Stay [part 1]

Title                 : Stay

Author             : Valuable94

Genre              : Romance, Angst

Rating              : PG-17

Lenght             : Part

Cast                 : Song Hyo In (author nampang dikit)

Lee Donghae

Song Joong Ki

Choi Hyun Rin

Lee Hyukjae

Disclaimer       : Ini FF pertama author, jadi mian kalo ceritanya membosankan dan bikin ngantuk para readers. Semua cast disini mutlak milik Tuhan YME (author Cuma minjem). FF ini murni dari pemikiran author sendiri, sedikit inspirasi dari beberapa bait lirik lagu dan recomend dari salah satu teman author yang dijadikan cast di FF ini. Dilarang copas.

Wookie lah kalo gitu..

let’s ceck it out!

15th October 2011

Meokpo, Jeollu, South Korea

@Dragon Park

10 P.M

Author POV

Seorang yeoja berparas cantik dengan kulit putih bersih tanpa cacat tengah duduk tanpa kata di bawah pohon mapple yang seolah melindunginya dari guyuran hujan salju malam itu. Membawa benda kotak berwarna biru safir yang hanya ia pandangi tanpa tahu apa yang harus dilakukan. Mengeratkan mantelnya tanda semakin menurunnya suhu di tempat itu. Sesekali menoleh kearah pergelangan tangannya memeriksa waktu yang semakin mendesaknya. Sesaat mendongakkan kepala ke langit  menahan sesuatu yang mendesak keluar dari pelupuk mata yang semakin memanas sebelum beranjak dari duduknya dan melangkah menjauhi pohon tersebut. Belum memulai langkahnya, sesuatu telah menghentikannya.

Hyo In POV

“bisakah kau merasakan kehadiranku, merasakan semua kesakitan yang ku rasa semakin merobek otakku, merasakan rasa yang semakin dalam setiap detiknya” hm…kuhela nafas sebelum akhirnya kuputuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak 3 tahun terakhir ini kusinggahi. Menunggu seseorang yang kurindukan. Ani, bahkan teramat kurindukan. Belum sampai 2 langkah terasa sesuatu memaksakku menghentikan langkah. Kulihat layar ponselku.

1 message received

From: Joongie oppa

“NEO EODIGA”

To: Joongie oppa

“di rumah ahra eonnie. Waeyo”

From: Joongie oppa

“sejak kapan kau jadi pintar berbohong”

DEG, perasaanku mulai tidak enak sekarang. Kuputar tubuhku 360 derajat dan benar saja, kulihat seorang namja tinggi, putih, dan tampan tengah berdiri bersandar dipohon dengan kedua tangn yang dimasukkan kesaku mantelnya. Berjalan kearahku dengan tatapan yang err…sulit diartikan. Kutundukkan kepalaku tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

“bagaimana bisa aku melihatmu disini, apa rumah ahra pindah di taman, atau kau yang terbelah menjadi 2”cecarnya tanpa henti.

“waeyo? Dia tidak datang lagi, untuk apa kau melakukan hal yang tidak berguna seperti ini. Untuk apa kau…”

“geumanhae oppa” selaku tahu apa yang akan ia katakan selanjutnya. GREB, tiba-tiba kurasakan hangat ditubuhku. “ jangan buat oppa khawatir lagi…jebal” terdengar suaranya sedikit bergetar. Perlahan pelukannya mulai mengendur lalu kutangkup wajahnya dengan kedua tanganku. “nan gwaenchana” ujarku sembari tersenyum renyah berharap itu bisa membuatnya tenang.

“kau itu sudah besar, bisakah sedikit kau perhatikan kesehatanmu, yeoja macam apa kau ini malam-malam melamun di taman sendirian, lain kali jangan lupa pakai topimu” ujarnya tanpa jeda sembari memakaikan topi rajutnya ke kepalaku.

“kajja oppa, kita pulang. Ini sudah malam” ajakku tanpa memedulikan ucapannya yang sudah ribuan kali ku dengar itu, kukeluarkan puppy eyesku dan menggandeng tangannya menjauhi taman. “Haish” dengusnya pelan namun tetap mengikuti langkahku.

Joong Ki POV

“kajja oppa, kita pulang. Ini sudah malam”

“haish” kudenguskan nafasku pelan dan kuikuti langkahnya menjauhi taman. Gadis ini benar-benar menguras kesabaranku. Apa dia tidak tahu aku begitu mengkhawatirkannya. Kalau saja dia bukan adikku, kupastikan dia sudah ku tenggelamkan di sungai Han. Aku memang tidak pernah bisa marah lebih lama dengannya, kalian tahu kenapa? Baiklah akan aku jelaskan, dia adalah satu-satunya keluargaku sekarang. Orang tua kami meninggal saat perjalanan dari moekpo ke seoul karena urusan pekerjaan ayah 10 tahun lalu saat usiaku masuh 15 tahun dan Hyo In masih 13 tahun.

