudin kembali menegakkan kepalanya.

“mianhae…karena aku, kau tidak bisa merasakan rasanya berkencan seperti pasangan pada umumnya” sesal Hae lirih namun masih dapat didengar Hyun Rin.

“gwaenchana….aku sudah cukup bahagia sepeti ini”

Donghae menoleh kearah Rin.

“aku ingin kau selalu mengingat ini, tidak peduli seberapa lama kita berpisah dan seberapa jauh jarak memisahkan kita aku akan tetap menjadi milikmu, dan akan selalu memikirkanmu, kalau kau mendengar kabar yang tidak mengenakan tentangku langsung saja tanyakan padaku, jangan hanyya kau simpan dalam hati dan malah membuatmu curiga padaku, percayalah hanya padaku karena aku tidak akan pernah mengingkarimu” Rin mengangguk seraya tersenyum mendengar pernyataan Donghae.

“Kau tahu oppa,  apa yang aku minta pada tuhan tadi?” ucap Rin

“mwo”

Rin menghadan Donghae kemudian menangkup wajahnya seraya menghela napas memulai kalimatnya.

“aku ingin kau tetap menjadi ikanku. dulu, sekarang, bahkan seribu tahun yang akan datang. Cukup didramamu saja kau menjadi landak, karena aku lebih suka duri kan daripada duri landak. tetaplah jadi ikan terbaikku dan ikanku yang paling tampan hingga aku benar-benar tak bisa berpaling darimu. Tetaplah semangat, berikan yang terbaik untuk keluargamu, elf 8 elfishy, juga untuk Super Junior sendiri, itu sudah membuatku cukup bahagia. Kau yang terbaik oppa. FISHY JJANG” ucapan Hyun Rin membuat Donghae terperangah, ia tak percaya bahwa yeoja yang selalu manja dihadapannya ini memiliki pemikiran yang cukup dewasa.

“gomawo chagi-ya~aku pasti akan melakukannya” ucap Donghae seraya mengecup puncak kepala Hyun Rin.

@@@

“oppa…aku lelah, aku ngantuk, aku lapar, aku ingin mandi” Donghae tersenyum melihat yeojanya kembali mnjadi manja lagi.

“jja~ kita pulang” ucapnya seraya berdiri membersihkan bagian belakangnya yang terkena tanah kemudian berlalu meninggalkan Rin yang masih terduduk.

“tapi aku lelah…aku tidak mau lewat padang ilalang menyebalkan itu lagi” gerutu Rin seraya mengejar Donghae.

“siapa yang menyuruhmu lewat sana? Lihat! Diseberang ladang ini ada jalan raya menuju Seoul. Aa~geugo, mobilku sudah ada disana” ucap Donghae seraya menunjuk mobil hitamnya.

“ta..tapi…semalam…”

“huaahahaha…..kajja kita pulang…pallii!!! Teriak Donghae seraya berlari menjauhi Hyun Rin sebelum terkena pukulannya lagi. Hyun Rin pun terlihat kesal saat menyadari kalau semalam ia hanya berputar-putar saja.

“YA! LEE DONGHAE KAU IKAN BUSUK MENYEBALKAAANNNN!!!!”

THE END_

aneh ya FF nya? kekekeke….
RCL ditunggu….^^

*DEEP BOW BARENG SEHUN EONNIE. Eh, OPPA ~_^

5 thoughts on “Special Gift: Only U, Nae Haebaragi

  1. hahaha ngakak bca ni epep,,
    mksud hti mah pngen ngerjain donghae,tp mlh dia sndiri yg d krjai hbis2n sama c bang ikan wkkwkkwkk
    good job thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s