Gwaenchana [sequel of Stay]

Title                 : Gwaenchana [Sequel of Stay]

Author             : Valuable94

Genre              : Romance

Rating              : PG-17

Lenght             : Oneshot

Cast                 : Song Hyo In

Lee Donghae

Support Cast    : Kim Jong Woon/Yesung

Hideyashu Uzuka

Disclaimer       : annyeong! Author datang lagi bawa sequel’nya ff author yang sebelumnya. Berhubung katanya endingnya katanya gantung *perasaan udah author bikin gak nggantung* tapi tetep banyak yang minta sequel. FF ini author buat agak dadakan soalnya bentar lagi UAS rasanya kayak di uber2 utang. so, mian kalo hasilnya gak maksimal dan semoga tidak mengecewakan. Disini ada sedikit yadongnya walaupun gak banget2 *menurut author sih*. Author selipin dikit lirik lagunya Haeppa. hargai karya orang lain, DON’T COPAS..and be good readers. Buat readers yang nunggu ne sequel maupun yg gk nunggu.. happy reading all ^^

Menjadi kampung halamanmu bukanlah hal yang mudah

mencintaimu juga tidak mudah

menunggumu? Apa lagi

tapi kenapa aku masih melakukannya?

apa aku bodoh?

kurasa tidak

aku hanya percaya

kau akan kembali padaku

dan aku benar^^

Song Hyo In_

 

 

8 months later

author POV

Apa semua ini memang kenyataan? Setidaknya itulah yang dipikirkan Hyo In saat ini. Melihat namja yang ia cintai, namja yang selalu mengisi hati dan otaknya, namja yang telah lama menghilang darinya, kini dia benar-benar kembali untukknya.

Berdiri tegap didepan altar dengan setelan kemeja dan jas berwarna putih dan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya menambah kesan tampan namja ini. Gugup, Hyo In berjalan dengan menggenggam erat tangan Joong Ki yang mengantarnya menuju altar. Joong Ki membalasnya dengan mengelus tangan Hyo In bermaksud menenangkannya.

Sesampainya didepan Donghae, Joong Ki memandang Hyo In sesaat kemudian beralih pada Donghae. “jangan kecewakan aku lagi, jaga gadis kecilku baik-baik. Kupercayakan dia padamu” Joong Ki menyerahkan Hyo In pada Donghae dengan pandangan penuh arti. “ne hyung” Donghae menerima tangan Hyo In dan mengangguk pada Joong Ki, sementara Hyo In menatap oppa-nya haru kemudian beralih ke Donghae dan berdiri didepan pendeta.

“saya Lee Donghae menerima Song Hyo In sebagai istri saya dalam suka dan duka, susah dan senang, kaya ataupun miskin, dan dalam keadaan sehat maupun sakit”

“saya Song Hyo In menerima Lee Donghae sebagai suami saya dalam suka dan duka, susah dan senang, kaya ataupun miskin, dan dalam keadaan sehat maupun sakit” (semoga bener, author gak tau ijab qobul’nya orang sana. Kekeke)

Kisseu..kisseu! seruan dari para tamupun membuat muka sepasang suami-istri baru ini memerah seperti tomat. Donghae menatap Hyo In dengan tatapan seduktifnya kemudian memegang wajah Hyo In dengan kedua tangannya dan mendekatkan wajahnya menghapus jarak diantara mereka namun Hyo In malah menggeleng sambil menjauhkan wajahnya seakan mengatakan pada Donghae ‘jangan lakukan itu sekarang’.

Donghae semakin menarik wajah Hyo In namun Hyo In tetap menolak hingga akhirnya terjadi tarik menarik wajah yang membuat heran sekaligus gelak tawa para tamu. “ya! Kenapa kisseu saja lama sekali” celetuk Hyukjae dari bangku tamu dan membuat sorakan semua tamu bertambah ramai dan membuat Hyo In menoleh, memelototkan matanya kearah Hyukjae. disaat kelengahannya itulah tiba-tiba Donghae menarik pinggang Hyo In, menekan tengkuk Hyo In untuk memperdalam ciumannya. Beberapa detik kemudian mereka tersadar dan melepaskan tautan bibir mereka disertai tepuk tangan dari para tamu.

