Stay [Part 3]

Title                 : Stay

Author             : Valuable94

Genre              : Romance, Angst

Rating              : PG-17

Lenght             : Part

Cast                 : Song Hyo In

Lee Donghae

Disclaimer       : annyeong….di part 3 ini kebanyakan adalah dari segi pandang author. Sebenarnya tujuannya hanya untuk mempersingkat resolusinya. Eh…malah sampek part 3 belum selesai juga. Mian kalo disini Donghae oppanya terkesan jadi namja yang kurang tegas. Buat para istrinya abang ikan. Jeongmal mianhae….

karna kemarin ada yang minta link yang part 1, sekalian part 2 buat yang belum pada baca. nih…author kasih. *lempar link #ditabok readers ^^

wookie lah…

happy reading all ^^

Author POV

“ah, perkenalkan. Ini adikku Lee Donghae dan Choi Hyun Rin adik iparku. Sebentar lagi ia juga akan jadi adik iparmu” ucap Hyukjae sambil memandang kearah Hyo In. Sementara Hyo In hanya bisa diam seolah tak mendengar apa yang dikatakan kekasihnya tersebut. Akal dan pikirannya masih belum bisa menerima apa yang baru saja dilihatnya.

“chagi-ya, gwaenchana” hyukjae mengguncang pundak Hyo In hingga akhirnya ia tersadar dari lamunannya.

“n..ne..oppa” jawabnya sedikit tergagap

“apa kau sakit”

“ani oppa”

“jeongmal” terdengar nada suara hyukjae begitu khawatir. Sementara Hyo In hanya bisa membalasnya dengan senyuman sekedar untuk menenangkan kekasihnya itu.

Sementara itu, terlihat raut wajah Joong Ki yang merah padam, nafasnya memburu menahan amarah. Ia tidak terima…tidak terima akan perlakuan namja itu terhadap dongseng yang begitu ia sayangi. Tiba-tiba ia berdiri hingga membuat kursinya terbalik dan menimbulkan suara yang cukup membuat seluruh pengunjung cafe menatapnya.

“kajja kita pulang Hyo In, aku tidak ingin kau berhubungan dengan keluarga namja brengsek seperti dia” kata-kata Joong Ki membuat donghae menundukkan kepalanya tanpa mampu membalas tatapannya. Kemudian dengan cepat ia menyeret tangan Hyo In kemudian berlalu meninggalkan meja dan pandangan dari pengunjung cafe yang aneh.

Tuan Lee yang tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadipun akhirnya angkat bicara.

“hajiman Joong Ki-ssi, sebenarnya apa yang telah terjadi”

“jeosongaheyo Tn.Lee karena kami bertingkah kurang sopan, jika anda ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi tanyakan saja pada putra anda” mata Joong Ki tidak lepas dari donghae.

“mianhae…..jeongmal mianhae” hanya kata itu yang mampu donghae ucapkan ditengah isakannya. Ia tertunduk seakan hanya untuk mengangkat kepalanya saja ia tak sanggup.

Joong Ki keluar cafe tanpa mempedulikan donghae dengan sedikit menyeret Hyo In yang sedari tadi hanya diam dan menunduk saja. Sesampainya diparkiran cafe, ia melepaskan genggaman tangannya sementara Hyo In sedikit meringis kesakitan karena perlakuan oppanya.

Hyo In POV

“kau sudah lihat sendiri kan. Bagaimana namja yang selama ini begitu kau cintai, kau tunggu selama bertahun-tahun dengan mudahnya melupakanmu dan menikah dengan yeoja lain” suaranya meninggi, nafasnya memburu meluapkan segala amarahnya kepadaku, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Pikiranku sudah cukup tersita dengan kejadian yang baru saja kualami tadi.

“jigeum…apa kau masih akan terus menunggunya, eo?”

“………..”

“kenapa hanya diam, malhaebwa” bentaknya. Kepalaku terasa semakin berat, rasanya aku sudah tidak sanggup lagi menanggung semuanya hingga rasanya mataku tak mampu lagi terjaga.

“ANDWAE” samar-samar kudengar teriakan seseorang dan aku yakin itu adalah suara donghae. Namun tiba-tiba semuanya terasa gelap.

Donghae POV

Mianhae..hanya kata itu yang mampu aku ucapakan dari tadi. Aku tak bisa melakukan apapun saat ini, pikiranku hanya tertuju pada Hyo In. Aku tidak tahu jika akan begini jadinya sementara eomma, appa terutama Hyukjae dan Hyun Rin mencoba bertanya padaku apa yang sebenarnya terjadi.