Sejak saat itu,  kami dirawat oleh ahjumma kami. aku melanjutkan sekolahku dengan mengikuti beasiswa hingga aku kuliah dan berhasil bekerja di kantor pemerintahan dan mampu membeli rumah sederhana untuk kami dan pindah dari rumah ahjumma, aku juga berhasil menyekolahkannya hingga lulus sarjana. Bangga? Tentu saja. Hahaha

Sesampainya dirumah, ia langsung menuju kamarnya. Membuka pintu kemudian dengan cepat menutupnya kembali. Kuperhatikan dia dari bawah tangga sambil tersenyum. Sepertinya dia melupakan sesuatu. Beberapa detik kemudian ia membuka pintu kamarnya, “jaljayo” ucapnya tersenyum renyah. Akupun hanya bisa menggelengkan kepalaku melihat kelakuannya itu. Kuputuskan untuk duduk di sofa terlebih dahulu dan mengetik deretan angka yang sudah kuhafal diluar kepala dan menekan tombol hijau dilayar ponselku.

“yoboseyo, oppa” Omona, ahra! Aku begitu merindukan suara yeojaku ini.

————————————————SKIP—————————————————

15th October 2011

Mudanjiang, Beijing, China

9 P.M

Author POV

Sebuah audi hitam mewah berhenti tepat didepan sebuah rumah minimalis bergaya eropa namun tak meninggalkan kesan mewahnya. Seorang namja tampan, tinggi, putih dengan tubuh proporsional keluar dari mobil mengenakan setelan jas hitam yang tidak dikancingkan dan kemeja putih yang dimasukkan rapi kedalam celana hitam panjangnya. Tidak lupa kacamata bertengger indah menutupi mata sendunya. Terkesan santai namun tetap cool mengingat ia adalah seorang CEO “AIDEN CORP” salah satu perusahaan broadcasting terbesar di China yang tak lain saudara dari “SPENCER CORP” yang kini semakin berkembang pesat di Korea.

Perlahan ia masuk kedalam istananya tersebut. Gelap dan hening menyelimuti ruangan ini. Namja itu berjalan semakin memasuki istananya tersebut setengah meraba dalam gelap hingga lampu diruangan tersebut menyala tiba-tiba dan menampakkan(?) segerombolan manusia berjejer rapi didepannya. “SURPRISE” seru mereka penuh semangat dan membuat sang namja hanya bisa melongo tak percaya. Sesosok yeoja cantik mendekat kearahnya dengan membawa kue tart bertahtakan(?) lilin angka bertuliskan “25”.

“saengil chukaeyo yeobo-ya” sang namjapun hanya bisa tersenyum, sesaat memejamkan mata kemudian meniup lilin tersebut.

“gomawo chagi-ya” ucapnya sembari mencium lembut kening anae-nya itu, sontak membuat semua orang yang ada diruangan tersebut menyoraki mereka berdua hingga terlihat rona merah dipipi keduanya.

Sebuah pesan membuat namja tersebut mengalihkan sejenak pandangannya pada layar ponselnya. Sejenak tersenyum lalu mengalihkan pandangannya pada yeojanya lagi.

“ige” yeoja itu memberikan sebuah kotak silver kepada sang namja. Kemudian dengan cepat dibukanya kotak itu sedikit tak sabar dan mengambil isi kotak tersebut, membuat seulas senyum  yang menghiasi wajah tampannya menghilang. Raut wajahnya menggambarkan seakan ia mengingat pada sebuah penyesalan yang teramat dalam saat melihat benda yang ada ditangannya tersebut.

Donghae POV

Gelap, hening. “ada apa dengan rumahku” pikirku

kuputuskan tetap masuk bermaksud menuju sakelar yang sudah aku hafal tempatnya untuk menyalakan lampu. Belum sampai dua langkah, tiba-tiba lampu dirumah ini menyala dan menampakkan segerombolan orang berjejer rapi didepanku. Appa, eomma, para pelayan dan seorang yeoja cantik yang membawa kue dengan lilin yang menyala diatasnya. Senyuman menghiasi wajah mereka. “SURPRISE” seru mereka penuh semangat, OMO! Aku bahkan lupa kalau hari ini ulang tahunku. YA, chakkaman! Sepertinya masih ada yang kurang, apakah si monyet itu terlalu asik dengan pekerjaannya di Korea hingga melupakan ulang tahun dongsaengnya sendiri.