Hyo In menatap mata Donghae tajam seolah mengatakan ‘awas kau’ sedangkan Donghae malah tersenyum puas karena membuat yeoja didepannya kesal.

Hyo In POV

Kisseu..kisseu! apa-apaan ini? Aku bahkan lupa kalau ada adegan ini, eotteohkae? Aku sedikit ngeri melihat tatapannya, mau apa ikan ini? kenapa dia memegang wajahku, kenapa wajahnya semakin mendekat. Jangan-jangan dia mau melakukannya? Didepan semua tamu? Andwae, apa dia sudah gila?

Kujauhkan wajahku bermaksud menolaknya tapi dia malah semakin menarik wajahku. Dasar ikan yadong, apa dia sudah tertular penyakit akut Hyung-nya itu. “ya! Kenapa kisseu saja lama sekali” aku yakin itu pasti suara Hyukjae oppa, aku menoleh kearahnya dan melototkan mataku. Apa dia tahu? dia malah semakin memperburuk keadaan.

Kurasakan tubuhku tertarik, tengkukku terasa tertekan kemudian bibirku terasa…basah. apa ini bibir Donghae? Rasanya tubuhku lemas tak bisa melakukan perlawanan, aku diam menerima perlakuannya yang selalu membuatku secara tak sadar ikut menikmatinya *ngomong aja mau* #author geleng2 sesaat kemudian kami tersadar dan melepaskan ciuman kami. Kulihat dia tersenyum seolah mengatakan ‘kena kau’.

Author POV

Setelah selesai acara pemberkatanpun masih ada acara resepsi hari ini. Memang Hyo In yang meminta agar acara pernikahannya dilaksanakan sederhana saja meskipun awalnya eomma dan appa Donghae sempat menolak tapi karena melihat kesibukan Donghae yang semakin  padat akhirnya mereka menyetujuinya. Bahkan sebenarnya pernikahan ini sudah diundur 1 bulan karena pekerjaan Donghae.

sepasang suami-istri inipun tengah menyambut para tamu bersama kedua keluarga mereka. Semua yang ada disini begitu bahagia tak terkecuali yeoja yang tengah berjalan menghampiri kedua mempelai dengan senyuman dan sedikit tergesa.

“Hyun Rin-ah” pekikan Hyo In membuat Donghae menoleh tak terkecuali kedua keluarga mereka “kukira kau tidak akan datang” Donghae menghampiri Hyo In dan Hyun Rin “mian, aku terlambat. Aku tidak dapat tiket penerbangan awal” sesal Hyun Rin “gwaenchana, yang penting kau sudah datang” ucap Hyo In menenangkan Hyun Rin

“mianhae” ucapan Hyo In membuat Hyun Rin mengernyitkan dahinya. “mworago..tak ada yang perlu dimaafkan disini. Kita sama-sama tidak tahu bagaimana takdir akan membawa kita” “ani, aku merasa telah memaksamu melepaskan Donghae untukku” “tak ada yang memaksaku, aku sadar memang tidak seharusnya aku bersamanya. Aku sakit memang, tapi aku tahu kau lebih tersakiti lagi” Donghae yang mendengar pernyataan Hyun Rin hanya bisa menghela napas. “gwaenchana, kau harus bahagia. Kau sudah terlalu lama menunggunya, sekarang saatnya kau menikmati kebersamaan kalian kembali” ucap Hyun Rin sambil mencubit lengan Donghae hingga membuatnya meringis kesakitan