“ya! Ikan…jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi” hyukjae mengguncangkan tubuhku kasar mencoba mencari penjelasan dariku

“oppa..jebal..jelaskan pada kami” kali ini giliran Hyun Rin yang bertanya.

Aku tidak tahu harus memulainya dari mana, yang kupikirkan hanyalah bagaimana perasaan Hyun Rin saat ini. Tanpa kupedulikan lagi pertanyaan mereka, aku langsung berlari menyusul Hyo In, aku ingin segera memeluknya, melepaskan semua kerinduanku, menjelaskan semua yang telah terjadi, meminta maaf meskipun kutahu itu sudah sangat terlambat.

Aku sudah sampai diparkiran cafe, kuedarkan seluruh pandanganku mencari sosok yeoja dan namja yang baru saja keluar dari cafe. Hingga akhirnya pandanganku tertuju pada seorang namja yang tengah berteriak didepan seorang yeoja.

Yaa…itu Hyo In-ku. Tiba-tiba kulihat tubuh Hyo In terkulai hingga hampir jatuh. Apa yang terjadi dengannya.

“ANDWAE” teriakku hingga membuat Joong Ki hyung menoleh kearahku namun dengan cepat ia membopong tubuh Hyo In masuk kedalam mobil.

Author POV

Setelah kejadian itu Hyo In menjadi semakin pendiam, ia tidak pernah mau bertemu dengan siapapun termasuk hyukjae meskipun namja itu setiap hari datang kerumahnya. Walaupun hanya bentakan dari Joong Ki yang ia dapat. bahkan berbicara dengan oppanya pun hanya seperlunya saja.

Sementara itu, suasana dikediaman keluarga Lee terkesan begitu kaku tanpa adanya suara pertengkaran dari Hyukjae dan Donghae. Akhir-akhir ini mereka lebih sering menghabiskan waktu diluar atau menyibukkan diri dikantor. Hyun Rin pun kini jarang berbicara dengan Donghae karena ia tahu jika Donghae sedang banyak masalah ia akan tambah meledak jika terus dipaksa untuk berbicara.

2 weeks later

Hyo In memutuskan untuk keluar dari SPENCER, ia tidak sanggup lagi bertemu dengan Hyukjae. Menjauh dari segala yang berhubungan dengan keluarga Lee adalah jalan terbaik yang ia pikir saat ini. Namun, ia tidak bisa memungkiri bahwa walaupun namja yang ia cintai kini telah menjadi milik orang lain ia tidak akan pernah bisa membencinya. Karena sebesar apapun rasa bencinya, tidak akan pernah mengalahkan rasa cintanya terhadap Donghae.

Joong Ki pun tidak mendukung namun juga tidak melarang keputusan Hyo In tersebut. Jika itu memang bisa membuat Hyo In lebih baik lagi, maka ia tidak akan keberatan.

Hyo In POV

Rasanya bernapaspun terasa begitu sulit, aku tidak mampu lagi menahan semuanya. Aku merindukannya..keundae…aku bersalah jika aku tetap merindukannya. Tapi apakah salah juga jika aku mencintainya? Ditambah dengan rasa bersalahku kepada Hyukjae oppa. Aku merasa telah membohonginya, mengatakan bahwa aku juga mencintainya, hingga menerima lamarannya padahal hati dan pikiranku tidak pernah lepas dari Donghae.

Aku putuskan untuk meluruskan segalanya, aku benar-benar sudah tidak tahan dengan semuanya. Sebelum semuanya semakin rumit.

aku menghubungi Hyukjae dan memutuskan untuk bertemu dikedai dekat SPENCER. Aku sudah menunggunya hampir 15 menitan tapi ia belum juga menampakkan batang hidungnya. Kuputuskan untuk terus menunggunya karena aku tahu dia itu orang yang sangat sibuk. Beberapa menit kemudian kudengar seseorang memanggil namaku.

“Hyo In-ah” ucapanya dengan nafas terengah. Apakah ia berlari dari SPENCER sampai ke kedai ini? Benar-benar namja aneh.

“mian aku terlambat, aku sudah berusaha untuk datang lebih awal tapi..”

“gwaenchana oppa” potongku karena tak tega melihatnya terlihat susah sekali menyelesaikan kalimatnya. Ia kemudian duduk dihadapanku.

“bagaimana kabarmu nona Song?”

