Stay [Part 4]

Title                 : Stay

Author             : Valuable94

Genre              : Romance

Rating              : PG-17

Lenght             : Part

Cast                 : Song Hyo In

Lee Donghae

Find by yourself

Disclaimer       : author bingung nih mau ngomong apa. Yang pasti seperti biasa buat yang masih menunggu kelanjutan ff saya selamat menikmati saja *jiah…dipikir makanan kali*. Hargai karya orang lain. NO BASHING NO COPAS. Buat para Goodders selalu ditunggu RCLnya, buat para Siders..dilarang baca.. hahahaha #author maksa.

wookie dah..happy reading all..

Author POV

“aku tidak bisa melepaskan suamiku, maafkan aku Hyo In-ssi jika aku egois. Tapi kumohon, lupakan dia..dia hanya masa lalumu..dia milikku sekarang” suara Hyun Rin bergetar. Ia sakit hati, merasa apa yang dimilikinya akan diambil oleh orang lain.

Hyo In hanya diam, bukan ini yang ia inginkan.

“mianhae Hyun Rin-ssi, sebenarnya bukan ini yang aku inginkan aku hanya..”

“mwo…kau ingin merebut Donghae dariku, Itu yang kau inginkan” suaranya semakin meninggi.

“cukup Hyun Rin, jangan diteruskan lagi. Kita bicarakan semuanya diluar” Donghae beranjak dari duduknya dan menggenggam tangan Hyun Rin.

“kau, istirahat saja” ujar Donghae pada Hyo In kemudian membawa Hyun Rin keluar ruangan. Ia tidak ingin melibatkan Hyo In dalam masalah rumah tangganya yang bahkan Hyo In sendiri tidak tahu.

“waeyo….kau masih mencintainya. Ingat Donghae-ya, kau itu suamiku tidak bisakah kau hanya memperhatikan aku” Hyun Rin sudah tidak tahan menahan semua rasa cemburunya. Apalagi kini Donghae semakin diam terhadapnya.

“jangan egois Hyun Rin-ah, setidaknya beri kami waktu untuk menyelesaikan masalah kami”

“masih bisa kau menyuruhku memberimu waktu, semuanya sudah cukup. Kau berubah sejak kejadian dicafe itu. kau pikir bagaimana perasaan seorang istri melihat  suaminya selama seminggu tidak pulang kerumah hanya untuk menjaga yeoja lain yang tidak  tahu diri. Kau itu milikku, dan kau hanya boleh mencintaiku” suara Hyun Rin meninggi.

Napasnya memburu, tangan Donghae mengepal dan menghantamkannya pada tembok yang tepat disamping Hyun Rin dan membuat Hyun Rin melemas.

“aku tidak pernah berpikir kalau kau bisa mengatakan kata-kata seperti itu. Semua ucapanmu tadi membuatku semakin yakin untuk mengakhiri semuanya”

“apa maksud mu” Hyun Rin memicingkan mata tanda tak mengerti apa yang dibicarakan Donghae.

“masih perlukah kujelaskan, kurasa kau masih cukup mudah untuk mengingatnya” Donghae pergi  meninggalkan Hyun Rin yang terduduk lemah, tatapannya kosong. Otaknya memutar kembali kejadian 3 tahun lalu.

#Flashback on

3 tahun lalu Donghae pergi ke China meninggalkan Hyo In untuk membantu appanya mengurus AIDEN yang tengah mengalami masalah keuangan setelah investor utamanya mengundurkan diri. Dan jalan satu-satunya adalah menikah dengan putri dari keluarga Choi, salah satu investor terkenal di Korea dan China. Sejak awal pernikahan memang tidak pernah ada pertengkaran antara Donghae dan Hyun Rin karena sudah ada perjanjian diantara mereka.

“apa kau mencintaiku” tanya Hyun Rin

“kalau aku bilang tidak apa kau akan menarik semua investasimu diperusahaanku” jawab Donghae sedikit dingin.

“ani, aku hanya ingin tahu perasaanmu saja. Walaupun kau bilang menikahiku karena uang aku juga tidak akan marah” timpal Hyun Rin datar.