Yeoja itu perlahan mendekatiku sambil membawa kuenya.

“saengil chukaeyo yeobo-ya” ujarnya dengan senyum yang tak lepas dari wajah cantiknya. Sesaat kupejamkan mataku memohon kepada tuhan agar aku senantiasa melihat senyum mereka, kemudian kutiup lilinnya. “gomawo chagi-ya” ucapku sambil kukecup keningnya lembut dan itu sontak membuat semua orang yang ada diruangan ini menyoraki kami. Bisa kupastikan jika muka kami sudah seperti kepiting rebus sekarang.

Drrt…drrt

Ponselku bergetar tanda ada pesan masuk

From: Monyet Hyung

“Saengil chukae saengie-ah. Mian, hyung tidak bisa ke China, aku terlalu sibuk mengurusi “SPENCER” sekarang. Semoga pernikahanmu tetap bahagia dan jangan lupa buatkan aku keponakan yang banyak. Kekekeke” aku hanya tersenyum membaca pesan singkatnya itu. Dasar monyet menyebalkan. Kututup ponselku tanpa berniat membalasnya dan beralih menatap yeojaku lagi.

“nuguseyo” tanyanya

“si monyet” jawabku sedikit nyengir dan ia hanya membalas dengan menggelengkan kepala dan tersenyum.

“ige” ia memberikan sebuah kotak silver untukku. Langsung kusambut kotak tersebut, tanpa meminta ijinnya langsung kubuka kotak tersebut dengan senyum dan sedikit tergesa. Saat kulihat isinya sontak membuatku tertegun dan kurasa senyumku sedikit menghilang sekarang. “sweater” gumamku dalam hati. Sekelebat gambar-gambar masa lalu yang lama terkubur terputar kembali dan penyesalan itu kembali muncul. “masihkah kau menungguku?”

“yeobo-ya!” kata itu menyadarkanku dari lamunanku

“otte, joha?” tanyanya dengan wajah sedikit khawatir. “oh, neomu joha” sahutku sedikit tergagap dan senyum yang sedikit kupaksakan.

Choi Hyun Rin POV

“yeobo-ya” panggilku berusaha menyadarkan ia dari lamunannya

“otte, joha?” lanjutku berurutan dengan nada yang sedikit khawatir. Apakah dia baik-baik saja.

“oh, neomu joha” jawabnya sedikit gelagapanseolah ia baru tersadar dari dunianya sendiri. Senyumanpun tak luput menghiasi wajah tampannya yang terkesan aneh, seperti…dipaksakan. apakah itu hanya perasaanku saja. “Hm” ku hela nafas berharap dia memang baik-baik saja. Setelah pesta kecil-kecilan itu selesai kami semuapun memutuskan untuk beristirahat mengingat hari sudah terlalu larut.

Sampai dikamar kami berduapun ia  hanya berbaring sambil lah menatap langit-langit kamar namun tak kunjung memejamkan mata, raut wajahnya menggambarkan bahwa ia tengan memikirkan sesuatu.

“gwaenchana” tanyaku setelah ikut berbaring disampingnya.

“hem…aku hanya lelah” aku hanya mengangguk ringan mendengar jawabannya

“aku ingin tidur, jaljayo chagi-ya” lanjutnya kemudian memeluk tubuhku dengan mata yang sudah terpejam. Aku hanya tersenyum melihat tingkah anehnya hari ini, tidak biasanya dia seromantis ini, apakah karena hari ini ulang tahunnya. “ne, jaljayo yeobo-ya” balasku ikut memejamkan mata didalam dekapan hangatnya.

Meokpo, Jeollu, South Korea

@SPENCER CORP

11 A.M

Author POV

Seorang yeoja keluar dari sebuah ruangan sambil berjingkrak-jingkrak kegirangan, sedikit memekik tanpa mempedulikan tatapan aneh dari orang sekitarnya. Tak terkecuali namja keren berambut blonde yang memandangnya dengan senyum yang mungkin akan membuat semua yeoja yang menatapnya bergidik ngeri sekaligus kagum. Memperhatikan gerak gerik yeoja tersebut tanpa mengalihkan pandangannya kearah lain. yeoja itu terlihat menghubungi seseorang kemudian sedikit tergesa keluar dari gedung tersebut.