“menurutmu” tanyaku balik

“kurasa kau merindukanku, kalau tidak mana mungkin kau mengajakku bertemu hari ini”

“kau itu percaya diri sekali oppa”

“mana ada yeoja yang bisa menolak ketampananku” ujarnya dengan senyuman yang masih sama dengan dulu.

“mianhae….” dia hanya memandangku dengan raut yang tidak bisa kumengerti kemudian ia tersenyum.

“mianhae karena aku tidak pernah jujur padamu sebelumnya. Membohongimu dengan mengatakan bahwa aku juga mencintaimu padahal hatiku tidak bisa melupakan….”

“donghae” potongnya dengan menarik ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman.

“gwaenchana Hyo In-ah, aku sudah tahu semuanya. Donghae yang memberitahunya sendiri. Kurasa jika aku menjadi kau aku sudah bunuh diri sekarang. Tapi aku tahu kau adalah yeoja yang kuat. Kau pasti bisa melewati ini semua dan mengenai masalah kita..aku sudah melupakannya” penjelasannya itu sukses membuatku terkejut setengah hidup*apaan sih bahasanya author*

“jinjja”

“em, tentu saja” jawabnya santai. Aku hanya bisa tersenyum lega karena ternyata dia sudah memaafkanku dan tidak memperpanjang masalah ini.

“sekarang yang lebih penting adalah masalahmu dan Donghae, bagaimana? Apakah kau sudah merelakan Donghae?” pertanyaannya membuatku tersadar. Apa yang harus kulakukan, apakah aku harus merelakannya? Pertanyaannya, sanggupkah aku melakukannya?

“temui dia, selesaikan masalah kalian. Jangan biarkan masalah kalian semakin berlarut, kau juga harus memikirkan bagaimana perasaan istri Donghae saat ini” ia menyodorkan selembar kertas bertuliskan deretan nomor.

“jeongmal gomawo oppa” ucapku kuambil kertas itu kemudian pergi meninggalkannya. Dia benar, aku harus segera menyelesaikannya. Sampai diparkiran kedai kuputuskan untuk menghubungi nomor tersebut.

“yoboseyo” suara ini….aku begitu merindukannya

Donghae POV

Nomor siapa ini? Kenapa tidak tersimpan di phonebook-ku. Akhirnya ku putuskan untuk mengangkatnya.

“yoboseyo”

“……” lama tidak kudengar jawaban dari seberang sana.

“nuguya”

“Donghae-ya” DEG, suara ini. Apakah ini suara yeoja itu.

“Hy..hyo..In-ah” ucapku terbata

“ne, ini aku. Aku ingin bertemu denganmu, ada yang angin aku sampaikan. Bisakah kita bertemu di Dragon Park”

“n..ne..aku pasti bisa, aku akan sampai disana 15 menit lagi” jawabku bersemangat, aku tidak sabar ingin bertemu dengannya.

Aku sudah sampai di Dragon Park, keundae dimana Hyo In. Apakah dia belum sampai?

drrt..drrt

1 message received

From: Hyo In

mian Donghae-ya..kurasa aku akan sedikit terlambat. Aku terjebak macet, bisakah kau menungguku?

To: Hyo In

Tentu saja, jaga dirimu

5 menit kemudian kulihat seorang yeoja cantik yang kuyakin adala Hyo In tengah berdiri diseberang jalan mengedarkan pandangannya, kulambaikan tanganku bermaksud memberitahunya keberadaanku.

Setelah menyadari keberadaanku(?) kulihat ia tersenyum sekilas kemudian sedikit tergesa menyeberang jalan hingga tanpa ia sadari disampingnya tengah melaju mobil sport dengan kecepatan tinggi. Aku berusaha meneriakinya supaya ia cepat menghindar namun terlambat, kudengar teriakan seorang yeoja sesaat kemudian tubuhnya terpental beberapa meter dari tempatnya semula.

Aku terpaku melihat tubuh yeoja yang kucintai terkulai tak berdaya dengan cairan merah berlumuran ditubuhnya. Aku berlari sekuat tenaga berusaha secepatnya mencapai tubuhnya.

Kupeluk tubuhnya yang sudah tak berdaya..aku menangis sejadi-jadinya.

“andwae Hyo In-ah, kau tidak boleh meninggalkanku” kuguncangkan tubuhnya namun tidak ada jawaban darinya. Kurasakan ada sesuatu yang bergerak menggenggam lenganku. Ya…itu tangan Hyo In.