“lalu kenapa kau menerima perjodohan ini” kini giliran Donghae yang bertanya.

“aku juga tidak tahu, lagipula aku juga tidak punya alasan untuk menolaknya, tapi kurasa aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu”

“mianhae Hyun Rin-ah, aku tidak bisa membalas perasaanmu. Mungkin lebih baik kukatakan sekarang daripada aku memendam lebih lama dan membuatmu terluka lebih dalam” Hyun Rin menunduk mendengar penolakan dari Donghae, ia tahu memang sejak awal namja itu tidak pernah mencintainya.

“aku memang sudah menjadi milikmu sekarang, tapi tidak dengan hatiku. keundae aku tidak akan acuh padamu, anggap saja aku balas budi karena jasa keluargamu. Aku akan bersikap layaknya seorang suami pada umumnya. Jadi, jangan takut jika aku akan menyiksamu setiap hari” Dongahe tersenyum mengelus pucak kepala Hyun Rin menenangkan yeoja yang baru saja menjadi istrinya tersebut.

“apakah kau tidak bisa belajar mencintaiku” Hyun Rin menepis tangan Donghae.

“jangan pernah paksa aku untuk melakukannya atau aku bisa saja meninggalkanmu. Kau mungkin bisa memilikiku, tapi jangan pernah berharap jika hatiku juga akan menjadi milikmu” jawab Donghae datar.

“apa kau tidak  takut jika aku akan menarik semua investasiku diperusahaanmu” Donghae tersenyum sinis.

“tsk…lakukanlah jika kau memang ingin melakukannya. Aku tidak akan peduli” jawaban Donghae membuat Hyun Rin terdiam.

#Flashback off

Keesokan harinya

@Noe Hospital

Joong Ki POV

Hari ini dokter memanggilku keruangannya untuk membicarakan keadaan Hyo In. Setelah masuk keruangannya kami duduk berhadapan.

“eotteokae uisa-nim? Apakah ada perkembangan mengenai kondisinya” aku tidak sabar ingin mengetahuinya.

“sebenarnya kami senang sekaligus khawatir akan keadaan adik anda” jawaban dokter itu menggantung. Kutatap dokter itu menuntut penjelasan.

“kami khawatir penggumpalan diotaknya tersebut akan mengakibatkan melemahnya salah satu syaraf adik anda. Mungkin ini tidak akan terlihat dalam waktu dekat, tapi lama kelamaan adik anda akan mulai kehilangan kekuatannya untuk menggerakkan salah satu anggota badannya” aku lemas mendengar penjelasan dokter.

“apakah tubuhnya akan lumpuh 100%”

“tidak, setelah kami melakukan CT-Scene *bener gak tulisannya* kemungkinan terbesar adalah ia tidak akan mampu berjalan seperti dulu lagi” *nyambung gak sih* #sambungin aja kalo gak nyambung

“apakah masih bisa disembuhkan”

“mungkin dengan terapi akan sedikit membantu. Tapi kami tidak bisa menjamin jika dia hanya dirawat disini”

“apa maksud uisa-nim?”

“saran saya, bawa dia ke New York. Dia akan mendapatkan perawatan yang lebih baik disana”

“kapan Hyo In bisa dibawa pulang”

“karena keadaannya yang sudah membaik, kurasa nanti sore adik anda bisa dibawa pulang”

“ne, gamsahamnida uisa-nim” aku keluar ruangan dokter dengan sedikit terhuyung tak mampu menyangga tubuhku setelah mendengar ucapan dokter. Bagaimana aku harus mengatakannya pada Hyo In.

Aku masuk keruangan Hyo In namun tak kudapati ia didalam ruangan. Kemana dia? Aku mencari keseluruh penjuru kamar sampai kamar mandi. Betapa kagetnya ketika kudapati dia terduduk dibawah wastafel sambil memegangi kakinya.

Kuangkat tubuhnya dan menidurkannya diranjang kemudian menyelimutinya. Kuusap puncak kepalanya berusaha menenangannya.