“chagi-ya” suara itu membuat mereka bertiga menoleh dan mendapati seorang namja tampan dengan tampilan rapi terlihat sekali bahwa dia seorang pengusaha. Namja itu menghampiri mereka bertiga kemudian memeluk pinggang Hyun Rin dan membuat Hyo In dan Donghae saling menoleh kemudian sama-sama memandang Hyun Rin menuntut penjelasan sementara Hyun Rin hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Hyun Rin POV

Melihat ekspresi mereka aku yakin sekali kalau mereka sudah penasaransetengah mati siapa namja ini. “oppa kenalkan dirimu” dia mengangguk kemudian membungkuk “Kim Jong Woon imnida, kalian bisa memanggilku Yesung san, aku namjachingu Hyun Rin” aish, kenapa harus ada embel-embel namja chingu? Dasar

“mwo” ucap Hyo In dan Donghae bersamaan “omona, cepat sekali kau mendapatkan pengganti Donghae” Hyukjae oppa tiba-tiba datang menengahiku dan Yesung oppa sehingga memaksanya melepaskan tangannya dari pinggangku.

“ya! Oppa, kau sendiri kenapa tidak cepat menikah? Ingat umurmu, kurasa uangmu sudah cukup banyak untuk menghidupi anak dan istrimu. Kau bahkan sudah keduluan Donghae 2 kali. Apa memang kau itu tidak laku?” ucapku dengan tatapan meremehkan. “omo…dasar tidak sopan. Aku ini namja tampan dan kaya, tidak mungkin ada yeoja yang akan menolakku” dia menjitak dahiku sedikit keras. “aish…buktinya kenapa Hyo In lebih memilih Donghae daripada kau” “ya! Itu pengecualian, Hyo In itu hanya bisa memikirkanku dia tidak mungkin mau dengan monyet yadong itu, iya kan chagi?” Donghae menyambung pembicaraan kami dan memandang Hyo In dengan tatapan yang err…dia bahkan tidak pernah seperti itu denganku dulu

“ya! Ikan, aku hanya mengalah saja denganmu. Kalau bukan calon istriku yang meminta aku mungkin sudah menikah duluan” ucap Hyukjae oppa sambil menyilangkan kedua tangannya didada. “jinjja! Kau sudah punya calon istri oppa? Haah..malang sekali yeoja itu mendapatkan monyet yadong sepertimu. Kurasa matanya itu sudah kelilipan meja” “aish…jinjja” dengusnya kesal “namanya Hideyashu Uzuka, mereka bertemu di Jepang dan berpacaran setahun yang lalu dan sudah bertungangan 1 bulan yang lalu” jelas Hyo In. Aku hanya mengangguk mengerti, akhirnya ada juga yeoja yang mau menikah dengannya.

“chogiyo…mianhae aku tidak bisa menemani sampai acara selesai. Aku harus menemani Ahra periksa kandungan” bukankah ini oppa-nya Hyo In, jadi ini istrinya…yeppeo. “ne, oppa dan eonnie hati-hati ya. Jaga calon keponakanku baik-baik” ucap Hyo In, mereka kemudian membungkuk pamit pada kami semua.

“Omo, aku harus segera bersiap-siap pulang, pesawatku berangkat 2 jam lagi. Mian, aku harus segera kembali ke China sekarang” ucapku kemudian membungkuk bersama Yesung oppa. “ne, kami berangkat sekarang. Annyeong” sambung Yesung oppa “ne, kalian hati-hatilah” ucap Donghae dan Hyo In kemudian kami bergegas pergi.

Ah, sepertinya aku melupakan sesuatu. Aku berbalik.. “datanglah ke acara pertunanganku bulan depan. Annyeong” kulambaikan tanganku kemudian bergegas pergi kulihat sekilas mereka tersenyum melihatku dan Yesung oppa.

Author POV

Setelah acara resepsi selesai akhirnya Donghae dan keluarganya sampai dirumah. Lalu Hyo In? Tentu saja ikut dengan Donghae *yaiyalah…masak ikut author* sebenarnya Donghae sudah membelikan rumah untuk mereka berdua, namun karena sudah terlalu larut dan lelah akhirnya mereka memutuskan untuk tidur dirumah Hyukjae malam ini.