“Donghae-ya” ucapnya terbata

“sss..sa..ranghh..hhae” ia tersenyum sekilas kemudian kembali memejamkan matanya.

“ANDWAE…HAJIMAN HYO IN-AH…NADO SARANGHAE..”

“YA..IREONA…PALLI…kau tidak boleh meninggalkanku mianhae…jeongmal mianhae” aku meneriakinya sambil terisak. Kemudian entah mendapat tenaga darimana, kubopong tubuhnya masuk kedalam mobilku kemudian dengan kecepatan penuh kulesatkan mobilku menuju rumah sakit. Bersabarlah Hyo In…kau pasti selamat.

1st October 2012

 

Meokpo, Jeollu, South Korea

@ NOE HOSPITAL

Author POV

Donghae terlihat begitu berantakan, ia hanya bisa menunduk lemah menunggu dokter yang kini tengah menangani Hyo In diruang operasi. Pikirannya kalut, ia begitu takut kehilangan Hyo In, ia bahkan belum sempat menjelaskan semua yang telah terjadi diantara mereka. Tuhan, jangan ambil yeoja-ku..jebal. batin donghae ditengah isakannya.

Tiba-tiba seseorang menarik kerah bajunya memaksanya berdiri dan menatap namja yang kini berdiri didepannya dengan tatapan membunuh.

Buuukkk, namja itu terhuyung karena tinjuan yang tepat mengenai pipinya. Ia hanya diam tanpa ada sedikitpun niat membalas, bersalah…ya, itulah yang ia rasakan saat ini.

“belum puas kau menyakiti dongsaeng-ku, ha?” buukk, pukulan itu kembali mendarat ditubuh Donghae.

“jigeum..ige mwoya, apa kau tidak bisa pergi saja dari kehidupannya, membiarkan dia hidup dengan tenang, apa kau tidak tahu betapa tersisksanya dia menunggumu yang tidak pernah menemuinya selama ini” bentaknya. Joong Ki mengangkat tubuh Donghae yang sudah tak berdaya, mencengkeram kerahnya kuat sedangkan Donghae hanya bisa menunduk tak mampu menatap mata Joong Ki.

“mianhae hyung….jeongmal mianhae” tubuh Donghae luruh kelantai, ia menangis sejadi-jadinya dikaki Joong Ki. Napas Joong Ki memburu, ia meluapkan segala amarahnya yang selama ini ia pendam terhadap namja itu.

“kau harus mati namja brengsek” Joong Ki mengangkat tubuh Donghae hendak memukulnya lagi namun suara seseorang menghentikannya.

“geumanhae” suara Hyukjae dan Hyun Rin menghentikan Joong Ki. Mereka berlari menghampiri Joong Ki dan Donghae kemudian memisahkan mereka berdua.

“yeobo-ya, gwaenchana” nada suara Hyun Rin terdengar begitu khawatir sambil menyangga tubuh lemah Donghae untuk duduk kembali dibangku depan ruang operasi.

“Joong Ki-ssi, semua bisa dibicarakan dengan baik-baik. Yang terpenting sekarang adalah keadaan Hyo In” Hyukjae berusaha menenangkannya. Joong Ki terlihat semakin geram, namun belum sempat ia membalik kalimat Hyukjae namun terhenti karena dokter keluar dari ruang operasi. Donghaepun segera bangun dari duduknya karena ia juga tak kalah khawatir dari yang lain.

“uisanim, bagaimana keadaan adikku sekarang. Apa dia baik-baik saja” suara Joong Ki terdengar begitu memilukan.

“apakah anda keluarga nona Song”

“ne, aku oppanya” Joong Ki semakin tidak sabar menunggu penjelasan dari dokter.

“dia selamat, tapi dia tidak sedang baik-baik saja, dia sekarang kritis. Benturan dikepalanya membuat aliran darahnya tidak lancar hingga menyebabkan penggumpalan diotaknya”

*author sotoy*

Untuk sementara kami berhasil memperlambat pengggumpalan diotaknya, kita tunggu saja sampai dia sadar. Kata-kata dokter itu membuat Joong Ki melemas sedangkan Donghae langsung berlari tanpa mempedulikan orang-orang disekitarnya. Ia mendapati Hyo In yang Kini tengah terbaring tak berdaya dengan berbagai kabel penyangga kehidupannya. *apaan*

1 week later

Hyo In POV

“Hyo In-ah, ireona..jebal” Aku merasa ada suara seseorang memanggil namaku, itu suara….Donghae? kucoba untuk membuka mataku namun begitu sulit, kepalaku terasa berat begitu juga dengan mataku. Kuliha ruangan ini didominasi dengan warna putih dengan bau obat yang sudah bisa kupastikan ini adalah rumah sakit.