“lain kali kalau mau kekamar mandi atau perlu apapun bilang dulu pada oppa”

“oppa, sebenarnya ada apa denganku” pertanyaannya sedikit membuatku kikuk.

“gwaenchana, apa kau sudah meminum obatmu” aku berusaha mengalihkan topik pembicaraan. Aku belum siap jika harus mengatakan semuanya.

“jangan mengalihkan pembicaraan oppa. Aku tidak sedang baik-baik saja kan” ia menepis tanganku dari kepalanya.

“kalau aku memang tidak apa-apa kenapa tadi tiba-tiba aku tidak bisa menggerakkan kakiku. Rasanya sangat sulit” ia terisak.

Akhirnya kukatakan bagaimana keadaan Hyo In yang sebenarnya karena dia terus memaksaku untuk mengatakannya. Dia hanya diam dan menunduk tak merespon apa yang baru saja kukatakan.

“apa tak bisa disembuhkan” tanyanya penuh dengan harap.

“bisa, tapi kau harus dirujuk ke New York. Disana kau bisa  mendapat perawatan yang lebih baik” ucapku menenangkannya namun dia kembali menunduk dan diam tanpa ekspresi.

“gwaenchana, pikirkanlah dulu. Oh iya, nanti sore kau sudah boleh pulang jadi kita siap-siap sekarang” aku mengusap puncak kepalanya.

@Lee Family’s House

Author POV

Sikap Donghae terhadap Hyun Rin semakin dingin, ia sudah muak dengan semuanya. Sudah cukup sikap diamnya selama ini. Menerima perjodohan karena ingin menyelamatkan keluarganya hingga ia mengorbankan perasaanya dan menyakiti hati yeojanya yang begitu ia cintai. Melihat sikap Hyun Rin yang selalu memaksanya untuk melakukan apa yang ia inginkan.

Hari ini ia putuskan untuk pulang setelah kemarin ia menginap di pub milik temannya sekedar melepas penatnya karena masalah yang beberapa bulan terakhir selalu memenuhi otaknya.

BRAK, terdengar suara pintu terbuka kasar. Donghae masuk kerumah dengan keadaan berantakan. Kemudian ia masuk kedalam kamarnya tak menghiraukan pandangan aneh Hyukjae sementara Hyun Rin hanya menunduk tak berani menegur Donghae.

“kenapa tidak mengangkat telfonku” suara Hyukjae mengalihkan pandangan Donghae. Ia hanya terduduk lemah di sofa kamarnya.

“……” Hyukjae kemudian duduk disamping Donghae, menepuk bahu adiknya kemudian tersenyum simpul.

“kemana appa dan eomma” Donghae mengangkat wajahnya.

“mereka sudah berangkat ke China. Sepertinya ada keperluan mendadak”

“jangan diamkan istrimu seperti itu” Donghae diam tak menunjukkan respon apapun.

“keluarlah, aku ingin sendiri. Kau jangan khawatir, aku akan menyelesaikan masalah ini secepatnya” Hyukjae keluar dari kamar Donghae namun terhenti karena panggilan Donghae.

“chakaman hyung, apakah Hyo In baik-baik saja. Akhir-akhir ini perasaanku tidak enak”

“kemarin Joong Ki memberitahuku jika Hyo In sudah boleh pulang. kurasa kau tidak perlu mengkhawatirkannya, lagipula sudah ada Joong Ki yang menjaganya” Hyukjae melanjutkan langkahnya hingga membuat terkejut seseorang yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka.

“aigoo..Hyun Rin-ah, apa yang kau lakukan disini” Hyukjae juga tak kalah kaget dari Hyun Rin.

“aniyo oppa” Hyun Rin cepat-cepat pergi sebelum mendapatkan pertanyaan yang mungkin saja semakin memojokkannya.

Hyun Rin POV

“chakaman hyung, apakah Hyo In baik-baik saja. Akhir-akhir ini perasaanku tidak enak” wae? Bahkan disaat seperti ini dia masih memikirkan yeoja itu. Tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar dan sukses membuatku salah tingkah.