@HaeIn’s Room

Hyo In terlihat begitu lelah setelah acara panjang tadi siang, bagaimana tidak dia harus berdiri terus selama beberapa jam untuk menjamu para tamu undangan yang cukup banyak ditambah dengan gaun panjangnya yang menambah berat badannya.

Ia berjalan gontai masuk kekamar dan langsung merebahkan dirinya tanpa mengganti gaunnya. Donghae yang melihat tingkah istrinya itu hanya tersenyum kemudian duduk dipinggir kasur tepat disamping Hyo In.

“cepat ganti bajumu dan mandi! Apa kau mau tidur dengan gaun itu?” ujar Donghae sambil melepas kancing lengan kemejanya. “em” hanya jawaban itu yang keluar dari mulut Hyo In dan itu membuat Dongahe semakin ingin menggodanya. “ya, Palliwa! Apa kau mau aku yang menggantikanmu baju dan memandikanmu” “shireo..arra, dasar cerewet” Hyo In langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi beberapa detik kemudian ia kembali dengan wajah cemberut “aku lupa handukku” ia mengambil haduk dilemari kemudian kembali lagi kekamar mandi sekilas melirik kearah Donghae yang seakan terus mengawasi setiap gerak geriknya. Tiba- tiba.. “Buahahahahaha” tawa Donghae meledak karena tingkah Hyo In tadi. “ya! Jangan tertawa, tidak ada yang lucu” teriak Hyo In dari dalam kamar mandi, bukannya berhenti tawa Donghae malah semakin keras

Donghae POV

Lucu sekali yeoja ini, bagaimana bisa dia mandi tanpa membawa handuk. Dasar gadis ceroboh, aku tertawa sambil memegangi perutku. Tapi lama-lama kenapa perutku jadi sakit, apa karena aku terlalu lama tertawa.

Kurebahkan tubuhku untuk sedikit melepas lelah setelah acara hari ini, kenapa yeoja ini lama sekali. Dia itu mandi atau tidur sebenarnya

“chagi-ya! kau itu sebenarnya mandi atau tidur, eo? Tidak ada jawaban, aku bangun kemudian berjalan menuju kamar mandi berniat mengetuk pintu namun belum sempat kuketuk pintunya sudah terbuka dan menampakkan Hyo In dengan tubuh yang hanya tertutup handuk sampai paha dan menampakkan bahu indahnya ditambah dengan rambutnya yang basah membuatku semakin ingin me..ani, kenapa aku jadi ketularan yadong si monyet itu.

“waegurae, apa yang kau lihat” haah..apa kau tidak tahu nyonya Lee, kau sudah membangunkan singa yang sedang tertidur. aku tidak menjawab pertanyaannya, mataku terus tertuju padanya, kupersempit jarak diantara kami dan membuatnya semakin terpojok hingga akhirnya punggungnya membentur tembok kamar. “mwo, mau apa kau?” dari matanya dia terlihat begitu ketakutan, hahaha..itu salahmu sendiri. Kuusap pipinya kemudian hidung dan turun ke bibirnya yang ranum. Yeppeo, batinku.

“wae, apa aku salah melakukan ini pada istriku sendiri“ terus kutelusuri wajahnya, aku tersenyum seduktif “k..kkau..cepat mandi! Baumu sudah seperti ikan” ucapnya sambil mendorong tubuhku sedikit menjauhinya. “jinjja…kurasa kau akan lebih menyukai bau ikan dari pada bau sabun” kukeluarkan evil smirk-ku. Kupeluk tubuhnya, menghirup aroma tubuhnya yang begitu kusukai melebihi parfum dari seluruh dunia *jiah…assekk*

“akan kuganti margamu mulai malam ini, Lee Hyo In bukankah itu nama yang bagus. Kau milikku dulu, malam ini, dan selamanya” kubisikkan kata-kata itu tepat ditelinganya, kurasakan tubuhnya menegang namun kemudian perlahan melemas. Kurengkuh tengkuknya kemudian mempertemukan bibir kami. Tidak ada perlawanan darinya? Kurasa ini pertanda yang baik..