“donghae-ya” nama itulah yang pertama kali kuingat.

“ne Hyo In-ah, naega yogie” mata sendu itu. OMONA..mengapa terasa damai sekali melihatnya.

“Hyo In-ah, kau sudah sadar” suara itu semakin membuatku semangat membuka mata. Samar kulihat 3 orang namja berdiri disamping ranjangku.

“oppa” kupanggil namja yang paling kusayangi.

“aku senang kau sudah sadar” ucap salah seorang namja yang kupastikan itu adalah Hyukjae.

Kupaksakan tubuhku untuk bangkit dari tidurku, sedikit terhuyung namun Donghae dengan cepat menangkap tubuhku.

“kenapa lama sekali kau bangun” Joong Ki oppa memegang tanganku dan duduk dikursi samping ranjangku.

“memangnya berapa hari aku tidur”

“kau tidak tahu, 1 minggu kami menunggumu. Tapi dasar tidak tahu malu, kau malah semakin nyenyak tidur” candaan Hyukjae membuat seluruh ruangan ini dipenuhi suara tawa kami. Namun, kulihat Joong Ki oppa sekilas mengusap cairan dipipinya.

“uljima oppa, nan gwaenchana”

“aku tidak menangis, aku hanya bahagia karena akhirnya kau bisa bangun lagi” kemudian Joong Ki oppa mengusap puncak kepalaku.

Kualihkan pandanganku pada sosok namja disamping oppa-ku, dia masih sama seperti dulu. Dia selalu menatapku dengan mata itu, mata sendunya yang bisa membuat dadaku bergemuruh tiba-tiba.

“kurasa kami harus memberi kalian waktu untuk berbicara” Joong Ki oppa menyenggol Hyukjae oppa kemudian keluar dari ruangan ini.

Suasana berubah menjadi kaku sekarang, aku tidak tahu harus memulainya dari mana. Kemudian Donghae beralih duduk disamping ranjangku hingga membuatku sedikit gugup. Rasanya mengapa seperti pertama kali bertemu dengannya. Ia menggenggam tanganku kemudian membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu namun terhenti karena suara decitan pintu terbuka dan menampakkan sosok yeoja anggun dengan tatapan datarnya.

Aku melepaskan genggaman tangannya, mataku tak lepas dari yeoja itu sama sepertinya yang dari tadi menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan. Dia mendekat keranjangku kemudian berhenti disamping Donghae yang menatapnya seakan meminta penjelasan.

“aku tidak bisa melepaskan suamiku, maafkan aku Hyo In-ssi jika aku egois. Tapi kumohon, lupakan dia..dia hanya masa lalumu..dia milikku sekarang” suara yeoja itu bergetar

To Be Continued_

Terima kasih banyak buat admin sjff yang masih mau mem-publish ff ini. Apakah part ini kepanjangan? Hahaha..mian, author lagi galau nih makanya ff-nya jadi tambah menye-menye. Sekali lagi Gomawo buat readers yang masih mau menyempatkan membaca ff saya ini. RCL selalu ditunggu..hahaha #maksa

Annyeong..

18 thoughts on “Stay [Part 3]

  1. sekali lagi butuh penjelasan sama ini semua😦
    Akar dr masalahnya apa? :s
    Idihhhhhhhhhh istrinya hae tu harusnya ngelepasin dy -.-

  2. Eunhyuk baik banget, rela ngelepasin wanita yang dicintainya..
    Bikin gemes, apa siy yang jadi alasan Donghae merit sama cewek itu..

  3. Eunhyuk oppa bijaksana bgt sifatnya, ia sama sekali tdk marah dgn Hyo In yybternyata tdkmmencintainya dan skrg ia tahu kalau Donghae nya sdh mjd milik org lain

  4. alurnya kecepatan tapi ceritanya bagus hehehe
    masalahnya serba salah, kasian ke hyo in udah nunggu bertahun2 tapi istri donghae gk mau ngelepasin
    tapi kasian juga istrinya donghae😦

  5. iya deh gpp lu miliki bang ikan , lagian apa ata orang kl hyun balikan am hae dia asti di sebut perebut suami orang kan:/
    padahal dari awal juga mereka uda sama”:/
    tapi nape hae ninggalin hyun dulu ya ???!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s