“aigoo..Hyun Rin-ah, apa yang kau lakukan disini” paboya…aku ketahuan*ala Matta Band #plak..author pengong *abaikan

“aniyo oppa” aku bingung kemudian tanpa pikir panjang aku langsung pergi ketaman belakang meninggalkan Hyukjae oppa.

Eotteokae….kenapa hal ini bisa terjadi. Inikah yang kau maksud jika aku tidak akan pernah bisa memiliki hatimu meskipun ragamu telah menjadi milikku. Aku sakit, hanya itu yang kuketahui. Bagaimana aku harus melalui semua ini. Perlahan air mataku keluar tanpa bisa kutahan.

9th October 2012

7 A.M

Author POV

Lama Hyun Rin memikirkan masalah yang akhir-akhir ini semakin membuatnya dan Donghae menjauh hingga akhirnya ia memutuskan untuk bertemu dengan Hyo In. Mungkin dengan berbicara sebagai sesama seorang yeoja akan lebih cepat menyelesaikan masalah ini, Pikirnya.

Hyun Rin bergegas menuju rumah Hyun Rin setelah mendapatkan alamat rumah yeoja itu dari Hyukjae. Ia masuk kedalam mobil Mercedes hitamnya kemudian melajukannya dengan kecepatan penuh *emang balapan #abaikan

15 menit kemudian ia sampai disebuah rumah yang tidak begitu besar namun terlihat indah karena bunga-bunga dan rumput yang tertata rapi.

Ia memarkirkan mobilnya kemudian menghampiri seorang namja yang terlihat sibuk dengan beberapa tanamannya.

“annyeong Joong Ki-ssi. Apa kau masih ingat denganku” sapaan Hyun Rin membuat namja itu menoleh dan menghentikan kegiatannya. Lama ia menatap Hyun Rin seakan mengingat sesuatu.

“ne, bukankah kau istrinya Donghae” jawabnya namun ia tetap sibuk dengan kegiatannya semula.

“mau apa kau kesini” lanjutnya

“aku ingin bertemu dengan adikmu, ada yang ingin aku selesaikan dengan adikmu” ucapan Hyun Rin membuat Joong Ki menghentikan kembali aktifitasnya kemudian menatap Hyun Rin.

“bisakah aku menemuinya”

“heemm” Ia menghela napas.

“ne, temuilah dia. Selesaikan masalah kalian tapi kuharap kau juga mengerti posisinya. Masuklah”

“ne, gomapseumnida” Hyun Rin mengangguk kemudian bergegas menemui Hyo In.

Setelah sampai didalam rumah, ia terlihat sedikit terkejut ketika melihat Hyo In tengah duduk diatas kursi rodanya sambil membaca buku.

Hyo In POV

Dari dalam rumah kudengar suara mobil memasuki halaman rumahku kemudian seorang yeoja keluar dari mobil. Siapa orang yang bertamu pagi-pagi seperti ini. Aku kembali berkutat dengan bukuku.

“annyeong Hyo In-ssi” aku menoleh sambil menutup bukuku. Hyun Rin-ssi, apa yang ia lakukan disini.

“annyeong” jawabku sedikit kaget dengan sikapnya yang begitu ramah padaku, bukankah dia begitu membenciku karena dia berpikir jika aku akan merebut Donghae kembali. Lalu kenapa hari ini dia begitu lembut padaku.

aku melajukan(?) roda kursiku mendekatinya.

“bagaimana kabarmu”

“seperti yang kau lihat” kenapa yeoja ini.

“duduklah” kemudian dia duduk disofa tepat didepanku

“ada yang ingin aku bicarakan denganmu, ini semua mengenai masalah kita” nada suara Hyun Rin terdengar serius.

“ne, bicaralah” aku mengangguk

“aku tahu bagaimana perasaanmu selama ini, menunggu namja yang kau cintai tanpa kejelasan kemudian kau mengetahui bahwa ia sudah bersama yeoja lain. mungkin jika aku menjadi dirimu aku akan bersikap seperti dirimu atau mungkin aku akan mati-matian merebutnya kembali apapun halangannya” aku tetap diam menunggunya melanjutkan kalimatnya.