Hyo In POV

Perasaan lega langsung kurasakan begitu mendengar kata “DITERIMA” dari kepala HRD yang baru saja menginterviewku. Senyumpun tak pernah lepas dari wajahku “gamsahamnida” ucapku sambil menjabat tangannya kemudian keluar ruangan tersebut sambil berjingkrak-jingkrak. “nan neomu haengbokhada” aku memekik keras tak peduli tatapan orang-orang disekitarku.

Ah, aku harus memberitahu Joongie oppa. Kuambil ponselku, mencari namanya di phonebookku kemudian menekan tombol hijau dilayar ponselku. Terdengar suara sambungan teleponnya tanda seseorang telah menjawab panggilanku.

“yoboseyo oppa, aku diterima” pekikku kegirangan tanpa menunggu ia menjawab terlebih dahulu panggilanku.

“jinjayo” jawabnya singkat. “ne oppa, aku diterima” ulangku dengan penuh penekanan disetiap katanya.

“em, chukaeyo”

“YA, oppa! Bisakah kau perpanjang kalimatmu itu, jawabanmu benar-benar membuatku ingin membunuhmu” gerutuku

“geurae..cchhhuukkaaeeee. apa masih kurang panjang” nadanya sedikit meledek.

“OPPA” kali ini kesabaranku benar-benar sudah habis.

“Aish, kenapa kau suka sekali membentak oppamu yang tampan ini hah” balasnya tak mau kalah.

“ hah, kenapa aku bisa punya oppa sepertimu, menyebalkan sekali” umpatku sembaranyan

“hahahahahaha” terdengar tawanya yang menggelegar seolah puas membuatku kesal hari ini. “chukaeyo saengi-ah, apa itu belum cukup. Eo?”

“aku hanya ingin oppa tahu kalau aku sedang bahagia dan ingin membaginya denganmu hari ini” ujarku sedikit manja.

“geurom, traktir oppa jjajangmyeon hari ini, otte?” tawarnya

“baiklah, aku tunggu di kedai dekat AISPEN” jawabku tanda menyetujuinya.

Kututup sambungan telfonku lalu beranjak keluar dari gedung ini dengan sedikit tergesa. Namun ditengah perjalanan sayup-sayup kudengar derap langkah yang mengekor tepat dibelakangku semenjak aku keluar dari gedung tadi. Saat aku berhenti derap langkah tersebut ikut lenyap dan saat aku berjalan derap langkah itu terdengar kembali.

Apakah dia hantu. Ani, tidak mungkin ada hantu di siang hari. Atau mungkin perampok, ah tidak mungkin mengingat keadaan yang begitu ramai. Akhirnya kuputuskan untuk berhenti dan menoleh kebelakang memastikan.

Benar saja, kulihat seorang namja dengan santai berdiri dibelakangku menyunggingkan gummy smile-nya. Nuguya, kata itulah yang pertama kupikirkan.

“saranghae” ucapnya tanpa melepas senyumnya yang sukses membuatku membulatkan mataku tak percaya.

Hyukjae POV

“nan neomu haengbokhada” Suara pekikkan itu membuat aku menoleh saat aku baru saja sampai dikantorku. Menarik, itulah yang aku pikirkan saat melihat seorang yeoja cantik yang baru saja keluar dari ruang HRD dengan berjingkrak-jingkrak tidak jelas. Yeoja itu berhasil menarik penuh perhatianku, kuurungkan niatku untuk masuk lift menuju ruanganku yang berada dilantai 5. Terus kuperhatikan yeoja itu lalu kusunggingkan senyuman heran sekaligus kagum. Kemudian ia terlihat menghubungi seseorang. Tersenyum, marah, dan seketika bertingkah manja. Hah, apakah yeoja ini punya banyak kepribadian. Kulihat ia terlihat sedikit tergesa keluar gedung dan kuputuskan untuk mengikutinya.

Sepertinya dia belum menyadari kalau aku sedang mengikutinya tapi ditengah perjalanan dia tiba-tiba berhenti dan akupun ikut berhenti, mungkin ia mulai menyadari kehadiranku. Lalu mulai berjalan lagi, akupun melangkahkan kakiku lagi namun tiba-tiba ia berhenti dan menoleh kebelakang.

Raut wajahnya seolah mengatakan “siapa orang ini” saat melihat wajahku. Kupasang gummy smile-ku, wajahnya yang terlihat semakin bingung.

“saranghae” akhirnya kata itu dengan mulus keluar dari bibirku dan sukses membuatnya melototkan matanya.