——————————————————SKIP—————————————————————

Author POV

Sinar matahari yang masuk melalui celah jendela kamar ini memaksa penghuninya untuk segera membuka matanya namun ia hanya menggeliat saja kemudian menutupi tubuhnya dengan selimut. Ia meraba tempat disebelahnya yang terasa kosong kemudian membuka selimutnya lagi dan memang tidak ada orang disebelahnya dan kamar yang sudah rapi.

Haah..kemana yeoja itu harusnya pagi ini aku dapat morning kiss setidaknya, batinnya. Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar terbuka kemudian namja itu berpura-pura kembali tertidur dan menyelimuti tubuhnya sampai batas leher.

“Donghae-ya, ireona! Semuanya sudah menunggu untuk sarapan” tidak ada jawaban, kemudian yeoja itu mengguncangkan tubuh namjanya tapi tetap tak ada jawaban. Apa dia masih tidur? Batinnya.

Hyo In Pov

Pagi ini sebenarnya aku malas sekali bangun pagi, apalagi setelah acara kemarin ditambah lagi dengan peristiwa semalam yang…ah, aku tidak tega mengingatnya kulihat Dongahe masih bergelut dengan mimpinya yang entah indah atau burukpun aku tidak tahu.

Aigoo, kenapa kamarnya berantakan sekali, seperti bekas perkelahian. Ada handuk, kemeja, celana, ikat pinggang. Haah..sebenarnya apa yang kami lakukan semalam sampai kamar ini seperti kapal pecah. Aku bangun untuk mandi kemudian membereskan kamar dan turun kedapur membantu eomonim menyiapkan sarapan pagi.

“kau sudah bangun chagi?” “ne, eomonim” aku mengangguk sedikit heran melihat ekspresi mertuaku ini. “kemana suamimu?” “dia masih tidur, sepertinya dia kelelahan” “omo, kenapa pengantin baru bisa bangun sepagi ini” Hyukjae oppa datang dan memeluk eomonim dari belakang sambil memakan apel. Sedangkan eomonim hanya tersenyum dan mengelus tangan Hyukjae oppa “aish oppa, memangnya apa hubungannya pengantin baru dengan bangun pagi” aku mendengus sebal, sebenarnya aku sudah tahu arah pembicaraannya, kenapa pagi-pagi begini dia sudah berpikiran yadong.

“sudahlah, kau bangunkan suamimu. Sarapannya sudah siap” ucap eomonin padaku setelah aku menyiapkan sarapan dimeja makan. “ne” aku berlalu dan berjalan menuju kamar. Haah…kenapa namja ini betah sekali tidur, bahkan dia kalah cepat dengan ayam.

“Donghae-ya, ireona! Semuanya sudah menunggu untuk sarapan” tidak ada jawaban, kuguncangkan tubuhnya berharap dia segera bangun. Tapi dia tetap pada posisinya semula. Apa dia masih tidur?

“oppa..ireona, cepat buka matamu! Sampai kapan kau mau berpura-pura tidur terus” dia kemudian terduduk dan memandangku lekat. “ayo ucapkan sekali lagi” dia merengek padaku seperti anak kecil yan minta dibelikan permen “mwo” kutepis tangannya yang masih menempel dilenganku

“bukankah kau tadi memanggilku oppa? Haah..ayolah chagi ulangi lagi” aish, kenapa namja ini sebenarnya. Kenapa dia begitu bahagia kupanggil oppa

“tidak ada siaran ulang” aku bergegas keluar kamar tapi tiba-tiba dia menahan lenganku “darimana kau tahu kalau aku pura-pura tidur” “aish, jinjja..kau pikir aku ini gadis TK? Mana mungkin ada orang tidur tapi napasnya tidak beraturan sepertimu. Cepat mandi! Semuanya sudah menunggu untuk sarapan “arra..arra..tapi panggil aku oppa dulu” aku mendengus sebal “ne, cepat mandi oppa! Kau tidak mau kan keluargamu mati kelaparan hanya karena menunggumu” tiba-tiba dia bangkit menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya dan berjalan menuju kamar mandi tanpa sehelai benangpun.