“dengar Hyo In-ssi, aku dan kau sama-sama seorang yeoja. Kurasa kau juga bisa merasakan bagaimana perasaanku selama ini. Kau kelak juga akan mejadi seorang istri, jadi bisakah kau berpikir jika kau berada diposisiku sekarang” suaranya terdengar setengah memohon, aku tersenyum setelah ia selesai bicara.

“geurae, aku sudah menduga kalau kau akan berpikir bahwa aku akan merebut Donghae. Keundae, apa kau tahu jika sebenarnya aku sudah belajar untuk melepasnya? Sebenarnya sebelum kecelakaan itu, aku berniat bertemu dengan Donghae dan mengatakan jika aku akan belajar melupakannya. Jadi kurasa sekarang semuanya sudah jelas” aku tersenyum walaupun sebenarnya hatiku tidak ikhlas mengucapkan semua itu, kenyataannya aku memang terlalu mencintai Donghae bahkan aku sendiri tidak yakin apakah aku benar-benar bisa melupakannya, tapi aku tak bisa membiarkan hati seseorang terluka karena keegoisanku yang tidak mau melepas namja itu. ia menatap lekat padaku seakan tak percaya apa yang baru saja kukatakan.

“kau pasti tahu kalau aku begitu mencintainya, jebal…bahagiakan dia, dan jangan pernah membuatnya terluka”

“jeongmal gomawo Hyo In-ssi kau sudah mau mengerti perasaanku” ucapnya dengan memegang kedua tanganku.

“mworago” suara itu sukses membuatku dan Hyun Rin menoleh.

Donghae POV

Beberapa hari ini aku memang sengaja tidak menemui Hyo In ataupun Hyun Rin. Aku sedang memikirkan bagaimana masalah ini bisa cepat terselesaikan  tanpa ada satupun pihak yang terluka, meskipun itu tidak mungkin karena pasti harus ada yang terluka. Aku hanya mencintai Hyo In dan hanya Hyo In lah yang selama ini mengisi hatiku. Sementara Hyun Rin..dia istriku, tapi apakah aku mencintainya?

Akhirnya kuputuskan untuk menemui Hyo In hari ini, aku masuk kedalam mobil kemudian dengan sedikit tergesa aku menuju rumah Hyo In. 10 menit kemudian aku sampai dirumah Hyo In, kuparkir mobilku kemudian keluar dan menemui Joong Ki Hyung yang berada ditaman sekarang. Ia tersenyum melihatku kemudian berjalan mendekatiku.

“apa kau juga ingin bertemu dengan adikku? Masukklah, istrimu juga sudah ada disana” dia menepuk pelan pundakku.

“jinjja hyung” pekikku kemudian berlari tanpa menunggu jawaban Joong Ki hyung menuju tempat Hyo In dan Hyun Rin berada. Aku takut…takut jika Hyun Rin akan melakukan hal yang sama saat dirumah sakit.

Aku mengurungkan niatku untuk masuk kedalam rumah, mencoba mencuri dengar apa yang mereka bicarakan. Mendengar semua kata-kata Hyun Rin yang seakan tak ingin kehilanganku, namun jawaban Hyo In lah yang membuatku semakin terkejut.

“mworago” aku masuk mendekati mereka berdua yang terlihat kaget dengan kedatanganku yang tiba-tiba.

“donghae-ah” lirih Hyo In namun masih bisa tertangkap oleh telingaku.

“kurasa kalian membutuhkan waktu untuk berbicara” Hyun Rin beranjak kemudian mendekat padaku.

“aku tunggu kau dirumah” Hyun Rin tersenyum kemudian pergi meninggalkan aku dan Hyo In yang masih terdiam.

“katakan kalau itu semua hanya sandiwaramu saja” mataku memanas.

“ani Donghae-ya, itulah yang sebenarnya. Sudah seharusnya aku melepasmu” jawabannya terdengar begitu menyakitkan.