Beberapa detik kemudian wajahnya berubah datar tanpa ekspresi, memperhatikanku dari ujung rambut hingga ujung kaki lalu melangkah pergi tanpa sepatah katapun. Haish, yeoja ini benar-benar membuatku semakin penasaran.

Kuikuti lagi yeoja itu kemudian ia berbalik lagi dan menatapku dengan tatapan datar.

“nuguya, kenapa kau mengikutiku, apakah kau mengenalku, kurasa aku juga tidak meng…” tak tahan dengan ocehannya kukunci bibirnya dengan bibirku, tubuhnya kudekap dengan tangan kiriku sementara tangan kananku memegang tengkuknya memperdalam ciuman kami.

Kurasakan tubuhnya menegang, namun sesaat kemudia kurasakan tangannya memukul-mukul dada bidangku mencoba meronta. Karena tak tega akhirnya kulepaskan tautan bibir kami.

“NEO MICHYEOSEO” betaknya

To Be Continued_

 

Akhirnya selesai juga ini part pertama, berhubung ini FF pertama author mian kalo ceritanya gaje dan bikin readers males baca. Butuh komen nih buat perbaikan FF yang selanjutnya.

Gomawo buat para readers yang sudah bersedia membaca FF abal-abal ini.

ANNYEONG^^

#Bungkuk bareng abang donge

30 thoughts on “Stay [part 1]

  1. hahai.. hubungan masalalu yg masih membelenggu.. datang cinta lain yg emmm??.. sulit dijelaskan dengan banyak kata.. cukup DAEBAK..!!

  2. annyeong!😀 aku reader baru googling2 nemu deh wp nya ini xD
    Aku msh bingung nih yg ditunggu hyo in itu donghae? Tp kok donghae udah nikah? :s trs eunhyuk juga main cium aja -.-

  3. annyeong.. reader baru, chelsy

    baru pertama baca,dah langsung suka.

    ada yg menarik dri cerita tdi. hyo in nunggu aiden ditaman, sdgkan dy dah nikah. mmm.. jadi penasaran lanjutanya.

    • Annyeong. Welcome to my blog.

      Hehe ini ff pertamaku 2 tahun yg lalu. Maapin ya kalo ini masih amburadul.

      Other stories-nya bisa dicari.di library.

      Happy readinggg ^^

  4. Sebenarnya siapa namja yang selalu ditunggu oleh Hyo In di Dragon Park.
    Hadeuh niy Eunhyuk yadongnya kagak ketulungan, baru pertama kali ketemu ajah udah bilang “saranghae” dan nyium” segala, bikin Shock tingkat dewa..
    Yah ternyata Donghaenya udah merit😦

  5. Sepertinya menarik thor ..
    Ijin baca yoo ….
    Part 1 msh bingun siapa berpasangan dgn siapa .. Yeeee dongek udh menikah ternyata … Still confused :S

  6. Jadi donghae oppa sdh menikahnya dannjgn2 ia pria masa lalu Hyo In yg sll ia tunggu, wew Hyukjae oppa baru jg lihat Hyo In sbntr sdh main kissue2 saja

  7. akhirnyaaa bisa balik lagi ke blog ini,setelah sekian lama bercinta dengan tugas hahaha/ok abaikan eonn/. Izin baca ff ini ya eonn,kayanya ff stay S.E.R.U .apalagi ada sequelnya,bikin aku yakin kalo ff ini bener-bener S.E.R.U ^^

  8. udah,, nggk usah nunggu donghae
    hyuk ketawan mesumnya,, baru pertama ketemu langsung bilang cinta,, langsung main cium lagi,,
    oh,, ya thor,, reader baru disini,,
    salam kenal

  9. annyeong aku reader baru disini ^^
    ceritanya bagus hehe
    tapi yang ditunggu sana hyo in siapa? donghae? tapi dia udah nikah huhu
    eunhyuk juga malah langsung bilang “saranghae” bhahaha dasar eunhyuk

  10. emh kisah cinta yang belum kelar ini nama nya , hihihi
    jdi ada kejadian apakah di masa lalu ????!
    aigoo aigoo Hyuk ageesif bgtdah ahh :p
    uhh hyuk pan kakak ny hae kan , nah nah pasti bakal seru nieh , tp bang ikan udeh married -_-

  11. Hyo In tipe cewe setia weh masih nunggu seseorang padahal tidak ada kepastian. Apakah Hyuk Jae bkal jadi pendamping Hyo In ? Atw Donghae? Tpi Donghaepan udah nikah.
    Cus kepart 2 ah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s