“ya! Mana celanamu oppa” aku menutup mataku, beberapa detik kemudian terdengar pintu tertutup kubuka mataku dan membereskan tempat tidur. “kenapa harus malu chagi, lagipula kau sudah melihat semuanya semalam kan. Buahahaha” terdengar suaranya dari dalam kamar mandi.

“jangan diteruskan” teriakku, haah..apa dia tidak tahu kalau akua sudah menahan malu dari tadi. aku keluar kamar dan langsung kemeja makan menyusul mertuaku dan Hyukjae oppa.

Aku duduk dihadapan eomonim kemudian mengambil kimbap buatan eomonin. “otte?” “em…mashita! neomu joha” eomonim tersenyum mendengarku memuji masakannya, tapi ini memang benar-benar lezat. kemudian Donghae turun dengan kaos oblong putih dan celana training menyusul kami dan duduk dikursi sebelahku langsung menyambar segelas susu dan sandwich didepannya.

Hyukjae POV

“sebenarnya apa yang kau lakukan semalam sampai kau bangun sesiang ini” kusenggol ikan ini yang sedang asik melahap sandwich. uhuk..uhuk… “gwaenchana” Hyo In menyodorkan segelas air putih pada Donghae yang masih terlihat susah menelan makanannya. Aish, mereka membuatku merindukan yeojaku.

“ya, hyung! Apa maksudmu?” jawabnya setelah agak baikan “tidak usah disembunyikan, kau pasti sudah…” sengaja kugantung kata-kataku kemudian memperhatikan raut wajah Hyo In dan Donghae yang sama-sama pucat. “sudahlah Hyukie, jangan menggoda mereka terus” ucap eomma sementara appa hanya senyum-senyum saja.

“oh ya, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan hari ini. Ini mengenai pernikahanku dengan uzuka, apakah bisa dipercepat seminggu lagi?” pertanyaanku membuat bingung mereka berempat apalagi eomma dan appa.

“waegurae?” tanya appa “em..begini eomma appa dan semuanya *yaelah kayak mau pidato aja bang* tadi pagi uzuka menelponku dan katanya dia…dia…” aku ragu untuk melanjutkan kalimatku, takut melihat bagaimana reaksi mereka berempat.

“kenapa dengan uzuka?” tanya eomma “em..em..dia sudah..h..hamil eomma” “MWO” jawab mereka serempak, kenapa mereka berlebihan sekali. “dan sekarang kandungannya sudah berusia 1 bulan” lanjutku “MWORAGO” mereka mengulanginya lagi…aish, jinjja

“ya! Hyukie kenapa bisa begitu” tanya eomma “dasar yadong, berani-beraninya kau tidur dengan yeoja sampai membuatnya hamil sebelum menikah. Tak bisakah kau menahannya sampai kalian resmi menikah. Tak bisakah kau meniruku..aish” donghae melemparku dengan pisang. “ya. Mana ku tau, itukan kecelakaan. dasar adik tidak sopan” belaku.  Sementara Hyo In dan appa hanya menggeleng saja.

“ya sudah, lebih cepat lebih baik bukan sebelum semuanya kelihatan” akhirnya appa buka suara haah..aku menghembuskan napas lega

 

1 week later

 

Author POV

Pernikahan Hyukjae dan Uzuka dilaksanakan di Korea dan berlangsung dengan meriah, banyak sekali rekan kerja dari kedua keluarga yang datang, kebanyakan dari mereka bersal dari jepang karena Uzuka asli orang jepang *ceritanya bisa bahasa korea*

Keesokan harinya Hyukjae dan Uzuka langsung kembali ke Jepang karena sebentar lagi SPENCER juga akan segera beroperasi di Jepang.