“andwae…kenapa kau mengatakannya disaat aku benar-benar yakin untuk kembali padamu. Aku hanya mencintaimu Hyo In-ah, aku menikah dengannya karena ingin membalas kebaikan keluarganya kepada keluargaku. Aku tidak pernah mencintainya. Jebal…kembalilah padaku” aku berlutut, memeluknya dengan sangat erat. Dadaku sesak, airmataku jatuh begitu saja.

Kurasakan tubuhnya menegang kemudian melepaskan pelukanku.

“nan mothae..itu semua akan menyakiti Hyun Rin. Kau sudah jadi miliknya sekarang. Hyun Rin benar, aku hanya masa lalumu lupakan aku dan jalanilah hidup bersama istrimu” airmatanya keluar, aku tahu, kami sama-sama terluka.

“berhenti memikirkan orang lain, apa kau tidak memikirkan perasaanmu sendiri. Aku tahu kau tidak akan bisa melepasku begitupun aku” kuguncang pundaknya kasar. Napasku sedikit terengah menahan amarah.

“aku bisa saja melakukannya tapi aku akan jadi orang egois jika benar-benar melakukannya. Aku juga seorang yeoja Donghae-ah, aku bisa merasakan jika aku berada diposisi Hyun Rin” aku hanya diam, bagaimana aku harus mengatakan padanya bahwa aku tidak ingin kehilangan dia lagi.

“kha…Semoga kau hidup bahagia” ia pergi meninggalkanku yang masih berlutut.

“bagaimana aku bisa hidup tanpamu jika kau adalah nafasku dan bagaimana aku bisa bahagia jika kebahagiaanku itu kau” aku berteriak hingga membuatnya berhenti.

“kharago” suaranya meninggi namun aku bisa mendengar suaranya bergetar.

“geurae, nan kalkke. Jika itu yang kau inginkan, tapi jangan salahkan aku jika aku tidak pernah bisa melupakanmu” aku pergi dengan perasaan yang begitu sakit. Beginikah rasanya dicampakkan, kenapa bisa sesakit ini.

To Be Continued_

Jujur sebenarnya part 4 ini begitu sulit author selesaikan ditengah kondisi kesehatan tubuh sekaligus otak author yang tidak begitu stabil hahaha*author michyeo*hingga membutuhkan banyak pendapat dari berbagai pihak. Gomawo buat nae chingudeul yang sudah mendukung keberlangsungan ff ini *lebeh* dan juga buat readerdeul yang masih setia membaca ff ini*cium readers #readers muntah-muntah

adakah yang masih menunggu part 5?

HARUS ADA *yaelah thor..jangan maksa napa*

jangan lupa RCL ^^

12 thoughts on “Stay [Part 4]

  1. hikshiks.. kenapa cinta begitu rumit.. jadi mikir, gimana ending dari cinta bentuk aneh ini.. ha3x.. Hyuk oppa leg0w0 amat jadi orang… hahai.. bwt auth0rnya.. semangat ya..

  2. aku egk suka sama sikap cwok kayak gini
    biasanya kalok ada masalah kayak gini aku langsung benci sama orng ketika atau istri donghea tapi sekarang beda aku mau malahan si donghea sama istriny aja TT

  3. Konflik nya agak kurang kuat . Feel nya juga sama .. pas baca kerasa datar gak tau kenapa tapi terima kasih author untuk kerja kerasnya ..

  4. brut donghae ternyata nikah krn utang toh-.-
    Dasar minta di hajar tu istrinya -.- percuma kaya ya klo dy gbs punya hatinya hae…
    Lagian beneran klo hae sama hyo bakalan pisah?

  5. Udah jatuh ketimpa tangga pula, udah kehilangan cintanya, ketabrak motor trus kakinya bisa lumpuh, malang bener nasibmu Hyo In…
    Disatu sisi aku pengen donghae_Hyo In bersama lagi, tapi disisi lain aku kasihan juga dengan Hyun Rin,,

  6. Kasian am dua cewek itu mereka gg salah seh yang salah itu author nya , kkkkkkkk
    tapi ini ff keren konflik nya complicated banget ya , bikin penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s