Sedangkan Donghae dan Hyo In memutuskan untuk tetap tinggal dirumah Hyukjae karena eomma dan appa Donghae harus kembali ke China karena tidak bisa meninggalkan AIDEN begitu saja. Dan Donghae yang kini mengambil alih SPENCER di Korea.

1 Month later

 

Hyo In POV

Hari ini kami akan berangkat ke China untuk menghadiri acara pertunangan Yesung-ssi dan Hyun Rin. Pagi-pagi sekali aku sudah bangun, membereskan rumah dan memasak sarapan pagi karena jadwal keberangkatan kami ke China sekitar jam 9 pagi nanti.

Selesai sarapan kami langsung berangkat ke bandara. Sampai dibandara kurasakan kepalaku sedikit pusing dan perutku mual. Apa aku salah makan hari ini, kurasa makanan yang kumakan sama seperti sebelum-sebelumnya. “chagi-ya, gwaenchana? Apa kau sakit, mukamu terlihat pucat” Donghae memegang wajahku kemudian mengelap keringat dingin yang keluar didahiku.

“gwaenchana oppa, hanya pusing sedikit” jawabku menenangkannya “jeongmal” aku  mengangguk sebagai jawabannya

@YeHyun’s Party Author POV

Hyun Rin terlihat cantik hari ini dengan gaun yang sangat serasi dengan kemeja dan jas yang dikenakan Yesung. Mereka tampak begitu bahagia. Hyun Rin tampak tengah mencari sesuatu yang tidak kunjung ia temui namun seketika senyumnya terlukis ketika melihat sepasang yeoja dan namja berjalan kearahnya.

“chukaeyo Hyun Rin-ah” ucap Hyo In kemudian memeluk Hyun Rin kemudian disusul Donghae dan berganti ke Yesung. “neomu yeppeo” puji Hyo In yang membuat pipi Hyun Rin memerah “kau juga, kenapa wajahmu terlihat pucat? Apa kau sakit” nada suara Hyun Rin terdengar sedikit khawatir “ne Hyo In-ssi, sepertinya kau kurang sehat” timpal Yesung, sementara Hyo In hanya tersenyum “katanya dia hanya pusing, tadi setelah sampai dia tidak mau istirahat dulu padahal sudah kumarahi tapi dia tetap memaksa langsung kesini” kalimat Donghae terdengar sedikit kesal. “ani, aku hanya…hooeekk” kata-kata Hyo In terputus.

Hooeek..hooeekk.. “mian, sepertinya aku butuh toilet” ucap Hyo In sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya. “ne, kau lurus saja. Ada di ujung ruangan” jawab Hyun Rin “kajja kuantar” Donghae menggandeng bahu Hyo In namun ia menepisnya

“tidak usah oppa, aku bisa sendiri” paksa Hyo In “jeongmal” Hyo In mengangguk kemudian sedikit berlari menuju toilet

Sudah hampir setengah jam tapi Hyo In tidak juga keluar dari toilet. Donghae terlihat begitupanik kemudian langsung menyusul Hyo In ke toilet dan mendapati Hyo In tergeletak lemah dibawah wastafel.

Donghae POV

Aish, kenapa ke toilet saja lama sekali. Tidak biasanya dia seperti ini, aku panik takut terjadi apa-apa dengannya. Aku langsung bergegas ke toilet bermaksud menyusulnya dan betapa terkejutnya aku ketika kulihat Hyo In pingsan dibawah wastafel.

Sekelebat bayangan saat Hyo In kecelakaan 2 tahun lalu kembali terlintas. Aku takut, mungkin ketakutanku ini berlebihan tapi aku benar-benar takut kehilangannya lagi. Langsung kubopong tubuhnya keparkiran mobil dan langsung membawanya ke Rumah sakit.

@Yuan Hospital

Aku menunggu didepan ruangan tempat Hyo In diperiksa, disini sudah ada eomma yang sedari tadi terus mengelus punggungku mungkin berusaha menenangkanku sementara appa masih ada urusan dikantor. Beberapa menit kemudian Hyun Rin dan Yesung datang dengan raut yang penuh tanya *lebeh*

“otte?” tanya Hyun Rin. Aku hanya menggelang “tenanglah Donghae-ssi, yakinlah semua akan baik-baik saja” ucap Yesung sambil menepuk pundakku pelan.

Dokter keluar dari ruangan tersebut dan aku langsung berdiri tak sabar mendengar penjelasan Dokter. “apa istriku baik-baik saja” tanyaku sedikit menuntut sementara dokter itu hanya tersenyum. Ya, apa dia tidak tahu kalau aku sedang cemas setengah hidup. “apa anda suami nyonya Lee?” “iya” “anda tidak perlu khawatir, sebenarnya istri anda tidak apa-apa” “ Selamat tuan Lee” lanjut dokter itu, sebenarnya apa maksudnya “ istri anda sedang hamil dan sekarang jalan 4 minggu” mwo? Hamil? Ya tuhan, apa aku tidak salah dengar. Aku terduduk, seakan tak percaya dengan apa yang baru saja kudengar aku. “chukae Donghae-ya” ucap eomma dan Hyun Rin “benarkan istrimu tidak apa-apa” timpal Yesung-ssi sementara akau hanya mengangguk.

“Apa aku boleh menemui istriku sekarang?” tanyaku kemudian disambut denagn anggukan dari dokter. Aku langsung masuk keruangan tempat Hyo In dirawat.

Kulihat dia terduduk menyandar dikepala ranjang sambil tersenyum menatapku, kuhampiri dia dan kupeluk tubuhnya, menumpahkan semua rasa bahagiaku hari ini. “gomawo chagi-ya, jeongmal gomawo” ucapku sambil mempererat pelukanku. Kurasakan kepalanya mengangguk kemudian kulepaskan pelukanku dan mengecup dahinya sesaat.

“gomawo kau sudah memberiku kebahagiaan 2 kali lipat dari biasanya” dia hanya tersenyum dengan wajah pucatnya dan kenapa dia terlihat semakin cantik.

Kudekatkan wajahku keperut Hyo In yang bahkan belum menampakkan kalau dia sedang hamil dan kuciumi perutnya beberapa kali. “annyeong aegi-ya, ini appa. Kau baik-baik ya disana, jangan menyusahkan eomma-mu nanti. Appa menyayangimu, jeongmal saranghaeyo”

Semuanya akan baik-baik saja

seperti waktu yang berlalu

semuanya akan ikut memudar

terkadang karena keburukanku

itu menyakiti hatimu

sekarang sedikit demi sedikit

aku berjanji akan mengubahnya

menjagamu…

melindungimu

dan menciptakan kebahagiaan

untukmu

untukku

dan calon malaikat kecil kita ^^

Lee Donghae_

 

The End

Selesai baca? RCL di tunggu. Kekekekeke mian agak ada yadongnya, soalnya otaknya author udah terkontaminasi sama Hyukppa jadinya gini deh *ditimpukin  jewels* hahaha gomawo buat yang sudah baca FF’q.. Annyeong…^^ #Bow bareng Joong Ki Oppa

<photo id=”1″ />

11 thoughts on “Gwaenchana [sequel of Stay]

  1. wkakakakakak kebiasaan hyuk kali yadong sebelum nikah xD
    Aku gak ngerti kenapa judulnya gwaenchana .-. tp yg aku liat sih banyak kata gwaenchana nya td .-.
    Yes! Akhirnya hyo in hamilllll😀

  2. Aigoo so sweet ternyata skrg Hyo In sdh menikah dgn Donghae oppa dan bersatu kembali seperti dulu, chukkae mrk akan pny baby

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s